![AmbarSita [Belum Di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ambarsita--belum-di-revisi-.webp)
Meski masa liburan masih berlanjut setelah pembagian lapor tapi Ambar dengan murid-murid lain diminta untuk tetap datang kesekolah. Semua sedang sibuk menentukan dan memilih anggota osis yang baru, selain itu sekolah juga akan mengadakan perpisahan untuk murid kelas 3 seminggu lagi. Gosip-gosip soal Sita akan pindah keluar negri sudah berhembus dan Ambar juga mendengar hal itu dari pengamat terbaik Sita, yaitu Thalib.
Semua teman-temannya, dimulai dari Khaidir, Thalib, Ismet, Arul, Abdul yang sudah tidak sekolah lagi kompak mengirim pesan pada facebook Sita untuk mencegah gadis cantik itu pindah keluar negri, dan Ujang pun demikian meski cintanya hanya untuk Ana seorang tapi dia ikut merayu Sita untuk tidak meninggalkan Peringi.
Hanya Ambar yang tidak, bahkan dia juga sudah tahu Sita mengirimkannya permintaan pertemanan di facebook, tapi Ambar hanya mengabaikan permintaan itu, disatu sisi hatinya memang merasa kehilangan, tapi disisi lain dia merasa 'masa bodoh' mau kemana gadis yang selalu menunggunya itu akan pergi.
Sedangkan Sita sendiri, hatinya 100% tidak ingin pergi dari Peringi. Meskipun keinginannya untuk dekat dengan Ambar sulit terwujud tapi dia tetap ingin menjadi pengamat Ambar dari kejauhan. Kebiasaannya untuk melihat Ambar saat berangkat kesekolah terus dia lakukan meski kali ini dia mengamati cukup dari depan teras rumahnya saja, karna Sita tidak lagi kesekolah sampai hari kelulusannya tiba. Alif juga sudah berkali-kali datang kerumahnya merayu Sita untuk menolak ajakan buk Ita untuk pindah ke tempat ayahnya.
"Kamu udah bilang sama ibuk?" tanya Alif saat mereka duduk didepan teras rumah Sita.
"Belum_____" Sita ragu melanjutkan kalimatnya, meski tidak ingin pergi meninggalkan Peringi tapi dia tidak membantah sama sekali ajakan ibunya untuk melanjutkan sekolah ditempat pak Adam.
Pandangan Sita kemudian beralih kearah jalan, memperhatikan cowok ganteng yang baru pulang dari sekolahnya. Sita pikir sudah hampir dua minggu kematian nek Lasa dan Ambar belum juga mengucapkan belasungkawa untuknya, yang ada malah sifat angkuh dan cueknya makin bertambah.
"Aliif" panggil Sita pelan dan menatap wajah Alif yang terlihat murung.
"Kenapa?" tanya Alif tidak bersemangat.
__ADS_1
"Dulu waktu kita kelas dua kamu pernah menyatakan rasa suka sama aku" Alif menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Sita "Saat itu aku menolaknya, tapi kamu tetap mau dekat sama aku dan jadi temannya aku, kenapa?" tanya Sita lagi.
"Aku gak tau, mungkin karna cinta aku itu tulus untuk kamu. Bahkan rasa aku dari dulu sampai sekarang tetap sama untuk kamu, gak berubah yang ada makin bertambah" jawab Alif mantap dan menggenggam tangan Sita erat.
Sita tersenyum simpul mendengar perkataan Alif "Mau sampai kapan kamu menunggu jawaban aku? Atau lebih tepatnya mau sampai kapan kamu cinta sama aku meskipun kamu tidak tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk bisa mencintai kamu balik?"
"Sampai masa berlaku hidupku di dunia ini habis" jawab Alif cepat.
"Kalau boleh jujur, saat ini aku juga berada di posisi yang sama seperti kamu. Aku mohon maaf Alif, aku juga sedang naksir seseorang. Bahkan ketika kamu menyatakan perasaan kamu aku sudah menyukai orang itu. Aku gak tahu mau sampai kapan menyukainya, yang aku tahu hanyalah 'aku sulit untuk memilikinya' karna itu aku mau pergi aja dari sini, karna mencintai seseorang tanpa balasan terasa begitu menyakitkan lif" airmata Sita langsung mengalir saat berhasil menyatakan isi hatinya pada temannya yang paling ngotot mencegahnya pergi dari Peringi Hilir.
"Meskipun kamu sudah berbicara jujur tapi keinginan aku tetap sama, jangan pergi dari sini Sita. Aku mohon, bukankah posisi kita berdua sama-sama menjadi pemuja? Lalu kenapa kita tidak mencoba untuk saling memperjuangkan perasaan kita masing-masing? Aku akan terus menunggu balasan cinta kamu meskipun hati kamu sedang terpaut pada orang lain, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Sebelum menjalaninya kita tidak akan pernah mengetahui kehidupan yang sudah direncanakan, karna Tuhan yang maha membolak-balikkan hati manusia" kata Alif mantap meyakinkan hati Sita sekali lagi.
"DASAR!! Sementang mau masuk SMA udah berani peluk-pelukkan! Tamat SMA langsung nikah pasti dua sejoli haram itu!" umpat Ambar kesal dan mempercepat langkah kakinya untuk meninggalkan pemandangan yang tidak menyenangkan hatinya.
Saat di Mandau, Ismet mengajak teman-temannya kewarnet, soalnya ingin main futsal uang mereka akan habis seketika. Jadi lebih baik main warnet sambil menggoda cewek-cewek cantik di media social. Ambar ikut masuk ke room yang sama dengan Arul. Cowok hitam manis itu membuka media social facebooknya, dan diberanda pertamanya langsung muncul status Sita yang diposting gadis itu 3 hari yang lalu
"Ti amo, uomo testardo!"
__ADS_1
(Aku mencintaimu, Laki-Laki Keras Kepala)
"Apaan tuh mbar artinya?" tanya Arul kebingungan.
Ambar memiringkan kepalanya saat membaca postingan Sita, dia tampak ikutan berpikir.
"Ti amo, uomo testardo" gumam Ambar pelan "kaya bahasa itali" ujar Ambar lagi.
"Sok tau kamu! Sementang Italia kamu juara piala dunia musim lalu, jadi apa-apa kamu hubungin ke itali!" kata Arul ketus.
"Mungkin dia juga pendukung Itali, trus ngucapin selamat ke valentino rossi karna menang motoGP"
"Makin ngaco kamu! Apaan ya artinya, jangan-jangan ungkapan perasaan dia sama seseorang mbar" kata Arul lagi yang masih penasaran dengan postingan Sita tersebut.
'Plak!' Ambar mantap memukul kepala temannya "Terus kamu juga ngapain sibuk sama postingan dia!!" kata Ambar ketus, Arul hanya tersenyum dan mengelus-elus kepalanya yang sakit di tempeleng oleh Ambar.
Tiba-tiba Ismet muncul dari room sebelah "Mbar...Ti amo, uomo testardo! Artinya apa?" tanya Ismet dengan wajah polos. Tangan Ambar mendarat pada kepala Ismet juga. Arul menahan tawanya karna takut Ambar kembali menempelengnya lagi.
__ADS_1