Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 35


__ADS_3

•••••


Hari ini Direktur utama "YAYASAN PENDIDIKAN SYWA" akan mengadakan rapat dengan para dewan guru dari tingkat PAUD-PLAYGROUP-TK-SD-SMP-SMA/SMU/SMK/STM.


Cullen didampingi oleh Asisten pribadinya yaitu Akas.


Kini mobil mewah milik sang CEO sudah terparkir indah di parkiran khusus.


" Akas apa kita telah terlambat? " ujar Cull sembari melangkah menuju Aula sekolah.


" Belum Tuan, " sahut Akas setelah melirik arloji bermerek di pergelangan tangannya.


" Aku ingin menemui Boy dan Princess, " Cull menghentikan langkahnya di persimpangan menuju gedung tingkat SD.


" Waktu Tuan tinggal 10 menit lagi untuk memulai rapat. Maaf! apa lebih baik Tuan ketemu mereka setelah rapat nanti? " Akas menyarankan karena waktu mereka tidak banyak untuk memulai rapat.


" Aku atau kau bosnya? " ujar Cull dengan wajah sangarnya melanjutkan langkahnya menuju Aula sekolah.


" Dasar! bukankah tadi dia yang menanyakan itu padaku? nasib menjadi bawahan sang CEO arogan, " ingin sekali Akas memaki atasannya itu tetapi ia hanya berani membatin.


Rapat berjalan dengan lancar. Saat ini Cull dan Akas berada di ruang Direktur.


Tok tok tok


Ceklek


Akas membuka pintu ternyata yang datang adalah Berry.


" Hai.... Brother, lama tak jumpa, " ucap Berry sembari meninju pelan dada Cull seperti biasanya yang sering mereka lakukan ketika sedang bertemu.


" Kau kemana tidak menghadiri rapat? kau tidak menghargai kedatanganku? " ujar Cull dengan sikap sombongnya.


" Hmmm sorry Brother aku bertugas mengawasi para murid-murid, " sahut Berry sembari memainkan mata, sehingga membuat Cull merasa ngeri dengan kelakuan sepupunya itu.


" Alasan saja, " desis Cull mendudukkan tubuhnya di sofa yang terdapat dalam ruangan itu.


" Aku ingin berbagi cerita kepadamu Brother, " ungkap Berry yang kini duduk dihadapan Cull. " Ini masalah pribadi, " sambungnya.


Deg


Seketika Cull baru menyadari sesuatu. Kegundahan mulai hinggap di benaknya.


" Akas kau boleh kembali ke kantor duluan, " titahnya kepada Akas.


" Baiklah Tuan jika begitu, " Akas mengundurkan diri, dan keluar dari ruangan itu.


Kini tinggallah dua saudara sepupu sama-sama tampan yang banyak digilai oleh para wanita. Tetapi masing-masing memiliki karakter yang sangat berbeda.


" Kau ingin bicara apa? aku tidak ingin membuang waktu untuk hal yang tidak penting, pekerjaanku menumpuk, " ujar Cull sembari meregangkan anggota tubuhnya. " Aku juga ingin menjumpai putra-putriku, " ungkap Cull tanpa memperhatikan ucapannya.


" Putra-putri! maksud kamu siapa Brother? " gumam Berry dengan kening berkerut.


" Boy dan Princess, " ujar Cull dengan tatapan kemenangan, sedangkan Berry mengeram didalam hati. Pengakuan sepupunya ini boomerang baginya.


" Enak saja sebentar lagi mereka akan menjadi putra-putriku, " decak Berry dengan mata mendelik menatap sang sepupu.


" Santai Brother, " Cull terkekeh karena melihat sikap Berry.


" Kamu jangan merebut yang sudah menjadi milikku, bukankah kamu sudah memiliki wanitamu? " ungkap Berry.


" Sudah Brother! malahan kami sudah sering bertemu, tetapi masih sangat sulit untuk menyakinkan dia, " seketika Cull terkenang pada saat ia mengungkapkan perasaannya pada wanitanya.


" Lebih bekerja keras lagi Brother! " Berry menepuk bahu Cull bermaksud menyemangati sang sepupu.


" Apa kau tau Brother wanitaku adalah orang yang sama dengan wanitamu! bagaimana caraku untuk memberitahumu! " batin Cull dengan perasaan bingung.


" Hmmm.... katakan apa yang ingin kau ceritakan? "


" Besok adalah hari ulang tahun Mommy twins, di hari ulang tahunnya aku ingin sekalian mengungkapkan perasaan yang sudah bertahun-tahun aku pendam, bahkan sebelum si kembar lahir aku sudah mengenalnya, " Berry mulai bercerita. " Dan sekarang aku sudah tidak dapat menahannya lagi sebelum dia dimiliki, " ungkap Berry.


