Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 60 (Season 2 Twins M)


__ADS_3

20 tahun kemudian


Cullen membuktikan atau menepati janjinya kepada istri dan kedua buah hatinya. Dia sangat mencintai Aileen, wanita yang sudah memberikan dua anak. Begitu juga dengan Aileen, ia sangat mencintai dan melayani suami serta kedua buah hati mereka dengan baik selayaknya seorang ibu.


Mama Leni 13 tahun lalu sudah menghembuskan nafas terakhirnya karena menderita penyakit gula. Sungguh Aileen terpukul dengan kepergian wanita terhebatnya. Yang selalu ada di samping disaat masa-masa sulit, tetapi kembali lagi kita tidak bisa melawan takdir yang sudah ditentukan. Aileen tidak merasakan sendiri karena kedua mertuanya sudah menganggap dirinya sebagai putri mereka sendiri. Aileen bisa berbagi cerita dengan kedua mertuanya.


Dalam setahun ini perusahaan SYWA GRUP di teruskan oleh Max Adelard Sywa. Max diangkat oleh sang Daddy sebagai penggantinya. Sedangkan Mia menggeluti bidang seni melukis seperti cita-citanya dari sejak kecil.


Sedangkan Cullen dalam setahun selepas pengangkatan Max hanya berdiam di Mansion menemani istri tercintanya. Sedangkan Aileen menyerahkan usahanya di pegang oleh Ine sang sahabat yang kini menjadi istri seorang Akan mantan Asisten pribadi sang suami, dan mereka dikarunia 2 buah hati.


Pasangan suami-istri yang selalu menebarkan keromantisan ini saling melengkapi. Saling mengerti kekurangan atau kelebihan masing-masing.


Aileen sangat bersyukur mendapati sesosok suami mantan Casanova. Walaupun dari awal banyak rintangan sampai ke tahap saat ini. Begitu juga dengan Cullen, ia sangat beruntung memiliki istri seorang Aileen wanita lemah lembut. Dan satu lagi menyayangi kedua orang tuanya seperti orang tuanya sendiri.


Max memilih tinggal sendiri di Apartemen hasil kerja kerasnya. Aileen sang Mommy tidak dapat memaksa kehendak putra sulung mereka. Dengan alasan ingin mandiri itulah alasan terkuat Max kepada kedua orang tuanya. Sungguh Aileen merasa kesepian. Putri bungsu mereka Mia memilih tinggal di kota x demi bidang yang di embannya.


Sedangkan kedua orang tua mereka Matheo dan Liliana memilih tinggal di Mansion milik mereka untuk menjalani masa tua mereka. Cullen dan Aileen jika ada waktu pasti selalu mengunjungi kedua lansia itu. Begitu juga dengan Max, disela kesibukannya ia tetap mengunjungi Opa dan Oma.


Matheo dan Liliana tidak merasakan kesepian karena cucu-cucu mereka sering mengunjungi, seperti kedua putri Cintaka dan Exsel. Mereka dikarunia dua anak perempuan.


••••••


Seperti pagi ini Max selalu bangun pagi dan sarapan sendiri dari olahan tangannya sendiri. Merasa siap ia meluncurkan roda empatnya menuju gedung bertingkat ratusan itu.


Max mendesis pagi-pagi mendapat ratusan notifikasi pesan dari para wanita yang ia kencani.


"Tidak penting," gumam Max langsung menghapus tanpa ingin membaca terlebih dahulu seperti biasanya.

__ADS_1


Saat ini ia hanya ingin bermain-main saja. Dari semua wanita ia kencani hanya bertahan paling lama 1 minggu. Belum ada wanita yang mampu mendapatkan hati seorang CEO terkenal hebat dan jenius ini. Putra satu-satunya pasangan dari mantan Casanova dengan wanita sederhana dimasanya yaitu Cullen Sywa dan Aileen Sywa.


Setiap kali bertemu Aileen selalu memperingati Max agar tidak mempermainkan seorang wanita. Tetapi jawaban dari Max selalu membuat wanita cantik ini menghela nafas dengan kening mengerut. Hal itu selalu berdampak ke suami karena Aileen menyalahkan masa lalu sang suami. Dan kini Max yang mengikuti jejak itu tetapi masih dalam kewajaran, sangat beda dengan apa yang dialami sang Daddy.


