Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 20


__ADS_3

•••••


Kedua pria seperti pinang dibelah dua tetapi beda usia saling memejamkan mata menyesapi seperti ada sesuatu yang selama ini menghilang. Berry serta Akas hanya bisa memandang melihat kedua pria tampan ini seperti saling melepaskan rasa rindu.


" Kenapa Max memperlakukan Cull seperti ini, padahal mereka baru saja bertemu. Sedangkan aku yang sudah lama mengenal dia seakan asing terhadapku. Begitu juga dengan Cull, bukankah dia tidak menyukai anak-anak selain keponakannya sendiri? tetapi lihatlah sikapnya kepada Max seperti anaknya sendiri, ah tidak mungkin!, " batin Berry bergulat dan segera menepis pikiran negatifnya.


" Hmmm, " deheman Berry menyadarkan kedua pria memiliki kemiripan hampir 99% itu.


" Ber katanya kau akan membawa seseorang tetapi kenapa kau membawa hmmm siapa tadi namamu boy? "


" Namanya Max, dan orang itu adalah Max, " sahut Berry malah membuat Cull dan sang Asistennya menautkan kedua alis.


" Maksud kau? "


" Max yang akan membantumu, "


" Jangan bercanda! ini bukan lelucon, " decak Cull masih tidak paham.


" Kau pasti tidak akan percaya jika aku mengatakan ini, " Berry sengaja memberitahu seperti teka-teki.


" Maksud kau apa? aku tidak ingin membuang waktu, kepalaku ingin pecah akhir-akhir ini, "


" Max ini adalah anak didik di yayasan SYWA di kota x khususnya di Kecamatan. Max baru berusia 6 tahun dan sekarang menduduki sekolah dasar kelas satu. Dia bukan anak kecil biasa seperti pada umumnya, dia termasuk anak jenius yang memiliki IQ diatas rata-rata. Awalnya aku juga tidak pernah yakin dan percaya atas kemampuan yang dia miliki. Max menguasai 5 bahasa asing seperti Inggris, Spanyol, Perancis, Portugis dan Mandarin. Bukankah ini sangat luar biasa? bahkan kita saja tidak dapat menyainginya, " mendengar keterangan Berry membuat Cull serta Akas membelalakkan mata dengan mulut menganga.


" Apa kalian ingin tau siapa orang yang mampu memecahkan selisih bagian Administrasi RS SYWA tempo hari? " Berry menjeda ucapannya memandang Cull dan Akas bergantian. " Orang itu adalah Max, bocah jenius dalam pangkuanmu, " ujar Berry tidak ingin membuang waktu karena mungkin Max kelelahan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam dengan menempuh jarak sekitar 7.268.98 miles atau 11,688 km.


" Hah...., " respon Cull bersamaan dengan Akas tidak percaya.


" Jika kalian tidak percaya itu bukan urusanku! akan kubuktikan nanti, " decaknya cemburu melihat perlakuan Max terhadap sepupunya.


" Max sini pindah sama Uncle, dia orang asing yang baru kamu jumpai, " ucap Berry menginginkan Max turun dari pangkuan sepupu maconya.


" Kau kenapa? " tanya Cull sedikit heran terhadap sepupunya.


" Ada saingan ini, " gumamnya pelan.


Sedangkan Max tidak bergeming, sedari tadi kepalanya menyusup di dada bidang, kekar itu dengan tangan Cull mengusap kepalanya.

__ADS_1


" Max, " panggil Berry karena tidak ada respon.


" Hmmm sepertinya ia tertidur, " Cull mendengar deru halus nafas Max. " Jika begitu besok saja kita bicarakan ini, biar aku bawa dia kedalam kamarku, " tanpa mendengar jawaban Berry, Cull langsung mengendong Max membawanya ke kamar pribadi dalam Hotel. Ya di Spanyol perhotelan milik keluarga SYWA yang paling terbesar.


" Seenaknya saja dia membawa calon anakku begitu saja, " decak Berry sedikit tidak suka.


" Hmmm sebenarnya bocah mirip Tuan itu siapanya Tn. Berry? " tanya Akas karena mendengar umpatan Berry.


" Kau tidak perlu tau! " sahutnya dan segera menyusul sepupu arogannya. Akas hanya bisa menggelengkan kepala, tidak lama ia membereskan berkas serta map yang sangat berantakan diatas meja kebesaran sang CEO.


Didalam kamar pribadinya Cull membaringkan tubuh Max dengan penuh kasih sayang. Kecupan di kening Max entah sudah berapa kali mendarat seakan menjadi candu baginya.


" Ada apa denganku? aku sangat menyukai anak ini melebihi kedua keponakanku. Bocah ini menjadi magnet seperti memiliki ikatan batin. Wajahnya ini sangat mirip dengan wajahku, " gumam Cull memperhatikan wajah Max lebih intens, dimana wajah teduh itu terlelap diatas kasur empuk ukuran king size.


" Kau seenaknya saja membawa dia, " tiba-tiba lamunan Cull buyar karena kedatangan Berry.


