![AmbarSita [Belum Di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ambarsita--belum-di-revisi-.webp)
Dibalai desa, semua teman-teman Ambar sudah berkumpul semua. Khaidir dan Thalib yang tidak pernah bolos sekolah pun ikut-ikutan bolos hari ini.
Awalnya mereka tersenyum dengan kedatangan Ambar, tapi melihat raut wajah cowok ganteng itu ketika datang, mereka kompak menelan ludah dan terdiam. Ambar mengambil posisi duduk disamping Ismet kemudian merebahkan badannya kemeja sambil memejamkan matanya.
"Aman capt?!" Ujar Ismet sambil memukul pelan punggung Ambar untuk menghibur temannya.
"Mau minum ketua? Beli minum rul, ketua kita haus niih" perintah Abdul untuk mencairkan suasana tegang diantara mereka.
Ambar mengangkat badannya lagi, memandangi wajah teman-temannya satu persatu kemudian kembali rebahan lagi diatas meja.
"Haah setidaknya masih ada manusia-manusia seperti kalian dihidup aku kalo Sita mantap memilih option kedua" gumam Ambar dengan pelan.
Semua teman-temannya kebingungan dengan apa yang dikatakan Ambar barusan, tapi untuk bertanya pun rasanya tidak akan mungkin. Mereka tahu hati dan perasaan captain amerika itu begitu galau dan nelangsa saat ini.
~~~**♡AmbarSita♡**~~~
Sudah tanggal 2 Juni saat ini namun Sita tidak kunjung datang kesekolah lagi. Dihari sabtu dan senin gadis itu meliburkan dirinya.
Buk Ita tidak mengeluarkan suara knalpot bocor untuk menyuruh Sita sekolah, karna dia tahu hati anak nya saat ini begitu terluka. Ambar adalah cinta pertama Sita dan tentunya patah hati pertama juga pastinya bagi Sita.
"Sayang, ibuk mau keseberang boleh? Paman Alip kamu karna ibuk dua hari absen kerumahnya, dia jadi mewek nak. Atau Sita mau ikut ibuk? Kita pergi main yuk sama paman Alip" bujuk buk Ita dengan anaknya yang telah berubah menjadi putri tidur selama 3 hari ini.
Sita menghapus airmatanya dan menatap buk Ita dengan tatapan nanar.
"Buk Ambar minta jawabannya padahal cuma sehari, tapi sekarang udah lebih dari sehari buk. Kenapa Ambar gak datang buat nuntut jawaban Sita ya buk? Apa dia benar-benar mau putus sama Sita?" Rengeknya dengan suara serak.
"Haaah.....kamunya aja didalam kamar terus, dia udah kaya setrikaan tau gak di depan jalan rumah kita itu"
"Haaa? Ibuk tahu darimana? Kenapa gak nyuruh temui Sita?"
"Udah! Dia gak mau, katanya dia cuma butuh jawaban kamu, jadi gimana? Bentar lagi kamu ujian nasional nih, habis itu sibuk ngurusin persiapan kuliah, kamu milih yang mana?" Kali ini buk Ita juga memaksa Sita untuk mengeluarkan jawabannya.
"Pilihannya gak ada yang bagus buk!" Jawab Sita ketus.
"Dua-duanya tetap memaksa Sita buat kuliah kan!" Umpatnya lagi.
"Kamu benar gak mau kuliah ta?" Tanya buk Ita cepat karena terkejut dengan jawaban anaknya barusan.
"Sita mau kuliah kalo Ambar nya ngikut!" Jawab Sita mantap.
Buk Ita langsung menarik rambut Sita karena kesal mendengar jawabannya.
"Ambar itu bukan suami kamu, dia masih punya keluarganya! Dia juga harus membahagiakan ayah sama ibuknya dulu" Nyinyir buk Ita memberi nasihat dengan raut wajah jengkel.
"Ambar juga ngomong gitu buk, Sita disuruh bahagia in bapak sama ibuk dulu" rengek gadis itu lagi.
"Nah kan..... Bener Ambar itu, tandanya dia sayang bukan sama kamu aja, sama orangtua kamu juga! Iih ibuk jadi ikutan sayang sama si Ambar" ujar wanita tua itu sambil tersipu malu dengan sendirinya.
"Sita juga sayang sama Ambar buk, karna itu Sita gak mau jauh dari Ambar"
"Kalo sayang jangan lepasin dia nak. Lebih baik kamu kehilangan Ambar untuk waktu yang sementara dari pada kehilangan Ambar untuk selama-lamanya"
__ADS_1
Sita tertegun mendengar perkataan ibunya tersebut.
