Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 7


__ADS_3

•••••


Satu hari sudah Mama Leni mendiamkan Ai. Alvian merasa ada yang aneh karena melihat interaksi Mama dan sang Kakak tidak seperti biasanya.


Seperti pagi ini mereka tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Alvian bisa melihat wajah sendu sang Kakak, mata yang bengkak seperti habis menangis berat. Tapi ia tidak ingin ikut campur sebelum mereka sendiri yang kasi tau.


" Ai, Ai..... keluar kamu " teriak beberapa orang diluar rumah.


" Ai..... keluar kamu " teriakan kembali.


Sedangkan penghuni rumah sederhana itu saling memandang. Ketiganya keluar ingin melihat apa yang terjadi.


" Ada apa Ibu-Ibu? " tanya Mama Leni merasa heran melihat kerumunan para tetangga.


" Mana anak gadismu itu? yang sok suci padahal wanita tidak bermoral" ucap salah satu tetangga dengan sindiran.


Deg


" Maksud Bapak/Ibu apa mengatai anak saya begitu? " tanya Mama Leni belum menyadari.


" Ai, apa itu benar kamu sedang mengandung? " pertanyaan itu membuat Ibu dan dua anak tercengang, karena itu adalah orang tua dari Exsel calon tunangan Ai.


Duarr


Sontak membuat Mama Leni, Ai dan Alvian kaget. Darimana mereka tau kabar ini, sedangkan hanya Ai dan sang Mama yang tau.


" Jawab Ai " bentak wanita paruh baya itu.


" Maaf Bapak dan Ibu biarkan kami bicara secara kekeluargaan dulu " sanggah Mama Leni dengan dada sesaknya. Aib putri bungsunya diketahui oleh para tetangga.


" Tidak perlu, bicarakan disini saja agar semua warga tau. Lisa dan Iis mendengar percakapan kalian kemarin" tolak Mama Exsel menatap tajam.


Mama Leni menarik nafas dalam-dalam. Ternyata ada orang yang mendengar percakapan mereka kemarin.

__ADS_1


" Itu tidak seperti yang kalian dengar, kalian hanya salah paham " elak Mama Leni.


" Ibu Leni jangan mengelak, semua ada bukti. Apa perlu kami tunjukan? " ucap salah satu dari mereka, sebut saja yang menguping pembicaraan itu. Sedangkan Ai dan Mama Leni tidak bisa berkata-kata.


" Mama " lirihnya sembari mengelus tangan dan menggeleng kepala agar sang Mama tidak melawan ucapan para warga.


" Jawab Ai " teriak beberapa Ibu-ibu.


" Iya apa yang Ibu katakan itu benar " lirihnya dengan wajah tertunduk.


" Dasar perempuan kotor, luarnya saja ramah dan sopan tapi begini toh kelakuannya. Hamil diluar nikah. Kasian sekali lah Exsel jika menikahi kamu. Jangan mau diterima jeng, kasian anakmu menyambut sampah " ucap salah satu Ibu-ibu cukup menghujam ketiga keluarga itu.


" Mulai hari ini kamu dan Exsel tidak punya hubungan lagi. Syukur saja pertunangan kalian dibatalkan " ucap Mama Exsel dengan emosi menggebu karena sang anak dipermainkan.


" Jika begitu kalian harus pergi dari tempat ini, kami tidak sudi ada warga yang hamil diluar nikah " ucap Bapak-bapak ikut berkomentar.


" Betul! pergi kalian dari tempat ini " teriak serempak mereka.


" Maaf Bapak Ibu ada apa ini ribut-ribut ? " tanya Pak RT.


" Benar begitu Nak Ai? " tanya Pak RT tidak yakin dan percaya dengan tuduhan itu. Yang ia kenal wanita cantik ini berprilaku dengan baik dan sopan, bagaimana mungkin.


" Iya Pak RT " lirihnya dengan wajah masih tertunduk.


" Baiklah jika begitu. Biar saya sendiri yang tangani, lebih baik Bapak dan Ibu pulang ke rumah masing-masing " ucap Pak RT dengan bijaksana.


" Kami tidak ingin mereka masih tinggal disini Pak RT, besok mereka harus angkat kaki dari rumah ini "


" Uhhh....buat zinah saja. Wajah boleh cantik dan lugu, tapi dalamnya busuk " hinaan demi hinaan yang diterima keluarga Ai.


