![AmbarSita [Belum Di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ambarsita--belum-di-revisi-.webp)
Selesai ujian nasional, sorenya Sita langsung pergi dengan buk Ita ke seberang, menghabiskan waktu liburan sambil menunggu pengumuman kelulusannya. Ambar cs pun sudah kembali ke Peringi hilir pulang dari liburan mereka dan bersiap-siap menjalani ujian kenaikan kelas. Saat berangkat kesekolah Ambar berhenti didepan jalan rumah buk Ita, sudah hampir seminggu dia lewat didepan rumah tersebut dan selalu terlihat kosong tidak berpenghuni. Lampu di teras dan lampu taman dihalaman rumah buk Ita pun dibiarkan menyala 24 jam.
"Warnet yuk mbar" ajak Ismet dan Arul setelah mereka pulang sekolah. Ambar hanya mengangguk setuju, soalnya hatinya dari tadi pagi jadi tidak karuan entah karna hal apa.
Sesampainya diwarnet langganan mereka di Mandau. Ambar ikut masuk kedalam room bersama Ismet. Ismet asyik berselancar dimedia social dan sesekali remaja yang tahun ini masuk usia 15 tahun itu membuka situs yang tidak perlu kita sebutkan! Ambar pun ikut melongo melihat temannya begitu focus menonton videonya.
"Udah!!! Aku kaduin pak Pandi baru tahu rasa kamu!" ancam Ambar pada teman akrabnya itu dan memukul kepala Ismet dengan kuat.
"Hahaha... Jangan dong. Kamu gak main, main sana ganggu aja!"
"Gak ada duit! Lagian kepala aku pusing"
"Aku bayarin, udah sana"
Ambar hanya diam dan tetap duduk disampingnya, dengan terpaksa Ismet menutup situs nerakanya dan kembali pada media social facebook "Eh facebook Sita apaan ya?" tanya Ismet dan langsung menulis nama Sita di kolom pencarian. Facebook Sita langsung muncul dengan foto profilenya berlatar belakang menara petronas.
"Sita kemalaysia ya mbar?" tanya Ismet dengan raut wajah kaget.
"Iya kayanya" jawab Ambar datar dan ikut melihat profile Sita.
"Apa dia bakal pindah lagi ya mbar? yaaaah jangan dong, sayang banget. Gak bisa godain Sita yang cantik kita mbar" kata Ismet kecewa. Ambar hanya diam sambil mengatur jalan nafasnya yang tiba-tiba menjadi sesak "Loh langsung diterima mbar, permintaan pertemanan aku, lagi online nih" ujar Ismet lagi karna pertemanan yang baru dikirimnya pada Sita langsung diterima "Sapa ya mbar?"
"Berisik kamu met, yang main bukan kamu aja!" bentak Ambar karna mendengarkan Ismet mengoceh terus sedari tadi.
'Hai sita, apa kabar? gimana ujiannya? Sita ke Malaysia ya?' sapa Ismet pada gadis itu.
Cukup lama keduanya terpaku menunggu balasan sita, 15 menit kemudian Sita baru membalas pesan Ismet tersebut .
'YA' balasnya yang cukup singkat, padat, dan nyakitin!
'Enaknya yang ketemu sama ayahnya, siapa aja nih yang pergi? kapan balik ke peringi?'
Dua cowok itu kembali menunggu, kali ini lebih lama lagi sampai setengah jam baru Sita membalas pesan chatt Ismet.
'bareng keluarga'
__ADS_1
'Ouh, kapan balik ke sini lagi? Pindah kesana ya Sita?'
Balas Ismet yang masih belum menyerah untuk ngobrol banyak dengan gadis cantik itu. Saking lamanya menunggu balasan Sita, Arul yang ada diroom sebelah pun sudah selesai bermain dan ikut bergabung.
"Masih main yaa?" tanya arul.
"Udah met ayo pulang, lama tuh cewek balasnya, padahal online!" kata Ambar yang mulai kesal meskipun dia ingin mengetahui juga balasan Sita selanjutnya.
"Siapa sih?" tanya Arul ikut penasaran.
"Sita, aku add facebook dia" jawab Ismet yang masih sabar mantengi facebooknya.
