
Aku Mencintaimu
•••••
Tok tok tok
" Masuk, " sahut Ai.
Ceklek
Pintu kamar dibuka ternyata seorang pelayan yang datang.
" Apa Nyonya sudah bersiap? Tuan menunggu Nyonya di lapangan Villa, " kata sang pelayan.
" Ternyata dia serius dengan omongannya, " Ai membatin.
" Iya aku sudah bersiap, " jawab Ai karena ia juga tidak membawa apa-apa sewaktu kesini.
" Mari ikut saya Nyonya, biar saya antar, "
Mereka pergi menuju lapangan Helikopter. Dari kejauhan Ai dapat melihat Cull seperti sedang berbicara lewat telepon.
" Nyonya sudah bersiap Tuan, " kata sang pelayan.
" Hmmm kau boleh pergi, " ujar Cull tanpa melirik keberadaan Ai.
" Apa kamu sudah siap? " tanya Cull tanpa menatap orang yang ditanyai.
" Sudah Tuan, " jawab Ai sembari mengigit bibir bawahnya.
" Mari ikut aku, " Cull berjalan menuju Helikopter dan diikuti Ai dari belakang.
Keduanya sudah berada didekat Helikopter yang sebentar lagi lepas landas.
" Pulanglah, aku sudah menghubungi Exsel. Aku masih ada pekerjaan disini sehingga tidak bisa ikut mengantar. Hmmm Exsel akan menjemputmu di RS nanti, " ujar Cull memberitahukan.
Ai sontak kaget.
" Jaga Nyonya dengan baik-baik, " pesan Cull kepada salah satu bodyguard.
Tanpa melirik Ai, Cull berjalan meninggalkan tempat itu dengan perasaan terluka.
" Mari Nyonya, " sang bodyguard mempersilahkan Ai untuk segera naik kedalam Helikopter.
Tanpa mendengar sang bodyguard, Ai langsung berlari mengejar Cull yang sudah menjauh.
Bukk
" Rey, "
Ai langsung memeluk tubuh kekar serta atletis itu dari belakang sembari bergumam namanya.
Kaget, tidak percaya itulah yang dirasakan Cull mendapati tangan melingkar erat di tubuhnya.
" Aku, aku mencintaimu! "
Deg
Cull masih terdiam dengan tubuh menegang. Apakah dia salah dengar atau bermimpi? melihat reaksi Cull biasa-biasa saja dan bahkan diam membuat wajah Ai cemberut yang diletakkan di punggung lebar itu.
" Aku mencintaimu Rey, Daddy twins! " Lirih Ai sekali lagi.
Deg
Sekarang Cull tidak salah dengar lagi, bahkan pendengarannya tidak bermasalah. Dengan cepat Cull membalikan tubuhnya sehingga menghadap Ai yang tersenyum menatapnya.
" Apa kamu bilang? coba ulangi lagi? " titah Cull ingin mendengar pernyataan cinta itu.
" Hmmm bosan, " kata Ai.
" Katakan! "
" Aku mencintaimu Daddy twins yang tampan, " ungkap Ai sembari mengigit bibir bawahnya dengan tatapan berpusat di kedua bola mata tajam memikat Cull. Kini wajah Ai bersemu merah.
" Apa ingatanmu telah kembali? "
Kini Ai berada dalam pelukan Cull. Keduanya menyalurkan kerinduan. Cull sangat bahagia mendengar ungkapan perasaan Ai.
" Apa kamu percaya dengan amnesia yang aku alami? " tanya Ai dengan wajah berada di dada bidang berbentuk roti sobek.
" Maksud kamu? "
" Hmmm itu hanya sandiwara saja, aku ingin balas dendam dengan drama yang kalian rencanakan. " Ungkap Ai.
Deg
Seketika Cull melepaskan pelukan itu, lalu menatap intens wajah Ai sehingga mereka. buat Ai berhati-hati.
" Jadi, jadi semua ini bohong? "
" Kamu benar dan itu pembalasan, " jawab Ai dengan mata menyipit.
