Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 27


__ADS_3

•••••


Deg


" Bidadari!, " seketika pria yang baru datang yang menjadi perhatian semua orang di meja makan diam terpaku dengan tatapan tanpa berkedip menatap Mommy Max dan Mia.


" Nak Akas, " panggil Tante Lili karena melihat Akas hanya berdiri mematung.


" Uncle galon, " panggil Mia, seketika membuat Akas tersadar dari lamunannya.


" Uncle galon!, " gumam semuanya dengan saling memandang.


" Selamat malam semuanya, maaf saya terlambat datang, " ucap Akas sedikit salah tingkah, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jantungnya berdebar-debar hanya melihat sekilas wajah wanita berparas cantik yang sedang meminum jus.


" Silahkan Nak Akas, " ucap Tante Lili mempersilahkan Akas untuk segera menikmati hidangan. " Oya Cullen mana? tumben kalian tidak barengan? " tanya Tante Lili.


" Iya Tante, Om. Tuan tidak bisa hadir karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Atas nama Tuan saya minta maaf kepada keluarga Max dan Queen, " terang Akas berbohong karena jujur saja ia sendiri tidak tau menahu alasan atasannya tidak mau menghadiri acara pertemuan sekaligus makan malam bersama dengan keluarga besarnya.


" Selalu begitu, kerja dan kerja saja yang dipikirkan sampai lupa rambut memutih dan betah menyandang bujang lapok, " decak Mami Lili.


" Sudahlah Mi, mungkin saja pekerjaan itu sangat penting, " imbuh sang suami menenangkan istri tercintanya.


" Gagal deh rencana Mami untuk menjodohkan dia dengan Mommy si kembar malam ini, " ucap wanita paruh baya seorang desainer ternama ini dengan santainya.


" Huk... huk... huk..., " seketika membuat Ai, Berry serta Akas tersedak mendengar penuturan Mami Lili.


" Minum Mommy, " ucap Mia melirik sang Mommy.


Mami Lili cuek saja dengan ekspresi kaget ketiganya, ia sengaja mengatakan itu didepan mereka agar Berry serta Akas mundur untuk mendekati atau mengambil hati Mommy si kembar.


Sedangkan Max menggeleng kepala karena bocah jenius ini paham dengan kebohongan Daddy tampannya. Max tau jika pria yang memiliki mantan di mana-mana ini telah berbohong, sebetulnya sang Daddy tidak ingin bertemu dengan Mommynya.


" Daddy tampan sudah Max coret dari daftar Oma. Daddy tampan tidak pantas untuk Mommy, " ungkap Max membuat semua orang menatapnya.


" Kenapa sayang? bukankah Daddy, Mommy serasi bersanding dengan Mommymu? " tanya sang Oma sedikit kecewa.


" Menurut wajahnya serasi tetapi Daddy memiliki pacar dimana-mana. Max tidak suka itu, apalagi pacar Daddy wanita berpakaian kurang bahan, " ungkap Max dengan polosnya.


" Huk huk huk, " membuat semua orang dewasa terbatuk mendengar penuturan Max.


" Sayang....., " peringatan sang Mommy sembari menggeleng kepala agar putranya tidak melanjutkan ucapan yang tidak sopan buat anak seusianya.


Dua orang mengulum senyum secara diam-diam, setelah mendengar pernyataan bocah tampan ini. Karena menurut keduanya saingan semakin berkurang, keduanya yakin jika raja pebisnis itu akan terpesona jikalau bertemu dengan Mommy si kembar.


" Mi jangan dibahas masalah ini didepan cucu-cucu kita, " sela Papi Matheo.


Seketika semuanya hening dengan pemikiran masing-masing.


" Uncle galon jangan cuma bengong, nanti basi loh makanan di piring Uncle galon jika dibiarkan berlama-lama, " ucap Mia menyadarkan lamunan Akas akibat mendengar ucapan Tante Lili ingin menjodohkan Cull dengan bidadarinya. Padahal Tuannya sudah memiliki wanita yang masih dalam pencarian. Akas sedikit lega karena masih besar harapan untuk mendekati Mommy Max dan Mia, dia hanya bersaing dengan Berry sepupu Tuannya.


" Sayang tidak boleh begitu, " peringatan sang Mommy kepada Mia.


" Maaf Mommy, " balas Mia sembari menunduk.


" Hmmm tidak masalah Queen, " ujar Akas dengan cepat ia tidak ingin melihat bocah mengemaskan itu merasa bersalah atas peringatan sang Mommy


" Mia sayang kenapa kamu panggil Uncle Akas dengan sebutan galon? " tanya penasaran Cintaka.


" Itu.... " sebelum melanjutkan ucapannya Mia menoleh kearah sang Mommy, bagaimanapun ini tidak sopan untuk menjuluki orang lebih tua. Seakan mengerti sang Mommy mengangguk disertai senyuman kecil.