Tiba di lobby Max terdiam sesaat merapikan kembali penampilannya. Sungguh ciptaan dewa ini membuat kaum hawa bertekuk lutut, tidak jauh beda dengan sang Daddy semadi muda. Hampir keseluruhan karyawan wanita mendambakan sang CEO serta ingin menjadi teman kencannya. Max memang dikenal playboy sering berganti pasangan tetapi dia berbeda dengan sang Daddy. Sampai saat ini Max masih menjaga keperjakaannya.


Max hanya berkencan sebatas berciuman saja. Ia masih menjaga keperjakaannya karena ia tidak ingin tertular penyakit seksual seperti yang sudah banyak diderita oleh masyarakat sekitar.


Krang


Dentuman bunyi kunci mobil terlempar ke lantai marmer. Tanpa sengaja ia di tabrak oleh seseorang yang kelihatan tergopoh-gopoh dengan penampilan berantakan.


"Maaf Tuan saya tidak sengaja," kata seseorang yang menabrak Max.


Lalu wanita itu meraih kunci mobil yang terjatuh memberikannya kepala Max dengan wajah tertunduk.


Kening Max mengerut karena wanita itu berani mengabaikannya bahkan bersikap kurang sopan seperti orang pada umumnya.


"Siapa dia? berani sekali bersikap tidak sopan. Apa dia tidak tau siapa diriku?" gerutu Max dengan tangan terkepal.


Sikap dan pramental Max mengikuti jejak sang Daddy. Dalam bekerja ia tegas dan kejam, begitu juga sikap ke arogannya. Ia benci sekali kepada orang-orang yang tidak sopan serta berani melawan perintahnya.


Di ruangannya Max mulai mengecek dan tanda tangani berkas yang berada di atas meja.


Tok tok tok


"Masuk,"

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan," sapa Dion asisten pribadi yang dipercayakan oleh Cullen untuk membantu putranya.


"Bagaimana penerimaan bagian cleaning servise Dion? apakah banyak yang melamar?" tanya Max masih melanjutkan kerjanya tanpa menatap Dion yang berdiri didepan meja kebesarannya.


"Ada 500 peserta Tuan, dan kami sudah mendapatkan kriteria sesuai kemampuan kerja di perusahaan ini. Sesuai yang diseleksi kemarin 20 besar. Dan kini sesuai yang diperlukan perusahaan 10 calon cleaning servise yang lulus," ungkap Dion.


Hmmm


Sesaat keduanya terdiam sehingga membuat Max menghentikan jari-jemarinya di atas kertas lalu menatap Dion yang terdiam seperti ada sesuatu yang ingin dikatakan.


"Apa ada masalah?" tanya Max.


"Begini Tuan ada peserta datang terlambat sehingga dia tidak mengikuti pengujian. Masalahnya dia sangat memohon-mohon," ungkap Dion.


"Sangat tidak konsisten, baru tahap pengujian saja sudah membuat kesalahan bagaimana jika sudah bekerja dan di kontrak oleh perusahaan," ujar Max dengan tidak suka. "Biarkan saja jangan beri kesempatan kepada orang yang tidak konsisten membagi waktu," imbuhnya.


"Wanita itu memohon-mohon Tuan, agar bisa diterima bekerja di perusahaan ini," kata Dion dengan perasaan tidak tega tadi melihat wanita itu memohon.


"Aku tidak bisa mengaji orang seperti itu! Apa kau paham?" ujar Max dengan tegas. "Masih banyak orang yang serius, buat apa memperkerjakan orang seperti itu," imbuhnya.


"Baik Tuan," jawab Dion.


"Apa jadwalku hari ini?" tanya Max sembari menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.


"Sebentar lagi akan ada rapat. Siang nanti jadwal Tuan kosong dan setelah jam makan siang kita akan menemui klien," terang Dion.


Hmmm

__ADS_1


Setelah kepergian Dion. Max berdiri didepan kaca besar yang terbentang didalam ruangan CEO.


__ADS_2