Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 11


__ADS_3

•••••


" Mia sayang bisa kamu jelaskan makna dari hasil lukisan kamu? " Cika ingin mendengar penjelasan Mia mengenai lukisannya karena menurutnya janggal.


" Ini adalah Mommy, Mia, Kak Max dan Nenek. Dan dibelakang kami adalah gubuk kecil tempat tinggal kami, " Mia mulai menjelaskan.


" Terus, "


" Pasti Bapak/Ibu bertanya-tanya atau janggal dengan lukisan yang saya buat, mungkin ada sosok yang berperan penting tetapi tidak saya lukis. Jawabannya adalah------, "


" Karena mereka anak hara* Buk, " teriak salah satu orang tua murid dari kursi barisan dengan bangganya.


Deg


ka sontak kaget dengan pernyataan seorang Ibu yang tidak sopan dan tidak layak. Sesosok pria jangkung mengepalkan kedua tangannya mendengar kata hinaan itu lagi. Sedangkan Kakak beradik itu hanya bisa tertunduk diam, hinaan seperti itu sudah menjadi pagan sehari-hari bagi keduanya.


" Iya Buk mereka adalah anak ha------, "


" Cukup, " suara Cintaka cukup meninggi sembari mengangkat tangannya sehingga membuat semuanya terdiam.


" Sebelumnya saya pribadi minta maaf karena telah berani mencela ucapan Ibu. Maaf ucapan Ibu-ibu sangat tidak sopan, apalagi saat ini kita berada dilingkungan sekolah, dalam arti anak-anak didik kita telah mendengar kata yang tidak layak atau pantas diserukan. Max dan Mia hanya anak kecil yang tidak tau apa-apa, atas dasar apa Ibu-ibu menjuluki atau menyerukan bahasa yang tidak pantas? " tanggapan Cintaka dengan dada sesaknya.


" Itu memang kebenarannya Buk, " imbuhnya.


" Mommynya wanita yang sangat cantik sehingga para suami kita-kita pada terpikat pada tuh janmud (janda muda), " sambung lainnya.


" Cukup, masalah seperti ini tidak perlu dibahas disini. Saya tekankan kepada Bapak/Ibu bahkan kepada para dewan guru mencerminkan sikap bijaksana, agar hal ini tidak terulang kembali. Bayangkan saya jika anak kalian yang berada diposisi Max dan Mia, bagaimana perasaan Bapak/Ibu sekalian? sekali lagi saya tekankan, menimba ilmu disini bukan untuk membully salah satu teman kalian. Ingatlah perlakuan atau sikap orang tua adalah cerminan untuk anak-anaknya, " ujar Cintaka panjang lebar.


" Max, Mia Ibu bangga pada kalian, " tiba-tiba Cantika memeluk kedua anak kembar itu dengan mata berkacamata.


" Ayo sayang kamu jelaskan kembali hasil lukisanmu, "


" Ibu cantik, maaf karena Mia sengaja melukiskan wajah Mommy tidak semirip yang aslinya karena Mia punya alasan tersendiri. Mia tidak bisa melukiskan wajah Daddy karena Mia tidak mengenalinya, " setelah mengatakan itu Mia menundukkan wajahnya.


" Tidak apa-apa sayang, kami tidak mempermasalahkan hal itu. Kamu hebat dan luar biasa, " Cintaka menyunggingkan senyuman hampir mirip dengan senyuman Mia ketika tersenyum lebar.


" Selamat sayang kamu akan mewakili sekolah ini untuk ikut lomba melukis tingkat SD sekabupaten yang diselenggarakan 1 bulan lagi. "


Acara telah usai. Kini acara ramah-tamah sebagai penutup. Max dan Mia ikut bergabung menikmati hidangan yang disediakan oleh pihak sekolah, tentunya atas ajakan Cintaka.

__ADS_1


" Ma...., " panggil seseorang datang menghampiri meja yang mereka duduki.


" Pa, sini. Apa urusannya sudah selesai? "


" Sudah Ma, "


" Kenalkan Pa ini Max dan ini juara 1 Mia, " Cintaka mengenalkan si kembar kepada suaminya.


Deg


Seketika pria yang baru saja bergabung tersentak kaget dengan wajah Mia.


" Wajahnya mengingatkanku padanya, sangat mirip hampir keseluruhan, " batinnya terpaku pada Mia yang asik mengunyah.


" Pa ada apa?, ia menepuk punggung tangan suaminya.


" Hmmm tidak apa-apa Ma, hanya wajah mereka tidak asing saja, "


" Benarkan? Mama juga berpikiran seperti itu, " sambungnya.


" Wah tidak ngajak-ngajak nih. Mia selamat ya atas kemenanganmu, " pria jangkung nan tampan duduk disela Max dan Mia.


" Terima kasih Pak, " balas Mia menghentikan suapan makanan di mulutnya.


" Hmmm Cincin apa kamu syok melihat wajah si kembar ini pertama kalinya? " tanya Berry kepada Adik sepupunya.


" Cincin.....cincin stop mengubah namaku Kak, " protesnya. " Hmmm apa yang Kakak katakan itu benar, lihatlah wajah Max 11 12 bukan? " sambungnya lagi.