" Sayang sandiwaramu membuat aku takut, takut kehilanganmu. " Ujar Cull dengan mata berkaca-kaca. " Ini tidaklah lucu, " imbuhnya kembali sembari menangkup wajah Ai.
" Menurut drama kalian bagaimana? " cibir Ai cemberut.
Cull menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Kamu sudah tau? "
" Iya makanya aku ajak Kak Cinta serta Kak Exsel bekerja sama untuk mengerjai kalian semua, sampai aku membohongi Papi dan Mami, " ungkap Ai.
" Sayang, "
Cup
Cull mengecup seluruh wajah Ai, ia geram bercampur bahagia. Ai tidak menolak bahkan membalas kecupan juga di kedua pipi Cull.
" Jangan pernah memanggil kata sayang kepada pria lain selain aku, " peringatan Cull sembari mengusap kedua mata Ai, menghapus jejak air mata di pelupuk matanya.
" Rey ayo kita pulang sekarang, aku rindu kepada putra-putri kita. Hmmm gara-gara sandiwara itu aku menyakiti mereka, " kata Ai seketika merindukan Max dan Mia.
" Sayang tolong ubah panggilanmu itu untukku, masa calon suami dipanggil dengan nama. " Protes Cull karena ia ingin mendapat panggilan romantis dari Ai.
" Calon suami? " gumam Ai.
__ADS_1
" Aku ingin kita menikah secepatnya, " ungkap Cull sembari mengecup punggung tangan Ai. " Ini sudah malam sebaiknya kita besok saja pulang, " ujar Cull.
" Hah, " Cull langsung mengendong Ai membawanya kembali masuk ke Villa.
" Kamu harus makan, bercandamu tidak lucu. " Ujar Cull sembari mendudukkan Ai di meja makan.
Cull mengambil makanan dan ikut duduk.
" Sayang makan dulu, " Cull menyuapkan Ai dengan penuh kasih sayang. Ai sangat terharu dengan sikap Cull.
" Kamu sendiri sudah makan? " tanya Ai.
" Lihat kamu saja aku sudah kenyang. Hmmm aku hanya ingin makan kamu sayang, apa boleh? " goda Cull sehingga ia mendapat cubitan halus di lengannya.
" Sembarangan! " Cicit Ai.
" Dini hari kita akan pulang, besok anak-anak ada perlombaan membaca puisi, " ujar Cull.
" Hah aku baru ingat. Sayang kita pulang sekarang juga, pasti putri cerewet kita itu bersedih, " kata Ai baru mengingat jika twins akan ikut serta dalam lomba puisi.
" Apa kamu bilang? tolong ulangi? " bukannya menjawab malah Cull ingin Ai mengulangi perkataan yang baru saja dilontarkan.
Kedua alis Ai mengerut mendengar permintaan Cull.
" Katakan sekali lagi? " paksa Cull.
" Sayang kita pulang sekarang saja, " Ai mengulangi perkataannya tadi. " Hah, " seketika membuat Ai membungkam mulutnya karena baru menyadari perkataannya.
" Terima kasih sayang, aku sangat bahagia melebihi siapapun. " Ujar Cull.
•••••
Hari ini adalah lomba baca puisi yang bertemakan "Terima kasih Ibu ". karena hari ini adalah hari Ibu sedunia.
" Cucu-cucu tampan dan cantik Nenek kenapa lesu begini? " tanya Nenek Leni karena melihat Max dan Mia tidak semangat pagi ini.
" Nenek hari ini kami lomba baca puisi, bagaimana kita tidak sedih karena Mommy tidak bisa hadir dan bahkan tidak mengenal Mia dan Kak Max, " ungkap Mia dengan wajah sedihnya.
" Sayang Daddy kalian juga akan menghadiri lomba itu. Ada Nenek, Opa, Oma juga bukan? " kata Nenek Leni.
" Kami maunya lengkap seperti teman-teman Mia Nenek, " cicit Mia mau nangis tetapi berusaha ditahannya.
" Mommy kalian masih sakit sayang, " Nenek Leni berusaha menenangkan Mia. Sedangkan Max menghabiskan sarapannya dengan diam.