Deg


Mendengar ungkapan Berry membuat Cull mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Bagaimana mungkin ia membiarkan seseorang merebut wanitanya, bahkan itu masih saudara.


" Bahkan dia mengingat tanggal kelahirannya, " batin Cull mendesis.


" Menurutmu bagaimana Brother ? " tanya Berry karena sang sepupu hanya terdiam dengan wajah tidak bersahabat.


" Hmmm ulang tahun mereka sama, " hanya itu yang keluar dari mulut Cull.


" Kok bisa sama? hmmm hal yang unik seperti wanitaku, " ujar Berry mengulum senyum sembari membayangkan senyuman Mommy twins.


" Bantu doanya Brother! aku berharap dia menerima cintaku, " ucap Berry dengan mata terpejam.


" Aku pasti mendoakan tetapi agar dia menolakmu Brother, " Cull membatin dengan pikiran liciknya.


" Semangat Brother! tidak ada salahnya untuk mencoba. Semoga membuahkan hasil seperti yang diinginkan, " Cull menyemangati sang sepupu. " Semoga membuahkan hasil seperti yang kuinginkan, " batin licik Cull kembali.


" Terima kasih Brother! "


Kedua saudara sepupu ini saling menyemangati untuk memiliki seseorang yang sama.


•••••


Ini kedua kalinya si kembar ke kantor milik Daddy tampan mereka. Itu semua keinginan Daddy tampan mereka, seakan memiliki ikatan batin Cull selalu ingin di samping kedua bocah jenius itu.


Mereka diantar oleh Tante Kimmy sang pengawal yang diperintahkan oleh sang Daddy.


Karena tidak bersama Akas mereka melewati lip umum untuk ke ruangan CEO. Para karyawan yang melihat kedua bocah mengemaskan itu saling berbisik-bisik.


" Coba perhatikan wajah bocah laki-laki, wajahnya sangat mirip dengan Tuan, " ujar salah satu karyawan.


" Benar seakan mereka seperti Ayah dan anak, sama-sama tampan, " sambung yang lainnya.

__ADS_1


" Lihatlah sikap cuek serta gayanya 11 12 dengan Tuan, " imbuh yang lainnya lagi.


" Siapa yah mereka? baru kali ini ada bocah yang diperbolehkan masuk ke kantor ini tanpa terkecuali keluarga Tuan, " timpal karyawan lainnya.


Begitulah bisik-bisik para karyawan atas kedatangan Max dan Mia. Para karyawan penasaran siapakah kedua bocah mengagumkan itu.


" Selamat siang Uncle, Aunty, " sapa Mia dengan manis kepada para karyawan yang kebetulan melintas.


" Siang juga anak manis, " sahut beberapa karyawan yang kebetulan menyukai anak kecil, apalagi terhadap Mia yang berparas cantik mengemaskan.


Sedangkan Max dengan sikap acuhnya, pokoknya menyerupai sikap sang pemilik perusahaan.


" Selamat siang Nona! kami ingin menemui Tuan Cullen Sywa, " ucap Kimmy kepada kedua Resepsionis wanita. Bagaimanapun ia harus melapor.


Sesaat membuat kedua Resepsionis terdiam sembari memperhatikan kedua bocah yang berada disisi kiri dan kanan Kimmy.


" Nona! " ucap Kimmy sekali lagi karena tidak ada tanggapan atau respon dari kedua wanita itu, malahan keduanya saling bergantian memandang Max dan Mia.


" Apa sudah membuat janji? " tanya salah satu.


" Sudah Nona, dan kami diperintahkan langsung masuk ke ruangan Tuan, " ungkap Kimmy seperti yang diperintahkan Tuannya.


" Apakah ada bukti? karena jaman sekarang banyak motif yang mengaku-ngaku padahal kenyataan tidak seperti itu, " terang salah satunya lagi karena mereka tidak diperkenankan sembarangan menerima tamu, apalagi baru pertama kali mereka lihat.


" Karena tidak sembarangan orang masuk ke ruangan CEO, " sambung temannya.


" Kami tidak punya bukti, " ucap Kimmy karena memang benar mereka tidak punya bukti.


" Kami sudah menghubungi Tn. Akas tetapi tidak ada jawaban, kemungkinan Tuan masih dalam rapat, "


" Kalau begitu kalian tunggu saja dulu disana, " salah satu Resepsionis menunjuk sofa khusus menunggu untuk para tamu.


