AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Pesta Yang Gagal


__ADS_3

Ambar tidak pulang kerumahnya, dia juga tidak pergi kebalai desa karna pikirannya tengah bekicamuk saat ini. Ambar justru memutuskan pergi ke Mandau kerumah Dian, anak satu-satunya pak Handsome yang tengah hamil muda saat ini. Wanita itu menyambut kedatangan Ambar dengan raut wajah sumringah.


"Ya Allah, ingat juga kamu sama kakak, pake apa kesini? Iih kakak senang kamu main juga kesini, sering-sering dong berkunjung" ujar Dian sambil mempersilahkan Ambar masuk kerumahnya.


"Ngapain sering-sering main kesini! Ntar suami kakak cemburu lagi sama Ambar, kakak dihamilin kan sama dia?" ujar Ambar dengan wajah polosnya.


Dian langsung menepuk pundak Ambar.


"Asem! Mulut kamu gak berubah-ubah ya! Asal nyocos aja! Dihamili?! Udah kaya hubungan terlarang aja kami suami istri dimata kamu! Kakak lagi hamil? Gitu ngomong yang benernya! Oh ya kenapa kamu baru nongol sekarang" cerca Dian panjang lebar.


"Ambar malas pulang, Ambar nginep sini boleh gak?"


"Boleh dooong, hahaha eh tapi kamu kan besok sekolah!" ujar Dian dengan curiga "Kamu mau bolos sekolah ya? Dimarah pak Bahrun kapok"


"Tujuan Ambar kesini mau curhat, Ambar butuh saran kakak" ujar Ambar yang mulai mengatakan kegelisahannya kepada Dian.


"Ada masalah?" Tanya Dian dengan kening berkerut karena memang dia melihat raut wajah murung Ambar saat ini.


"Kakak ini keluarga kamu juga, kalo mau cerita silahkan, pasti kakak dengar dengan baik" bujuk Dian sambil menepuk-nepuk pundaknya.


Ambar memang sudah seperti adik kandung bagi Dian. Saat tubuhnya habis dipukuli pak Bahrun karna ketahuan merokok, wanita itu yang mengobatinya. Waktu Dian patah hati soal dunia pendidikannya Ambar juga yang setia datang kerumah pak Handsome untuk menghiburnya. Jadi karena itu Ambar memutuskan kabur menemui Dian dan meminta saran dari wanita tersebut.


"Kamu cinta sama Sita?" tanya Dian penuh penekanan.


Ambar tidak menjawab, dia hanya memperhatikan wajah Dian dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kakak udah tau jawabannya dari sorot mata kamu!" ujar Dian pelan.


"Yang namanya orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya mbar, apalagi Sita itu anak satu-satunya mereka. Saat ini Sita belum jadi istri kamu jadi suruh dia membahagiakan orangtuanya dulu! Sejauh apapun jarak kalian nanti, seberapa rumitnya kisah asmara kamu sama Sita yang namanya jodoh gak akan tertukar sampai kapanpun! Kalo kamu cinta sama dia paksa dia untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya"


Ambar menganggukkan kepalanya mendengar nasihat Dian tersebut.


"Kalo Sita nya gak mau gimana kak? Dia kalo nangis berisik, sekarang juga sifat nya agak keras kepala" ujar Ambar lagi meminta solusi Dian.


"Putusin kalo Sita tetap gak mau! Yang terpenting saat ini kebahagiaan orangtuanya, kita gak boleh egois menahan anak gadis orang demi perasaan kita sendiri. Bapak Sita ingin pria yang berkualitas mendampingi putrinya? Maka tunjukkan sama dia kalo kamu itu memang berkualitas! Mbar.... LDR itu nikmat!" kata Dian sambil tersenyum.


"Iya kak, makasih kak atas masukannya" jawab Ambar dengan pelan.