Dengan tidak semangat Max dan Mia berangkat ke sekolah. Ternyata di sekolah para orang tua murid sudah mulai berdatangan, memenuhi aula sekolah.
" Kakak Daddy kok belum juga datang? dan juga Opa, Oma? " cicit Mia sembari mengedarkan pandangannya.
" Mungkin masih dalam perjalanan Dek, tenanglah Daddy sudah berjanji akan datang, begitu juga Opa Oma, " jawab Max menenangkan Mia.
Max dan Mia duduk barisan paling depan. Semua orang sudah mengetahui bahwa mereka adalah kedua cucu dari Tuan Sywa dan Nyonya Sywa. Putra-putri dari penerus SYWA GRUP yaitu Cullen Frey Sywa.
" Hai cucu tampan dan cantik Oma, " sapa Oma Lili menghampiri Max, Mia serta Nenek Leni.
" Oma kenapa baru datang? " semprot Mia dengan wajah cemberutnya.
" Ada sedikit masalah sayang, ini Opa kalian susah dibangunkan. " Jawab Oma Lili menyalahkan sang suami.
" Opa gimana sih, cucunya mau ikut lomba bermalas-malasan? " cicit Mia sembari memain-mainkan kumis sang Opa.
" Efek sudah tua Dek, " timpal Max.
" Kalau masih muda, kenapa wajah Opa mulai keriput? " Max sengaja menggoda sang Opa.
Hahahah
Seketika gelak tawa Mia, Oma Lili dan Nenek Leni memecah keriuhan di aula itu.
" Nanti Opa akan pergi ke Korea untuk operasi plastik, " ujar Opa Matheo sembari mengecup kening Mia.
" Walaupun Opa operasi plastik tetapi tidak dapat mengalahkan ketampanan Daddy, " potong Mia.
" Sayang Opa juga setampan Daddy kalian ketika masih muda, " jawab sang Opa tidak ingin kalah.
" Kena! Opa menyadari tidak muda lagi, " serkas Mia sembari menarik kumis sang Opa.
" Selamat pagi Bapak/Ibu orang tua murid serta para anak didik kami tercinta. Kita akan segera memulai acara perlombaan puisi tingkat SD, " kata pembawa acara.
" Kita sambut Mawar Sanjaya dari kelas 1, " sang pembawa acara mempersilahkan maju ke depan untuk membacakan puisi susunan sendiri.
Tepuk tangan memenuhi ruangan aula.
" Kita sambut Ferdinan Aliando dari kelas 4," dan sekian kalinya beberapa murid sudah membacakan puisi hasil karyanya sendiri.
" Daddy kemana Oma? " tanya Mia tidak tenang.
" Oma juga tidak tau sayang. Papi hubungi Cull, " titah Oma Lili.
Opa Matheo menghubungi tetapi ponsel Cull tidak aktif.
" Tidak aktif Mi, " ujar Opa Matheo.
" Kemana anak itu, " gumam Oma Lili.
" Kita sambut Mia Angela Sywa kelas 2, kami persilahkan maju ke depan, " sekarang tibalah giliran Mia.
" Sayang ayo semangat! " Semangat Oma, Opa, Nenek.
" Semangat Dek, " timpal Max.
Mia bangkit sembari menoleh ke belakang berharap sang Daddy datang tetapi kekecewaan yang ia dapatkan. Sedangkan ketiga paruh baya itu paham apa yang ada dalam benak Mia.
" Dasar orang tua tidak bisa diandalkan, tau mencetaknya saja tetapi tidak bertanggung jawab," cecar Oma Lili mengumpat putranya.
Dengan tidak semangat Mia berjalan maju ke depan. Bagaimana bisa dia bersemangat karena puisi yang ia buat ingin didengar oleh kedua orang tuanya. Puisi itu ungkapan hatinya kepada kedua orang tuanya.
