AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
UN Terakhir Dalam Dunia Pendidikan Sita


__ADS_3

Senin, 8 Juni anak-anak kelas 3 SMAN 1 Peringi menjalani Ujian nasional. Meski murid kelas 1 dan 2 diliburkan tapi Ambar tetap berangkat kesekolah sesuai dengan permintaan sang tuan putri yang mau ditunggui selama dia menjalani ujian.


Selama 4 hari Ambar berperan jadi wali murid untuk Sita, sudah seperti anak TK yang baru masuk sekolah. Dihari terakhir ujiannya, Sita meminta waktu Ambar untuk mereka berkencan.


Sita mengajak Ambar nonton bioskop di Mandau. Saat itu sedang booming peluncuran Film baru yang menurut Sita Ambar pasti akan menyukai film tersebut.


"Mau ngapain? ke sungai aja" kata Ambar yang langsung menolak ajakan Sita tersebut dengan malas.


"Gaaaak mau!! Kita nonton bioskop, ada film yang baru keluar judulnya The Avengers, kamu kan suka film yang begituan. Yaaaaa kita nonton sekarang.......Tiketnya udah aku suruh paman Alip beli kemarin, nanti mubazirun loh!" Rengek Sita yang ingin permintaannya tersebut dikabulkan.


"Emang itu film apaan?" Tanya Ambar dengan kening berkerut.


"Aduh......Itu loh yang semua superhero saling berantem Sayang!" jawab Sita dengan polosnya, karna dia pun bukan penyuka film bertema superhero selama ini.


"Hahaha, kalo semua superheronya saling berantem trus yang menyelamati bumi siapa?" Tanya Ambar dan kali ini dia tertawa geli mendengar jawaban Sita barusan.


"Gak tau, makanya kita nonton" rengek Sita lagi kemudian mengambil handphone yang ada di dalam tasnya. Gadis itu langsung mensearching tentang film yang akan mereka tonton dan memperlihatkannya kepada Ambar, berharap kekasihnya tertarik dan mau menontontnya.


"Ah males! Ultrament nya gak diajak!" kata Ambar memberi alasan paling mukhatir 😩


"Susah sayang kalo mereka ngajakin Ultramen ikutan main film, bahasa mereka berbeda!"


Ambar semakin tertawa mendengar perkataan Sita. Gadisnya itu terus merengek dan dengan terpaksa Ambar akhirnya mengalah dan menuruti kemauannya.


Saat didalam bioskop Ambar tidur selama penanyangan film! Ternyata dia benar-benar tidak tertarik sama sekali melihat atraksi superhero-superhero milik Marvels studio tersebut. Selain itu mungkin Ambar juga kecewa karna Ultrament nya gak diajakin main film sama Captain America.


~~~♡AmbarSita♡~~~


"Jadi kemana lagi kita?" tanya Ambar mengikuti langkah Sita yang masih membawanya berkeliling setelah mereka keluar dari bioskop.


"Makan.... Aku lapar" jawab Sita cepat dan menarik Ambar masuk kedalam sebuah restoran.

__ADS_1


Ambar hanya diam dan mengikuti pacar manjanya. Biarlah dia menuruti kemauan Sita saat ini sebelum kekasihnya itu pergi melanjutkan kuliahnya keluar negri.


Selesai makan Sita masih saja terus berputar-putar di Mall tersebut. Ambar melihat wajah gadis disampingnya itu yang sedari tadi seperti orang kebingungan.


"Sayang, Mall nya besarnya tetap segini, Lebarnya juga gak berubah-ubah tapi kenapa kita masih keliling-keliling juga" Ambar mulai lelah dan menghentikan langkah kakinya. Dia memandangi Sita dengan tatapan heran.


Sita menelan ludah sambil menggenggam tangan Ambar lebih erat. Sebenarnya Sita pun tengah mengumpulkan mentalnya untuk mengatakan tujuan mereka selanjutnya pada Ambar.


"Dua hari lagi aku berangkat ke Malaysia. Aku...... Aku.....takut rindu sama kamu sayang..." ujar Sita ragu.


Ambar tersenyum mendengar perkataan Sita dan langsung membelai pipi gadis itu dengan mesra. Melihat raut wajah Ambar yang tenang Sita kembali memberanikan diri melanjutkan kalimatnya.


"Kita... kita beli handphone buat kamu gimana? Aku gak bisa kalo gak liat wajah kamu dalam waktu yang lama" sambungnya lagi dengan suara bergetar, Sita takut Ambar akan tersinggung dengan keinginannya itu.


Ambar menganggukkan kepalanya, melihat respon kekasihnya yang terlihat tidak marah sama sekali Sita akhirnya bernafas lega.


"Besok aku suruh pak Bahrun yang beli, dulu dia pernah nawarin juga tapi aku tolak. Kemarin dia juga nawarin lagi sepertinya Albeirt Einsten itu khawatir kalo kamu bakal rindu sama wajah ganteng aku" kata Ambar dengan lembut.


Sita justru langsung menangis mendengar jawaban Ambar tersebut. Hatinya masih saja berharap Ambar mengubah pikirannya untuk mencegah Sita untuk pergi.


"Yaudah sekarang kita pulang ya" ajak Ambar dan membawa Sita kembali Peringi hilir yang akan ditinggali Sita sebentar lagi.


