Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 22


__ADS_3

•••••


Ceklek


Ternyata yang datang adalah Cull.


" Mom..... Mommy.....! panggil Max ternyata sambungan telepon mati begitu saja.


" Mungkin ponsel Mommy kehabisan baterai, " gumam Max menutup ponselnya.


" Boy kamu habis menelepon siapa? " tanya Cull mendudukkan tubuhnya disamping Max.


" Mommy Uncle, " sahutnya.


" Mana? biar Uncle berkenalan dengan Mommymu," pintanya karena jujur saja ia sedikit merasa penasaran dengan wanita yang disukai oleh sang sepupu.


" Uncle kurang cepat keburu dimatikan Mommy, " terangnya.


" Gagal!, " gumamnya.


" Boy, awalnya aku tidak yakin dan tidak percaya kau bisa melakukan ini. Terima kasih Boy....hmmm kau mau hadiah apa dariku? " ucap Cull sembari menepuk pundak Max dengan rasa bangga.


" Tidak ada Uncle tampan, " balas Max tetapi sejujurnya ada keinginannya di lubuk hatinya, tetapi tidak mungkin ia berani mengungkapkan.


" Jangan berbohong Boy, aku bisa melihat kedua mata dan wajahmu ada sesuatu yang kau sembunyikan. Katakan saja kau ingin apa dariku sebagai keberhasilanmu? apapun akan aku kabulkan, " Cull tau betul dari wajah dan kedua mata Max menyembunyikan sesuatu keinginan yang tidak berani diungkapkannya. Cull mengacak pucuk kepala Max sehingga membuat rambutnya berantakan.


" Uncle....."


" Hmmm katakan! "


" Uncle mungkin ini tidak mungkin bahkan lucu bagi Uncle dengan keinginan Max, " ucapnya dengan perasaan gugup serta tidak yakin.


" Katakan Boy! lelaki sejati harus pemberani, " Cull menatap Max dengan tatapan khasnya.


" Max tidak ingin apapun yang berupa hadiah tetapi bolehkah Max memanggil Uncle dengan sebutan Dad-daddy?, " ucap Max dengan bibir bergetar, baru kali ini bocah jenius itu merasakan kegugupan serta tidak percaya diri.


Deg


Cull sontak kaget mendengar permintaan Max karena menurutnya ini sangat lazim. Baru kali ini ia bertemu dengan bocah dan meminta memanggilnya dengan sebutan Daddy. Jujur saja hatinya tersentuh dan terenyuh mendengar keinginan Max.


" Baiklah Uncle lupakan saja, maaf jika Ma-------, "


" Uncle??? " seru Cull dengan mata menyipit.


" Panggil Daddy, " sambungnya sehingga membuat Max melebarkan matanya tidak percaya mendengar kata itu.

__ADS_1


" Terima kasih Un eh Daddy, " seru Max dengan girangnya, ia menghamburkan tubuh kecilnya kedalam tubuh kekar dihadapannya. Max melingkarkan kedua tangannya ke leher pria yang resmi ia sebut Daddy. Cull juga tidak kalah eratnya memeluk tubuh kecil itu. Kedua pria beda usia itu merasakan desiran darah serta jantung berdebar.


" Pelukan bocah kecil ini begitu nyaman seperti ada magnet, " batin Cull sembari mengecup pucuk kepala Max serta menghirup aroma wangi shampo yang melekat karena bocah jenius ini baru saja habis membersihkan diri.


Dibalik pintu seorang pria terpaku dengan wajah tidak semangat. Dia syok melihat apa yang dilakukan kedua pria beda usia itu. Lebih terkejutnya lagi Max meminta sepupunya memanggil dirinya Daddy. Dengan kaki lemas serta wajah murungnya ia terpaksa meninggalkan tempat itu, jujur saja ia merasa iri dengan kedekatan putra wanita yang membuatnya mampu jatuh cinta.


" Boy bagaimana jika sekarang kita jalan-jalan? " tawar Cull ingin mengajak Max mengelilingi tempat hiburan Spanyol.


" Max ingin mengunjungi Sierra Nevada Dad. Max ingin bermain salju, apalagi ini pertama bagi Max keluar negeri, " ucapnya dengan jujur.


" Daddy juga pertama kali ke Spanyol sewaktu kecil mengunjungi Sierra Nevada Boy. Hmmm kenapa keinginan kita bisa sama? " ungkap Daddy Cull.


