
Malam Panjang
•••••
Pesta telah usai, kini hanya tinggal keluarga besar Sywa.
"Sayang kapan rencana kalian akan honeymoon ke Bali?" tanya Mami Lili.
"Sekarang Mi," jawab Cull dengan santainya.
"Tidak sekarang Mami," timpal Ai sembari memainkan kuku-kuku indahnya. Tentu saja wanita itu masi kesal dengan kejadian tadi.
Semua keluar silih berganti memandang Cull maupun Ai dengan kening mengerut.
"Sayang ini sudah kesepakatan kita," ujar Cull.
"Berubah pikiran," jawab Ai masih dengan aktivitasnya.
"Kenapa?" tanya Cull ingin tau apa alasan sang istri membatalkan rencana yang sudah disusun itu.
"Daddy sudah tau jawabannya," jawab Ai cuek.
"Awal yang rumit tetapi menguntungkan," ujar Berry lalu berlalu begitu saja.
Mendengar sindiran Berry membuat Cull mengepalkan tangan.
"Sayang ayo ikut Mommy, malam ini Mommy ingin tidur sama kalian. Ayolah Mommy sangat lelah," Ai menarik kedua tangan twins, memaksakan mengikutinya.
Cull menepuk keningnya melihat kelakuan sang istri.
"Maafkan putri Mama Nak," kata Mama Leni.
"Tidak Ma, ada sedikit masalah itu berawal dariku," jawab Cull.
"Selesaikan dengan kepala dingin, dan buang rasa ego. Hmmm gagal belah duren hahaha," ujar Papi Matheo seperti mengejek Cull, bahkan sembari terkekeh. Setelah mengatakan itu ia menarik tangan Mami Lili ke kamar.
"Papi," desis Cull mengeram.
"Akas! Kau tau apa yang akan kau lakukan? hancurkan dan jangan biarkan tersisa sedikitpun. Gara-gara ****** itu monster mata satu gagal mendapat makanan lezat," ujar Cull dengan raut wajah seramnya.
Glek
Akas menelan salivanya mendengar perkataan sang CEO yang mengarah ke hal intim.
"Apa kau dengar Akas? atau kau juga ingin aku hancurkan?" seru Cull menatap tajam kearah Akas yang hanya terdiam mematung.
"Baik tuan," jawab Akas dengan wajah menunduk.
"Aakkk," teriak Cull sembari mengusap wajah serta menjambak rambutnya frustasi.
•••••
Keesokan hari
"Sayang apa Mommy sudah bersiap?" tanya Cull dengan suara lembutnya.
Ai terdiam tanpa mau menjawab.
"Kakak," peringatan dari Mama Leni sembari melirik Ai.
"Sudah sayang," jawab Ai dengan suara mengeram.
"Boy, princess untuk 2 minggu kalian sementara tinggal di rumah Opa dan Oma ya? karena Nenek serta Uncle Alvian siang ini akan kembali ke kota x," ujar Cull kepada kedua buah hatinya.
"Lama sekali," protes Mia dengan cemberut.
"Apakah selama itu?" timpal Max.
__ADS_1
"Itu tidak lama boy, princes. Hmmm bahkan Daddy maunya berbulan-bulan mengurung Mommy kalian," goda Cull.
"Sayang sudahi," kata Mami Lili tidak ingin memperpanjang obrolan yang mengarah ke hal pribadi, taulah Mia orangnya. Bocah ini akan kuras sampai ke akar-akarnya jika ia belum paham.
"Uncle Vian kenapa cepat sekali membawa Nenek?" cicit Mia.
"Uncle masih banyak pekerjaan cantik," jawab Alvian sembari mencubit halus wajah chubby Mia.
"Nenek kenapa tidak mau tinggal sama Mia? dari dulu kita sama-sama Nenek hiks hiks," kini tangisan Mia pecah, sungguh bocah jenius itu sangat sedih berpisah dengan sang Nenek yang selama ini merawat dan ikut membesarkan mereka.
