
•••••
Deg
Pandangan keduanya saling bertemu cukup lama dengan jantung saling berdebar.
" Ya ampun wajahnya 11 12 dengan Max, " batin Ai.
" Hmmm, " deheman itu membuat Ai terperangah.
" Jika begitu saya permisi Tuan, " Ai berlalu.
Sampai di perkarangan rumah Ai membalikan tubuhnya bermaksud mengunci pagar yang terbuat dari bambu, tetapi ia mengurungkan niatnya karena kehadiran pria tadi berdiri dibelakangnya. Dalam arti pria ini mengikutinya tanpa ia ketahui.
" Ada apa lagi Tuan? " dengan kening mengerut.
Tanpa menjawab pria arogan serta casanova ini langsung ingin masuk begitu saja kedalam rumah mendahului sang pemilik rumah. Melihat perilaku itu membuat Ai berlari kecil dan menghalangi pintu rumah.
" Tuan mau apa? " Ai memberanikan diri menatap tajam pria asing yang tidak dikenalinya.
" Mau masuk, " balasnya santai.
" Hah? "
" Apa begini cara kau menyambut tamu? " pria itu mencibir.
" Tamu? " Ai menyipitkan kedua matanya.
" Kau tidak mengenali siapa diriku? " tanyanya dengan bangga.
" Saya tidak mengenali Tuan jadi silahkan pergi dari sini, " ucap Ai dengan serius. Wanita cantik ini tidak semudah itu percaya dengan orang asing.
" Kau berani mengusirku? " pria arogan itu semakin mendekati sehingga membuat Ai memundurkan sedikit langkahnya.
" Kenapa tidak! Tuan orang yang saya tidak kenal, sekarang banyak bermacam modus seseorang. Pura-pura kenal, pura-pura minta tolonglah, pura-pura sakit, pura-pura ini itu dan sebagainya modus yang------, "
Cup
" Ya akulah itu, " bisiknya setelah membungkam mulut Ai, ia langsung masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Hah.....kurang aja* dia berani menciumku? siapa sih dia? " geram Ai ia ingin kasi pelajaran sehingga berlari kecil menghentikan langkah pria misterius.
" Tuan mau apa di rumahku? " Ai menarik tangan kokoh sehingga membuat pria itu membalikan tubuhnya.
" Mau masuk dan ingin istirahat, mau apa lagi? " balas santainya tanpa menatap Ai, ia sibuk memperhatikan sudut dalam rumah kecil dan jauh dari kata tidak layak bagi pria itu.
" Tidak bisa begitu, kita tidak saling kenal. Lagi pula tidak baik tuan bertamu di rumah seorang wanita sendirian, " terangnya dengan perasaan cemas, jujur saja sedari tadi jantungnya berdetak cepat karena baru kali ini ada pria bersikap kurang aja* dan seenaknya.
" Mobilku mogok disana, aku belum hafal dengan daerah sini. Ini pertama bagiku lagi kesini setelah 10 tahun, " jelasnya dengan jujur.
" Sss kenapa aku harus menjelaskan ini padanya?, " batinnya dengan heran karena selama ini ia tidak pernah memberi alasan atas tindakannya, tetapi pada wanita asing ini ia begitu jujur.
" Tidak jauh dari sini ada bengkel, " karena menurut Ai ini hanyalah alasan pria itu.
" Apa kau mau membantu menggeret mobil itu sampai ke bengkel yang kau maksudkan? sebentar lagi menjelang petang, aku juga tidak tau penginapan disini, " pria itu menduduki kursi panjang terbuat dari bambu.
" Penginapan juga ada disebelah bengkel tidak jauh dari sini. Ayo biar aku tunjukan, "
Tok tok tok
" Mommy twins M, " panggil seseorang dari luar sembari mengetuk pintu, untung saja berkat pria ini tadi menutup serta mengunci pintu.
Deg
" Bagaimana ini? " Ai mondar mandir sembari menatap pria misterius yang begitu santai dengan duduknya juga menatapnya. Sedangkan pria angkuh itu mengerutkan kening melihat wajah pucat serta cemas Ai. Belum lagi mendengar panggilan dari luar yang menyebutkan Mommy kembar M pada wanita dihadapannya.
Ai menghampiri pria angkuh itu menurut, ia langsung menarik lengannya.
" Ayo ikut saya, " Ai menarik kuat tangan itu agar mengikutinya.
