
Mendengar sebutan Papi membuat Jihan menundukkan kepala. Seketika raut wajahnya berubah.
"Ada apa sayang?" tanya Aileen karena melihat wajah Jihan menjadi sendu.
"Jihan tidak mengenal yang namanya Papi, Oma," jawab polos Jihan. "Kata Mami, Papi Jihan bekerja jauh sehingga tidak bisa pulang untuk menjenguk Jihan," imbuhnya.
Deg
Pernyataan Jihan membuat keempatnya terdiam. Seketika Aileen mengingat masa lalunya dengan kedua buah hatinya. Dulu Aileen juga mengatakan hal yang sama seperti Maminya Jihan kepada Max dan Mia.
"Oh," hanya itu yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu.
Seketika hening. Atas penuturan Jihan membuat mereka berpikir dan tepat dimana masa lalu yang pernah mereka rasakan.
"Jihan sarapan dulu ya, nanti akan Oma antar Jihan pulang. Hmmm itupun jika Jihan tau jalan pulang ke rumah," kata Aileen.
"Nanti Oma antar Jihan di mini market saja, kalau dari situ Jihan ingat jalan ke rumah," jawab Jihan.
"Baiklah tapi Jihan ikut Oma sama Aunty Mia berbelanja dulu ya? kita jalan-jalan ke Mall. Apa Jihan mau?" ajak Oma.
"Tidak Oma nanti Jihan dicariin Nenek, dan Jihan tidak ingin merepotkan Oma," kata Jihan.
"Mau tidak mau Jihan harus ikut," jawab Aileen.
Kini Jihan sedang menikmati sarapan pagi.
"Baiklah Dad, Mom, Dek. Max akan ke kantor, pulang kantor Max akan kesini lagi," ujar Max karena ini sudah kesiangan.
"Baiklah sayang hati-hati," jawab Aileen.
"Iya Kak," jawab Mia.
Setelah kepergian Max. Mia juga berlalu ingin ke kamar untuk istirahat sejenak karena tentu saja ia sangat kelelahan. Siang menjelang bar u mereka akan jalan-jalan.
Besok adalah perayaan ulang tahun pernikahan kedua orang tua mereka yang ke 20 tahun. Maka dari itu Mia bela-bela pulang.
"Oma Uncle tampan sangat tampan, sangat mirip dengan Opa." Kata Jihan mengagumi wajah Max.
"Tentu anak manis, siapa dulu Daddy nya," jawab Cullen membanggakan.
Aileen tersenyum menanggapi pujian Jihan. Seketika ia kembali mengingat pengakuan Jihan tadi tentang Papi nya.
"Sepertinya Jihan mengalami apa yang pernah dialami Max dan Mia. Kasian Mami Jihan, semoga dia kuat dan sabar seperti yang pernah aku rasakan. Apapun masalah atau apa yang sebenarnya terjadi, tetapi aku yakin dia wanita hebat," batin Aileen sesak mengingat hal itu.
"Ada apa sayang?" bisik Cullen sembari mengusap punggung tangan sang istri.
"Tidak ada apa-apa sayang," jawab Aileen tidak ingin membalas hal itu.
__ADS_1
•••••
Siang menjelang. Sesuai kesepakatan Aileen, Mia serta Jihan pergi ke pusat pembelanjaan terbesar di kota itu. Bahkan baru kali ini Jihan memasuki Mall sebesar itu.
Memang Jihan dengan sang Mami baru 5 bulan ini tiba di ibu kota. Sebelumnya mereka berasal dari kota x. Dan sang Mami belum pernah membawanya jalan-jalan ke Mall palingan ke super market terdekat saja jika lagi ada uang.
"Aunty tempatnya besar sekali," cicit Jihan sepanjang jalan.
"Iya sayang, apa Jihan senang?" kata Mia sembari mengandeng tangan Jihan.
"Tentu Aunty, ini pertama kalinya Jihan kesini," jawab Jihan dengan polos.
Hmmm
"Mom kita kemana dulu?" tanya Mia.
"Ke toko baju khusus anak-anak sayang," kata Aileen karena ia ingin membelikan pakaian untuk Jihan sekalian beli gaun untuk menghadiri pesta perayaan Anniversary mereka besok malam.
"Baiklah Mom," jawab Mia.
Kini mereka sudah berada dalam toko khusus anak. Mereka dilayani dengan baik karena tentu saja penjaga toko mengenali siapa Aileen dan Mia. Bahkan saham SYWA GRUP paling besar di Mall yang mereka kunjungi.
