
•••••
Akkkhh
Teriaknya kembali karena tubuh polosnya ditarik sehingga ia terjatuh menimpa tubuh kekar itu.
Cup
Karena tidak ingin mendengar teriakan yang menganggu gendang telinganya pria misterius itu membungkam mulut Ai dengan bibir seksi yang digilai kaum hawa. Mata keduanya saling bertemu dengan tatapan penuh arti.
" Ummm, " Ai menggeleng-geleng kepalanya agar ciuman itu terlepas, ia juga meronta-ronta di atas tubuh kekar itu.
" Akkk, " dingisnya karena bibirnya digigit oleh Ai sehingga mengakibatkan ciuman itu terlepas.
Dengan cepat Ai bangkit menjauhi wajah tampan itu, ia terduduk seperti lagi melakukan pemanasan karena kedua tangan itu masih melingkar erat di pinggangnya.
Glek
Pria misterius itu menelan salivanya tidak berkedip di bukit kembar yang menggantung indah di atas wajahnya. Sedangkan si monster bermata satu sudah meronta-ronta diganjal dengan bongkahan.
" Ahhh, " teriak Ai segera bangkit karena merasakan benda aneh yang bergerak-gerak dibawah duduknya. Dengan cepat ia memungut handuk dan membawa bajunya keluar kamar, menuju kamar putranya Max.
" Kenapa aku sangat ceroboh sekali. Kenapa aku bisa melupakan kehadirannya? dimana aku taruh mukaku ini, pasti ia mengira stau berpikiran aku sengaja menggodanya. Aku harus bagaimana? dia sudah melihat semua milikku, " gumamnya mengutuki kebodohan atau kecorobohannya.
Sedangkan didalam kamar pria beruntung itu panas dingin. Si monster bermata satu ingin meletus dari sarangnya.
" Dia berhasil membuat monster mata satuku berfungsi. Hmmm wanita yang menarik, " gumamnya mengulum senyum penuh arti. " Dia wanita yang sangat cantik, dengan tubuh aduhai. Baru kali ini aku melihat tubuh yang benar-benar natural alami tanpa campur tangan peralatan medis, dan membuatku tertarik atas kepolosannya. Sepertinya ia belum berpengalaman dengan hal itu, tapi kenapa tadi tetangganya memanggil dia dengan sebutan Mommy twins M? maksudnya apa? apakah dia sudah memiliki anak kembar? tetapi tubuhnya tadi tidak ada cacat sama sekali, " pria misterius itu berperang dengan hati dan pikirannya, jujur ada rasa tidak suka jika wanita yang belum ia ketahui namanya itu menjadi istri orang.
Pria misterius itu keluar dari kamar, ia ingin membersihkan diri karena tubuhnya sudah lengket sembari ingin menuntaskan monster bermata satu yang masih menegang karena bayangan tubuh polos tadi masih terbayang-bayang di matanya.
" Dimana kamar mandinya? " gumamnya berdiri diambang pintu kamar sembari menelisik ruangan kecil itu. " Dia kemana? aku harus memanggilnya apa? hmmm " sambungnya lagi, ia mengulum senyum mengingat sesuatu.
" Mommy twins M..... Mommy twins M, " panggilnya dengan suara kerasnya.
__ADS_1
" Hah....., " mulut Ai menganga didalam kamar putranya mendengar panggilan itu, ia tau jika pria kurang aja* itulah yang memanggilnya.
" Mommy twins M aku hanya ingin mencari letak kamar mandi, " teriaknya kembali membuat Ai mau tidak mau harus menemuinya, padahal ia tidak ingin bertatap muka dengan pria itu.
Ceklek
" Di dekat dapur sana, " ucapnya tanpa melihatnya.
" Antar aku! aku tidak tau, lagian ini rumah atau kandang ayam si? " ujarnya sangat menghina.
" Sudah tau kandang ayam tetapi kenapa tuan yang terhormat yang mengaku punya mobil mau menginap di kandang ayam milik kami? jika memang tuan orang kaya menginap di penginapan sana, " Ai sudah terbawa emosi karena pria yang tidak dikenalnya ini seenaknya saja bersikap, apalagi mengatai rumah ini sebagai kandang ayam. Ia menghampiri pria itu langsung menarik tangannya menyeretnya keluar dari rumah.
" Angkat kaki dari kandang ayam kami ini, " suaranya seperti bentakan membuat pria misterius ini terdiam.
" Tuan pergi atau saya yang akan pergi? " ucapnya dengan suara lembutnya tetapi ia tidak menatap wajah itu, rasa canggung atas kejadian tadi masih membayanginya.
" Maaf jika ucapanku tadi begitu kasar, " permintaan maaf begitu saja keluar dari mulut pria misterius itu, yang dimana kata itu tidak pernah terucap untuk orang lain. Ai lah orang luar pertama yang mendapatkan ucapan mahal itu dari seorang CEO tampan serta terkenal akan dunia bisnis yang mendunia.
" Mommy twins M, " teriak Ibu-ibu kemungkinan mereka ingin memesan kue sehingga mendatangi rumah Ai. Dengan cepat Ai melepaskan tangan kekar yang ia tarik tadi.
