Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 53


__ADS_3

Pesta Pernikahan


•••••


Cantik, tampan itulah yang melekat kepada kedua calon mempelai. Ai mengenakan gaun berwarna putih menjuntai, sedangkan Cull mengenakan jas warna serupa.


Sesuai kesepakatan mereka melangsungkan pemberkatan di hotel mewah milik keluarga Sywa. Sepanjang prosesi pemberkatan inilah pertama kalinya raja pebisnis itu merasa degdegan serta grogi amat mendalam dihadapan banyak orang.


Setelah pengucapan janji suci pernikahan. Kini mereka melakukan prosesi penyematan cincin.


"Aileen Ariel, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku."


Cull menyematkan cincin berlian dengan harga fantastik ke jari manis Ai sembari menebarkan senyuman.


"Cullen Frey Sywa, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku."


Ai menyematkan cincin berlian dengan desain mewah tetapi simpel ke jari manis Cull dengan mata berkaca-kaca.


"Ciumlah pasangan anda,"


Cup


Cull mencium bibir Ai dengan penuh kelembutan.


" Terima kasih sayang, aku mencintaimu, " bisik Cull sembari mengecup kening Ai. Jujur saja momen seperti ini tidak pernah terpikir sedikitpun dibenaknya, dengan status yang ia sandang semasa mudanya.


Ai hanya bisa membalas dengan senyuman.


Prosesi pemberkatan usai dan para keluarga memberi selamat kepada kedua mempelai yang baru saja sah menjadi sepasang suami-istri.


"Selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru sayang. Mami sangat bahagia, akhirnya kalian bersatu," ungkap Mami Lili sembari terisak memeluk Cull dan Ai bergantian.


"Terima kasih Mami sudah mendukung Cull dari awal," ungkap Cull.


"Terima kasih Mami sudah berlapang dada mau menerima Ai sebagai menantu Mami. Terima kasih telah melahirkan putra Mami dan kini menjadi pendamping hidupku serta Daddy bagi kedua buah hati kami," ungkap Ai dengan terisak.


"Mami sangat menyayangi kamu sayang seperti anak sendiri, apapun yang terjadi jangan segan memberitahu Mami. Hmmm apa lagi jika putra nakal Mami ini menggoreskan luka untukmu, jika itu terjadi langsung ditinggalkan saja." Ungkap Mami Lili.


"Mami itu tidak mungkin terjadi," protes Cull tanpa sungkan merangkul pinggang ramping, lalu mengecup pipi Ai dihadapan kedua orang tuanya.


"Hmmm perjalanan masih panjang, tak sabaran sekali," ujar Papi Matheo menyindir Cull.

__ADS_1


"Papi seperti tak tau saja," balas Cull semakin mengeratkan rangkulan itu. Sehingga membuat wajah Ai bersemu merah.


"Selamat berbahagia Nak, Papi hanya berharap satu hal, jadilah kepala keluarga yang baik dan bijaksana serta bertanggung jawab. Serta menjadi seorang istri yang berbakti bagi suami dan menjadi panutan bagi kedua putra-putri kalian," pesan Papi Matheo dengan mata berkaca-kaca. "Papi harap perilaku yang dulu jangan diulangi kembali, sekarang kamu telah memiliki anak perempuan," ujar Papi Matheo yang ditujukan kepada Cull. "Nak terima kasih kamu mau menerima putra kami, maaf atas perbuatannya dimasa lalu sehingga membuat masa depanmu hancur, serta membuat keluarga kalian menanggung cemohan orang-orang." Ungkap Papi Matheo sembari memeluk Ai sebagai putrinya sendiri.


"Seharusnya Ai yang berterima kasih Papi, kalian mau menerima menantu seperti Ai. Dari segi apapun kita jauh berbeda. Papi adalah pengganti Papa bagi Ai," ungkap Ai sudah tidak dapat membendung air matanya lagi. Sedangkan Papi Matheo mengusap punggung Ai yang tergoncang akibat menangis.


Mami Lili serta dan lainnya terharu melihat hal itu.


Bukk


Kini giliran Cull yang memeluk sang Papi.


"Terima kasih Pi karena telah mendukung atau merestui hubungan kami. Hmmm tentu saja kalian bahagia bukan? apa lagi putra bandel kalian ini telah memberikan dua cucu sekaligus. Serta cucu-cucu penghasil bibit unggul, yang belum tentu orang lain miliki. Papi jangan khawatir, Cull akan bertanggung jawab dan menjadi panutan untuk keluarga kecil kami. Cull sangat mencintai istri Cull karena ia seorang utusan malaikat agar bisa merubah keburukan dimasa lalu Cull," ungkap Cull dengan mata memerah.


