AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Kualitas!


__ADS_3

Setelah pulang sekolah, Ambar kaget melihat ibunya ada dirumah siang-siang begini.


Buk Khadijah sengaja setelah pulang membeli kado tidak ikut lagi kekebun dengan suaminya karna mau mengancam Ambar dulu soal kado ulang tahunnya nanti malam yang akan diberikan Sita.


Teman-teman Ambar memang merahasiakan rapat-rapat soal rencana Surprise untuk Ambar sesuai dengan perintah Sita.


Tapi.......justru dua wanita tua yang begitu polos-polosnya itu yang membocorkannya pada Ambar!!


"Nanti malam Sita mau ngerayain di Balai sama teman-teman kamu, kalo nak Sita ngasi kado jangan dibuka disana paham!" ancam buk Khadijah dengan garang.


Ambar langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat mendengar perkataan ibunya tersebut.


"Nanti juga kamu kaget ya saat mereka ngasih kejutan! Jangan bilang udah tahu dari ibuk, nanti Sita mewek sama buk Ita!"


"Iyaaa buk, nanti Ambar bilang gini nih "WAAAAH" kata Ambar sambil memasang ekspresi kaget di wajah gantengnya.


Buk Khadijah langsung tertawa cekikikan melihat ekspersi anaknya.


"Yaudah nanti bapak disuruh Sita untuk pura-pura marah, trus ngusir kamu. Kamu tidur di Balai ya! Jangan dirumah pak Handsome!" Pesan buk Khadijah lagi memberi peringatan.


Wanita itu benar-benar membocorkan semua rencana yang sudah disusun Sita dengan baik pada anak laki-lakinya.


Ambar geleng-geleng kepala dengan tingkah ibunya yang benar-benar polos. Ambar bahkan merasa kasian dengan kekasihnya yang rencananya sudah gagal total saat ini.


Tapi selain itu ada juga yang membuat Ambar merasa miris, karena Sita malah sibuk mengurus ulang tahunnya dari pada ujian nasional yang akan dijalaninya beberapa hari lagi.


Dan tadi disekolah pun Alif kembali mendamprat Ambar. Cowok tinggi itu mengatakan sudah dua hari Sita menolak panggilan guru kesiswaan untuk memasukkan namanya kedalam program SMPTN seperti murid-murid berprestasi lainnya.


Karena perkataan Alif tersebut keresahan Ambar semakin memuncak. Dia sudah dibuat khawatir dan kecewa dalam waktu yang bersamaan karena pendidikan Sita.