"Sayang jangan bersedih, bukannya Nenek tidak ingin tinggal bersama kalian tetapi sekarang yang menggantikan Nenek sudah ada Daddy kalian. Hmmm saatnya Nenek tinggal bersama Uncle Alvian, jika ada waktu kunjungilah Nenek, pintu rumah Nenek terbuka untuk kalian." Ungkap Mama Leni sembari terisak.
Semua yang berada di meja makan terharu. Pahit manis sudah mereka lewati bersama, dan kini saatnya Mama Leni melepaskan dahaga. Wanita paruh baya itu tidak merasa takut dan khawatir lagi untuk meninggalkan putri dan kedua cucu-cucunya karena sudah ada pria yang tepat yang tak lain adalah Daddy dari twins dan sekaligus menantunya.
"Dek jaga Mama dengan baik dan perhatikan pola makanannya," pesan Ai kepada Alvian.
"Kakak tenang saja, Mama akan aman bersama denganku," jawab Alvian disertai senyuman.
"Mama baik-baik di sana, dan jangan lupa makan tepat waktu. Kami janji jika ada waktu luang akan mengunjungi Mama. Terima kasi Mama untuk semuanya," kata Ai sembari memeluk sang Mama.
"Kakak jangan khawatirkan Mama. Sayang apa yang pernah Mama terapkan lakukan," kata mama Leni.
Ai mengangguk
Keduanya pamit dan segera menaiki pesawat jet pribadi.
•••••
Didalam jet Ai terdiam hanya menyahut seperlunya saja jika ditanyain. Wanita ini masih kesal saja.
"Sayang Mommy mengantuk?" tanya Cull karena melihat Ai menguap.
Ai hanya mengangguk.
Tidak ingin sang istri tertidur di kursi Cull langsung mengendong Ai ala bridal menuju kamar.
"Jangan banyak bergerak sayang nanti Mommy jatuh," ujar Cull.
•••••
Tiba di Bali menjelang petang. Keduanya sepakat ingin mengisi perut yang sudah mendapat panggilan dari cacing-cacing didalam sana.
"Sayang udahan dong acara ngambeknya. Daddy tersiksa dicuekin Mommy," ujar Cull dengan tatapan sendu karena sampai saat ini Ai acuh kepadanya. "Daddy memang pria brengse* tetapi itu dulu sebelum mengenal Mommy. Daddy sadar jika Mommy merasa menyesal sekarang," imbuh Cull kembali dengan mata memerah. "Daddy akan membersihkan diri," kata Cull langsung bangkit menuju kamar mandi.
Ai tetap terdiam dan kini pandangannya kearah pintu kamar mandi.
Didalam kamar mandi.
Tidak ingin berlama-lama Cull menyudahi acara mandinya dan segera keluar karena tidak ingin Ai menunggu lama.
Ceklek
Pintu kamar terbuka, muncul sosok pria sudah mengenakan pakaian lengkap. Ai memandang dengan tatapan penuh arti sehingga tanpa sangka tatapan mereka bertemu.
"Sayang segeralah mandi, Daddy sudah mengisi air hangat," kata Cull dan langsung melangkah kearah balkon.
Tanpa menunggu lama Ai masuk ke kamar mandi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Ternyata Ai sudah selesai dan kini juga mengenakan pakaian lengkap. Matanya menyipit kearah kasur melihat sosok sang suami yang sudah berbaring dengan posisi membelakangi arah pintu kamar mandi.
Ya Cull memilih untuk tidur karena ia tidak ingin memaksa sang istri meminta haknya dengan paksaan. Cull ingin melakukannya dasar suka sama suka serta keinginan dari keduanya. Melihat kemarahan Ai ia sadar saat ini bukan waktu yang tepat. Bahkan besok ia akan merubah rencananya, untuk segera pulang.
"Sayang segeralah tidur, besok kita akan kembali pulang. Maaf jika Daddy kekeh memaksa pergi ke Bali," kata Cull dengan suara bergetar, ternyata pria itu menahan tangis. Tentu saja Ai tidak menyadarinya karena posisi Cull membelakanginya.