Tap tap tap
Derap sepatu mengalihkan perhatian semua orang yang berada dalam aula sekolah itu. Di depan wajah Mia yang semulanya gelap kini terang bahkan bercahaya melihat dua sosok yang dinanti-nantikan berjalan menuju barisan kursi dimana tempat keluarganya duduk.
" Daddy, Mommy! " Panggil Mia yang sudah berdiri didepan.
" Ayo semangat Princess, " ujar Cull menyemangati putrinya.
" Semangat sayang, " sambung Ai sembari tersenyum, sehingga membuat Mia serta keluarganya kaget, dan Ai menjadi perhatian mereka.
__ADS_1
Pasangan yang lagi kasmaran itu menduduki dirinya.
" Sayang maaf Mommy hampir terlambat, " kata Ai sembari menciumi seluruh wajah Max karena sudah sangat rindu.
Max terdiam dengan pikiran. Begitu juga dengan kedua mertua serta Mamanya.
" Hmmm nanti akan aku jelaskan, " kata Ai karena paham atas tatapan mereka.
" Max rindu Mommy, " Max langsung memeluk Ai sangat erat.
" Boy kamu anak lelaki jangan manja gitu, " protes Cull sembari melepaskan tangan Max yang memeluk sang Mommy. Ia cemburu melihat apa yang dilakukan putranya.
" Bilang aja Daddy cemburu! Ini balasan karena Daddy hampir saja terlambat, sampai membuat Princess Daddy ingin menangis. " Ungkap Max.
" Maaf Boy, ini karena Mommy kalian. " Cull balik menyalahkan Ai.
" Memutar balikan fakta! " Cibir Ai karena sebenarnya Cull yang banyak drama sebelum ke sini.
" Stop cucu cantikku akan memulai, " sanggah Oma Lili.
Ibu, pengganti Ayah
"Ibuku berjuang seorang diri,
Membesarkanku tanpa bantuan Ayah.
Engkau lelah bekerja setiap hari,
Agar aku bisa makan dan sekolah.
Pengorbananmu begitu besar,
Tak mungkin bisa dibalas.
Jasa-jasamu banyak sekali,
Tak ingin kulihat engkau bersedih. "
I love you Mom....
I love yau Dad....
Prok prok prok
Ai sangat terharu mendengar puisi yang diciptakan Mia sendiri. Bahkan Ai meneteskan air mata, seketika ia mengingat perjuangannya membesarkan Max dan Mia.
" Sayang aku minta maaf, " kata Cull karena ia paham dan mencerna isi puisi Mia.
Ai meremas jari-jemari Cull mencari kekuatan. Puisi Mia sangat tersentuh di hatinya.
Cup
Cull mengecup punggung tangan Ai didepan kedua orang tua dan calon mertuanya.
" Putri kita luar biasa, " kagum dan puji Cull.
Tepuk tangan menyoraki Mia.
" Kami persilahkan Max Adelard Sywa, " pembawa acara mempersilahkan Max maju ke depan.
" Semangat sayang, "
" Semangat Boy, "
Kedua orang tuanya memberi semangat.
Terima kasih Ibu
"Kau mengandungku,
Kau melahirkanku.
Kau mengasuhku,
Kau membesarkanku.
Jika aku sakit,
Kau merawatku.
Jika kau sedih,
Kau menghiburku.
Ibu, cintamu tiada tara,
Kasihmu sepanjang masa.
Tangisku tangismu juga,
Tawamu tawaku juga.
Tuhan dengarkanlah doaku,
Kabulkan permohonanku.
Kuingin membahagiakannya,
Kuingin menyenangkannya. "
I love you Mom....
Menikahlah dengan Daddy.
Prok prok prok
" Sayang, " gumam Ai tidak dapat membendung air matanya lagi. Puisi Max sangat menyentuh hatinya.
" Daddy suka gayamu Boy! Sayang apa kamu dengar permintaan putra kita? "
" Tidak, " jawab Ai.
" Sayang apa kamu ingin aku cium disini? " ancam Cull.
" Bisanya mengancam saja, " cicit Ai.
__ADS_1
" Hmmm, " Cull memainkan matanya menggoda calon istri.
Bersambung....