"Mungkin ini waktunya buat ngomong" gumam Ambar dalam hatinya saat akan pergi menemui Sita dirumahnya untuk menemani gadis itu belajar.


~~~♡AmbarSita♡~~~


Sita tengah asyik membaca buku IPA sambil menggandeng tangan pacarnya erat. Ambar berdehem untuk melatih kerongkongannya agar tidak kelu ketika berbicara dengan Sita nanti. Sambil menelan ludah dia melepaskan genggaman tangan Sita, gadis itu langsung menoleh memandangi Ambar dengan heran.


"Mau minum?" Tanya Sita lembut.


"Enggak" jawab Ambar sambil berusaha tersenyum.

__ADS_1


Tangan Ambar beralih membelai rambut Sita.


"9 hari lagi ujian kan sayang, kamu.... Maksud aku anak kelas 3 gak ada yang ikut program SMPTN ya? Emang sekolah kita gak dapat program itu? Bukannya sekolah kita juga unggul, trus kamu salah satu murid berprestasi juga kan?" Tanya Ambar dengan tenang sambil merapikan rambut-rambut Sita yang terlepas dari ikatannya.


Sita hanya diam dan kembali membaca bukunya. Memang selalu seperti itu, dia tidak akan menjawab setiap Ambar mengajaknya bicara soal kuliah.


"Aku lagi ngomong loh sayang" tegur Ambar pada sikap cuek Sita dengan pertanyaannya tadi.


"Gak tahu, guru gak ada yang masukin nama aku" jawab Sita jutek.


Ambar langsung tersenyum sinis mendengar jawaban kekasihnya itu.


"Alif yang bego aja di daftarin, kenapa kamu yang juara umum dilewatin! Kamu mau kuliah dimana?" Tanya Ambar blak-blakan.


Sita tetap diam dan terus memperhatikan buku yang ada ditangannya, Ambar kemudian mengambil buku yang sedang dipegang Sita tersebut.


"Kita ngomong itu dulu, waktunya sebentar lagi! Habis itu kamu mesti mikirin Universitas dan jurusan apa yang bakal kamu pilih" ujar Ambar berusaha untuk melembutkan nada suaranya meski hatinya begitu berkicamuk saat ini.


"AKU GAK KULIAH AMBAR!" jawab Sita tegas.


Sorot matanya terlihat begitu tajam memandangi Ambar dalam beberapa detik kemudian Sita mengalihkan wajahnya untuk menutupi airmatanya yang sudah mengalir dipipi mulusnya.


"Aku tungguin kamu tamat sekolah!" Jawab Sita sedikit keras. Ambar semakin kebingungan merespon jawaban Sita.


"Kuliah itu bisa ditunda Ambar, nanti kalo kamu udah tamat kita kuliah bareng-bareng, di kampus yang sama, aku gak mau pisah sama kamu" ujarnya lagi sambil merengek kali ini.


"Tapi aku gak kuliah loh, aku gak yakin pak Bahrun bisa biayain. Soalnya jarak aku sama Hening itu cuma satu tahun, pasti Hening ingin kuliah juga" jawab Ambar pelan dan menghapus airmata pacarnya.


"Kamu harus kuliah! Karena itu aku tunggu kamu, aku pengen mendampingi kamu disetiap jenjang pendidikan kamu. Aku pengen buktiin sama bapak kalo kamu itu juga berkualitas" ujar Sita dengan jujur. Gadis itu akhirnya mengungkapkan apa yang menjadi keresahannya selama ini.


Ambar kaget dengan pengakuan Sita barusan. Dalam pikirannya langsung berputar-putar perkataan Alif waktu itu dengannya. Wajah Ambar berubah seketika, dia tidak bisa memperlihatkan senyum palsunya lagi.


"Emang bapak bilang....Aku gak berkualitas?" Tanya Ambar dengan suara yang begitu berat.


Sita hanya diam dan tidak mau membahas masalah itu lebih jauh lagi. Dia takut Ambar akan tahu keinginan pak Adam yang meminta Sita membuka hati juga untuk Rio.


Ambar ikutan diam, membiarkan Sita menangis seperti ambulance bawa mayat disampingnya. Dia tidak bisa marah karena kerongkongannya pun sakit saat ini untuk berbicara.


"Aaaah... aku sudah tahu alur kisah nya akan seperti apa!" gumam Ambar dalam hatinya.

__ADS_1


Cukup lama Sita terus menangis duduk disamping pacarnya itu. Hati Ambar pun kini benar-benar hancur mengetahui jika perkataan Alif kepadanya itu ternyata benar.


Sampai azan ashar Sita tetap menangis tersedu-sedu disamping Ambar. Suara berisik dari mulut Sita tidak mengganggu ketenangan Ambar sama sekali karna pikirannya dan perasaannya tengah dicampur oleh keadaan saat ini. Sebelum buk Ita pulang Ambar harus mendiamkan anak gadis buk Ita tersebut.


"Yaudah kalo gak mau kuliah, aku gak maksa kok" ujar Ambar pelan berusaha membuat Sita berhenti menangis.


Gadis itu memang langsung diam seketika mendengar perkataan Ambar. Dipandanginya wajah Ambar yang masih terlihat murung.


"Serius?!" tanya Sita meyakinkan apa yang didengarnya barusan.


Ambar memaksakan senyumnya untuk keluar menjawab pertanyaan Sita, kemudian menganggukkan kepalanya pelan. Sita menghembuskan nafas kelegaan dari mulutnya.


"Yaudah aku pulang dulu ya, jangan nangis lagi" pamit Ambar juga untuk menenangkan pikirannya yang masih bekicamuk soal 'Kualitas' yang dikatakan Sita tadi.


"Kok pulang! Kan belajar dulu" rengek Sita cepat mencegah Ambarnya pulang.


Beberapa detik kemudian Sita teringat rencananya untuk merayakan ulang tahun Ambar nanti malam. Dan salah satu rencananya Ambar akan diusir ayahnya malam ini untuk membuat pacarnya itu tidur di balai desa.


"Oh iya, kamu pulang deh, aku kan gak kuliah jadi gak perlu belajar mati-matian lagi!" kata Sita yang berubah ceria.


Ambar ikut tertawa melihat senyum manis Sita.


"Bipolar!" Ledek Ambar dengan kesal.


"Makasih ya akhirnya kamu nurutin kemauan aku" kata Sita dengan manjanya.


Ambar hanya diam dan terus menatap wajah Sita sambil menggigit bibir bawahnya. Rasanya dia benar-benar gemas dengan tingkah pacarnya saat ini yang dalam seketika moodnya bisa berubah-ubah.


"Udah sana, aku gak butuh kamu lagi" usir Sita karna Ambar terus memperhatikannya.


"Sayang dulu dong" ujar Ambar seperti ingin menggodanya.


Sita membelalakkan mata mendengar permintaan Ambar barusan. Ini pertama kalinya Ambar berani mengatakan hal itu dengannya.


Dan entah apa yang membuat Sita sampai sebegitu beraninya! Pelan-pelan kepalanya mulai mendekat kewajah Ambar. Saat wajah mereka hanya berjarak beberapa senti Ambar langsung menjentik kening Sita dengan kuat sampai-sampai airmata gadis itu keluar menahan sakitnya.


"Dasar otak mesum!!" ledek Ambar dan berlalu pergi meninggalkan Sita begitu saja.


__ADS_1


__ADS_2