" Waw....opa Korea, " teriak ketiganya mengagumi ketampanan pria misterius itu.
" Ini siapa lagi Mommy twins M? hebat sekali kamu menggaet para opa Korea, " sindir salah satu dari mereka, ternyata mereka buka sang langganan tetapi trio ratu gosip terkenal sekecamatan itu.
" Hati-hati loh ntar ujung-ujungnya hanya menaburkan benih saja tetapi tidak bertanggung jawab, " sambung salah satunya lagi.
" Apa kamu tidak jera? " timpalnya lagi.
" Opa tampan hati-hati loh dengan Mommy twins M, dia JAHE ( janda hebat) menggaet para hidung belang, " imbuh Ibu satunya lagi. " Betul.... suami-suami kita pada keganjengan karena si JAHE ini, " sambungnya lagi.
Deg
" Cukup, " lirih Ai dengan mata berkaca-kaca dengan tangan terkepal kuat. Hinaan serta direndahkan membuat harga dirinya benar-benar tidak ada.
__ADS_1
Brak
Ai melangkah masuk dengan menutup pintu dengan begitu kuat sehingga menimbulkan suara dentuman. Pria misterius itu dapat melihat kesedihan serta tekanan batin di wajah sendu Ai.
" Atas dasar apa kalian berani menghakimi orang lain tanpa ada bukti? " suara bariton itu membuat trio ratu gosip tersentak kaget.
" Sudah ada bukti opa, " sahut salah satunya. " Apa opa tidak tau si JAHE itu memiliki anak twins hara* hasil perbuatan zinahnya, " sambung yang lain.
Deg
Setelah menghakimi Ai trio ratu gosip itu berlalu begitu saja. Ingin sekali pria yang dijuluki opa Korea itu membungkam ketiga mulut pedas itu menggunakan kotoran hewan.
" Ternyata dia wanita sudah memiliki keluarga, jadi dimana anaknya?, " gumamnya. " Kenapa warga disini tidak menyukainya? bahkan mereka sangat merendahkannya, " gumamnya lagi.
Didalam khususnya dapur kecil, Ai menduduki kursi dimana tempat mereka biasa menikmati hidangan. Wanita itu meletakan kepalanya di atas meja dengan berantakan kedua tangannya yang disilangkan.
" Hiks hiks hiks.... sampai kapan hinaan serta direndahkan ini berakhir? apa salahku selama ini? aku juga tidak ingin semua ini terjadi. Aku lelah dengan semua ini! demi mereka aku selalu tegar, tetapi sejujurnya aku tidak sanggup menanggung beban ini hiks hiks....., " lirih Ai dengan isakan. Ternyata tanpa ia sadari sesosok itu memperhatikannya, bahkan mendengar sangat jelas apa yang diungkapkannya pada dirinya sendiri.
" Apa yang kau masak? " suara bariton itu membuat Ai berhenti bergumam serta terisak. " Kau masak apa? " tanyanya sekali lagi tanpa ingin tau apa yang telah terjadi pada wanita yang terduduk dengan posisi wajah tertunduk kebawah.
Ai mengangkat wajahnya langsung menatap wajah santai pria itu.
" Hiks hiks hiks.... tuan harus segera pergi dari sini, apa tuan tidak dengar apa yang mereka katakan? " ucapnya disertai isakan dengan deraian air mata membasahi kedua pipi mulusnya. Ai terlihat lemah dihadapan pria misterius itu, biasanya sisi lemahnya ini tidak pernah ia tunjukan kepada siapapun termasuk kedua anak kembarnya serta sang Mama. Pria yang dijuluki opa Korea oleh trio ratu gosip inilah orang pertama yang melihat sisi lemah Ai, karena selama ini orang-orang yang mengenalnya baik menganggap ia adalah wanita hebat serta tangguh, selalu sabar ataupun tegar. Tetapi lihatlah saat ini ia terlihat rapuh dihadapan pria maco yang sama sekali tidak ia kenal.
" Simpan dulu air matamu itu, nanti baru dilanjutkan. Aku sudah sangat lapar, " suara bariton seenaknya itu membuat Ai mengusap wajahnya menghapus air mata yang membanjiri wajahnya.
" Jika mau makan, makan saja! ini bukan menu Restoran berbintang bagi orang berada, ini hanya sekedar masakan orang sederhana bagi kamu, " terangnya masih disertai isakan yang masih tertinggal.
" Temani aku makan!, " mendengar titah itu membuat Ai mengurungkan niatnya melangkah.
" Mau tuan itu sebenarnya apa sih? kenal saja kita tidak, bahkan nama kita masing-masing saja kita tidak tau. Gara-gara kedatangan tuan disini membuat saya semakin difitnah oleh mereka, tanpa mereka ketahui sebenarnya. Tolong tuan beban saya sudah sangat berat sehingga kedua bahu ini tidak sanggup lagi memikul , " lirih Ai sehingga membuat ia kembali menangis. " Jika mau makan silahkan, tuan masih ingat letak pintu bukan? " ucapnya tidak secara langsung mengusir pria tersebut. Ai segera meninggalkan pria yang sejak dari tadi tidak mengalihkan pandangannya menatap dirinya dengan tatapan penuh arti.
Bersambung.....
__ADS_1