
•••••
" Tarik nafas dalam-dalam, buang perlahan, dan dorong. " Buk Bidan membimbing persalinan Ai, dan ditemani sang Mama.
" Aduh sakit Ma...." teriak Ai sudah tidak tahan lagi. Sudah 2 jam lamanya ia kesakitan dan sudah menjaga untuk mengejan.
" Sabar Kak, sebentar lagi bayi-bayi kamu akan lahir. Kumpulkan tenaga mu " sang Mama ikut kasian melihat putrinya meronta kesakitan.
" Ulangi lagi Buk, tarik nafas dalam-dalam, buang perlahan, dan dorong "
" Oek.... oek... " tangisan bayi pertama berjenis laki-laki sudah lahir.
Sejenak Ai mengumpulkan tenaganya kembali dan melakukan hal yang sama seperti semula.
" Oek.... oek.... " tangisan bayi kedua berjenis kelamin perempuan telah lahir.
" Selamat Buk, kedua bayi Ibu lahir dengan sehat dan sempurna. Kedua bayi ini sangat tampan dan cantik, seperti Ibunya " kagum Buk Bidan, baru kali ini ia mendapatkan bayi yang membuatnya gemes.
Kedua bayi Ai lahir dengan sehat dan sempurna. Berat badan keduanya 3,2 kg dengan panjang 5,6cm. Kedua bayi itu sangat tampan dan cantik.
Ai meneteskan air mata kebahagiaan melihat kedua bayinya telah lahir ke dunia.
" Selamat Kak, sekarang kamu sudah menjadi Ibu dua anak. Cucu-cucu Nenek sangat tampan dan cantik, semoga kalian menjadi anak yang baik dan berbakti sayang. Lihat pengorbanan Mommy kalian begitu besar perjuangannya melahirkan kalian ke dunia ini " tanpa sadar sang Nenek meneteskan air mata.
" Selamat datang ke dunia baby twins Mommy " Ai mencium kedua bayi kembarnya.
" Apa kamu sudah mempersiapkan nama kedua bayi kembar mu Kak? " tanya sang Mama.
" Max Adelard lelaki gagah berani yang baik. Sesuai namanya ia bisa menjaga sang Adik suatu saat nanti. Mia Angela wanita cantik seperti malaikat, suatu saat nanti ia menjadi berkat bagi orang " Ai sudah mempersiapkan jauh hari nama kedua baby twins nya.
" Nama yang bagus dan bermakna, semoga kalian tumbuh sesuai simbol nama kalian sayang " puji dan harapan sang Nenek sembari menciumi kedua bayi mungil dalam gendongannya.
•••••
6 tahun kemudian
" Selamat pagi cucu-cucu tampan dan cantik Nenek? apa kalian sudah bersiap? " wanita paruh baya dengan rambut mulai memutih menyapa kedua cucu kembar genius yang sudah wangi dan rapi.
__ADS_1
" Sudah Nenek! Nenek masak apa pagi ini? " tanya serempak mereka.
" Maaf sayang pagi hari Nenek hanya bisa masak nasi goreng ala kadarnya " ucap sang Nenek dengan perasaan sedih.
" Itu sangat enak Nenek " sahut Max si tampan yang pelit berbicara dengan orang luar.
" Iya Nek, apa yang dikatakan Kak Max itu benar, nasi goreng buatan Nenek tidak ada yang ngalahin " timpal Mia.
Seakan paham si kembar genius ini tidak ingin menambah kesedihan hati sang Nenek. Apapun yang dimasak oleh sang Nenek, mereka mensyukurinya yang penting bisa makan.
" Mommy belum pulang ya Nek? " tanya Max.
" Belum sayang, mungkin pekerjaannya belum kelar"
Dari usia Max dan Mia 1 tahun Ai telah menutup kios dan orderan usaha kuenya, karena ia difitnah telah menaruh racun disalah satu kue ulang tahun yang ia buat. Akibat keracunan itu membuat puluhan anak-anak dirawat. Ai dibebankan biaya perawatan puluhan anak-anak, sehingga uang yang ia kumpul raib habis. Ai terpaksa menutup kiosnya, karena tidak diperbolehkan lagi. Sekarang pekerjaannya menjadi kuli panggul sayuran di pasar.
" Nenek, kami berangkat sekarang " pamit keduanya, sebelum berangkat kedua menyalami sang Nenek. Sekarang Max dan Mia langsung di daftarkan sang Mommy di bangku sekolah dasar, bagaimanapun perekonomiannya ia tidak ingin pendidikan kedua anaknya terbengkalai oleh biaya. Ai bekerja keras demi pendidikan dan masa depan kedua anak kembarnya, karena ia tau si kembar punya talenta di bidang masing-masing. Si tampan Max yang hobi membaca buku seputaran dunia bisnis, sedangkan si cantik Mia punya bakat melukis.