" Mama," lirih Ai langsung memeluk wanita yang selama ini menemaninya dari bawah sampai ke tahap ini. Suka duka mereka lalui bersama, pahit manis sudah melekat pada diri mereka. Berkat kesabaran sang Mama, Ai serta kedua buah hatinya ada sampai saat ini.


"Sayang selamat, akhirnya Kakak mencapai kebahagiaan. Inilah hasil buah dari kesabaranmu selama ini. Buah yang Kakak tanam dengan penuh perjuangan, sekarang telah Kakak petik." Ungkap Mama Leni sembari menangis. "Jadilah seorang istri yang berbakti kepada suami serta menjadi Ibu yang baik bagi anak-anak. Bersikaplah lebih dewasa dan jangan biarkan rasa ego yang menguasai diri kita sendiri," imbuhnya kembali.


Mama Leni tersenyum sembari mengusap wajah putrinya yang sangat ia sayangi.


"Tampan, kaya raya, keluarga terpandang, dan lain sebagainya sudah melekat pada dirimu Nak, tetapi kenapa kamu memilih putri Mama yang dari kalangan bawah? apa karena terlanjur ia sudah memberikan anak kembar?. Mama harap itu bukan alasannya kamu menerima putri Mama menjadi pendamping hidup serta menjadi seorang istri." Sejenak Mama Leni menghela nafas. "Apa kamu tau bagaimana perasaan Mama ketika mengetahui putri Mama hamil? tentu saja itu menjadi kabar gembira atau bahagia bagi setiap Ibu, karena itulah tujuan utama berumah tangga. Tetapi tidak dengan Mama, seketika itu hati Mami hancur berkeping-keping, bahkan ingin mati saja. Karena apa? karena status putri Mama belum menikah tetapi dia bisa mengandung, karena Mama tau bagaimana pergaulan putri Mama selama ini. Setelah Mama tau bagaimana kronologi kejadiannya Mama hanya bisa menghela nafas yang begitu menyesakan. Mama tidak ingin egois, karena putri Mama korban dalam kejadian itu. Dengan hati perih serta luka Mama rangkul dengan sisa tenaga yang ada, dan akan memperjuangkan bayi yang ada dalam kandungannya. Tidak sampai disitu masalah yang kami hadapi, warga setempat mengusir kami tanpa perasaan setelah mengetahui putri Mama hamil diluar nikah." Ungkap Mama Leni dengan bahu tergoncang. "Semuanya gelap, semua rencana yang sudah dirancang sirna seketika. Tetapi setelah twins lahir cahaya itu kembali menerangi keluarga kami, walau peluh keringat, terik matahari, serta hujan lebat yang kami tempuh agar bisa mendapatkan sesuap nasi. Hiks hiks...." Tangis pilu Mama Leni mengingat masa-masa itu.


Deg


"Mama ini semua salah Cull. Cull minta maaf Mama," kata Cull dalam dekapan wanita paruh baya rapuh itu. "Cull menikahi dan menjadikan putri Mama sebagai istri karena Cull benar-benar mencintainya, dari awal pertemuan dengan putri Mama, Cull langsung jatuh cinta tanpa mengetahui jika putri Mami sedang memberikan dua anak sekaligus. Cull akan mencintai dan menyayanginya sesuai janji suci yang baru saja kami ucapkan. Terima kasih telah melahirkan dia untuk menjadi pendamping hidup Cull sampai maut memisahkan, terima kasih Mama telah menerima Cull menjadi menantu Mama." Ungkap Cull panjang lebar sembari terisak di pelukan Mama Leni.


"Yang lalu biarkan berlalu, setiap orang memiliki masa lalu masing-masing. Pesan Mama hanya satu, ketika putri Mama punya kesalahan yang tidak dapat kamu maafkan atau kamu sudah tidak mencintainya lagi jangan sakiti dia tetapi kembalikan dia kepada Mama dengan utuh. Karena bagaimanapun keadaannya hanya Mama yang dapat menerimanya." Ungkapan atau pesan Mama Leni sangat menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya.


Dipojok sana wanita paruh baya bungkam. Jujur ia telah menyesali perbuatan yang pernah dilakukannya. Wanita paruh baya itu adalah orang tua dari Exsel mantan calon tunangan Ai.


