
•••••
" Saya adalah wanita yang sudah memiliki anak, jadi saya tidak pantas untuk Tn. Rey Mami, " Mengenai status saya, saya bukan istri siapa-siapa. Kehadiran Max dan Mia adalah suatu kesalahan, " lirih Ai dengan mata berkaca-kaca, ia menundukkan wajahnya sembari berusaha menahan tangis.
" Di usia mereka menginjak 6 tahun sampai sekarang mereka tidak pernah menanyakan siapa sosok Daddy mereka. Entahlah apa mungkin mereka sudah mengerti atau apa, tetapi Max dan Mia tidak pernah menanyakan soal itu pada saya. Saya tidak bisa menyembunyikan hal ini kepada mereka, bagaimanapun mereka harus tau siapa sosok Daddy mereka tetapi masalahnya, " Ai menarik nafas menjeda ucapannya. " Bagaimana saya memberitahukannya sedangkan saya sendiri tidak mengenalnya, " lirih Ai tanpa diminta bulir bening sudah membasahi wajah cantiknya. Akhirnya sekarang ia menceritakan intinya perihal masalah pribadi yang selama ini ia tutupi.
Deg
Ketiganya sontak kaget dengan pernyataan Ai. Mami Lili mengusap air mata di wajah Ai. Sedangkan Cull tidak lepas dari tatapannya, ingin sekali ia merengguh tubuh wanitanya.
" Jangan berkata begitu sayang, malah sebaliknya putra Mami yang tidak pantas untukmu karena dia seorang pria nakal. Kamu paham maksud Mami bukan? " ucap Mami Lili membongkar sedikit kelakuan sifat buruk Cull.
" Bagaimana bisa kamu tidak tau sayang? " Mami Lili semakin penasaran dan belum bisa mencerna ucapan Ai.
" Seperti yang saya katakan itu adalah kesalahan, hanya ini yang bisa saya katakan, " tambah Ai. " Saya tidak ingin memulai suatu hubungan, jika pada akhirnya akan mengecewakan salah satu pihak, " seketika Ai mengenang mantan tunangannya, tanpa menjelaskan apa-apa ia meninggalkan calon tunangannya. Karena ia tau orang tua mantan tunangannya sudah menceritakan perihal itu kepada putranya. Dan sampai sekarang mereka belum pernah bertemu. Ai yakin jika pria yang menjadi pacar pertamanya sudah memiliki keluarga, secara pria itu baik serta penyayang.
" Mami kita tidak bisa memaksa sebagaimana yang kita inginkan karena semua itu hak mereka. Jika mereka berkata tidak! kita harus ikhlas menerimanya dari pada kita memaksa tanpa persetujuan dari keduanya, " ungkap bijak Papi Matheo. Pria tampan dan masih gagah ini tau keinginan sang istri tetapi mereka tidak bisa bertindak lebih jauh karena semua itu mereka yang menjalaninya.
" Baiklah jika begitu! mulai saat ini Mami tidak akan memaksa. Mami akan mencari wanita yang lain lagi, dan untuk wanita yang kamu gandeng pada saat menghadiri pesta di Bali Mami tidak merestui, " ucap Mami Lili. " Dan buat kamu sayang Mami akan mendekatkanmu dengan keponakan Mami yaitu Berry, " wanita paruh baya itu sengaja ingin menguji keduanya. Wanita cerdas ini bisa melihat sorot mata keduanya memiliki ketertarikan.
Deg
" Huk huk, " Cull dan Ai batuk secara bersamaan setelah mendengar penuturan Mami Lili.
Seketika tubuh keduanya menegang dengan mata membulat mendengar penuturan Mami Lili tanpa di rem.
" Siapa pria yang telah menghancurkan wanitaku? sehingga membuatnya trauma, " batin Cull dengan amarah menggebu, sangat terlihat jelas pada tangannya yang terkepal erat.
" Mami baru sadar kalian memang tidak serasi, kenapa Mami tidak berpikir lebih awal jika Berry lebih cocok denganmu sayang" ucapan itu semakin membuat Cull ingin sekali membungkam mulut wanita yang telah melahirkannya itu. Kenapa Maminya semakin memanas-manasi perasaannya.
" Dan kamu sayang besok kamu harus menghadiri makan malam bersama putri sahabat Mami yang baru pulang dari luar negeri. Hmmm Mami tidak ingin mendapat bantahan, " ucapnya dengan tegas.
Mendengar itu membuat Ai mengigit bibir bawahnya. Ucapan Mami Lili menghujam perasaannya tetapi ia tidak sadar tentang perasaan apa itu, yang pastinya tidak rela.
" Tidak bisa Mami! Cull sudah memilih wanita itu, " ujar Cull tidak kalah tegasnya.
" Maksud kamu wanita yang kamu gandeng itu? Mami tidak setuju, dan kamu harus dengar Mami, " ujar lantang sang Mami sehingga membuat Max dan Mia menoleh kearah perdebatan orang dewasa.
__ADS_1
Deg
Ai tercengang! bukankah wanita yang dimaksud itu adalah dirinya. Ternyata Mami Lili tau itu tetapi tidak mengetahui siapa wanita bertopeng itu.
" Turunkan nada suara Mami, lihat cucu-cucu kita kaget, " peringatan sang suami karena menyadari sikap kedua bocah jenius yang lagi asik menonton di layar televisi.