10 menit Max dan Mia tiba di sekolahan. Kedua anak ini sangat mandiri, tanpa diantar oleh Mommy dan sang Nenek, seperti teman-temannya. Bagaimana bisa Mommy dan sang Nenek mengantar dan menjemput mereka, karena keduanya sibuk bekerja. Beda dengan teman-teman mereka keadaan perekonomian orang tuanya kelas atas.
" Uhhh anak haram..... anak haram " riuh teman-teman dikelas itu, mengejek Max dan Mia.
Max diam saja, ia tidak ingin membalas apapun, biar saja teman-temannya lelah sendiri mengejek. Sedangkan sang Adik hanya bisa menangis, maklum anak perempuan tidak luput dari tangisan.
" Ya Tuhan aku tidak tahan melihat setiap tangisan Adikku, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Karena yang dikatakan mereka adalah fakta, kami tidak memiliki Daddy " begitulah yang ada dalam batin Max.
Tiba-tiba datang kepala yayasan karena mendengar kegaduhan di kelas satu, dimana kelas Max dan Mia.
" Ada apa ini? " suara bariton itu membuat para anak-anak terdiam dan saling berlari mencari tempat duduk masing-masing.
" Sekali lagi Bapak tanya, ada apa ribut-ribut? " semuanya tidak ada yang berani menyahuti.
" Anak cantik, kenapa kamu menangis? " tanya pria bertubuh tinggi tegap menghampiri Mia yang menahan tangis.
" Teman-teman mengejek Mia dan Kak Max anak haram Pak Guru " si cantik Mia tidak takut mengadu untuk saat ini, karena selama ini tidak ada satupun Guru yang mengetahui tentang ini.
" Jadi nama kamu Mia dan di sebelah mu Max Kakak kamu? "
__ADS_1
" Iya Pak Guru " Mia dan Max mengangkat wajah menatap orang yang mereka anggap Pak Guru.
Deg
Wajah itu? itulah yang dibenak pria saat ini. Wajah keduanya sangat familiar baginya, tapi kembali ia tepis karena itu tidak mungkin. Mungkin hanya kebetulan mirip saja.
" Apa benar begitu anak-anak? apa betul yang dikatakan Mia? " Pak Guru yang mereka kira berdiri di depan. Satupun tidak ada yang berani menyahut, semuanya tertunduk.
" Jika kalian tidak ingin menjawab! Bapak akan panggil orang tua kalian masing-masing " tegasnya.
" Benar tidak ada yang ingin menjawab? oke hari ini kalian tidak belajar, dan Bapak panggil orang tua kalian sekarang juga " tegasnya kembali.
" Iya Pak Guru, apa yang dikatakan Mia adalah benar. Kami mengejek mereka berdua anak haram, karena kenyataannya memang begitu " salah satu murid memberanikan diri karena ia tidak ingin orang tuanya dipanggil.
" Iya Pak Guru, selama ini kami tidak pernah melihat Daddy nya Max dan Mia " timpal murid lainnya lagi.
" Cukup "
" Bapak disini bukan Guru, tapi kepala yayasan. Bapak baru kemarin datang kembali, sebelumnya Bapak bertugas disini. Selama 6 tahun Bapak meninggalkan kecamatan ini karena ada urusan di luar negeri. Perkenalkan nama Bapak Berry Sadewa. "
" Kalian tidak boleh menghujat, menghina dan mengejek teman-teman kalian. Itu tidak disarankan di sekolah ataupun di luaran sana. Kalian tidak pernah melihat sosok Daddy dari Max dan Mia, bukan berarti mereka seperti yang kalian katakan. Mulai dari sekarang Bapak tidak ingin kalian ulangi lagi, jika itu terjadi jangan salahkan Bapak akan mengeluarkan kalian semua dari sekolah ini. Apa kalian mau menjadi anak tanpa pendidikan? " Pak Berry memberi pengertian yang cukup membuat para murid mengerti.
" Tidak Pak " jawab mereka serempak.
" Jika begitu minta maaf pada Max dan Mia " titahnya dengan tegas.
Mau tidak mau murid-murid mengikuti perintah itu. Mereka satu-persatu meminta maaf pada Max dan Mia.
" Bagus! anak pintar " setelah mengatakan itu Pak Berry kembali ke ruangannya.
Max dan Mia sangat berterimakasih pada kepala yayasan, atas sikap bijaksananya. Tidak membedakan derajat dan martabat.
Bersambung....
🌷🌷🌷
Trims vote like dan comennya.
__ADS_1