" Baiklah! terima kasih, " ucap Kimmy dengan nada kurang bersahabat, ternyata ponselnya kehabisan baterai.


" Jangan menyalakan api, jika tidak memiliki air untuk memadamkannya, " batin Kimmy sembari membawa Max dan Mia kearah sofa yang telah ditunjukan.


Setengah jam


1 jam


Telah terlewati tetapi belum ada tanda-tanda mereka akan dipersilahkan masuk. Bahkan kedua bocah jenius kini telah tertidur dalam keadaan duduk.


Tidak tahan lagi Kimmy kembali menghampiri kedua Resepsionis.


" Nona ini sudah 1 jam kami menunggu, tetapi kenapa kami tidak dipersilahkan masuk ke ruangan Tuan? bahkan anak-anak tertidur dengan tidak layak, " terang Kimmy dengan tegas sembari memukul atas meja Resepsionis.


" Jangan kurang aja* Nona! "


" Tolong hubungi Tuan! " kesabaran Kimmy sudah habis, sejak tadi ia menghormati keputusan sang Resepsionis tetapi sekarang kesabarannya telah hilang.


" Nona siapa beraninya memerintahkan kami? kenapa tidak Nona sendiri yang menghubungi Tuan jika memang benar Nona mengenalinya, " bentak salah satu Resepsionis.


Mendengar hal itu membuat Kimmy tidak bisa berkata apa-apa karena ponselnya mati.


" Akas kenapa mereka sangat lama, " ujar Cull sembari melirik arloji di pergelangan tangannya.


" Sebentar Tuan saya akan menghubungi Nona Kimmy, " Akas meraih benda pipih yang berada di kantong celananya dan segera menghubungi Kimmy. " Kenapa tidak aktif, " keluh Akas karena nomor ponsel Kimmy tidak aktif.


" Jika begitu biar aku saja ke rumah mereka! kau yang akan menghadiri rapat dengan klien di Restoran xx, " ujar Cull sembari meraih kunci mobilnya.


Keduanya sama-sama keluar dari ruangan CEO turun kebawah.


Sayup-sayup keduanya mendengar perdebatan di area Resepsionis.


" Kebetulan ponsel saya kehabisan baterai, " ungkap Kimmy. " Tolong Nona hubungi kembali, " titah Kimmy dengan sopan.


" Nona berani memerintahkan kami? "


" Bukankah itu tugas kalian? "


" Buat orang asing itu tidak berlaku! bisa saja Nona dan kedua bocah itu ingin mengemis, "


" Bocah yang mana kau maksudkan? " suara bariton lantang itu membuat ketiganya terdiam karena mereka sangat kenal suara bariton siapa itu. " Ulangi lagi yang barusan kau katakan? " tatapan tajam menghujam itu membuat kedua Resepsionis pucat pasi bahkan tubuh mereka sudah bergetar ketakutan.


" Maafkan kami Tuan, " ucap keduanya dengan wajah tertunduk.


" Beginikah cara kerja kalian selama ini? sangat memalukan serta merugikan perusahaan jika tetap mempertahankan karyawan seperti kalian! " ujar Cull dengan amarah. " Akas sudah berapa lama mereka berkerja? " tanya Cull tanpa melihat Akas, pandangannya berlabuh kepada kedua bocah yang sangat ia kenali bahkan ia sayangi tertidur dengan cara tidak layak.


" Nona Reni sudah 1 tahun, sedangkan Nona Tety baru 6 bulan Tuan, " ucap Akas merasa ikut bersalah karena menerima karyawan yang bersikap merugikan etika perusahaan.


" Atas dasar apa kau mengatakan mereka ingin mengemis disini? hah...., " bentak Cull kepada Reny dengan mata tajamnya.


" Maafkan saya Tuan! " lirihnya dengan tertunduk sembari terisak.


" Akas urus mereka, aku tidak ingin melihat wajah-wajah mereka lagi di Perusahaanku. Aku akan membawa putra-putriku, gara-gara orang sombong ini mereka terlantar seperti itu, "


Deg


Kedua Resepsionis itu terbelalak mendengar penuturan sang CEO yang mengatakan putra-putrinya. Padahal selama ini kasak-kusuk bahwa CEO penerus SYWA GRUP masih single, bahkan belum memiliki kekasih yang serius.


" Maafkan Daddy, " Cull menghampiri kedua bocah yang terlelap nyenyak di sofa.


Akas membantu mengangkat Max dan meletakannya di punggung belakang Tuannya. Sedangkan Mia di gendong Daddy tampannya di bagian depan. Kedua bocah jenius itu sangat nyenyak dalam tidurnya.