"Pilihkan 40 setelan baju dan 10 gaun yang cocok untuk anak manis ini," titah Aileen kepada penjaga toko.
"Baik Nyonya," jawab mereka.
"Sayang hubungi Pak Bimo, biar belanjaan ini dibawa ke mobil dulu karena kita masih lama," kata Aileen kepada Mia.
"Sayang apa Jihan sudah lapar?" tanya Aileen karena sekarang saatnya jam makan siang.
"Iya Oma," jawab Jihan kikuk sedikit malu.
"Baiklah kita makan dulu. Hmmm kasian cucu Oma," kata Aileen sembari mengelus pucuk kepala Jihan.
"Mommy sih tidak sadar waktu, kasian bukan keponakan cantik Aunty," protes Mia.
"Maaf sayang," balas Aileen sembari terkekeh.
Mereka memasuki restoran dalam Mall itu.
"Jihan mau pesan apa?" tanya Aileen.
"Terserah Oma saja, Jihan tidak mengerti menu apa yang dijual," jawab Jihan polos.
"Sayang dipilih ya sesuai yang kamu suka. Ada ayam kcf, Spaghetti, nasi goreng, pizza," terang Aileen.
"Jihan pilih KFC sama pizza, apakah boleh Oma?" tanya Jihan malu-malu.
__ADS_1
"Tentu saja boleh sayang, bahkan semua menu yang Jihan mau akan Oma pesanan, asalkan habis." Kata Aileen senang melihat Jihan antusias, ia tau jika Jihan sulit mendapatkan makanan seperti ini. Karena Aileen sudah mengalami pahit manis hidup ini sebelum menjadi istri sang miliuner. Bahkan kekayaan sang suami atas nama dirinya, sebelum putra mereka menikah.
"Terima kasih Oma," jawab Jihan.
Tidak lama pesanan mereka datang dan terkadang di atas meja. Sungguh lidah Jihan sudah tidak sabaran untuk mencicipi pesanan yang ia pesan.
Jihan mulai menyantap makanan yang dipesannya. Baru dua suapan Jihan tiba-tiba terdiam, seketika ingatannya kepada sang Mami.
"Sayang ada apa? apa makanan itu tidak enak?" tanya Aileen yang juga menghentikan suapannya.
"Jihan jadi teringat Mami, Oma." Jawab Jihan dengan wajah tertunduk menatap hidangan di atas meja.
"Sayang lebih baik Jihan makan dulu, nanti kita bungkus buat Mami dan Nenek ya? Jihan jangan sedih, ayo lanjutkan keburu nanti dingin," bujuk Aileen.
"Terima kasih Oma," jawab Jihan.
Aileen maupun Mia terpaku menatap Jihan, bahkan mata Aileen berkaca-kaca. Ia tau jika kehidupan perekonomian Mami Jihan bukanlah dari kalangan atas, buktinya Jihan tidak ingin makan enak tanpa Mami. Dan satu lagi Mami nya Jihan melamar menjadi karyawan kebersihan di perusahaan mereka. Aileen berjanji akan menemui Mami Jihan untuk membantu mencari pekerjaan yang lebih layak, karena ia tau tugas apa saja yang dikerjakan oleh cleaning servise.
Sesuai janjinya sebelum pulang Aileen sama Mia ingin memuaskan Jihan bermain diarea permainan. Sungguh Jihan sangat menikmati.
"Mom, Mia ingin ke toilet sebentar," kata Mia.
"Iya sayang, apa Mommy perlu temani?"
"Tidak perlu Mom, Mommy awasi Jihan saja," jawab Mia.
"Baiklah!"
Mia berlalu keluar area bermain langsung menuju toilet terdekat.
Brukk
Cup
Tiba-tiba seseorang menabrak Mia cukup keras sehingga membuat tubuhnya tak seimbang. Orang yang menabraknya menindih tubuh mungil Mia karena tidak bisa menahan tubuhnya dikarenakan Mia dengan kuat menarik baju kemeja itu. Bahkan bibir mereka saling menempel.
Awww
Ringis Mia. Sehingga kesadaran pria itu kembali. Dengan cepat menggulingkan tubuhnya dan segera bangkit.
"Maafkan saya tidak sengaja," ujar pria itu sembari mengulurkan tangan bermaksud ingin membantu Mia untuk bangkit.
Mia tidak menggapai uluran tangan pria itu, ia bangun sendiri.
"Kau mencuri ciuman pertamaku," bentak Mia sembari menyibak rambut yang menutupi wajahnya.
Deg
__ADS_1
"Wajah itu!"
Bersambung.....