![AmbarSita [Belum Di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ambarsita--belum-di-revisi-.webp)
Disekolah, Ana, Iput dan Putri sudah menunggu Andin dibangkunya. Gadis itu akhirnya datang sambil menenteng bekal yang sudah dibuatkanya untuk Ambar. Andin tersenyum sumringah melihat ekspresi penasaran dari teman-temannya. Dia sudah yakin ketiganya pasti akan memborongnya dengan banyak pertanyaan.
"Cie.... yang baru jadian sama adik kelas" goda Ana sambil mencolek pipi Andin.
"Beluum" jawab Andin sedikit kecewa.
"Loh kok belum? Jadi kemarin?" kaget Putri yang kemarin mengalah untuk pulang bareng Ismet dan yang lainnya agar Andin bisa berduan dengan Ambar.
"Jadi kemarin kamu juga ikut ya?" tanya Iput dengan Putri.
"Iya, aku disuruh si Andin ngurus teman-teman Ambar yang lainnya. Aku tuh dibawa cuma jadi umpannya Andin tau gak"
"Hahaha tapi tetap senangkan, bisa berduan sama Ismet!" goda Andin dengan temannya yang berubah cemberut.
"Senang sih, tapi ada Arul, Ujang, ada anak sekolah lain juga ya sama aja. Kamu yang enak bisa berduan sama Ambar"
"Hmmm ini nih aku pikir kalo aku ajak Ambar pulang duluan. Kami bisa ngobrol banyak dan Ambar bisa nyatain cinta ke aku, tapi ternyata oh ternyata enggak ada sama sekali!"
"Jadi kalian belum pacaran?" tanya ketiga temannya kompak.
"Kemarin kan hujan tuh, jadi aku senang bisa berduan sama Ambar di dalam halte. Tangan aku digenggam sama Ambar karna aku bilang dingin, eh habis itu malah kedatangan Sita and Alif gangguin, mereka habis pulang kencan juga"
Semua temannya langsung menempuk pundak Andin untuk memberinya semangat. Sita dan Alif akhirnya datang, seperti biasa keduanya langsung duduk dibangku masing-masing.
"Coba tanya Sita deh, mereka kan tetanggaan, mungkin aja Ambar udah punya pacar? karna itu dia gak nembak kamu kemarin" bisik Putri pelan.
Ana dan Iput langsung mengangguk setuju. Andin menoleh kebelakang, mengajak Sita bicara itu susahnya bukan main. Gadis pintar itu hanya mengeluarkan suara jika ditanya oleh guru dan mengobrol dengan Alif saja. Tapi Andin memberanikan dirinya memandangi Sita dan tersenyum sumringah mendekati meja gadis cantik tersebut.
__ADS_1
"Kemarin ibunya Sita gak marah kan karna pulang telat?" tanya Andin basa – basi dulu. Sita hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Andin dengan sedikit curiga "ouh syukur deh, oh ya rumahnya Sita dekat banget ya sama Ambar? Kalian akrab gak?"
"Lumayan, emang kenapa?" tanya Sita balik.
Andin mendekatkan kepalanya ketelinga Sita, malu jika Alif ikut mendengarkan pertanyaanya "Sita tau gak Ambar udah punya pacar atau belum?"
"Udah! Ambar udah punya pacar" jawab Sita cepat.
Raut wajah Andin berubah kecewa dalam seketika. Bisa dilihat hatinya pasti sudah patah jadi dua saat ini "Udah punya pacar ya dia, Sita tau pacarnya siapa?"
"Tetangganya Ambar, udah lama mereka pacaran, dari SD!"
Hati Andin yang tadinya cuma patah jadi dua sekarang malah hancur berkeping-keping. Dia berusaha menahan tangisnya yang sebenarnya sudah sampai di ujung mata.
"Pasti cewek itu pinter masak ya, soalnya kemarin Ambar bilang dia cuma suka sama cewek yang pinter masak. Haaah padahal aku udah bawain bekal hari ini untuk Ambar, kalo dia udah punya pacar aku jadi malu sendiri buat ngasi bekal yang udah aku masakin untuk dia" ujar Andien kecewa. Sita terus menatap wajah Andin "Yaudah makasih ya Sita atas informasinya" pamit Andin dan kembali kebangkunya.
"Sebelum janur kuning melengkung masih ada jalan menuju ke Roma kok" bujuk Ana dan Iput menyemangati teman mereka.
"Kok ke Roma, ke hati Ambar!" sambung Putri.
"Oh iya, masih ada jalan menuju ke hati Ambar, tenang ndin, pacaran belum tentu menikah" kata Iput kembali meluruskan quote ngasalnya.
Saat jam istirahat Andin dan Putri langsung meluncur ke kantin menemui Ambar dan teman-temannya. Senyum Andin sumringah saat melihat Ambar ternyata juga baru datang.
"Ambar udah makan?" tanya Andin sambil tersipu malu.
"Nih mau pesan, kalian makan apa?"
__ADS_1
"Jangan... maksudnya Andin bawain bekal hari ini untuk Ambar"
"Ha serius? Kenapa?" tanya Ambar kebingungan dan melirik kearah kotak bekal yang dipegang gadis itu.
"Niih, katanya Ambar suka nasi goreng kan, Andin udah masakin, telurnya didadar juga"
"Hahaha makasih ya" kata Ambar cepat dan menerima kotak yang diberikan Andin.
Semua langsung mengisi perut masing-masing. Kecuali Andin, dia sudah kenyang menatap wajah Ambar yang memakan nasi goreng buatannya dengan lahap.
"Andin gak makan?" tanya Ambar dengan gadis didepannya.
"Andin kenyang, tadi dirumah banyak makan nasi gorengnya" jawabnya berbohong. Andin mengambil ponselnya yang ada di saku rok sekolahnya dan mulai mengetik sebuah pesan.
"Ambar udah punya pacar ya?" tulis Andin dan memperlihatkannya pada Ambar. Kening Ambar berkerut membaca isi pesannya, gadis itu kembali mengetik sesuatu lagi di ponselnya.
"Tadi Andin iseng nanya ke Sita hehehe, katanya udah, tetangga Ambar ya? Ah Ambar udah punya pacar gak ngasi tau, jadi patah hati deh Andin hahaha" isi pesan keduanya dan Andin kembali menyerahkannya pada Ambar. meskipun ada kata 'hahaha' nya tapi percayalah ekspresi wajah Andin tidak demikian.
"Aahh dia ngomong gitu" ujar Ambar memperlihatkan senyum pasrahnya.
Semua mata kembali terpana dengan pasangan fenomenal yang kembali mengunjungi kantin, Alif dan Sita. Pasangan yang selalu menepati juara umum satu dan dua setiap kenaikan kelas selama ini. Ambar cs pun ikut-ikutan memandangi mereka. Terlebih lagi Ambar yang baru mendapatkan kabar dari Andin langsung menatap Sita tajam. Gadis cantik itu diam-diam melirik kearah Ambar. Wajahnya langsung pucat saat melihat tatapan Ambar yang sepertinya begitu kesal dengannya.
~♡AmbarSita♡~
__ADS_1