"Serius? Suruh Sita add aku juga dong" Arul langsung mengambil alih keyboard di depan Ismet dan ikut mengetik pesan untuk Sita
'Sita ini Arul, add facebook aku juga ya, namanya 'arulcicowoxntengs''
Tulis Arul dengan percaya dirinya berharap gadis itu akan mengabulkan permintannya "Aah aku main lagi deh"
"Gak usah bego! Buka pake hp kamu aja" cegah Ambar cepat sebelum Arul kembali menghamburkan uangnya pada abang warnet untuk membayar billing.
Arul mengambil handphone pabrikan jepangnya dan langsung membuka facebook.
"Belum, gak ada tuh?" kata Arul kecewa.
"Coba aku chatt lagi ya 'udah di add belum sita?' tulis Ismet yang masih belum menyerah.
"Biar aku aja yang add, apaan nama fb Sita?" Setelah Arul mengirim permintaan pertemanan pada fb Sita, gadis itu langsung menerimanya. Sama dengan Ismet, Arul pun turut mengirim pesan pada Sita.
'makasih ya, Sita lagi dimana sekarang?'
Kali ini yang menunggu balasan Sita jadi tiga orang, ketiganya terdiam, menunggu balasan pesan Sita sudah seperti menunggu balasan HRD soal pengumuman panggilan kerja. Ambar tidak bisa sabar seperti teman-temannya. Bahkan saat Ambar mengajak keduanya untuk pulang mereka kompak menolak.
"Sinih, biar aku kasi tau sama ni orang!!" gerutu Ambar kesal dan mengambil alih posisi Ismet yang ada didepan computer.
"Jangan marah-marah mbar, ntar aku diblokir dia" kata Ismet ketakutan melihat ekspresi wajah ambar yang sama menakutkannya dengan wajah pak Bahrun ketika marah.
__ADS_1
'WOI SONGONG! BELAGU BANGET LU! ORANG CHAT GAK DIBALAS, PADAHAL ONLINE, JANGAN SOMBONG JADI CEWEK! BY:AMBAR'
Tulis Ambar dengan huruf capital dan menekan tombol enter sekuat mungkin melampiaskan sakit hatinya pada papan keyboard yang tak berdosa.
"YaAllah, untung bukan facebook aku" kata Arul pelan dan langsung menyimpan handphonenya kedalam saku celana, takut Ambar ingin mengirim sumpah serapahnya juga pada Sita melalui media sosialnya.
Dalam beberapa detik pesan kasar Ambar langsung dibalas sita.
'maaf ya, aku tadi keluar'
Jawab Sita memberi alasan yang tidak masuk akal. Padahal dari tadi dia online karna sibuk menstalker facebook milik Ambar yang sampai detik ini permintaan pertemanan dari Sita belum dikonfirmasi oleh cowok pemarah tersebut.
AMBAR : 'Belajar bohong dulu kamu sama Arul! Keluar tapi online terus! Kapan balik ke peringi!'
SITA : 'Belum tahu, mungkin seminggu lagi, kenapa?'
AMBAR : 'Jangan lupa oleh-oleh kalo balik ke sini! Bilang sama buk Ita kalo pulang enggak bawa oleh-oleh ntar nek Lasa bakal kami culik!'
SITA : 'Iyaah...mau oleh-oleh apa? ntar aku suruh ibuk beliin'
AMBAR : 'Makanan!'
SITA : 'Okee, kalian online dimana?'
Ismet dan Arul bengong melihat balasan Sita yang tidak sampai memakan waktu beberapa detik tersebut "Keren mbar, karna kamu marahin, dia jadi langsung cepat balas pesannya" kata mereka berdua dengan tampang polosnya.
"Balas mbar! kasi tau kita lagi diwarnet" pinta Ismet penuh semangat.
"Capek! Udah yuk pulang, besok kita masih ada ujian terakhir"
"Halaah, besok ujian olahraga juga, gampang mah, balas ini dulu"
Ambar memberikan posisinya pada Ismet, membiarkan temannya itu untuk melanjutkan chattnya pada Sita. Hatinya yang tadinya gelisah sedari tadi pagi sudah tenang kembali saat mengetahui jika Sita tidak pindah dan akan pulang ke Peringi seminggu lagi.
__ADS_1