
Surprise Untuk Mommy
Sesuai janji Cullen dan Aileen mengajak kedua buah hati mereka liburan ke Bali. Untuk liburan kali ini mereka memilih liburan masih dalam kawasan Indonesia. Mereka bosan untuk ke luar negeri.
"Sayang apa kalian sudah siap?" tanya Ai kepada Max dan Mia.
"Sudah Mom," jawab mereka serempak.
"Baiklah jika begitu mari kita let's go," ajak Ai. "Daddy kalian mana?" imbuhnya karena tidak melihat sang suami.
"Sudah duluan ke lapangan Mom, tadi berpesan agar kita segera menyusul," ungkap Mia.
"Dasar, ini semua ulahnya makanya Mommy terlambat bangun," omel Ai seperti gumaman sehingga tidak begitu jelas didengar oleh Max atau Mia.
Tiba di lapangan landasan jet pribadi. Cul asik berbincang-bincang dengan sang pilot.
"Sayang kalian lama sekali," ujar Cull seperti protes.
"Mommy Daddy, lama sekali keluar dari kamar," cicit Mia.
Mendengar penuturan Mia seutas senyuman di bibir seksi mantan Casanova itu. Karena ia tau betul kenapa istri tercintanya itu lama bangun, karena pagi-pagi seperti biasanya si monster mata satu meminta jatah makan paginya.
"Senyam-senyum hmm puasa 1 minggu," ancam Ai sembari menyenggol dada kekar itu dan segera masuk kedalam pesawat tanpa menghiraukan rengekan atas protesnya sang suami.
"Sayang," panggil Cull dengan nada manja menyusul Ai. Sehingga ia mengabaikan kedua buah hati mereka. Ancaman sang istri bukan main-main, bagaimana mungkin ia puasa selama itu apa lagi momen liburan begini.
"Mulai berulah seperti anak kecil," gerutu Mia. "Sangat egois, anak sendiri diabaikan. Kakak mungkin kita hanya anak tiri," sindir Mia dengan wajah juteknya dihadapan kedua orang tuanya.
Mendengar mulut cerewet Mia membuat Cull maupun Ai saling memandang dengan mata menyipit.
"Ayo Dek kita duduk di sana saja. Nanti tiba di Bali kita mencari kedua orang tua kandung kita," ujar Max sembari menarik tangan Mia.
"Sayang,"
"What boy,"
Panggil Cull serta Ai dengan mata membulat. Tetapi tidak dihiraukan oleh kedua buah hati mereka.
"Semua gara-gara Daddy. Mereka jadi ngambek," cecar Ai dengan bibir mengerucut.
"Mau Daddy lahap bibir mengerucut itu?" ancam Cull sembari tersenyum. Dengan cepat Ai membungkam mulutnya dengan telapak tangan.
"Sayang Mommy tarik ya perkataan Mommy tadi?" ujar Cull.
"Perkataan yang mana?" tanya Ai.
"Puasa-puasa itu," jawab Cull.
"Tetap berlaku," balasnya singkat.
"Sayang," bisik Cull sembari mengecup punggung tangan sang istri. "Mommy mau kemana?" Cull menarik tangan Ai sehingga membuatnya kembali duduk.
"Mommy ingin melihat twins sayang," jawab Ai. Walaupun ia marah tetapi panggilan romantis mereka tetap berlaku.
"Sayang mereka lagi ngambek biarkan saja, toh mereka anak jenius bukan?" ujar Cull dengan santainya.
__ADS_1
"Daddy ini sayang mereka tidak sih?" cecar Ai dengan suara meninggi.
"Tentu saja Daddy sayang mereka, melebihi siapapun seperti sama halnya dengan Mommy," ungkap Cull dengan serius.
"Mereka segala-galanya sayang," lirih Ai dengan mata berkaca-kaca.
"Iya sayang," balas Cull langsung mendekap tubuh Ai membawa kedalam pelukannya. "Mereka berdua adalah masa depan kita," imbuhnya kembali sembari mengusap pucuk kepala Ai dan sesekali mengecupnya.
Keduanya terdiam sesaat.
"Apa Mommy ingin beristirahat di kamar saja?" usul Cull.
"Di sini saja sayang, nanti bukannya istirahat," jawab Ai karena ia tau.
"Hmmm jangan berpikiran mesum sayang. Tetapi jika Mommy menginginkannya dengan senang hati Daddy memuaskan Mommy," ujar Cull.
Awww
Ringis Cull karena perutnya dicubit cukup keras.
"Bisa tidak sih bicara diluar dari urusan ranjang," protes Ai.