"Hubungan jarak jauh itu Rindunya 100%, tapi sekali ketemu rasa bahagianya juga 100%! Kaya ibuk sama bapak hahaha" kata buk Ita lagi memberikan masukan kepada putri nya itu.
Mendengar nasihat buk Ita, Sita langsung bangkit dari tidurnya. Dia melirik kearah jam didinding kamar yang sudah menunjukkan pukul 12:30 siang, 15 menit lagi Ambar akan pulang dari sekolahnya.
"Makasih buk sudah menyadarkan Sita kalau cinta itu butuh pengorbanan yang besar!" Ujar Sita yang tiba-tiba berubah bersemangat dalam seketika.
"Ibuk boleh pergi keseberang temui tuh paman Alip yang cengengnya kaya bayi! Sita juga akan tunggu Ambar pulang sekolah sekarang"
"Asem kamu ini! Bilangin adik ibuk kayak bayi! Apa bedanya sama kamu, paman sama keponakan sama aja manjanya! Yaudah ibuk pergi dulu ya" buk Ita pun ikut bangkit dari kasur anaknya kemudian mendekatkan kepalanya ketelinga Sita.
"Jangan sampe mau melepaskan orang kaya Ambar, karna nanti kisah Ambar Sita nya bakal berakhir" bisik buk Ita pelan. Sita langsung tersenyum dan dengan cepat menganggukkan kepalanya.
~~~**♡AmbarSita♡**~~~
Setelah pulang sekolah, Ambar berjalan pulang kerumahnya sambil menundukkan kepala. Wajahnya lesu, semangatnya sudah hilang sejak dari kemarin.
Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karna melihat dua kaki yang begitu mulus dan bersih berdiri didepannya saat ini. Ambar mengangkat kepalanya pelan, wajahnya langsung pucat melihat ternyata Sita lah yang sedang mencegat langkahnya tersebut.
Gadis itu manyun dan langsung memeluknya begitu saja. Sita melingkarkan lengannya dipundak Ambar dengan erat.
"Apa kabar tuan putri?" Sapa Ambar pelan, dia kemudian ikut melingkarkan tangannya dipinggang Sita.
"Udah capek jadi putri tidurnya? Pangeran mana yang berhasil nyium kamu biar bangun dari atas kasur?" Tanya Ambar lagi karena Sita tidak menjawab pertanyaannya tadi.
Tapi Sita tetap tidak menjawabnya dan terus saja memeluk Ambar dengan erat. Dua hari dia absen melihat wajah orang yang begitu dicintainya. Sebenarnya dua hari saja sudah membuat Sita benar-benar rindu dengan kekasihnya tersebut. Rindu dengan lesung pipi Ambar yang terlihat manis ketika tersenyum, rindu dengan bau tubuh Ambar yang selalu harum karna itu Sita betah memeluknya.
"Jangan jadi lumut terus, aku ini bukan batu!" Ujar Ambar sambil memperlihatkan senyum sumringahnya meski lesung pipinya tidak keluar karna Ambar tidak benar-benar tersenyum bahagia saat ini. Sita makin memajukan bibirnya menatap wajah Ambar.
"Yaudah kalo kamu mau nya aku kuliah, aku gak mau diputusin!" Jawab Sita dengan nada kesal kemudian airmatanya mengalir begitu saja.
Ambar berusaha terus tersenyum mendengar jawaban Sita, kemudian membelai rambut Sita yang dikucir dengan rapi.
"Bagus!! Anak-anak yang berkualitas dilahirkan dari ibu yang pintar! Aku akan tunggu kamu sampe lulus kuliah, aku akan tetap setia untuk kamu disini" bujuk Ambar meyakinkan Sita bahwa keputusannya itu adalah pilihan terbaik.
"Soal bapak...... Aku juga akan berusaha menunjukkan kepada beliau kalau aku ini juga pria yang berkualitas dan pantas mendampingi putrinya!"
ujar Ambar mantap, Sita makin mewek mendengar perkataan Ambar tersebut.
"Jangan nangis!! Aku jadi lapar nih kalo liat airmata kamu" kata Ambar sambil menghapus airmata kekasihnya.
"Yaudah, senin depan Ujian kan, belajar yang baik ya. Semoga kamu berhasil dapat nilai ujian tertinggi lagi, kalo perlu seAngkasa raya sayang"
Sita menganggukkan kepalanya dan tersenyum mendengar keinginan Ambar itu.