Dengan sepakat dan pengertian dari Pak RT Mama Leni dan Ai akan pergi dari tempat ini. Mereka akan pergi ke kampung halaman mendiang sang Papa. Mungkin sekarang rumah peninggalan sang Kakek masih bisa ditempati. Sedangkan Alvian tinggal di tempat lain, agar ia bisa melanjutkan sekolahnya. Sayang jika beasiswa tidak dilanjutkan.


Malam harinya.

__ADS_1


Hari ini keberangkatan Mama dan Ai. Mama Leni sudah memaafkan Ai, bahkan tidak menyalahkan dirinya. Karena kejadian ini murni tidak disengaja kan. Ai sangat beruntung memiliki orang tua seperti Mamanya. Karena tidak semua orang tua mendukung jika anaknya bersalah.


" Kak, apa kamu sudah siap? jika sudah kita berangkat sekarang juga " ucap sang Mama, mereka sengaja berangkat malam agar para tetangga tidak menghujat dan menghina. Hati seorang Ibu mana yang rela anaknya dihujat dan direndahkan didepan matanya sendiri. Tapi ini sudah kehendak , karena kita tidak bisa melawan takdir.


" Dek, kamu baik-baik disini. Jaga kesehatanmu, jangan pikirkan Mama dan Kakakmu. Lebih giat lagi, agar kamu menjadi orang yang berguna. Jangan ikuti jejak Mama dan Kakakmu! kamulah satu-satunya harapan Mama. Agar suatu saat nanti jika Mama sudah tiada, kamu bisa menjaga Kakak dan calon keponakanmu " pesan Mama Leni pada Alvian dengan hati yang sedih meninggalkan putranya ini.


" Iya Dek, apa yang dikatakan Mama camkan itu. Kamu baik-baik disini, jangan bergaul dengan orang salah " timpal sang Kakak.


" Iya Ma, Kak. Kalian juga hati-hati " sahutnya. Ketiga orang itupun saling berpelukan dengan isakan masing-masing.


•••••


Selama 5 bulan Cull mengalami masa yang dianggap ngidam. Ia menjalani hari-harinya dengan rasa mual, bahkan kadang muntah. Setiap di kantor selalu ada cemilan mangga muda dipersiapkan sang Asisten pribadinya.


Seperti saat ini, pria maco itu sedang menikmati cemilan mangga muda sembari membaringkan tubuh kekarnya diatas sofa panjang. Sedangkan Akas mengerutkan mata dan mulut melihat ekspresi sang CEO mengunyah mangga muda itu, giginya terasa ngilu melihat hal itu. Lain halnya dengan Cull, ia sangat menikmati bahkan hanya sisa 1 potong lagi diatas piring.


" Akas ini sangat enak sekali, apa masih banyak stok? " ucapnya dengan mulut penuh.


" Masih banyak Tuan, malahan satu kulkas penuh dengan mangga muda " sahutnya.


" Akas aku ingin makan ikan asin bersama daun singkong rebus dan sambal ulek " sontak ucapan itu membuat Akas kaget sembari membulatkan mata.


Bukan ini saja permintaan anehnya, pernah tengah malam ia menghubungi Akas hanya mengatakan ingin makan petai bersama nasi panas. Terpaksa ia pergi ke RM makan tradisional yang buka 24 jam, karena hanya disitu ia bisa mendapatkan petai. Dimana makanan dengan aroma tidak sedap ini tidak pernah disentuhnya, tapi sekarang menjadi makanan favoritnya. Dan sekarang permintaan apalagi ini. Ikan asin dan daun singkong? sangat sulit dipahami.


" Akas apa kamu tidak mendengar? aku ingin makan sekarang " ucapnya seperti anak kecil yang ingin dibelikan permen.


" Iya Tuan saya akan segera mencarinya, walaupun berada di ujung dunia " setelah mengatakan itu Akas beranjak meninggalkan ruangan dengan penghuni orang aneh, sembari menggerutu.


" Dia yang ngidam aku yang sengsara. Tapi hebat juga hasil karya Tuan suka dengan masakan desa. Aku jadi penasaran siapa yang mengandung keturunan Tuan, jika memang benar gejala Tuan mengidam " gumamnya sepanjang jalan.


" Kenapa Akas sangat lama, aku sudah lapar sekali " Cull menelan ludahnya membayangkan makanan yang ia inginkan. Padahal Akas baru 5 menit saja meninggalkan ruangan itu. Apa dia kira mudah mendapatkan makanan seperti yang di inginkan nya di kota besar begini. Cobalah ia mengidam makanan masakan Restoran ternama, 5 menit saja sudah bisa dinikmati.


Bersambung.....

__ADS_1


🌷🌷🌷


Trims atas vote like dan comennya.


__ADS_2