"Hmmm begitulah jika memiliki suami yang perkasa sayang," ujar Cull dengan memainkan mata.
•••••
Tiba di Bali
Sedari tadi Ai berusaha membujuk Max serta Mia.
"Belum lapar Mommy," jawab mereka serempak dengan sikap cueknya tidak seperti biasanya.
"Sayang ini saatnya untuk makan siang," bujuk Ai sekali lagi.
"Kak ayo kita jalan-jalan disekitar Villa ini. Cari angin segar," ajak Mia.
"Boy, princess apa kalian tidak mendengar apa yang dikatakan Mommy?" suara bariton itu membuat Max dan Mia menghentikan langkahnya.
"Ya sudah jika kalian ingin jalan-jalan sayang," kata Ai berusaha menyunggingkan senyuman padahal dadanya terasa sesak melihat perilaku yang tidak biasa dari kedua buah hatinya.
Setelah kepergian Max dan Mia. Ai bangkit dan berdiri di balkon menghadap pemandangan indah air laut dari Villa tersebut. Pandangannya jauh ke depan.
"Sayang ada apa? jangan bawa dalam hati atas perkataan atau sikap twins," ujar Cull sembari mengusap punggung sang istri.
"Biasanya mereka tidak seperti itu sayang, apa salah Mommy?" kata Ai dengan wajah sedihnya.
"Namanya juga anak-anak sayang," imbuhnya kembali. "Sayang lebih baik Mommy istirahat sekarang, nanti malam kita akan makan malam." Ujar Cull. "Hmmm jangan lupa berdandan cantik," sambungnya kembali.
"Makan malam kok harus dandanan," protes Ai.
"Ini makan malam spesial sayang. Hmmm ya sudah Daddy ingin menghampiri anak-anak, Mommy segeralah istirahat," ujar Cull.
Cup
Setelah mengecup sekilas bibir sang istri ia berlalu keluar kamar untuk menemui twins.
__ADS_1
•••••
Malam tiba
Ummm
Ai mulai menggeliatkan tubuhnya dan berusaha membukakan mata.
"Hah sudah malam," gumamnya terkejut melihat bayangan gelap dari celah jendela yang sengaja tidak ditutup gorden keseluruhan. "Ya ampun bisa-bisanya aku tidur kayak orang mati saja, bagaimana keadaan suami dan twins," gerutu Ai mengerutuki kelalaiannya. De gan cepat ia bangkit dan segera membersihkan diri.
Didalam kamar mandi ia melihat secarik kertas di atas wastafel.
"Sayang segeralah susul kami di taman belakang villa. Pakai gaun yang sudah Daddy taruh di atas sofa."
"Aduh pasti mereka sudah lama menunggu, Siap-siap mendapat amukan anak-anak," gumam Ai.
Tidak butuh lama Ai sudah bersiap, kini tinggal mengoleskan lipstik tipis ke bibirnya. Gaun warna hitam pemberian sang suami sangat pas di tubuhnya.
Ai keluar kamar langsung menuju taman. Dari kejauhan Ai bisa melihat kedua buah hatinya dengan sang suami, tetapi sosok di samping Cull siapakah itu.
"Mommy," panggil Max serta Mia.
Sedangkan Ai menatap wanita yang berada di samping sang suami dengan sikap tak biasa.
"Mom, Daddy jahat. Daddy jahat Mom hiks hiks," tangis Mia.
"Ada apa sayang?" tanya Ai dengan perasaan aneh.
"Daddy memiliki kekasih Mom. Tante itu adalah kekasih Daddy," ungkap Max.
Hahaha
"Jangan bercanda sayang itu tidak mungkin, Daddy tidak mungkin melakukan itu." Jawab Ai terkekeh.
"Dar ayo katakan kepadanya jika aku adalah kekasih kamu," tiba-tiba wanita itu membuka suara sehingga membuat Ai menghentikan tawanya.
"Sayang apa maksud semua ini?" teriak Ai.
"Iya benar jika dia adalah selingkuhan Daddy selama ini," ujar Cull sembari menatap Ai.
Deg
Pernyataan Cull seketika dunia seakan runtuh yang dirasakan Ai.
"Jangan bercanda sayang," kekeh Ai dengan mata mengembun, ia masih mengira ini hanya candaan sang suami.
"Daddy tidak bercanda, ini adalah kenyataannya. Daddy harap kalian bisa menerimanya," ujar Cull dengan wajah seriusnya. "Sebentar lagi kami akan menikah," imbuhnya.
Duarr
Bersambung.....
__ADS_1