"Nah kan bipolar!" Ledek Ambar sambil menjentik kan jarinya ke kening Sita.
"Kamu harus temani aku belajar sekarang" pinta Sita sambil merengek.
"Iyaah tuan putri, yaudah aku ganti baju dulu ya, habis itu ngasi cacing diperut aku mak_____"
__ADS_1
"Enggak! Ganti baju aja trus makan dirumah aku. Temani aku makan soalnya aku juga belum makan dari dua hari yang lalu"
"Haa serius? Keren banget kamu bisa gak makan selama dua hari" ujar Ambar sok memberi pujian.
"Udah ayo cepat ganti baju, aku tunggu disini" usir Sita dengan manja.
"Iyaa!! Yaudah tunggu bentar ya sayang! Ultramen kamu ganti baju dulu!" Pamit Ambar dan langsung berlari pulang kerumah.
Sita tersenyum melihat kekasihnya yang kini sudah jadi gila lagi seperti biasanya. Selesai makan siang, Ambar dengan setia dan sabar menemani Sita belajar ditaman belakang rumah gadis itu.
"Oh iya kado sama beng-beng kamu masih ada loh, tunggu bentar ya" ujar Sita dan berlalu masuk kedalam rumahnya untuk mengambil kado yang harusnya diberikan tiga hari yang lalu kepada Ambar.
"Buka sayang, aku ngasi kado sesuai dengan saran Ismet, katanya kamu pasti bakal suka"
"Kenapa kamu malah minta saran dia? Kenapa gak sesuai dengan pilihan kamu aja?" Tanya Ambar sambil mengambil kado yang di sodorkan Sita dihadapannya.
"Aku tuh bingung milihin kado buat kamu, karna gak pernah sama sekali kamu pake, aku pikir kamu gak suka makanya kali ini aku minta saran Ismet, Ayo bukaaa"
Ambar terdiam, dia jadi ingat pesan titisan Adolf Hitler dirumahnya waktu itu jika dia tidak boleh buka kadonya didepan Sita.
"Hahaha nanti aja di kamar aku buka sendiri, masa buka kadonya didepan orang yang ngasi sih" elak Ambar dan meletakkan kado Sita disampingnya.
"Yaa kan aku pengen liat ekspresi wajah senang kamu, berapa tahun aku ngasi kado di hari ulang tahun kamu tapi ekspresi wajah kamu itu manyuuun terus bahkan kita itu ribut terus. Tahun ini aku juga dapat masalah" kata Sita kecewa.
"Tanggal 31 hari sial kamu ya yank?" Kata Ambar menggoda gadis itu kemudian mencolek pipinya. Sita lamgsung menganggukkan kepalanya lemah.
"Itu karna tanggal sebelumnya sesosok anak ajaib lahir yank, makanya tanggal 31 itu cemburu" sambungnya lagi dengan bangga.
"Anak ajaib kaya kera sakti gitu ya?" Ledek Sita balik.
"Masa aku yang ganteng gini disamain sama kera sih yank, jahat banget kamu, aku ini mirip Ultramen tau!! hahaha"
"Hahaha kamu emang kera sayang, karna sudah memanjat-memanjat hati aku" sahut Sita sumringah berusaha mengeluarkan gombalan terbaiknya.
Tawa Ambar langsung hilang seketika mendengar perkataan Sita. Gadis itu jadi malu sendiri karena gombalannya yang terdengar aneh. Ambar menepuk tangannya dengan keras sambil tertawa merespon gombalan garing Sita barusan.
"Hahahaha" tawa Ambar yang keras terdengar begitu dibuat-buat.
Raut wajah Sita berubah merah, dia jadi malu sendiri dengan perkataannya, tapi Ambar terus saja meledek sambil menepuk tangannya.
"Udah dong......." rengek Sita menahan malu.
"Haduuh jangan di ulangi ya, untung gak ada persatuan komedian indonesia saat kamu ngomong gitu. Kalo gak merasa tersindir mereka sama lelucon kamu barusan!" Ledek Ambar dengan tajam. Sita pun langsung memukul bahu Ambar menahan rasa kesal dan groginya.
~~~**♡AmbarSita♡~~~
Terima kasih Untuk Yang Sudah Mau Membaca Novel Ini
Jangan Lupa Like, Vote, And Sharing nya breeeey
~~~💝💝💝**~~~
__ADS_1