Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 54


__ADS_3

Kekesalan Mommy


•••••


"Sayang jangan bercanda," seru Cull dengan mata membulat.


"Siapa yang bercanda hah? wanita-wanita diluar sana bisa berpakaian seksi kenapa Mommy tidak boleh? jika dibandingkan dengan mereka malah tubuh Mommy ini yang lebih aduhai dari pada wanita-wanita Daddy," ujar Ai dengan wajah memerah.


Glek


Cull menelan salivanya.


"Dek ayo kita tinggalkan para orang dewasa, ini bukan urusan kita," kata Max langsung menarik tangan Mia.


Setelah kepergian Max dan Mia, Ai masuk ke kamar mandi tidak lupa membawa lingerie yang dimaksudkan.


Sedangkan Cull tidak bisa berkata-kata lagi, pria itu benar-benar terpojokan oleh istri dan kedua buah hatinya.


Ceklek


Glek


Mata Cull membulat dengan mulut menganga sampai tidak sadar air liurnya menetes. Bagaimana tidak sosok wanita yang selama ini berpakaian tertutup kini menjelma seperti wanita-wanita penggoda yang pernah ia jumpai. Tetapi bedanya wanita ini tidak ada yang bisa menandingi, walaupun ia sudah memiliki 2 buah hati tetapi tidak mempengaruhi bodynya.


Ai berjalan dengan santai bahkan sengaja seperti perawakan model, berlalu begitu saja didepan mata Cull yang tanpa berkedip menatapnya.


"Sayang," lirih Cull sembari meneguk saliva untuk yang kesekian kalinya.


Panggilan Cull bagai angin lalu di telinga Ai. Bahkan Ai duduk di sofa menghadap pria itu dengan kaki menyilang.


Sungguh demi apapun Cull tidak tahan lagi dengan pemandangan indah saat ini didepan matanya.


"Daddy kira Mommy kalah dengan wanita-wanitamu dimasa lalu? lihatlah sorot mata Daddy ingin keluar saking laparnya," batin Ar tertawa girang didalam hati.


"Sayang jangan siksa Daddy," lirih Cull dengan suara seraknya.


"Mommy ingin keluar menemui para tamu undangan, walaupun masih ada waktu 3 jam untuk kita keluar tetapi alangkah baiknya sekarang juga," ancam Ai sembari bangkit dan langsung menuju pintu kamar hotel.


Melihat tingkah Ai dengan cepat Cull bangkit lalu langsung menarik erat tangannya sehingga membuat tubuh Ai tidak seimbang, dan jatuh di data bidang itu.


"Lepaskan sayang," seru Ai berusaha melepaskan dekapan Cull.


Bukannya melepaskan Cull mengendong Ai ala bridal menuju ranjang.


Tatapan keduanya saling bertemu tanpa berkedip. Bohong jika sedari tadi jantung Ai baik-baik saja.


"Sayang mau apa?" kata Ai dengan bibir bergetar.


"Mau apa lagi? Mommy yang menggoda Daddy. Umpan dikasi kenapa harus ditolak," ujar Cull sembari mengulum senyum.


Seketika tubuh Ai lemas dan wajahnya berubah merah.


Cup

__ADS_1


Cull mendaratkan ciuman di bibir yang menggoda itu. Seketika membuat Ai memejamkan matanya. Mendapat lampu hijau membuat Cull tidak membuang kesempatan, toh lagian mereka sudah sah menjadi sepasang suami-istri.


Kedua tangan Ai dikalungkan di leher Cull sehingga ciuman yang semulanya biasa jika menjadi luar biasa. Erangan menggebu menjadi saksi bisu.


"Sayang monster mata satu ingin mencari makanannya, boleh ya saat ini Mommy memberinya makan? sungguh dia tidak kuat lagi menahan lapar dengan hidangan dihadapannya saat ini," ujar Cull dengan suara seraknya.


Demi apapun Ai tidak bisa berkutik. Jari-jemari itu merayapi setiap jengkal sampai kebagian inti. Tidak sampai disitu bahkan jemari itu mengesek di atas daging kenyal serta. lezat dan sesekali ditekan.


"Aahhh," bukannya menjawab malah suara merdu itu keluar dari mulut Ai.


Kini daging tanpa tulang itu menyapu setiap jengkal leher jenjang nan indah, dan meninggalkan banyak stempel merah di sana. Kini berpusat di daging kenyal yang menggantung indah.


"Eeghmm," Ai mengigit bibir bawahnya dengan tangan meremas rambut Cull. Bagaimana tidak daging tanpa tulang itu menyesap habis daging kenyal yang menggantung, dan jari-jemari menerobos keluar masuk dibawah sana.


"Sayang hangat," suara serak Cull.


Cull menghentikan permainannya. Seketika raut wajah Ai berubah seperti kecewa, jujur saja ia ingin lebih dari itu, bagaimanapun ia wanita normal.


Cull menyunggingkan senyuman menatap intens wajah wanitanya itu.


"Sayang Daddy sangat mencintai Mommy," bisik Cull sembari membawa tangan Ai menggenggam monster mata satu yang menantang.


Glek


Mata Ai membulat seketika. Ia mengigit bibir bawahnya tanpa berkedip melihat benda langka itu.


"Sayang di gemut ya? bayangkan saja jika monster mata satu ini permen lolipop. Saat ini belum waktunya dia mendapat makanan lezat," bisik Cull dengan suara seraknya.


•••••


Ribuan tamu undangan memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai. Ai terpaksa mengenakan gaun lain, yang tertutup di bagian leher karena di seluruh leher dan bahkan di dada terdapat stempel maha karya Cull.