•••••


Malam resepsi


Di gedung hotel berbintang kini sudah dipenuhi oleh para tamu undangan. Tempat resepsi itu mampu menampung ribuan tamu undangan dalam negeri maupun luar negeri ikut hadir memeriahkan pesta pernikahan pengusaha sukses dan terkenal itu. Apa lagi mengingat ia satu-satunya anak lelaki dari pasangan Tn. Matheo Sywa dan Ny. Liliana Sywa. Sehingga keluarga itu mengadakan pesta resepsi besar-besaran.


Cull maupun Ai sudah di rias oleh MUA profesional. Cull mengenakan jas warna putih serta dalaman kemeja warna serupa ditambah dasi kupu-kupu, sedangkan Ai mengenakan gaun menjuntai berwarna putih. Keduanya tampil memukau, tampan dan cantik. Walaupun sudah memiliki dua anak tidak mengurangi kecantikan atau keindahan tubuh Ai. Bahkan body itu mengalahkan para gadis.


"Sayang cantik sekali, apa tidak ada yang lebih tertutup?" kagum serta protes Cull melihat gaun itu terbuka sehingga memperlihatkan punggung serta bahu mulus itu.


"Yang milih siapa?" Ai hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


"Hmmm sepertinya desainer itu yang salah," umpat Cull. "Daddy tidak rela saja ribuan tamu melihat milik Daddy, cukup hanya Daddy seorang. Mommy tidak cocok mengenakan gaun itu," Gerutu pria yang pernah menyandang casanova itu.


"Iya kamu benar aku memang jelek dan tidak seksi seperti wanita-wanita yang pernah....ah sudahlah," cicit Ai tidak sanggup meneruskan perkataannya karena jujur saja ia merasa jiji* dengan wajah cemberutnya. Sungguh ia cemburu dengan masa lalu suaminya itu. "Enak sekali celup sana celup sini," cibir Ai sembari membuang muka.


"Sayang," seketika Cull menelan salivanya mendengar sindiran Ai sembari mengusap punggung tangannya.


"Jangan sentuh," Ai menarik tangannya.


"Mati, Ibu negara ngamuk," gumam Cull sembari menepuk keningnya.


Brak


Pintu kamar tiba-tiba dibuka dengan kasar. Nonggolah twins dan langsung menghambur memeluk kedua orang tuanya.


"Mommy kenapa wajah Mommy cemberut begitu? apa ada yang menyakiti Mommy?" tanya Mia dengan polosnya.


Ai terdiam dengan wajah tetap cemberut.


"Mommy," panggil Mia sekali lagi sembari menggoncang bahu Ai yang terbuka. Sehingga pertahanan wanita dua anak itu luluh.


"Mommy lagi ngambek sayang jangan diganggu, hmmm tolong bantu Mommy buka resleting gaun Mommy," kata Ai. Tentu saja membuat ketiganya sontak kaget sembari saling memandang dengan kening mengerut.


"Buat apa Mom?" tanya Max maupun Mia, sedangkan Cull tau kenapa istrinya itu berkata begitu.


"Mommy ingin bergantian gaun karena ada seseorang yang protes dengan gaun yang Mommy kenakan," sindir Ai tanpa menoleh kearah Cull.


"Siapa orangnya? biar Mia hajar, bagus begini diprotes dasar sontoloyo," umpat Mia berapi-api.


MendengAr umpatan Mia membuat Cull ciut. Sedangkan Ai terkekeh didalam hati, ia merasa puas. Dan Max tau siapa orang yang dimaksudkan oleh sang Mommy sehingga ide cemerlang di otaknya.


"Apa yang salah dengan gaun Mommy? ini sopan dan layak Mommy kenakan, dari pada sebagian tamu dibawah saja mengenakan baju kurang bahan seperti ingin ke pantai serta rambut warna-warni, belum lagi bibirnya merah merekah." Kata Max. "Daddy kenapa mengundang para wanita begituan? apa semua itu kenalan Daddy?" imbuhnya.


Cull memejamkan mata sembari mengumpat putranya. Perkataan Max tentu saja memanas-manasi hati Ai.


"Sial jangan-jangan dari mereka pernah kupakai," batin Cull ciut. "Mati aku!"


"Sayang tolong ambilkan lingerie warna merah didalam lemari, Mommy akan mengenakan itu untuk menyambut para tamu undangan," kata Ai kepada Mia dengan santainya sembari memainkan kuku-kuku cantiknya.


Deg


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2