" Tuan tunggu disini dan jangan keluar sebelum tamu saya pulang, " jelasnya menyembunyikan pria angkuh itu didalam kamar kecil miliknya.
" Kenapa harus begitu? aku tidak tahan berada didalam kamar sesempit dan sepanas ini, " ucapnya dan melangkah ingin keluar.
" Saya mohon tuan tetap disini, " Ai kembali menarik tangan kokoh itu sehingga membuat tubuh keduanya saling menempel tanpa disadari keduanya.
" Mommy kembar M, " sekali lagi panggilan itu membuat Ai semakin getir.
" Biar aku yang buka pintu jika kau takut. Apa itu dari penagih hutang sehingga kau begitu takut begini? akan aku bayar, " pria angkuh itu kembali ingin keluar kamar.
__ADS_1
" Bukan begitu tetapi ini karena kehadiran tuan, disini tidak boleh membawa seorang pria asing bertamu, apalagi dengan keadaan sendiri. Tolong mengertilah, dia hanya ingin mengambil orderan kue saja, " Ai memohon karena tidak ada cara lain lagi.
" Hmmm baiklah tetapi izinkan aku menginap disini malam ini saja, " sebagai imbalan.
" Baiklah tetapi tetap berada dalam sini, " mau tidak mau Ai menyetujuinya daripada ia dianggap menyimpan pria di rumahnya, apalagi dengan statusnya. Ia tidak ingin di fitnah oleh orang-orang.
" Hmmm, "
" Lepaskan pelukanmu, " keduanya baru menyadari ternyata dari tadi mereka dalam keadaan saling memeluk. Keadaan ini membuat wajah keduanya memerah. " lepaskan, " bentakan dengan mengeram takut suaranya kedengaran sampai luar sembari menginjak kaki pria angkuh itu karena masih tetap memeluknya. Ai segera keluar kamar dan tidak lupa menutup pintunya.
" Entah mimpi apa aku semalam? " gumamnya karena kejadian hari ini membuatnya pusing.
Ceklek
" Mommy twins M kenapa lama sekali membuka pintunya? " keluh sang pelanggan yang mengorder kuenya.
" Tadi lagi di kamar
mandi Buk, nanggung hmmm, " bohongnya. " Tunggu sebentar, " Ai melangkah masuk kedalam mengambil kotak yang sudah ia persiapkan, memberikannya kepada sang pelanggan.
" Upps melelahkan menghadapi pria angkuh itu, kenapa juga ia tadi berlari kearah sini. Membuatku tambah pusing saja, " desisnya, ia menduduki tubuhnya di kursi panjang yang terdapat di ruang utama sembari memijit ujung keningnya.
Menyadari hari mulai petang Ai bangkit menuju dapur ingin memasak buat makan malam, kebetulan masakan tadi siang tidak tersisa. Wanita cekatan ini berkutat dengan peralatan masak. Merasa cukup ia ingin membersihkan diri, dan segera masuk kedalam kamar mandi kebetulan letak kamar mandi sempit itu berada di dapur.
Merasa cukup Ai menyudahi acara mandinya. Seperti biasanya ia menggunakan handuk sebatas lutut. Tanpa pikir panjang ia masuk begitu saja kedalam kamar, ia benar-benar melupakan sesuatu.
Ai masuk kedalam kamar sembari mengusap rambut basahnya, ia sama sekali tidak menoleh kearah ranjang. Ia langsung membuka lemari usang tempat pakaiannya, seperti bisanya ia membuka lilitan handuk yang membungkus tubuh indahnya sehingga tubuh polosnya terpampang sangat jelas di kedua bola mata pria yang menatapnya dengan tidak berkedip. Tubuh polos nan mengiurkan belakang Ai membuat si monster satu mata miliknya menegang dibalik celananya.
Pria maco itu mengeram panas, sekian lama sampai 7 tahun si monster mata satunya tidak berfungsi tetapi saat ini melihat tubuh polos belakang wanita tidak dikenalinya bisa membangkitkan si monster bermata satu yang sudah berkarat di sangkarnya.
Sedangkan Ai masih asik memilih-milih pakaian apa yang akan dikenakannya tanpa menyadari sesosok menikmati pemandangan gratis dibelakangnya.
" Hem hem hem, " deheman itu membuat Ai ingin pingsan, bagaimana tidak dengan keadaannya seperti ini.
Ai membalikan tubuhnya kearah asal suara deheman itu dan.
Akkkh
Teriak Ai melihat sosok itu menatapnya tidak berkedip.
__ADS_1
Bersambung.....