~~~♡AmbarSita♡~~~


Semua murid kelas tiga yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke perguruan tinggi sudah mulai sibuk mengamati portal kampus-kampus yang mereka pilih untuk mendaftarkan diri.


Dua teman akrab Ambar, Thalib berhasil lulus masuk ke institut Negeri yang ada di Mandau melalui jalur SNMPTN. Pilihan cowok kemayu itu adalah D-III Teknologi Informasi.


Menurut Ambar jurusan itu cocok dengan karakternya yang selama ini selalu memberikan informasi akurat dan terpercaya untuk teman-temannya.


Sedangkan Khaidir mengikuti tes masuk TNI di Jakarta bulan Agustus nanti. Jadi sebelum dia mengikuti tes, Khaidir akan pindah ke Mandau untuk belajar dan tinggal dengan ayahnya yang berprofesi sebagai polisi.

__ADS_1


Balai desa yang biasanya dihuni oleh segerombolan makhluk berbeda sifat hanya berkurang satu orang, yaitu si Khaidir itupun kalau dia berhasil lulus masuk sekolah tentara tersebut.


Karena Khaidir terpaksa hijrah ke Jakarta nantinya. Cowok penakut itu menangis sebelum meninggalkan teman-temannya. Sedangkan teman-temannya malah kompak menangisi Sita yang akan pindah ke Malaysia setelah pengumuman kelulusan awal bulan Juli nanti.


"Mbar kemarin si Alif ngomong kalo dia bakal kuliah ke Malaysia juga, ngikut Sita" ujar Thalib yang seperti biasanya kembali memberi informasi.


"Mbar kamu gak ada niat buat nyanyi lagi dihari perpisahan Sita?" Tanya Ujang dengan suara yang lemah.


Ambar menatap wajah dua temannya tersebut secara bergantian kemudian dia tertawa tidak jelas dalam hal apa. Seperti kebiasaan aneh Ambar setiap harinya.


"Kamu mau nyanyi lagi ya jang untuk Ana?" goda Arul sambil merangkul pundaknya.


Ujang menganggukkan kepalanya, semua teman-temannya membelalakkan mata melihat jawaban jujur Ujang tersebut.


"Yakin jang, nanti patah hati lagi loh" kata Abdul khawatir.


"Gak apa-apa, setidaknya aku ungkapin dulu perasaan aku. Masalah diterima atau enggaknya aku siap! Ana tahu kalo aku suka sama dia itu yang lebih penting!" jawab Ujang mantap.


Ambar langsung terpaku mendengar apa yang dikatakan Ujang. Karena kata-kata Ujang sama dengan yang pernah dikatakan Suci pada Ambar waktu itu.


"Aaaah aku gak mau main drum, Yudi juga gak boleh. Kami bukannnya jahat jang, cuma kami gak ingin kamu matahin hati kamu sendiri lagi! Udah jelas Ana itu ada pacarnya" sanggah Abdul dengan kesal, semua teman-temannya mengangguk setuju mendengar perkataan Abdul tersebut.


Justru Ambar yang mendukung Ujang kali ini "Gak apa-apa jang, ungkapin aja perasaan kamu sama dia! Tapi gak perlu nyanyi!"


"Heeeh! Titisan Dajjal, yang bener aja kamu kalo ngasi ide! Kamu ingin_____"


Ambar langsung memotong umpatan Arul "Setidaknya Ujang udah berusahakan menyampaikan apa yang ada dihatinya, toh dia gak minta jawaban Ana, dia hanya mengungkapkan perasaannya aja kan!" Ujar Ambar penuh keyakinan.


Semua teman-teman Ambar kompak memiringkan kepala mereka. Semua tengah berpikir tentang perkataan Ambar tadi, beberapa menit kemudian.........


Mereka tetap saja tidak setuju! Soalnya pacar Ana jelas gantengnya dari Ujang saat ini. Lebih tajir dan lebih pintar pastinya dari Ujang. Bagi mereka butuh mukjizat nyata jika Ujang ingin merebut hati Ana dari cowoknya yang sekarang.

__ADS_1


~~~**♡AmbarSita♡**~~~



__ADS_2