"Hai brother selamat berbahagia dan menempuh hidup baru," kata Berry sembari memeluk Cull sang sepupu.


"Kenapa baru menampakan batang hidung?" protes Cull.


"Maaf brother tadi baru bisa terbang," ujar Berry.


"Alasan kau saja," jawab Cull.


"Selamat Adik ipar, hmmm sekarang kamu menjadi Adik iparku. Tidak menyangka," Berry terkekeh. "Kamu semakin cantik, tentu saja kalian pasangan serasi." Ujar Berry menyalami Ai, jujur saja ia ingin sekali memeluk wanita yang masih melekat di hatinya itu. Tetapi jika ia melakukan itu sama artinya ia akan ditendang oleh sang sepupu.


"Terima kasih," sahut Ai disertai senyuman.


"Ingat jika dia menyakiti kamu, tinggalkan saja dan aku siap menampung dirimu," kata Berry ingin menggoda Cull.


"Sembarangan saja, hal itu tidak akan pernah terjadi, hari ini dan selamanya cinta ini tidak akan padam sampai maut memisahkan kita," ujar Cull menatap tajam kearah Berry.


"Aku pegang janji kau brother. Cintai dan sayangi dia sampai kalian menua," kata Berry sembari menepuk bahu Cull.


Setelah kepergian Berry, Cull merangkul pinggang ramping itu.


"Sayang apa Mommy lelah? jika lelah duduk saja," tanya Cull.

__ADS_1


"Tentu saja lelah sayang. Hmmm twins mana ya?" ujar Ai.


"Mungkin lagi bermain, tenang saja," jawab Cull sembari mengusap punggung tangan mulus Ai.


"Hai honey," panggil wanita tiba-tiba hadir ingin memeluk Cull begitu saja, untungnya cepat dihindari oleh Cull. "Selamat atas pernikahan kalian, hmmm pantas saja sudah lama kamu tidak menghubungiku ternyata sudah mendapat pengganti," ujar wanita berpakaian kurang bahan serta rambut warna-warni.


Mata Ai membulat, ternyata apa yang dikatakan Max adalah benar. Sedangkan Cull tidak meladeni wanita penghangat ranjang. Bahkan dia bergelayut manja di lengan Ai.


"Kau hebat bisa menaklukan seorang CEO tampan, terkenal serta casanova. Dulu dia pria tidak mengenal yang namanya cinta bahkan tidak ingin memikirkan sebuah pernikahan. Tetapi lihatlah dia sekarang seperti anak kucing yang takut dengan induknya, hmmm jimat kamu boleh juga bagi dong resepnya!" Kata wanita itu.


"Tutup mulut kau!" Seru Cull dengan tatapan tajam.


"Jangan marah begitu honey, bahkan sampai sekarang aku belum bisa melupakan keperkasaan dan permainan ranjangmu," sambungnya.


Setelah mengatakan itu wanita seksi itu berlalu begitu saja tanpa menyalami Ai. Seperti rsut wajahnya cemburu karena tidak bisa menjadi pendamping Cull.


"Sayang," Cull beringsut mendekati Ai.


Sedari tadi Ai terdiam tanpa sepatah kata. Pengakuan wanita tadi menyesakan dada. Bahkan sekarang matanya berkaca-kaca.


"Hmmm selamat berbahagia dan menempuh hidup baru sayang," ujar serempak 3 wanita seksi.


"Mampus," gumam Cull sembari menepuk keningnya.


"Kamu beruntung menjadi satu-satunya wanita yang mampu meluluhkan hati seorang Cullen Sywa. Hampir semua kaum hawa ingin menjadikan wanitanya," kata wanita A.


"Pokoknya dia pria is the best yang pernah aku jumpai, permainan ranjangnya tak bisa terlupakan," timpal wanita B.


"Kamu harus hati-hati karena jiwa casanova itu masih melekat, dan siap-siaplah untuk di tendang olehnya," sambung wanita C.


Plak


Satu tamparan melayang di wajah wanita C. Ai sontak kaget.


"Sayang," lirih Ai sembari menggelengkan kepala.


"Sudah puas? setiap orang memiliki masa lalunya masing-masing, dan tidak beda juga denganku, aku juga memiliki masa lalu tetapi bedanya tidak sama dengan masa lalu suamiku. Dia telah memilihku, seperti yang Nona-nona bilang kaum hawa di luar sana banyak bahkan berlomba untuk menjadi wanitanya. Aku harus bersyukur bukan? kalian belum tau bagaimana perjalanan kami sampai di tahap ini. Apapun yang kalian katakan tentang masa lalu suamiku dengan kalian, tidak akan merubah ikatan pernikahan kami. Atas nama suamiku aku minta maaf jika dia menorehkan luka, apapun keburukan dan masa lalu dia aku akan terima." Kata Ai panjang lebar. "Terima kasih atas peringatan kalian," imbuhnya kembali.


"Pergi! Lihatlah karir kalian besok," usir Cull.


Seketika ketiga wanita itu pucat pasi.


"Sayang terima kasih," Cull memeluk Ai.


"Lepas!" Ai mendorong tubuh itu agar menjauh.


Kening Cull mengerut melihat perubahan di wajah sang istri, bukankah tadi ia mendukung.


"Jangan kira Mommy baik-baik saja, hati dan perasaan Mommy kecewa." Ungkap Ai dan langsung bergegas ingin bergabung dengan keluarga besar.


"Bahaya, bisa-bisa gagal belah duren. Sedangkan si monster mata satu sudah kelaparan ingin menyantap makanan lezat, tadi hanya sekedar mencicipi setengah," gumam Cull sembari mengelus dagunya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2