
•••••
1 bulan kemudian
Tepat hari ini disela kesibukannya Cull menyempatkan diri berkunjung ke kota x khususnya menuju Kecamatan untuk menemui wanita yang sudah dirindukannya yaitu Mommy twins M.
Sepanjang jalan menuju ke rumah Mommy twins M, Cull menimang benda kecil berbentuk kotak yang terbungkus indah di telapak tangannya. Rasanya kesabaran sudah tidak bisa ia tahankan lagi, hari ini adalah waktu yang tepat baginya.
" Kuharap kau mau menerimanya JAHE hmmm, " gumam Cull sembari terkekeh karena menyebut Mommy twins M dengan sebutan seperti itu.
" Sudah sampai Tuan, " ucap sang supir memberitahu Tuannya, ia membuka pintu mobil untuk Cull.
Dengan tidak sabarnya Cull turun begitu saja, belum sempat dibukakan oleh supir. Dengan gaya coolnya ia membawa langkah kakinya untuk memasuki perkarangan rumah yang semakin tidak terawat.
Tok tok tok
Cull mengetuk pintu rumah itu dengan semangat. Ia masih sangat ingat bagaimana bunyi yang ditimbulkan pintu tersebut ketika dibuka atau ditutup.
Tok tok tok
Cull mengulang berapa kali ketukan tetapi tidak ada respon sama sekali.
" Mommy twins M..... Mommy twins M, " panggil Cull pada akhirnya karena sudah beberapa kali pintu diketuk tidak ada respon dari orang rumah.
" Kemana dia? atau sedang keluar? " gumamnya sembari mengusap keringat yang bermunculan di keningnya karena pengaruh cuaca panas.
" Mommy twins M, " panggilnya sekali lagi.
Walaupun cuaca panas tidak menyurutkan semangat dan usahanya untuk bertemu wanita yang berhasil mengaduk hati dan membuat alat vitalnya berfungsi kembali.
" Hmmm mencari siapa? " tiba-tiba datang 2 orang wanita bermake-up tebal serta gincu merah merekah mendatangi Cull.
" Oppa Korea....., " salah satu dari wanita itu menjerit mengagumi wajah tampan Cull tidak ada bedanya dengan oppa-oppa di Korea.
" Hmmm Mommy twins M kemana ya? " Cull menanyakan keberadaan sang pemilik rumah, mau tidak mau ia harus bersikap ramah supaya mendapatkan informasi.
" Si JAHE ya....? dia sudah dibawa pergi dari desa ini oleh lelaki tampan, tetapi masih dibawah ketampanan oppa, " ujar salah satunya.
Deg
" Iya hampir 1 bulan ini mereka diboyong ke kota x. Alasan lebihnya kami tidak tau karena kami memang tidak ingin tau. Bagi kami menguntungkan si JAHE itu minggat dari desa ini, para suami-suami kami aman, " timpal temannya menjelek-jelekan Mommy twins M.
" Yang pastinya pria tampan yang memboyong mereka, mungkin saja itu salah satu suami kontraknya, " sambungnya lagi.
__ADS_1
" Cukup, " bentak Cull dengan wajah ganasnya dengan tatapan tajam sehingga membuat matanya memerah.
Kedua tangannya terkepal erat mendengar keterangan dari wanita bermake-up tebal ini. Hawa panas menjalar diseluruh tubuhnya mendengar jika ada pria lain di tengah-tengah keluarga Mommy twins M.
" Tn. muda, " panggil sang supir bersama salah satu Bapak menghampiri Cull yang masih berdiri mendengar ocehan dari kedua wanita yang diyakini tetangga pemilik rumah ini.
" Selamat siang Tn. muda Sywa, " sapa sang Bapak.
Deg
" Tn. muda Sywa!, " gumam kedua wanita serempak sembari menutup mulutnya dengan mata melotot saling berpandangan.
Cull mengangguk merespon sapaan seorang Bapak yang ia belum ketahui siapa.
" Saya ketua RT di desa ini. Tuan ingin mencari siapa? " tanyanya serta memperkenalkan dirinya.
" Sang pemilik rumah ini yang biasa dipanggil Mommy twins M, " ucap Cull.
" Oh Nak Aileen! 3 minggu yang lalu mereka telah pindah ke Ibu kota Tuan, " terang ketua RT.
" Hmmm apa Bapak tau alamat rumah mereka disana? " Cull berharap Pak RT tau.
" Maaf Tuan masalah itu saya tidak tau karena mereka juga tidak mengatakannya. Alasan Nak Aileen pindah karena prestasi dari kedua anak kembarnya, mereka mendapatkan beasiswa dari sekolah ternama, " jelas Pak RT sedikit tau mendengar gosip-gosip yang beredar, yang bersifat positif saja diambilnya.
" Oh begitu!, " Cull merasa sedikit kecewa karena telah gagal bertemu dengan Mommy twins M.