Deg
__ADS_1
Perkataan Cull berhasil membuat Ai menganga dengan mata membulat tidak percaya. Ai beringsut menduduki dirinya ke kasur empuk itu.
"Apa Daddy marah?" lirih Ai dengan pelan.
"Tidak, atas dasar apa Daddy marah," jawab Cull. "Hmmm segeralah tidur," titahnya.
Ai segera membaringkan tubuhnya di samping Cull yang masih membelakanginya, dengan pandangan ke langit-langit kamar vila yang luas dan rapi.
"Sayang Mommy minta maaf," lirih Ai dengan suara sendunya.
Mendengar permintaan maaf Ai tentu saja membuat Cull bersorak dalam hati, ternyata pancingannya dilahap langsung. Tidak ingin menyiakan kesempatan Cull membalikan tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan.
"Buat apa Mommy minta maaf?"
"Maaf," lirih Ai dengan menundukkan wajahnya.
"Sayang," Cull menggeser tubuhnya dan langsung mendekap Ai kedalam pelukannya. "Daddy sangat merindukan Mommy," kata Cull sembari melayangkan kecupan di pucuk kepala Ai.
"Hmmm Daddy wangi sekali," kata Ai malu-mau sehingga ia menelusup wajahnya bersembunyi di dada bidan itu.
"Hmmm ingin menggoda Daddy ya? sayang bolehkah malam ini monster mata satu diberi makanan lezat?" goda Cull tentu saja libidonya sudah bangkit.
Hmmm
Cull bangkit terduduk sembari menarik kedua tangan Ai sehingga keduanya sama-sama duduk di atas kasur. Dengan cepat Cull mendudukan Ai ke pangkuannya.
Cull menangkup wajah Ai
Cup
Ciuman dahsyat mendarat di bibir ranum nan seksi itu. Ai membalas sehingga ciuman itu semakin memanas. Ciuman itu turun kebawah menyapu seluruh bagian sensitif.
"Eeghm," lenguhan dari Ai sembari memejamkan mata menikmati sensasi sentuhan halus yang diberikan sang suami.
"Sayang Daddy sangat mencintaimu," bisik Cull sembari mengigit halus daun telinga itu.
Mata Ai terbuka dan tatapan mereka bertemu.
"I love you!" Gumam Ai langsung menyambar lahap daging tebal yang membuatnya candu.
Cull membaringkan tubuhnya tanpa melepaskan tautan itu. Lalu ia melepaskan pakaian yang masih melekat, sehingga mereka kini tanpa sehelai benang.
Glek
Ai menelan salivanya merasakan dibawah sana mengganjal bongkahan miliknya.
"Mulai sayang, Mommy diatas ya?" bisik Cull.
Cull menuntun Ai dengan kedua tangan menggapai bongkahan dan tanpa sulit monster mata satu terbenam melahap makanan lezat yang sudah bertahun-tahun ini puasa.
"Aah aaah," lenguhan, kicauan dari keduanya.
Sungguh sensasi luar biasa ini mereka nikmati dengan penuh rasa cinta. Merasa tidak tahan lagi. Cull menggulingkan tubuhnya kesamping, lalu membaringkan lembut tubuh sang istri. Dan kini Ai dalam kungkungan.
"Nikmat sekali sayang," suara-suara merdu pujian mengiringi malam panas itu.
"Aah aah aaah," lenguhan panjang dari keduanya dengan mata terpejam. Larva panas keluar dari mulut monster mata satu serta makanan lezat mengeluarkan keju mozarella.
Entah sudah berapa ronde pasangan pengantin baru ini, sampai tenaga Cull terkuras habis.
Cup
"Terima kasih sayang," Cull mengecup kening Ai yang sudah memejamkan mata, kemungkinan sudah tertidur. Sungguh tulang-tulangnya serasa remuk.
Cull menyelimuti tubuh mereka yang masih polos, lalu memeluk Ai.
Ia sangat bahagia malam yang selama ini dinanti-nantikan terjadi juga.
__ADS_1
Bersambung.....