
Max Angkat Bicara
•••••
Mendengar pengakuan Cull membuat semuanya saling memandang.
" Bangunlah Nak, ini tidak pantas kamu lakukan. Ini semua bukan salah kamu sepenuhnya, " ucap Mama Leni terenyuh atas permintaan maaf Daddy cucu-cucunya. " Masalah kamu akan menikahi putri Mama, Tante tidak ingin ikut campur. Semua Mama serahkan kepada Aileen sendiri, apapun keputusannya Mama terima, tetapi sebelum kamu mengambil keputusan lebih baik pikirkan secara matang-matang dan merunding dulu dengan keluarga. Putri Tante tidak sepadan bersanding dengan kamu Nak, perbedaan kita sangat berbeda," ungkap Mama Leni dengan sikap bijak dan menyerahkan semua keputusan kepada Ai.
" Lebih baik kalian bicarakan berdua soal ini, kami tidak ingin ikut campur karena ini masalah pribadi kalian. Tetapi kami berharap yang terbaik, jangan egois pikirkan masa depan putra-putri kalian. Karena Max akan menjadi penerus perusahaan SYWA kedepannya, " ujar Papi Matheo dengan sikap bijak. " Nak Aileen demi apapun Papi sebagai orang tua dari Cullen minta maaf, karena ulah kenakalan dia kamu menanggung aib. Terima kasih kamu telah merawat bahkan membesarkan kedua cucu kami tanpa tanggung jawab dari kami, " sambung Papi Matheo dengan mata berkaca-kaca sembari memandangi Max dan Mia secara bergantian. " Ny. Leni saya minta maaf atas nama Cullen, terima kasih karena telah menjaga cucu-cucu hebat, jenius kami, " ungkap Papi Matheo kepada Mama Leni.
Ai dan Mama Leni saling memandang. Keduanya menanggapi Papi Matheo dengan mengangguk disertai senyuman.
" Sayang Mami minta maaf! " Mami Lili mendekati Ai sembari menggenggam tangan Ai. " Mami----"
Ai menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Tidak lama ia peluk wanita yang ternyata Oma dari anak-anaknya. Ai sama sekali tidak dendam atas kejadian waktu itu.
" Cukup Mami, lihatlah kecantikan Mami jadi luntur akibat mata panda Mami hmmm, " Ai melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah wanita paruh baya yang berada didepannya. Ai mengusap sisa air mata dikedua pipi Mami Lili dengan ibu jarinya.
" Kamu memang wanita yang sangat baik sayang, Mami tidak salah lagi memilihmu. Dari awal bertemu Mami sudah jatuh hati kepadamu sayang, " ungkap bahagia serta hari Mami Lili.
Cull semakin menginginkan Ai menjadi miliknya secepatnya. Tetapi nyatanya ia harus lebih berjuang lagi untuk mendapatkan hati Ai.
Begitu juga dengan Cintaka, wanita yang sedang mengandung itu juga minta maaf dengan sepenuh hati kepada Ai dan kedua keponakannya. Ruangan itu penuh dengan isakan para wanita.
" Sebelumnya saya minta maaf! Untuk masalah Rey ingin melamar saya, untuk saat ini saya belum siap. Beri waktu untuk saya berpikir, banyak hal yang harus saya pertimbangkan. " Ungkap Ai tidak ingin terburu-buru mengambil langkah karena ini bukanlah semacam mainan. Ia menginginkan pernikahan sekali seumur hidup sama seperti wanita-wanita lainnya.
" Berarti Daddy bisa tinggal dengan kami dong, Mia ingin tidur disamping Daddy yang sesungguhnya, " ungkap Mia dengan polos.
" Daddy minta maaf sayang selama ini kalian tidak mengenal sosok Daddy, dan tidak mendapat kasih sayang dari Daddy. Pasti kalian terluka, " batin Cull dengan dada sesaknya.
" Tentu Princess, bahkan kita akan tidur berempat satu kamar, " jawab enteng Cull.
" Cullen! " hardik Papi Matheo dan Mami Lili.
__ADS_1
" Kamu ingin membuat dosa untuk kedua kalinya? " cicit Mami Lili.
" Kalau ini tidak akan terjadi Mi. Dulu itu karena Cull dijebak dengan obat sia*an itu sehingga tidak bisa menghindari, " ungkap Cull seketika mengingat adengan panas bersama Ai.
" Alasan! " desis Mami Lili.
Sedangkan wajah Ai bersemu merah ketika Cull mengingatkan kejadian itu, apalagi pria itu menggodanya dengan memainkan mata.
" Boy apa kamu tidak senang dengan semua ini? " tanya Cull karena putra tampannya sejak tadi hanya terdiam saja. Cull ingin Max seperti Mia yang sangat senang dan bahagia.
" Tentu Max bahagia! Ada satu permintaan Max yang harus Daddy turuti! " Ucap Max dengan wajah seriusnya.
" Katakan Boy apapun akan Daddy kabulkan, asalkan jangan nyawa Daddy, " ujar Cull dengan candaan.