" Galon adalah gagal move on, " terang Mia membuat semua orang oh ria seakan paham.


" Tapi setau aku selama ini kau tidak memiliki kekasih Akas, kapan kau putusnya? " tanya Berry karena sudah lama mengenal Akas.

__ADS_1


" Bukan kekasih yang membuat Uncle galon gagal move on Uncle, tetapi beberapa hari yang lalu Uncle galon bertemu dengan seseorang bidadari, " jelas Mia.


" Huk huk huk, " sekali lagi membuat Akas terbatuk. Bagaimana tidak kaget, bidadari yang ia maksud adalah wanita yang bersama dengannya saat ini. Sesaat Akas merasa semua ini hanya sebuah mimpi.


" Hahaha, " kekehan memenuhi meja makan mendengar penjelasan Mia membuat Akas salah tingkah.


" Kamu pinter banget sayang, " ucap Oma Lili kepada Mia sembari mengusap pucuk kepalanya.


" Pi, Mi maaf suami Cinta tidak bisa menyusul karena mendadak menangani pasien, sedangkan Dokter yang dijadwalkan berhalangan masuk, " terang Cintaka karena mendapat sms dari sang suami.


" Tidak apa-apa, " sahut sang Mami dan mendapat anggukan dari Papinya.


" Oh My God ternyata bidadari itu adalah Mommynya si kembar, sangat sulit dipercaya. Untung saja Tuan gagal untuk bertemu dengan bidadariku. Hmm apa dia tidak mengingatku? baguslah dia tidak mengingatku untuk saat ini, bisa-bisa aku dipermalukan oleh bocah jenius ini jika ia mengingatku, " Akas membatin sembari curi pandang mengulum senyum.


Sedangkan Ai sama sekali tidak mengingatkan Akas jika mereka pernah bertemu dengan waktu singkat.


•••••


Cull berdiri menghadap kaca besar yang terbentang dalam ruangan kebesarannya, dengan kedua tangan dimasukan ke kantong celana branded, semakin menambah ketampanannya.


Tok tok tok


" Masuk, " ucapnya tampa membalikan tubuh kearah pintu.


" Selamat pagi Tuan, " sapa Akas dengan beberapa map di tangannya.


" Hmmm, "


Akas meletakan map tersebut diatas meja kebesaran sang CEO untuk diperiksa serta ditanda tangani.


" Apa agendaku hari ini? " tanya Cull masih betah dengan posisinya.


" Pagi ini kosong Tuan sehingga Tuan bisa memeriksa beberapa berkas diatas meja. Siang ini ada klien dari perusahaan x ingin bertemu dengan Tuan, sedangkan setelah pertemuan itu kembali kosong, " terang Akas.


" Baik Tuan, "


" Akas apa kau sudah dapat informasi tentang wanitaku? " tanyanya penuh harap.


" Maafkan saya Tuan karena belum mendapatkan informasi keberadaan Nona, " sahut Akas hati-hati karena ia tau jika perintah sang CEO tidak menginginkan kegagalan.


" Hmmm lebih berusaha lagi, "


Seketika membuat Akas mengangkat kepalanya yang tadinya tertunduk. Ia mengira akan mendapat amukan dari pria maco casanova ini tetapi nasib baik masih berpihak padanya.


" Baik Tuan akan saya usahakan, "


" Untuk peninjauan proyek renovasi gudang perhotelan di kota x kau saja yang akan kesana, " perintahnya yang akan jadwal keberangkatannya lusa.


.


" Baik Tuan, " sahut Akas tanpa bantahan.


" Hmmm, "


Akas keluar dari ruangan sang CEO, menuju ruang tempatnya selama ini bergelut dengan laptop serta tumpukan berkas yang menemaninya setiap hari.


•••••


Belajar ikhlas menerima kenyataan akan membuat kamu jauh lebih baik. Waktu akan menunjukan kekuatannya, ketika kamu berjuang dan tetap tak menyerah dengan apapun, maka kebahagiaan akan hadir didepan matamu.


Hadapilah hari ini, esok dengan bersyukur. Yang lalu biarlah berlalu anggap saja itu sebagai pengalaman karena yang lebih indah telah menunggumu yaitu kedua malaikat tanpa sayap.


Seperti pagi ini Ibu dua anak berparas cantik menjalani aktivitas seperti biasany. Sedangkan kedua si kembar sekarang sudah di Singapura, mereka didamping oleh salah satu guru pihak sekolah serta Wanti juga ikut serta. Semua itu atas perintah dari Daddy tampan mereka.

__ADS_1


Ai mengecek semua kue yang tertata rapi di meja lemari etalase rak kue. Sedangkan kedua karyawan mengemasi berbagai macam kue untuk dibungkus dan diantarkan kepada pelanggan yang mengorder. Tidak jarang Ai sendiri juga ikut serta mengantar pesanan ke pelanggan.