"Udah jangan sedih-sedih lagi, kamu murung gini auranya jadi seram tau gak hahaha. Malam ini nginap dirumah kakak aja, besok kakak antar ke Peringi sekalian ngasi tahu pak Bahrun biar adik kakak yang ganteng ini gak dipukuli karna gak pulang kerumah"


Ambar langsung setuju dengan tawaran Dian, karna dia memang tidak boleh pulang kerumah malam ini.


~~~**♡AmbarSita♡**~~~


Jam 11.30 malam jantung Sita makin dagdigdug menunggu waktu yang sebentar lagi akan berubah tanggal menjadi 30 Mei, hari ulangtahunnya Ambar.

__ADS_1


Terdengar suara sepeda motor terparkir didepan halaman rumah Sita. Gadis itu langsung tersenyum sumringah, dia masih berpikir semua berjalan dengan lancar sesuai dengan rencananya.


"Buk Sita pergi dulu ya, Ismet udah jemput" pamit Sita dengan ibuknya.


"Iya hati-hati ya, habis itu pulang sama Ambar, jangan nongkrong" nasihat buk Ita dan melepaskan kepergian anaknya untuk merayakan ulangtahun cowok yang kini posisinya dirumah Dian.


"Ambar belum dibalai" kata Ismet memberitahu saat Sita sudah siap-siap naik keatas motornya.


"Haaa? Serius? Apa belum di usir sama pak Bahrun ya met?"


"Kaya nya udah, tadi sebelum kesini Ismet liat rumah Ambar, lampu dirumahnya udah mati, mungkin Ambar tidur di rumah pak Handsome lagi deh ta" ujar Ismet lagi.


"Yaaah, jadi gimana ini? Apa kita ngerayainnya dirumah pak Handsome?"


"Kita kebalai aja dulu ta, biar kami yang jemput Ambar nya nanti" ajak Ismet dan membawa gadis itu ke balai desa yang sudah rami dengan teman-temannya Ambar.


Semua begitu bahagia dan bersemangat apalagi ini pertama kalinya mereka bisa berkumpul dengan Sita saat malam hari dibalai desa.


Pukul 11.50 Ismet dan Arul pergi kerumah pak Handsome mencari sosok Ambar. Dua pemuda itu langsung kaget saat mendengar pak Handsome yang mengatakan jika Ambar tidak ada dirumahnya. Sebelum tawa pak Handsome membangunkan semua warga desa, kedua cowok itu langsung kabur dan pergi kerumah pak Bahrun.


"Kayaknya tuh Albeirt Einsten lupa buat ngusir anaknya rul" bisik Ismet pelan.


"Kamu deh yang ngetuk met, aku takut bangunin singa tidur" bisik Arul dan menolak temannya itu untuk mengetuk pintu rumah pak Bahrun.


"Mmmm....Yaaa tunggu" sahut seorang pria dari dalam rumah.


"Haaah syukur____" Ismet belum menyelesaikan kalimatnya wajah pak Bahrun sudah nongol dihadapan mereka sambil memegangi tasbih ditangan kanannya.


"Kenapa kalian? Ambar mana? Udah selesai survey nya?" tanya pak Bahrun dengan bahagia.


"Surprise pak!" ujar Ismet membetulkan perkataan pria tua itu.


"Haaa iya, itu deh pokonya" sahut pak Bahrun tak mau pusing dengan kata Survey atau Suprise yang asing dia ucapkan.


"Kami justru mau jemput Ambarnya pak, dia gak ada di balai" kata Ismet lagi.


"Looh dari tadi dia juga gak pulang, bapak pikir tanpa perlu di usir tuh anak udah kabur duluan. Jadi dimana dia sekarang?" Tanya pak Bahrun yang ikutan kaget.


"Yaudah pak, biar kami cari lagi" pamit Ismet cepat saat melihat jam ditangannya sudah hampir menyentuh angka 12.


Keduanya langsung meluncur kerumah pak Tony dan pak Ujang yang cukup dekat juga dengan Ambar. Tapi hasilnya tetap sama, orang yang mereka cari juga tidak ada. Karna jelas-jelas Ambar sedang melamun dalam kamar tamu di rumah Dian malam ini.


"Gimana nih met? Kemana sih Ultarment itu bersembunyi! Kasian Sita met, aaah aku gak tega buat balik ke balai kalo gini" kata Arul mengacak-acak rambutnya karna kesal temannya menghilang.


"Kita tunggu di balai aja dulu, sekalian kasi tahu kalo Ambar gak tau keberadaannya saat ini" ajak ismet.

