
Hari ini sesuai janji Aileen. Emily beserta Jihan ikut serta jalan-jalan ke pusat pembelanjaan.
Kini mereka sudah memasuki toko demi toko.
"Sayang pilihlah baju yang jihan suka," kata Aileen menawarkan kepada Jihan. "Kamu juga Emy, pilihlah mana yang kamu suka," imbuhnya kembali menawarkan kepada Emily.
"Benarkah Oma?" tanya Jihan dengan antusiasnya.
"Tentu sayang. Hari ini Oma traktir," jawab Aileen sembari tersenyum karena melihat wajah lucu Jihan.
"Terima kasih Tante," kata Emily.
"Sama-sama sayang," balas Aileen.
Dari awal bertemu dengan Emily. Aileen sudah jatuh hati dengan wanita cantik itu. Ia ingin sekali mendekatkan Emily dengan putranya. Tetapi karena status Emily mungkin sangat sulit apa lagi putranya itu dicap playboy.
"Sayang bagaimana jika kita makan siang dulu?" ajak Aileen karena sudah waktunya makan siang.
"Jihan ingin mandi bola Oma," kata Jihan karena sudah tidak sabaran.
"Kita harus makan siang dulu sayang. Setelah makan siang baru Jihan main sepuasnya," Aileen menjelaskan.
"Oke," jawab Jihan sehingga membuat Emily menggelengkan kepala.
Akhirnya mereka memasuki restoran yang terdapat di mall tersebut.
Jihan antusias melahap makanan yang ia pesan. Ia ingin cepat-cepat menghabiskan makanan itu karena sudah tidak sabaran memasuki wahana bermain.
"Sayang hati-hati nanti kamu tersedak," kata Emily karena melihat kelakuan tak biasa Jihan ketika sedang makan.
"Nampak sekali Jihan tidak sabaran," Aileen menimpali sembari menggelengkan kepala.
"Betul Oma," jawab Jihan dengan mulut penuh.
Sehingga membuat kedua wanita berparas cantik beda usia itu.
Usai makan siang seperti janjinya. Jihan langsung meminta bermain.
"Tante, saya ingin ke toilet sebentar," kata Emily karena ingin buang air kecil.
"Iya Emy," jawab Aileen sedangkan Jihan sudah memasuki area bermain.
"Titip Jihan Tante," sambungnya.
"Tenang saja lagian kamu cuma ke toilet," kata Aileen sembari tersenyum, dan dibalas senyuman juga dari Emily.
Selepas kepergian Emily. Aileen menunggu di kursi yang terdapat di area bermain. Aileen meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang.
Emily bergegas menuju toilet karena sudah kebelet. Setelah selesai ia kembali keluar dengan berjalan santai.
__ADS_1
Bruk
Awww
Tiba-tiba seseorang menabraknya pas ketika ia sedang menunduk ingin mengambil ponsel dalam tas.
"Maaf," ujar pria yang tidak sengaja menabrak Emily karena ia juga tadi lagi mengobrol dalam sambungan telepon.
Seketika keduanya saling mengangkat wajah dan.
Deg
Seketika mata keduanya membulat, bahkan mata Emily ingin keluar dari tempatnya.
•••••
Aileen mengedarkan pandangannya keluar tetapi sosok Emily tidak juga muncul.
"Kemana dia kok lama sekali," gumam Aileen sembari melirik arloji di pergelangan tangannya, bahkan Emily menghabiskan waktu sekitar 20 menit. "Apa dia ketempat lain?" imbuhnya.
Tiba-tiba ada yang memeluk Aileen dari belakang.
"Sayang kamu mengejutkan Mommy saja," kata Aileen sangat hafal dengan pelukan itu.
"Mommy sih bengong," ujar Max sembari melepas pelukan itu lalu menuntun agar sang Mommy kembali duduk.
"Iya sayang masa sampai sekarang Maminya Jihan belum juga kembali ke toilet bahkan sudah menghabiskan waktu 20 menit. Tidak mungkin antri selama itu bukan?" jelas Aileen.
"Kamu sudah makan siang sayang? jika belum nanti Emy yang temani kamu," tanya Aileen sembari mengusap bahu kejar Max.
"Sudah Mom kebetulan tadi makan siang dengan klien sebelum Mommy menghubungi," jawab Max sembari memusatkan pandangannya kepada Jihan yang sedang asik bermain.
"Baguslah," jawab Aileen.
"Daddy tidak ikut?" tanya Max karena kedua pasangan ini selalu lengket.