Cull mengendong keduanya dan membawa keluar kantor. Semua mata terbelalak kaget dan tidak menyangka melihat hal yang tidak pernah mereka lihat.


" Kau kembalilah Kimmy, aku akan mengantar mereka ke tokoh, " ujar Cull setelah memasukan Max dan Mia kedalam mobil miliknya, ia akan membawa si kembar ke tokoh sang Mommy.


15 menit roda empat tiba di tokoh tidak terlalu besar.


" Boy, Princess ayo bangun, " Cull mengelus wajah keduanya silih berganti.


Merasa terganggu keduanya berusaha membuka kelopak mata yang terasa berat. Wajah tampan sang Daddy menyambut keduanya.

__ADS_1


" Daddy, " gumam keduanya dengan suara khas baru bangun tidur.


" Ayo bangun! kita sudah berada di tokoh Mommy, "


" Apa? " ucap keduanya karena seingat mereka tadi masih berada di kantor milik Daddy tampannya.


" Maafkan Daddy! karena menunggu Daddy kalian ketiduran di sofa, " Cull tidak ingin menceritakan apa yang terjadi di kantor tadi, untunglah Max dan Mia tidak mengetahui apa yang terjadi karena itu tidak pantas di pertonton oleh anak seusia mereka.


Tidak ingin berlama-lama di mobil mereka turun. Bahkan mereka melewati makan siang. Cull yakin bahwa putra-putrinya sudah merasakan lapar, semua ini karena karyawannya.


Kedatangan ketiganya pasti mengkagetkan sang Mommy karena tidak mengetahui kedatangan mereka.


" Aunty Ine, " panggil Mia sehingga membuat Ine menghentikan kegiatannya.


" Chubby kamu kemari? " ucap Aunty Ine yang sudah akrab dengan putra-putri sahabat karibnya. " Tampan kamu tidak ingin menyapa Aunty, " ucap Aunty Ine tidak tahan melihat sikap cuek Max.


" Halo Aunty cerewet! Mommy mana? " ucap Max sehingga membuat Aunty Ine mendegus.


" Oh my God! Mimpi apa aku semalam? " gumam Ine seketika melihat titidan dewa di hadapannya. Bahkan matanya tidak berkedip sedikitpun.


" Aunty' Panggil Mia.


" Aunty cerewet! " sambung Max dengan suara meninggi sehingga menyadarkan Aunty Ine dari khayalannya.


" Selamat siang Tuan. Tuan ingin memesan kue apa? kue-kue disini dijamin enak serta lewat, " ucap Ine dengan ramah seperti ketika ia melayani para pelanggan lainnya.


Seakan mengerti Cull ingin mengerjai yang diyakininya karyawan baru wanitanya.


" Aku kesini ingin memesan Mommy twins M, " ujar Cull ingin mengerjai Ine.


" Hah....! Apa?, " teriak Ine tanpa sadar sedang berhadapan dengan siapa.


" Aunty gendang telinga Mia bisa rusak mendengar teriakan Aunty, " protes Mia.


" Ayo Dad, " ajak Mia menggandeng manja di lengan Daddy tampannya, melalui tubuh Ine begitu saja menuju ruangan sang Mommy.


" Tunggu! " Gumam Ine memikirkan sesuatu. " Yah ampun bukankah itu Tuan tampan Cullen Sywa pemilik perusahaan SYWA GRUP? aku tidak salah melihat. Apa tadi si chubby panggil, Dad? apa hubungan mereka? Ai kamu punya hutang penjelasan, " Ine mengusap wajahnya tidak percaya jika ia sedang bertatap muka dengan seorang pebisnis terkenal di negara ini. Belum lagi hubungannya dengan sang sahabat.


" Oh my God, wajahnya sangat mirip dengan si tampan Max, " Ine dibuat kembali tercengang. " Seperti pinang dibelah dua, apa jangan-jangan mereka punya hubungan? ah tidak mungkin, " Ine menepis pikiran mustahilnya menurut mulutnya tetapi hati nuraninya mengatakan hal lain.


Tok tok tok


" Selamat siang tuan putri, " seru ketiganya dengan kompak diambang pintu.


" Kalian! " Ai kaget atas kemunculan putra-putrinya serta Daddy tampan anak-anaknya tanpa berkabar dahulu. " Bukankah kalian kalian akan ke kantor Daddy? karena Ai diberi kabar jika Cull akan mengundang si kembar ke kantornya sepulang dari sekolah.


" Mom, Mia lapar, " rengek Mia sembari mengelus perutnya.