Di meja kasir Ai mengecek nota-nota kwitansi pembelian kuenya. Hasil untuk satu bulan lumayan menguntungkan. Ia merasa kekurangan karyawan karena permintaan semakin meningkat. Kadang sehari mereka menerima pesanan 100 kotak dari berbagai perusahaan atau pengajian.


" Aku harus menambah karyawan lagi, " gumamnya.


Seakan mengingat sesuatu Ai membongkar dompet yang berusia hampir 8 tahun. Walaupun dompet itu sudah berumur tua tetapi masih layak untuk digunakan. Itu adalah kenangan dari sang sahabat dihari ulang tahunnya.


Ai mencari sesuatu, apa yang dicarinya ketemu. Secarik foto berukuran dompet sudah ditangannya, itu adalah foto dirinya dengan sahabat baiknya.


" Ine aku sangat merindukanmu, " gumamnya memandangi wajah tersenyum Ine dalam foto tersebut. Selama ini ia tidak pernah ketemu, jangankan untuk bertemu menghubunginya saja ia tidak pernah.


Ai membalikan foto itu dan mencatat nomor telepon yang sengaja ia tulis disitu ke ponselnya.


" Semoga nomor kamu masih aktif, " harapan AI mulai menghubungi. " Nyambung, " ucap girangnya.


" Halo....Ine.....ini aku Ai, " sapa Ai ketika sambungan telepon tersambung, ia langsung memperkenalkan dirinya.


"-------------------, "


" Aku baik Ne,maaf waktu itu aku tidak sempat mengabarimu. Ceritanya panjang Ne, " ucap Ai disertai isakan mengingat masa lalu buruknya yang sangat menyesakan. Dimana para warga memperlakukan mereka tanpa perasaan.


" --------------, " Ine juga ikut terisak.


" Baiklah aku tunggu yah Ne, kamu jangan bohong loh, " Ai mengajak Ine untuk bekerja sama mengurus tokoh kuenya. Kebetulan Ine sudah tidak bekerja di RS tempat mereka dulu bekerja. Sekarang ia hanya karyawan disalah satu Alfamart. Setelah bercerita lama akhirnya keduanya menyudahi sambungan telepon.


Tidak terasa jam pulang telah tiba, kedua karyawannya sudah terlebih dahulu pulang. Tokoh yang menyediakan beraneka kue itu di namakan "Tk. Kue Mommy Twins M" pada waktu pembuatan spanduk ia mengingat seseorang yang memanggil dirinya dengan sebutan itu, walaupun waktu di desa hanya beberapa orang saja yang memanggilnya dengan sebutan itu. Tetapi sesosok pria misterius itu mengingatkannya.


Tokoh kue buka dari jam 08:00 - 20:00 senin/sabtu. 12:00 - 19:00 minggu.


" Bagaimana kabarnya yah? " gumam Ai sesaat mengingatkan pertemuan dramatis itu. Tanpa sadar Ai tersenyum-senyum mengingat semuanya, sehingga wajahnya bersemu merah. Dengan cepat ia menggeleng-geleng kepala dengan senyuman sembari menutup wajahnya terkekeh sendiri.


Ai bangkit meraih tas jinjingnya serta kunci sepeda motornya. Sebelum meninggalkan tokoh ia tidak lupa mengunci pintu ruko berukuran kecil.


" Hmmm sepertinya akan turun hujan, " gumamnya sembari memakaikan helm melihat keatas tampak awan semakin mengelap disertai angin kencang.


Tidak ingin berlama takut terjebak hujan Ai segera mungkin membawa sepeda motornya. Tiba-tiba ditengah jalan kebetulan sepi karena sebagian tokoh sudah tutup dikarenakan cuaca, sepeda motor yang dikendarai Ai mati mendadak.


Ai berusaha mengstarter motornya tetapi tidak nyala juga.


" Kenapa tidak bisa nyala? padahal tadi baik-baik saja, " gumamnya.


Ia membuka jok untuk memeriksa bahan bakar. Matanya membelalak kaget menyadari bahan bakar itu kosong sampai kering.


" Ya ampun kenapa aku ceroboh sekali, " lirihnya frustasi karena tidak terlebih dahulu memeriksa bahan bakar sepeda motornya.


Duar.... duar


Kilat disertai petir memecah keheningan malam.


Tik tik tik


Titik hujan mulai turun.


" Huh bagaimana ini? " karena tidak ingin terjebak hujan Ai mengiringi sepeda motornya sampai menemukan pom bensin. Sedangkan untuk sampai rumah 15 menit lagi.


Tit..... tit....


Tiba-tiba arah belakang membunyikan klakson mobil sebanyak 2 kali. Dengan cepat Ai menepi dan berhenti sejenak karena ia sadar telah berjalan di tengah-tengah jalan sehingga menghalangi mobil tersebut. Roda empat itu juga berhenti tepat disampingnya.


" Apa kau ingin cari mat-----, "


Deg

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2