![AmbarSita [Belum Di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ambarsita--belum-di-revisi-.webp)
~~~**♡AmbarSita♡**~~~
Setelah anaknya berangkat kesekolah, buk Ita dengan semangat menggebu-gebu mengajak teman masa kecilnya untuk pergi ke mall yang ada di Mandau.
Buk Khadijah langsung setuju apalagi wanita itu jadi malu dengan buk Ita yang mau repot-repot membelikan anak laki-lakinya kado setiap tahunnya.
Dua wanita yang sudah mulai menua karena dimakan waktu itu berkeliling-keliling ria di Mall. Keduanya memasuki semua toko-toko dimall tersebut satu persatu.
Bahkan buk Khadijah mampir dulu ke Matahari mencari diskon 75%! Setelah itu mereka berdua baru kembali lagi mengelilingi setiap store yang ada disana.
Keduanya mulai kelelahan karna setiap toko mainan yang mereka masuki tetap saja tidak ada action figure yang diminta Sita.
"Coba kita tanya di toko elektronik ini aja ta" ajak buk Khadijah sambil merenggangkan kakinya yang sudah kelelahan karna berjalan.
"Hee kamu ini! Mana ada disana jah, dia itu mainan jah. Kaya boneka gitu tadi pagi dikasi liat sama Sita, masa sih kamu gak tau Ultramen" Sanggah buk Ita cepat dan kembali menjelaskan Action figure yang sedang mereka cari.
"Tahuuu, tuh anak kan suka nonton itu dulu waktu kecil tiap minggu pagi, habis nonton dia suka angkat tangan gini nih" kata buk Khadijah sambil menirukan gerakan tangan Ultramen saat dia akan pergi selesai bertarung dengan musuhnya.
__ADS_1
"Hahaha iya, si Alip juga suka nonton itu dulu, coba kita tanya ke pusat informasi jah, mungkin aja satpamnya tahu" usul buk Ita lagi sambil menggandeng tangan temannya dengan mesra.
Keduanya pergi ke pusat informasi menanyakan pada petugas dimana mereka bisa membeli action figure. Petugas sekuriti yang usianya hampir sama dengan pak Bahrun itu pun ikut kebingunan dan menyuruh buk Ita dan buk Khadijah tersebut ke toko mainan yang ada dilantai 4.
Kedua wanita itu pun mengerahkan tenaga mereka yang masih tersisa untuk pergi ke toko mainan satu-satunya yang belum mereka kunjungi tersebut.
Namun hasilnya tetap sama, tokoh yang mereka cari tidak ada disana. Malah keduanya disodorkan Barbie dan pangeran Ken oleh penjaga toko. Buk Ita menyorot tajam pada dua boneka yang tersimpan cantik didalam kotaknya tersebut.
"Iyaaa action figure itu kaya gini sih, tapi anak saya nyuruhnya yang Ultramen sama Captain Tsubasa" kata buk Ita dengan raut wakah kecewa.
Karyawan toko langsung mengangguk, soalnya dia berharap dua wanita tua itu membeli dagangannya, jadi ditipu sedikit tidak menjadi masalah pikirnya.
"Eh ta, kita beli yang ini aja" bisik buk Khadijah pelan.
"Ah jangan, nanti Sita marah. Ini kan mainan Sita kecil dulu, masa Ambar mau yang ini"
"Gak apa-apa ta, kalo si Ambar gak mau aku kasi in ke anak gadis ku Hening kado nya. Dari pada kita capek-capek, Ambar gak akan ngeluh sama kado yang dikasi Sita. Kalo dia ngeluh aku suruh pak Bahrun pukul nanti" hasut buk Khadijah lagi. Tapi buk Ita masih ragu dengan saran menyesatkan temannya itu.
__ADS_1
"Kita bungkus langsung kaya tahun kemarin. Sita gak bakal tahu, nanti Ambarnya aku ancam dirumah biar gak ngomong ke Sita isi kadonya" buk Khadijah masih berupaya untuk menghasut temannya tersebut.
Benar saja kata Ambar, dua orangtuanya memang titisan Adolf Hitler yang memiliki sifat otoriter yang kejam!
Setelah berpikir dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, Buk Ita akhirnya mengangguk setuju dan meminta karyawan toko tersebut membungkusnya dengan rapi.
Action figure yang diminta Sita sudah berganti dengan boneka Barbie dan pangeran Ken. Setelah membeli benda tersebut kemudian keduanya pulang dengan raut wajah sumringah.
~~~♡AmbarSita♡~~~
Terima kasih yang sudah membaca novel ini
Jangan lupa Like and Sharingnya yaaah
Untuk pil penambah semangat 😂
__ADS_1