" Kamu benar, "


" Aku jatuh hati pada mereka. Mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata, keduanya memiliki bakat yang berbeda. Sepertinya aku ingin menemui Mommy mereka, " ungkap Cantika. Pesona dan kecerdasan Max serta Mia membuat seorang pelukis Internasional jatuh hati pada pandangan pertama.


" Lain kali saja Ma, kita harus segera kembali. Helikopter beberapa menit lagi akan terbang, " ucap sang suami dengan lembut.


" Hmmm sayang sekali, " sembari menghembuskan nafas cemberut dari mulut.


" Kak Ber, aku tidak ingin kejadian seperti tadi terulang kembali. Bagaimana ada seorang Ibu berperilaku seperti itu sama sekali tidak mencerminkan sikap saling menghargai, "


" Kakak juga kurang paham dengan warga disini, waktu Kakak baru datang ke sekolahan ini Max dan Mia juga di ejek oleh teman-temannya dengan sebutan yang dilontarkan Ibu-ibu tadi, " terang Berry.

__ADS_1


" Kasian mereka yang tidak tau apa-apa, " ucap Cintaka dengan perasaan haru melihat kedua anak tampan dan cantik sedang menikmati makanan di piring masing-masing.


" Max, Mia sayang Ibu akan segera kembali ke kota. Sekali lagi selamat ya anak cantik atas kemenanganmu. Persiapkan dirimu untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten yang diselenggarakan 1 bulan lagi. Salam untuk Mommy serta Nenek ya? " Cintaka menghampiri Max dan Mia agar lebih dekat.


" Iya Ibu cantik, " balas polos Mia.


" Boleh Ibu peluk kalian? " tanpa menunggu jawaban Max dan Mia, Cintaka langsung merangkul tubuh keduanya kedalam pelukannya.


" Seandainya aku seberuntung Mommy kalian betapa sempurnanya kebahagiaan yang kurasakan, " batin Cintaka, ia sangat menginginkan seorang anak di tengah-tengah mereka karena sudah 7 tahun berumah tangga tetapi belum dikaruniai keturunan.


" Istriku, aku tau kamu sangat menginginkan seorang anak di tengah-tengah kita. Kamu harus bersabar, suatu saat nanti semua doa-doa kita dikabulkan, " Batin seorang pria berprofesi Dokter dengan tatapan nanar memperhatikan sang istri memeluk kedua anak kembar yang tampan dan cantik.


" Ibu luar biasa, " ucapan Mia membuat ketiga orang dewasa mengerutkan kening.


" Iya Buk. Ibu cantik orang luar pertama yang diizinkan oleh Kak Max dipeluk tubuhnya, " ucap Mia apa adanya.


" Wah Ibu beruntung sekali jika begitu, " ungkap Cintaka dengan senangnya, dan hal yang sama ini semakin membuatnya bertanya-tanya.


" Apa kalian mau tau? Ibu juga memiliki saudara kembar seperti kalian, cuma bedanya Ibu dengan kembaran Ibu sama-sama perempuan, " terangnya dan hal itu membuat Mia tersenyum senang, beda halnya dengan Max. Anak lelaki tampan serta dingin itu hanya diam saja, bahkan senyumannya begitu mahal.


Sifat kedinginan, kecsenyu, tatapan nanar menghujam Max membuat Cintaka dan sang sepupu mengulas senyum. Melihat sifat Max membuat keduanya mengingatkan sang CEO yang dijuluki pria casanova, siapa lagi jika bukan Cull si raja pemikat hati.


•••••


Di bar tempat yang biasa dikunjungi oleh pria maco, siapa lagi jika bukan pembisnis sukses Cullen Sywa. Pria casanova ini dikelilingi para wanita penggoda.


" Ssss pergi dari hadapanku, " bentaknya dengan telunjuk terangkat. Ia merasa frustasi selama 7 tahun ini mengalami impotensi, bahkan sudah mencoba beragam macam obat herbal tetapi tidak membuahkan hasil. Akibat dari itu membuat ia seperti orang gila dan frustasi.


" Tuan apa ingin mencoba wanita yang lain? " tawar Akas sang Asisten pribadinya.


" Percuma, " balas singkatnya sembari mengusap wajahnya.


" Hmmm apa Berry sudah kembali ditugaskan di kota x khususnya di kecamatan? "


" Sudah 1 bulan yang lalu Tuan. Nona Cintaka beserta Tn. Exsel sekarang berada di sana untuk menghadiri perlombaan melukis tingkat SD, " terang Akas secara ringkas, pria berkaca mata ini mengetahui sekecil apapun yang berhubungan dengan perusahaan SYWA.


" Atur jadwalku bulan depan aku akan tinjau sendiri secara langsung, sudah hampir 10 tahun aku tidak berkunjung ke sana, " terang Cull.


" Baik Tuan, "

__ADS_1


" Antar aku kembali ke Apartemen, " ia merasa sedikit pusing akibat minuman beralkohol sembari memijit ujung keningnya.


Bersambung.....


__ADS_2