•••••
Di rumah cukup luas keluarga kecil twins M menjalani aktivitas seperti biasanya. Berkat dari hasil lomba serta prestasi kedua anak kembarnya, keluarga ini mampu membeli rumah sederhana yang sangat jauh berbeda dari hunian mereka sebelumnya di desa.
Alfian sang Adik sudah menyandang gelar sebagai Dokter umum di RS ternama di Ibu kota. Untuk mencapai itu Alfian mendapatkan beasiswa sehingga tidak merepotkan sang Mama dan Kakaknya untuk membiayai perkuliahannya. Dan sekarang mereka dapat berkumpul satu rumah kembali.
Sedangkan twins M sekolah masih di yayasan yang sama, tetapi yang membedakan sekarang mereka sekolah di pusat. Sebenarnya keduanya bosan untuk mempelajari di sekolah karena itu sangat gampang bagi keduanya. Tetapi mau tidak mau keduanya mengikuti peraturan karena masalah usia.
Seperti pagi ini keluarga harmonis penuh kebahagiaan ini menyantap sarapan yang dibuatkan oleh sang Mommy.
" Sayang.....kapan Mommy bisa bertemu dengan Daddy tampan yang kamu katakan? " tanya sang Mommy karena gagal terus. " Mommy hanya ingin mengembalikan hadia yang tidak pantas Mommy Terima, " sambungnya lagi.
" Entahlah Mom kelihatannya Daddy tampan sangat sibuk, " sahut Max karena semenjak dari Spanyol mereka juga belum bertemu kembali.
" Huh, " sang Mommy menghembus nafas beratnya.
" Mia jadi penasaran sekali dengan Daddy tampan yang Kakak katakan. Kapan Mia bisa bertemu dengannya Kak? " ternyata bocah cantik serta imut ini ingin sekali bertemu dengan Daddy tampan.
__ADS_1
" Hmmm, "
" Uncle cepat habiskan sarapannya, " ucap Mia kepada Uncle Alfian karena mereka berangkat sekolah diantar oleh sang Uncle, kebetulan satu arah dan hanya berjarak beberapa meter saja letak sekolah dan RS.
" Sayang sabar! tidak baik bersikap begitu kepada Uncle, " peringatan sang Mommy dengan nada lembutnya.
" Maaf Mom, Uncle, " ucap Mia dengan bersungguh-sungguh. Dan mendapat anggukan dari keduanya sembari mengukir senyuman.
Merasa sudah siap Uncle Alfian, Max dan Mia berpamitan berangkat ketempat tujuan masing-masing. Berkat rezeki kedua twins M mereka bisa membeli mobil bekas yang masih layak untuk dipakai untuk antar jemput si twins kemana saja mereka pergi.
Dan kini tinggallah Mama dan Ai. Ai mencuci piring kotor terlebih dahulu, ia tidak ingin membuat sang Mama kelelahan mengurus rumah. Ia ingin sang Mama melewati masa tuanya dengan bersantai. Sudah cukup wanita yang melahirkannya ini bekerja keras untuk membesarkan dirinya dan sang Adik sampai pada kedua anaknya.
Dan berkat rezeki kedua anak kembarnya, serta keberhasilan sang Adik mencapai cita-citanya, ditambah lagi hasil dari usaha kuenya mampu membiayai hidup mereka. Mengangkat derajat kemiskinan yang bertahun-tahun mereka alami. Terik matahari, tertimpa hujan serta petir sudah menjadi teman setiap harinya bagi Ibu dan anak ini.Belum lagi mendapat hinaan, caci maki, direndahkan dan lain sebagainya dilemparkan kepada mereka.
Sabar akan berubah yang indah. Imbalan atas kesabaran adalah keberhasilan yang nyata dan memuaskan. Sebab dengan kesabaran, segala sesuatu akan mudah untuk dilakukan, apalagi solusi atas masalah yang sedang dihadapi.
" Ma, Ai berangkat dulu, " Ai berpamitan akan ketempat tokoh kue yang ia sewakan.
" Iya sayang.... hari-hati, " ucap sang Mama melepas kepergiannya.
Ai menggunakan sepeda motor scoopy untuk tranportasi ketempat kerja serta mengantar orderan. Untuk saat ini ia hanya mampu memperkerjakan dua orang karyawan yang membantunya. Orderan atau peminat bermacam kue buatannya cukup pesat.
Ai menepikan sepeda motornya didepan Indomaret karena ada barang yang ingin dibelinya.
" Awas, " pekiknya.
Buk
" Awww, "
Sepeda motor yang dikendarainya tidak sengaja menyenggol roda empat didepannya sehingga membuat mobil mewah itu lecet sedikit.
" Maaf saya tidak sengaja, " ucap Ai sembari melepaskan helm serta maskernya kepada pria yang baru saja turun dari mobil.
Deg
MAX ADELARD
MIA ANGELA
__ADS_1
Bersambung.....
Ini imajinasi author!