__ADS_1


Keduanya kembali lagi kebalai desa, Sita langsung berdiri saat melihat kedatangan dua teman Ambar tersebut. Wajahnya berubah bingung karna mereka berdua tidak membawa Ambar sekalian.


"Mana?" tanya Abdul mewakili pertanyaan semua orang yang menunggu di balai.


"Gak ada dia, di rumah pun ternyata gak ada" jawab Ismet dengan raut wajah bingung.


Sita tidak bisa mengeluarkan suaranya setelah mendengar apa yang dikatakan Ismet. Dia kembali duduk dibangkunya, tiba-tiba airmata gadis itu mengalir begitu saja melihat jam di layar handphonenya sudah menunjukkan pukul 12:10.


Tanggal 30 sudah masuk 10 menit yang lalu. Semua teman-teman Ambar menjadi merasa iba melihat Sita yang sudah capek-capek menyiapkan kejutan ulangtahun untuk Ambar tapi justru gagal.


"Mana sih tuh bocah, otaknya kadang dipake cuma buat nonton Ultrament aja, jadi lupa untuk mikir perasaan pacarnya!" umpat Abdul pelan.


"Bawa Sita pulang aja lagi met, Ambar gak akan datang kayanya" bisik Khaidir yang tidak tahan melihat air mata Sita semakin banyak mengalir dipipinya. Bahkan bahu gadis itu sudah turun naik-turun naik menahan tangisnya agar tidak pecah dan berisik saat ini.


Ismet akhirnya memberanikan diri mendekati pacar Ambar tersebut.


"Taa kayanya Ambar lagi bertarung sama Garamon malam ini, jadi lebih baik Sita_____"


"Sita tunggu disini met, sampe Ambar datang Sita tetap disini, kalo kalian mau pulang gak apa-apa kok, nanti kalo ketemu Ambar tolong kasi tau ya, Sita nunggu dia disini" jawab Sita cepat dan berusaha untuk memperlihatkan senyum palsunya.


Semua teman-teman Ambar pun hanya bisa diam lagi kali ini. Meski Sita sudah mempersilahkan mereka pulang, tapi cowok-cowok itu tidak tega membiarkan gadis itu sendirian dibalai desa. Mereka juga kompak menemani Sita sampai gadis itu kelelahan dan mau pulang dengan sendirinya.


Abdul berjalan mendekati Sita dan memberikan jaketnya pada Sita yang terus menangis.


"Dingin ta, pake aja, kami akan temani Sita juga disini nungguin Ambar bajingan itu" ujar pelan.


Sampai jam 6 pagi Sita duduk dibalai desa dengan teman-teman Ambar. Tapi cowok itu tidak kunjung datang. Sampai Akhirnya buk Ita yang baru pulang dari mushola menjemput putrinya ke balai desa.


Dilihatnya mata Sita sudah sembab, kue, kado, dan dua kotak beng-beng untuk Ambar masih awet dan belum rusak sama sekali. Buk Ita langsung tahu rencana anaknya sudah gagal total. Dia langsung memaksa Sita untuk pulang meski awalnya gadis itu menangis histeris dulu karna ngotot mau menunggu Ambar sampai kekasihnya itu datang menemuinya. Namun buk Ita akhirnya berhasil membawa putri satu-satunya itu untuk pulang kerumah.


Sampai sore harinya Sita tidak keluar dari dalam kamarnya. Bantal diatas kasurnya sudah basah semua terkena airmata. Buk Ita bahkan bingung mau membujuk bagaimana lagi putri cengengnya, buk Khadijah pun ikut-ikutan merayu Sita agar bisa tenang.


Selain itu buk Khadijah juga khawatir karna Ambar tidak kunjung pulang. Tiba-tiba pintu rumah buk Ita diketuk, pak Bahrun yang baru balik dari sawah datang untuk ikutan membujuk gadis cantik tersebut.


"Ambar di rumah Dian sekarang, ternyata kemarin dia diminta Dian datang kerumahnya" kata pak Bahrun memberi informasi kepada buk Ita dan istrinya.


"Haaah syukurlah, kirain kemana tuh anak ngilang. Dimakan hantu atau apalah, ternyata di Mandau rumah Dian! Yaudah Sita jangan nangis lagi, nanti kalo Ambar pulang langsung ibuk suruh temui nak Sita, ya sayang, jangan nangis lagi" bujuk buk Khadijah sambil membelai rambut Sita dengan penuh kasih sayang.



**JANGAN LUPA LIKE NYA YAAAAAAAAAAA


SILENT READER IS DUMB 😩


👩‍💻💝**

__ADS_1


__ADS_2