" Yah ampun kalian belum makan sayang? " ucap sang Mommy sembari menatap Cull yang juga sedang menatapnya dengan tatapan memohon.


" Maaf aku melewati makan siang mereka, tadi sedikit ada masalah, " ucap Cull tidak ingin menceritakan masalah itu, bagaimana mungkin ia akan memberitahu sang wanitanya. Wanita mana yang tidak akan sakit hati jika anak-anaknya dikatai dengan kata kasar seperti kejadian di kantor tadi.


" Tidak masalah Rey, " seakan Ai mengerti. " Jika begitu kita akan makan bersama, kebetulan Mommy juga melewati makan siang, " Ai bangkit dari tempat duduknya untuk menghidanfkan makan siang untuk mereka.


" Selalu mengabaikan kesehatan! " Seru Cull tidak menyukai hal itu.


" Hmmm, " Ai hanya bisa tersenyum tetapi ia tidak munafik, mendengar protes dari pria tampan itu tersimpan titik kebahagiaan di hatinya.


Kini mereka tidak ada ubahnya seperti keluarga kecil pada umumnya. Menikmati hidangan masakan sang Mommy. Ketiganya makan dengan lahap, kecuali Ai seperti biasanya dengan porsi yang sama.


" Kenyang, " ucap Mia menyudahi sembari mengelus perutnya karena sudah merasa kenyang.


" Terima kasih atas makan siangnya, masakan kamu selalu enak. Aku suka, " puji Cull mengomentari citra rasa masakan wanitanya. Bahkan membuatnya tidak sabar lagi mempersunting Ai agar setiap hari makan masakan dari olahan tangannya.


" Sama-sama Rey, kamu berlebihan memuji, " ucap Ai sedikit malu karena masakannya biasa-biasa saja dibandingkan Restoran berbintang yang sudah dicicipinya.


Ai sangat bersyukur sampai saat ini, bisa menghidangkan makanan cukup mewah dibandingkan kehidupan mereka beberapa tahun lalu. Kekurangan uang membuat mereka makan seadanya saja, bahkan keperluan putra-putrinya sering tidak terpenuhi karena keterbatasan uang. Maka saat ini Ai akan membayar semua penderitaan mereka dimasa lalu, semua ini berkat dari kedua bocah jenius harta berharganya.


•••••


Hari yang ditunggu oleh semua orang yang menyayangi Mommy twins telah tiba. Mereka akan memberi surprise kepada Mommy twins di hari ulang tahunnya.


Ini semua atas rencana Mami Lili. Wanita paruh baya, mantan Desainer ini yang merencanakan tanpa memberitahu Mommy twins. Mami Lili ingin di hari ulang tahun Ai berkesan yang tidak terlupakan.


Pesta kecil-kecilan perayaan ulang tahun Mommy twins diadakan di Mansion mewah milik mereka, khususnya di area taman Mansion.


Semua menyetujuinya dan menghadiri pesta surprise tersebut, tak terkecuali Cullen serta Berry. Bahkan bagi Berry ini kesempatan baginya untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Aileen dihadapan keluarganya. Bukankah ini lebih bagus!.


Di rumah


" Sayang ada acara apa Oma sampai mengundang kita sekeluarga untuk ke Mansionnya? tanya sang Mommy merasa penasaran.


" Kami juga tidak tau Mom, " Mia yang menyahut, padahal keduanya mengetahui apa rencana sang Oma. Sedangkan Mommynya tidak menyadari jika hari ini adalah hari kehadirannya di dunia.


" Ayo Mom, Nenek dan Aunty Ine serta Aunty Kimmy sudah menunggu di mobil, " ajak Mia tidak ingin mengulur waktu.


Akhirnya mereka berangkat juga. Sepanjang jalan Ai berperang dengan pikirannya. Tidak butuh lama mobil yang membawa mereka memasuki gerbang Mansion.


Dari kejauhan mereka dapat melihat keluarga Sywa sudah berkumpul di taman.


" Kalian duluan, Mommy ingin mengangkat telepon, " ucap Ai karena ponselnya bergetar, ternyata salah karyawan menghubunginya.


" Baiklah! " sahut sang Mama serta Ine dan Kimmy.


Setelah menerima telepon Ai melangkah menuju kerumunan untuk segera bergabung. Tidak disangka dari arah samping juga ingin menuju perkumpulan orang untuk segera bergabung.


" Itu Mommy, " ucap Mia cukup dengan suara meninggi sembari menunjuk kearah sang Mommy. Sehingga membuat semua orang menoleh.


Deg


Gubrak, duarr! Itulah yang dirasakan semua orang melihat hal itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2