"Tidak karena Mommy sendiri yang melarang. Jika Daddy ikut bukannya jalan-jalan, tetapi sama saja Mommy momong bayi dewasa," cicit Aileen sangat hafal dengan kelakuan suami tercintanya.
Hahaha
Max terkekeh, apa yang dikatakan Aileen begitulah kenyataannya.
"Oma haus," tiba-tiba Jihan menghampiri disela obrolan serius mereka sehingga mereka tidak menyadari kedatangan Jihan.
"Sayang, haus?" Aileen mengambil botol minum yang sengaja dibawa untuk jaga-jaga sewaktu Jihan haus. "Ini minumlah," Aileen membuka tutup botol lalu menyodorkan kepada Jihan.
"Uncle tampan," panggil Jihan setelah meneguk air minum.
"Jihan, sepertinya kamu sangat senang?" ujar Max sembari mengusap pucuk kepala Jihan.
__ADS_1
"Tentu saja Uncle tampan," jawab polos Jihan. "Oma, Mami mana?" tanya Jihan baru menyadari jika Emily tidak berada ditempat itu.
"Lagi ke toilet sayang," jawab Aileen.
"Oh," jawab Jihan ber oh ria dan kembali ke area bermain.
"Sayang coba kamu susul Emy, ada apa yang terjadi? ini sudah sangat lama. Apa dia berbelanja?" kata Aileen kepada Max.
"Menyusul ke toilet begitu maksud Mommy?" ujar Max dengan kening mengerut.
"Tentu sayang, Mommy takut ada suatu hal yang terjadi," sambung Aileen kembali.
"Baiklah," akhirnya Max menyetujui karena ia sendiri juga sedikit khawatir.
Max berjalan menuju toilet sembari mengedarkan pandangannya.
"Bagaimana caranya aku mencari satu orang, dikerumuni banyak orang," gumam Max. Kebetulan di. Mall saat ini sangat ramai pengunjung karena lagi promo besar-besaran. "Merepotkan orang saja," imbuhnya dengan wajah datar.
Karena tidak menemukan Emily. Max kembali lagi menemui Aileen.
"Mom, Max tidak menemukan Emy. Bagaimana bisa kita mencari satu orang di keramaian seperti ini," ujar Max dengan nafas berat karena jujur saja ia lelah jalan sana-sini mencari Emily.
"Duh jadi kemana dia? Mommy khawatir sayang," jawab Aileen dengan wajah paniknya.
"Mommy hubungi saja," akhirnya Max sadar akan kebodohannya, kenapa harus capek-capek jika bisa dihubungi.
"Kamu benar sayang," kata Aileen sembari menepuk keningnya karena tidak berpikir.
Tidak menunggu lama Aileen merogoh tas jinjing bermerek. Diraihnya ponsel itu.
"Ada pesan," gumam Aileen melihat notifikasi di layar ponsel.
Mami Jihan: Tante, saya pulang duluan karena ada hal penting. Maaf jika saya tidak langsung mengatakannya karena ini sangat-sangat mendadak. Tante tolong jaga Jihan untuk sementara waktu, bawa saja ke Mansion Tante. Maaf jika saya merepotkan Tante, suatu saat saya akan menjemput Jihan. Jika Jihan mencari saya, bilang saja untuk beberapa hari saya ada keperluan yang tidak bisa ditunda. Terima kasih Tante.
Itulah pesan dari Emily. Kening Aileen mengerut karena kata-kata dalam pesan Emily sangat janggal.
"Ada apa Mom?" tanya Max karena melihat perubahan dari raut wajah sang Mommy.
"Kamu baca ini sayang. Ini pesan dari Emy," kata Aileen sembari menyodorkan ponsel ke tangan Max.
Max membaca seluruh isi pesan itu. Seketika matanya menyipit sembari mencerna semua kata-kata dalam pesan yang dikirimkan Emy.
"Hal penting apa yang sampai dia menitipkan Jihan kepada Mommy? setau aku dia hanya bekerja di toko bunga saja," gumam Max.
"Mungkin ada pekerjaan yang tidak kita ketahui sayang. Emy orangnya tertutup," kata Aileen sembari mengusap punggung kekar putra tampannya.
"Baiklah Max akan mengantar Mommy sama Jihan," ujar Max.
Didalam mobil Max masih memikirkan pesan yang dikirimkan Emily.
__ADS_1
"Aku akan menyelidikinya," batin Max.
Bersambung....