" Berarti Daddy tidak benar-benar menyayangi kami, " jawab Max sembari mendelik mata.
" Bukan begitu Boy, jika Daddy mati berarti Daddy tidak bisa mendampingi maupun menjaga kalian. Apalagi Daddy ingin menikahi Mommy, tolong bujuklah Mommy, " terang Cull.
" Apa? casanova? hmmm pantas saja raja ngegombalin, " Ai membatin dengan perasaan ngeri, ia tau arti dari julukan casanova itu.
Cull menarik dan menghembuskan nafas dalam-dalam. Perkataan Max membuatnya kelabakan, sedangkan kedua orang tuanya mengulum senyuman. Sedangkan Cintaka dan Exsel sudah duluan pulang karena ada kepentingan mendadak.
" Hmmm katakan kamu ingin apa Boy? " Cull sengaja ingin mengalihkan pembahasan ke arah yang sangat ia sesali itu.
" Lusa adalah pertepatan hari Ayah, dan-----, "
" Iya Dad! Guru mengundang para orang tua khususnya Ayah untuk mendampingi anak-anak maju ke depan. Mia mewakili kelas untuk bernyanyi Dad, " Mia memotong begitu saja perkataan Max.
Cull terpaku mendengar penuturan Mia.
" Max ingin Daddy mengakui status kami berdua dihadapan semua orang, katakan jika kami bukanlah anak hara* seperti yang selama ini orang kira. Katakan kepada seluruh dunia jika kami memiliki sesosok Ayah seperti orang-orang pada umumnya, katakan Daddy! " Ungkap Max dengan raut wajah serius dan menggebu.
Cull beserta kedua orang tuanya terenyuh mendengar permintaan Max. Sungguh kasiannya mereka selama ini tanpa ada sosok seorang Ayah.
__ADS_1
" Tentu sayang Daddy akan mengumumkan secara langsung bahkan akan mengundang beberapa media, agar seluruh dunia mengetahui jika Cullen Frey Sywa sang CEO dari perusahaan SYWA GRUP sudah memiliki anak kembar yang jenius yaitu Max Adelard Sywa dan Mia Angela Sywa. Hmmm bahkan jika tidak keberatan Daddy juga akan mengenalkan Mommy ke publik, " ujar Cull menyetujui dan mengabulkan permintaan pertama
Max.
" Tidak perlu karena aku------, "
" Apanya yang tidak perlu sayang? itu sangat penting bagimu. Saatnya kamu mendapat keadilan, biar semua orang yang telah menghina dan memperlakukanmu tidak adil dan sebagainya akan tau jari dirimu dan cucu-cucu Mami, " Mami Lili langsung memotong ucapan Ai karena ia tau jika calon menantunya keberatan.
" Apa yang dikatakan Mami benar Nak, tetapi jika kamu merasa keberatan kami tidak bisa memaksa, " imbuh Papi Matheo dengan bijak.
" Rey lupakan permintaan Max, dia hanya anak kecil yang masih polos sehingga itu hanya candaan, " ucap Ai kepada Cull.
" Max tidak bercanda Mom, selama ini Max tidak pernah meminta apapun dari Mommy. Dan inilah pertama kalinya Max meminta sesuatu, tetapi jika Mommy merasa keberatan Max tidak bisa memaksa, apa yang dikatakan Opa benar, " jawab Max sedikit merasakan kekecewaan atas penolakan sang Mommy.
" Sayang permintaanmu terlalu berlebihan! " Lirih Ai agar Max dapat mengerti.
" Apanya yang berlebihan? itu hak dia, aku saja menyetujuinya kenapa kau yang keberatan? mereka juga anak-anakku jadi mulai sekarang mereka menjadi tanggung jawabku! " Ucap tegas Cull.
" Baru beberapa jam menjadi Daddy kandung mereka kamu sudah berani mengatur mereka? " desis Ai sedikit tidak suka.
" Aku berhak mengatur mereka karena mereka adalah darah daging ku, "
" Aku yang mengandung dan melahirkan mereka, merawat sampai sebesar ini, " sindiran Ai berhasil membuat hati Cull tercubit.
" Kalau tidak ada aku mereka tidak akan lahir ke dunia ini. Lihatlah berkat bibit unggul dariku mereka memiliki paras tampan dan cantik serta memiliki IQ diatas rata-rata. Jangan egois! "
" Aku merasa khawatir jika mereka di didik oleh kamu, khususnya Max. Aku tidak mau mereka mengikuti jejak Casanova yang sudah melekat pada dirimu itu, " cicit Ai dengan wajah tidak suka dan merasa jiji*.
Mendengar ocehan Ai membuat Cull mengulum senyum senang.
" Aku sudah tobat selepas menidurimu sayang, selama ini aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun karena si monster bermata satu kesayanganmu tidak berfungsi, kecuali kepadamu, " bisik Cull sangat pelan di telinga Ai.
" Gombal! " Balas Ai berbisik juga.
__ADS_1