
•••••
1 minggu telah berlalu
Hari ini Cull mengajak Max jalan-jalan ke pusat pembelanjaan terbesar di Negara Spanyol. Besok keduanya akan terbang kembali ke tanah air tercinta. Berry 3 hari yang lalu lebih dahulu pulang karena ada urusan mendadak.
" Boy, apa kau sudah siap? " tanya Daddy Cull sembari menggulung baju tangan kemejanya sebatas siku.
" Sudah Dad, " balas Max baru saja memakaikan sepatunya.
" Jika begitu kita berangkat, Uncle Akas sudah menunggu di mobil, " Daddy Cull meraih pundak kecil Max membawanya keluar kamar.
Kini ketiganya sudah berada dalam mobil mewah milik Daddy Cull khusus untuknya saat berada di Spanyol. Tidak butuh waktu lama mobil mewah yang dikendarai Akas terparkir di basemen Mall terbesar.
" Kita sudah sampai Tuan, " Akas memberitahu, pintu mobil terbuka sendiri dengan aset pengaturan.
Cull tidak melepas genggaman tangannya pada telapak kecil tangan Max. Sedangkan Akas mengikuti dari belakang. Kedua pria tampan beda usia didepannya membuat Akas takjub, bagaimana tidak CEO singlenya mengiringi seorang bocah kecil tidak ubahnya seperti putranya sendiri.
" Boy kau ingin membeli apa? pilihlah barang yang ingin kau mau, " ucap Daddy Cull.
" Max ingin membeli hadiah untuk Mommy, Nenek serta Adik Max Dad. Apakah boleh? tetapi Max tidak memiliki uang, " ucap polos Max membuat Cull mengulum senyum.
" Kau tenang saja Boy! Mall ini saja Daddy mampu membelinya, uang Daddy tidak akan habis hanya sekedar membeli barang yang ingin kau mau, " ucap sombong Daddy tampannya. Max tidak akan terkejut karena ia sedikit tau aset kekayaan dari pria tampan yang ia panggil Daddy ini memiliki angka nominal diatas rata-rata.
" Benar Dad? " ucap girang Max.
" Hmmm, " Daddy tampannya mengangguk kepala. " Mommy, Nenek serta Adikmu menyukai apa? Daddy akan beri hadiah sebagai ucapan terima kasih karena bantuanmu, "
" Dari dulu Max ingin sekali membelikan hadiah kalung untuk Mommy, karena Nenek pernah bilang kalung pemberian Nenek dulu tidak sengaja dihilangkan Mommy. Tetapi sayang Max tidak memiliki uang sebanyak itu, " ungkap Max dengan jujur.
" Hmmm biar Daddy saja yang membelikan. Kau pilihlah barang yang ingin kau beli, Uncle Akas yang menemanimu. Daddy kesana dulu, " ucapnya dan segera melangkah kearah tokoh koleksi berlian asli.
Pilihan Cull jatuh pada kalung berlian The Heart Of The Ocean. Sepintas kamu bakal teringat dengan berlian yang digunakan oleh Rose di film Titanic. Kalung berlian yang satu ini memang terinspirasi dari kisah tersebut.
Berlian biru berbentuk hati yang cantik ada ditengahnya serta dikelilingi oleh puluhan berlian putih membuat Harry Winston mematok harga mencapai US$ 20 juta atau setara Rp 280 miliar perbuahnya.
" Aku juga akan membelikan buat Mommy twins M, " gumamnya, seketika ia mengingatkan wanita yang mampu membangunkan si monster bermata satu.
Pilihan Cull jatuh pada Cincin berlian The Cullinan Dream harga mencapai USD 25,4 juta atau setara Rp 358 miliar. Fakta bahwa berlian biru sangat langka membuat kolektor dan pecinta berlian menciptakan permintaan yang kuat untuk berlian jenis ini. Didapatkan dari tambang Cullinan di Afrika Selatan, berlian ini dikategorikan salah satu berlian paling indah di Bumi.
__ADS_1
" Terima kasih Tn. Sywa atas kunjungan Tuan, " ucap pemilik tokoh koleksi berlian di seluruh dunia dengan sangat hormat.
Cull meminta secarik kertas serta bolpoin. Menuliskan sesuatu dan diselipkan pada kotak kalung berlian untuk Mommy Max. Setelah dibungkus indah Cull keluar tokoh dan mencari keberadaan Akas serta Max.
" Kemana mereka, " keduanya sembari meraih ponselnya ternyata kehabisan baterai.
Tiba-tiba datang seorang wanita bule dengan pakaian kurang bahan menghampiri Cull yang sedang memandang kesetiap arah bermaksud mencari keberadaan Akas dan Max.
" Cullen, " panggil salah satu dari wanita itu. Ternyata wanita satu ini pernah dipakainya sewaktu berkunjung di Spanyol tetapi hanya sekali pakai saja.
" Kimmy, " gumam Cull masih mengenali wanita ini.
" Kamu masih mengingatku?, " tanya wanita bernama Kimmy dengan bangganya karena pria maco dan perkasa ini masih mengingatnya. Selama ini Kimmy selalu menghubunginya tetapi selalu diabaikan oleh Cull.
" Hmmm, " Cull bersikap cuek bahkan dia risih dengan sentuhan tangan Kimmy di lengannya.
"Dad-Daddy....., " teriak Max dari kejauhan. Max menatap tajam karena ia melihat seorang wanita seksi sedang menggoda sang Daddy.