" Ada apa denganmu brother? sepertinya kau tidak menyukai bocah tampan ini dekat denganku, " ujar Cull sembari membuka lemari pendingin melemparkan minuman kaleng dan disambut oleh Berry.


" Kita bicara di balkon saja, " ajak Berry lebih dulu membawa langkahnya ke balkon. Tanpa menunggu lama Cull menyusul sepupunya.


" Hmmm bagaimana perkembangan monster bermata satu milikmu apakah ada perubahan? atau masih mengalami impoten? " tanya Berry karena selamat 7 tahun ini dia tau jika sang sepupu casanova mengalami masalah yang berakibat fatal.


" Itu peringatan agar kau tobat brother. Berhentilah untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat, " nasehatnya, bukan kali ini saja ia menasehati sepupu casanovanya ini tetapi seakan diabaikan begitu saja semua nasehatnya.


" Aku sudah tobat! hmmm tetapi hampir saja 1 bulan yang lalu aku melakukannya, "


" Maksudnya melakukan apa? "


" 1 bulan yang lalu si monster bermata satu dapat berfungsi hanya melihat tubuhnya saja tanpa menyentuhnya. Wanita cantik serta unik itu berhasil membuat milikku berfungsi kembali, dia beda dengan wanita-wanita yang pernah aku tiduri," ungkapnya membuat Berry menatap wajahnya.


" Wah wanita itu sangat hebat bisa membangkitkan si monster yang sudah karatan. Hmmm apa kau sudah menikmatinya? " tanya Berry lebih dalam karena ini menarik baginya.


" Kau salah! jangankan menikmati tubuh aduhainya, menjamah tubuhnya saja tidak kulakukan hanya sekedar pelukan dan ciuman bibir seperti menempel saja, " ucap jujur Cull dengan apa adanya.


" What? aku tidak percaya akan hal itu. Aku sudah lama mengenalmu, " ujar Berry tidak percaya apa yang dikatakan sepupunya.


" Sudah aku katakan dia wanita spesial, "

__ADS_1


" Jika begitu kejarlah dia dan jangan sia-siakan takut diembat orang lain. Sudahi masa lalu kelammu, mulailah menata masa depan yang penuh bermakna, " sekali lagi Berry memberi nasehat bijak kepada sepupunya.


" Kau benar brother, " dengan tatapan kedepan sembari tersenyum.


" Membuatku penasaran dengan wanita yang berhasil membangunkan si monster, "


" Kau tidak perlu tau karena ia hanya akan menjadi wanitaku. Kau akan terpesona dengan paras cantik serta lemah lembutnya, " ucap Cull dengan tegas.


" Tidak akan karena hatiku sendiri sudah terpaut kepada seseorang. Seperti yang kau katakan wanita yang mampu memporak-porandakan hatiku seperti wanita milikmu yang berparas cantik serta lemah lembut, " Berry tidak ingin kalah memamerkan wanita pujaan hati yang belum ada tanda lampu hijau sama sekali.


" Hmmm jika begitu kejarlah dia sebelum orang lain yang mendahului kau brother, " ucap Cull sembari menepuk bahu sepupunya mereka memang sangat dekat sejak dari kecil, apapun masalah yang mereka sedang hadapi selalu berbagi satu sama lainnya.


" Tenang brother aku lagi berusaha mendekatinya serta putra-putrinya, "


" Putra-putri? jadi wanita yang kau sukai adalah istri orang? " Cull melebarkan kedua bola matanya.


" Hmmm begitulah tetapi tepatnya status janda orang, " ucap Berry tidak mempermasalahkan status sang pujaan hati.


" Hmmm kenapa sama, " gumam Cull.


" Maksud kau? apa wanita yang mampu membangunkan si monster juga seorang menyandang status janda? " tanya Berry sembari merubah posisi duduknya semakin mendekat Cull.


" Huh singkirkan tubuhmu! " karena ia merasa geli dengan sentuhan tubuh Berry, walau ia tau itu hanya karena rasa penasarannya saja. " Iya wanita itu seorang JAHE, " ucapan Cull membuat Berry menyipitkan kedua matanya.


" JAHE? bumbu masakan atau minuman? "


" Janda hebat, " bisiknya di telinga Berry. Sontak membuat pria tidak kalah tampannya menyentil keningnya.


" Hmmm, "


" Wanita pujaan hatiku adalah Mommynya Max, bocah yang sulit akrab dengan siapapun, " ucap Berry tanpa diminta Cull untuk menceritakannya.


" What? " membuat Cull sontak kaget.


" Kenapa kau kaget begitu? "


" Hmmm, " jujur saja mendengar pengakuan Berry ada tidak suka jika sang sepupu menyukai Mommy Max padahal ia tidak tau siapa wanita itu, tetapi batinnya mengatakan tidak rela.

__ADS_1


Kenapa hatiku tidak rela jika Berry menyukai Mommy Max, padahal aku sendiri sudah memiliki wanita yang sebentar lagi kujadikan milikku. Ada apa sebenarnya denganku? disisi lain aku menyukai Mommy twins M dan di satu sisi aku tidak rela Berry menyukai bahkan mengingini Mommy Max, " batin Cull membatin.


Bersambung......


__ADS_2