" Papi ayo kita pulang! buat apa berlama-lama disini jika akhirnya seperti ini, mengecewakan, " lirih Mami Lili dengan nada kecewanya. " Cucu-cucu Oma ayo kita pulang, malam ini kalian menginap di rumah Oma yah? " Mami Lili melangkah mendekati Max dan Mia mengajaknya pulang.
" Pasti tidak dibolehkan Mommy Oma, " sahut Mia.
" Minta izin sama Mommy, " titah Oma Lili masih dengan sikap merajuknya sehingga membuat Opa Matheo menggeleng-gelengkan kepala.
Mendengar hal itu membuat Ai sedikit kaget karena kedua anaknya akan menginap di rumah para Opa, Omanya.
" Mommy apa itu boleh? " tanya Mia menghampiri sang Mommy. Sesaat Ai terdiam sembari berpikir.
" Mami pinjam mereka untuk malam ini, " timpal Mami Lili. Walaupun ia lagi ngambek tetapi ia harus minta izin.
" Baiklah kalian turuti permintaan Oma, tetapi janji kalian jangan membuat ulah bahkan merepotkan Opa sama Oma, " ucap Ai sembari memberi pesan kepada putra-putrinya.
" Baiklah Cull dan Nak Ai kami duluan, " ujar Papi Matheo.
" Daddy tolong antarkan Mommy dalam keadaan baik, " ucap Mia sembari mencium Daddy tampannya. " Mom Mia pergi dulu, " Mia berganti mencium sang Mommy.
" Mom berhati-hati, Max pergi dulu, " Max menciumi sang Mommy. " Dad, antar Mommy dalam keadaan utuh! " ucap tegasnya tanpa ingin menciumi sang Daddy.
" Boy kamu tidak ingin mencium Daddy? "
" Max anak lelaki Dad! " ujarnya langsung mendekati sang Opa lalu menggandeng tangan Opa mengajaknya keluar dari ruangan itu.
" Sifatnya persis denganmu Cullen, " seru sang Papi sembari tertawa kecil.
" Angkuh sekali! " desis Cull melihat sifat Max yang cuek.
" Maafkan sikap Max, " ucap Ai tidak enak hati.
Kini tinggallah mereka berdua. Hening itulah yang terjadi saat ini. Keduanya merasa canggung dan sibuk dengan pikiran masing-masing dalam sesaat.
__ADS_1
" Apa kau masih trauma dengan masa lalumu? " tanya Cull kini keduanya duduk bersebelahan. Cull mengelus lembut rambut panjang Ai yang terurai indah.
" Rasa trauma pasti ada, setiap orang pasti merasakannya jika masa lalunya sama seperti yang saya alami. Masih banyak lagi yang belum bisa saya ceritakan masa lalu kelam ini, " ungkap Ai dengan dada sesaknya.
" Itu hakmu hmmm aku siap untuk kau berbagi. Mungkin apa yang dikatakan Mami benar, aku adalah pria yang buruk atau nakal tetapi aku tidak akan main-main jika benar-benar menyukai seorang wanita, " ungkap Cull.
" Sudah saya katakan kita tidak seimbang. Rey kamu terlalu sempurna untuk kami, " lirih Ai berusaha menyungging senyuman. " Dari segi apapun perbedaan kita sangat jauh, apa lagi menyangkut status yang saya sandang, " sambung Ai kembali, ia tidak ingin memberi harapan pada pria tampan ini.
" Baiklah jika sudah tidak ada kesempatan buatku. Aku akan menyetujui permintaan Mami, itu semua hanya semata pelarian buatku, " ujar Cull merajuk sembari menguji perasaan Ai.
Mendengar hal itu membuat Ai terdiam dengan mata melebar. Seketika hatinya tercubit dengan penuturan Cull.
" Ini sudah semakin malam, aku akan mengantarkanmu seperti yang dikatakan putra-putriku! " ujar Cull dengan santainya sembari bangkit dan menuju pintu keluar.
Ai tercengang mendengar pengakuan Cull terhadap si kembar. Tetapi ia langsung menepis jika pria ini hanya candaan saja, sehingga tidak ia tanggapi.
Didalam mobil mewah milik Cull keduanya saling terdiam tidak ada yang ingin duluan mengeluarkan obrolan. Keduanya masing-masing sibuk dengan pikiran.
Ai hanya memandang keramaian pusat kota lewat jendela mobil. Sedangkan Cull konsentrasi menyetir serta sedikit ngambek.
" Aku masih belum paham dengan pengakuannya, apa maksudnya dia tidak mengetahui bahkan mengenali pria yang menyemai benih dalam rahimnya, atau apakah ia disewa mengandung oleh seseorang lewat rahimnya? sangat membingungkan, " Cull membatin berperang dengan ribuan macam pemikiran.
20 menit kini mobil mewah itu memasuki perkarangan rumah kediaman Ai serta si kembar. Ini pertama kalinya Cull ke rumah itu.
Keduanya saling turun dari mobil.
" Rey terima kasih! apa kamu tidak ingin masuk? " ucap Ai berterima kasih dan mempersilahkan Cull masuk.
" Lain kali saja ini sudah terlalu malam, tidak baik jika dilihat oleh para tetangga, " tolak Cull dengan halus, bagaimanapun ia tidak ingin egois dengan perasaannya.
" Baiklah! sekali lagi terima kasih. Berhati-hatilah, " ucap Ai sembari tersenyum manis sehingga membuat Cull tidak tahan.
" Masuklah! " Cull membalas senyuman itu sehingga membuat Ai terpesona.
Kedua insan ini saling memendam perasaan.
Bersambung.....
__ADS_1