" Boy apa kalian sudah selesai? "
" Dia siapa Dad? " mendengar panggilan Max membuat Kimmy membulatkan mata dengan menutup mulutnya tidak percaya. Kapan pebisnis sukses ini menikah, sedikit saja kabar berita itu tidak ada.
" Aku-aku adalah pacar Cullen, " ngaku Kimmy dengan percaya diri, bahkan dia menggandeng mesra tangan Cull.
" Oma? muda dan cantik begini kamu ngatai aku Oma? apa matamu sudah buta? "
Plak
Satu tamparan di mulut Kimmy melayang.
" Siapa kau beraninya mengatai putraku dengan mulut kotormu itu? sekali lagi kau hina putraku akan kubuat kau tidak bisa menghirup udara segar, " bentak Cull dengan tatapan membunuh. Darahnya mendidih mendengar kedua kalinya Max di maki seperti itu. Seakan mata Max milik dirinya sehingga ia tidak akan tinggal diam jika ada seorang membentak atau memaki Max.
" Maaf, " lirih Kimmy sembari mengusap bibirnya karena mengeluarkan darah segar akibat tamparan kuat di mulutnya.
" Menghilang dari pandanganku, " bentak Cull dengan tatapan masih membunuh, sedikitpun rasa iba tidak ada padahal ia pernah tidur dengan wanita bule ini.
" Boy kau tidak apa-apa? " tanya Cull karena melihat Max diam dengan tatapan dingin, seperti tidak menyukai dengan kejadian tadi.
" Jadi ini jati diri Daddy yang sebenarnya? " Max yakin dan percaya jika sang Daddy adalah pria casanova.
__ADS_1
" Maaf Boy, " ucap Cull dengan tertunduk. Melihat sang CEO membuat Akas hampir saja pingsan, bagaimana tidak Tuannya meminta maaf dengan tatapan atau wajah memelas seperti itu.
" Daddy dicoret dari daftar pria untuk Mommy, " ucap Max tidak ubah dari gayanya, ia menarik tangan Uncle Akas mengajaknya keluar dari Mall.
" Apa? dicoret? daftar untuk Mommynya? " gumam Cull tidak mengerti dengan ucapan Max. Tidak lama ia berlari kecil mengejar keduanya yang sudah menjauh dari pandangannya.
Sepanjang jalan menuju hotel tempat mereka menginap tidak ada obrolan sama sekali, bahkan Max duduk didepan kemudi bersama Akas. Max yang pada awalnya pergi tadi tidak berhenti berbicara kini seakan menjadi patung, bahkan ia enggan untuk menoleh kebelakang.
" Boy apa kau tidak ingin es krim? " sepanjang jalan Daddy tampan menawarkan es krim padanya tetapi selalu mendapat gelengan kepala dari Max.
" Hmmm dia kenapa? sifatnya persis sepertiku, " gumam Cull dengan pelan.
30 menit mobil mewah yang membawa mereka sudah terparkir di basemen perhotelan. Ketiganya turun dengan cepat Cull meraih tangan Max lalu menggenggamnya erat karena ia tau bocah kecil ini pasti ingin melepaskannya.
" My baby, rupanya kamu berada di Spanyol juga? hmmm aku merindukanmu, " tiba-tiba wanita seperti orang asia menghampiri Cull dan langsung mengecup pipinya.
" Menyingkir! " bentak Cull dengan sikap acuhnya.
" Baby apa kamu tidak ingin bermain denganku? aku merindukan keperkasaanmu, " bisik wanita itu dengan nada sensualnya.
" Tutup mulutmu!, " bentak Cull sekali lagi.
" Uncle Akas ayo kita duluan. Daddy masih sibuk dengan wanitanya, " ajak Max sembari menarik tangan Akas dengan wajah muramnya.
Akhirnya Max serta Uncle Akas meninggalkan loby menuju lip untuk mengakses ke kamar tempat mereka menginap.
" Menghilang dari hadapanku! gara-gara kau putraku jadi marah, " bentak Cull menepuk-nepuk bekas sentuhan dari wanita tersebut.
" Putra? kapan dia menikah dan sekarang memiliki seorang putra sebesar ini? " gumam wanita tersebut bengong dan tidak menyadari kepergian sang casanova.
Di kamar pribadinya Cull mondar mandir. Bagaimana tidak ternyata Max memilih tidur di kamar Asistennya, bahkan dia enggan untuk bertemu dengannya.
Cull sudah mengirim pesan kepada Akas, jika bocah jenius memiliki sifat kedewasaan ini sudah tertidur ia akan masuk ke kamar itu untuk memindah di kamarnya. Ini malam terakhir bagi mereka di Spanyol, dalam arti akan berpisah jika sudah sampai di negara asal.
Kini Max sudah terbaring di kasur empuk ukuran king size milik Cull. Cull berhasil memindahkan bocah tampan ini ke kamarnya tanpa hambatan. Lihatlah sekarang ia meringkuk nyenyak tidur dalam pelukan Daddy tampannya.
" Kau lucu sekali Boy, masalah orang dewasa kau sudah mengerti, " gumam Cull sembari membelai rambut halus milik Max.
" Wajahmu dan wajah Daddy seperti jiplakan, hanya bulu mata serta alismu yang membedakan kita. Hmmm apa wajah Daddy kandungmu seperti ini?, " imbuhnya kembali sembari mengecup kening Max dengan kasih sayang.
__ADS_1
Cull sibuk dengan bermacam pikiran. Lelah dengan pikirannya ia akhirnya terlelap menyusul Max ke alam mimpi.
Bersambung.....