Kalau dengarnya saja, objek wisata ini mirip dengan pengunungan di Amerika Serikat. Sierra Nevada di Spanyol adalah sebuah nama pengunungan dan juga memiliki puncak tertinggi bernama Mulhacen. Jika Anda senang dengan salju, maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke tempat wisata di Spanyol ini. Kamu puas bermain salju dan bermain ski. Terdapat ruangan terbuka yang disewakan untuk menikmati pemandangan alam.


" Bukan kebetulan saja Dad, semua orang pasti menyukai salju. Tetapi beda dengan Adik Max, ia lebih menyukai Museum yang terkenal di negara ini yaitu Museum Guggenheim Bilbao. Karena dia berbakat di seni karya melukis, " ungkap Max seketika mengingatkan sang Adik.


Museum Guggenheim Bilbao merupakan Museum dengan bangunan unik yang berfungsi sebagai Museum seni modern dan kontemporer. Bangunannya yang meliuk dan berada di dekat Sungai Nervion, menjadikan Museum ini salah satu bangunan terkenal di Museum.


Pengunjung juga harus menggenakan masker dan juga ada pembatasan pengunjung di dalam Museum. Terlihat juga sejumlah spot pencuci tangan di tempatkan di beberapa titik kawasan Museum. Pengunjung juga diingatkan untuk menjaga jarak aman sekitar 2 meter dengan pengunjung lain karena sekarang masih dalam covid.


" Kau benar Boy. Bersiap-siaplah Daddy akan kabari Uncle Berry serta Uncle Akas, " Cull meraih ponsel pintarnya untuk menghubungi kedua pria yang ia sebutkan kearah balkon kamar ingin menghirup udara segar dari arah balkon yang terbuka.


•••••


Kini rombongan 4 pria tampan mirip oppa Korea sudah berada di tempat tujuan yaitu Sierra Nevada. Mereka mirip dengan F4 cuma yang membedakan hanya usia Max saja terlalu kecil dibandingkan ke 3 pria keren bersamanya.


" Boy sini pegang tangan Daddy kita akan menaiki puncak salju, " titah Daddy Cull, ia genggam tangan mungil Max dengan erat membawanya mendaki puncak salju.


" Huh kita di cuekin, " gerutu Berry kepada Akas.


" Ayo Tuan kita kejar Tuan serta Max, " ajak Akas langsung mendahului Berry yang sibuk mengumpat.


Canda gurau kedua pria tampan yang memiliki wajah mirip sedang bercanda gurau. Senyuman dan kebahagiaan sangat terpancar di wajah keduanya. Mungkin pengunjung wisata dari berbagai Negara menyakini jika mereka adalah Ayah dan putranya karena wajah dan kekompakan dari keduanya sangat menonjol.


" Baru kali ini pertama aku melihat bahagianya Tuan. Hmmm bocah jenius ini mampu mengambil hati Tuan, sebenarnya siapa kamu Max? bukan hanya wajah saja yang sangat menonjol tetapi perilaku serta sifat keduanya sama, " gumam Akas pada dirinya sendiri.


" Huh huh, " bunyi nafas dan lenguhan Berry menghampiri Akas.


" Tuan kenapa? " Akas melihat Berry kurang semangat.


" Tidak ada apa-apa, " balasnya dengan tatapan tidak lepas dari sang sepupu serta calon putra tirinya. Akas mengulas senyum melihat ada rasa cemburu pada sepupu Tuannya.


" Uncle Ber, Uncle Akas ayo bergabung, " teriak Max sembari melambaikan tangannya kearah kedua pria yang tidak jauh dari mereka.


Akhirnya ke empatnya bergabung saling kejar-kejaran dan terpencar.

__ADS_1


Buk


Max tidak sengaja menabrak anak perempuan sehingga membuatnya terjatuh.


" Awww, " ringis anak tersebut.


" Apa kau tidak punya mata hah? " bentak seorang pria seusia Daddy Cull kepada Max.


" Maaf Tuan saya tidak sengaja, " ucap Max meminta maaf dengan menggunakan bahasa Inggris.


" Makanya gunakan mata, tempat ini sangat luas masih bisa kau melukai kaki putriku. Apa matamu tidak dapat berfungsi lagi? " bentaknya sekali lagi lebih menusuk sembari mendorong tubuh Max sehingga membuatnya terjatuh tepat di kaki sang Daddy Cull karena melihat ada perdebatan Cull segera cepat menghampiri Max.


" Siapa kau berani-beraninya membentak putraku hah? apa kau tidak mendengar jika dia tidak sengaja melakukan itu?, " suara bariton lantang tepatnya dengan nada tajam membuat pria yang mengendong putrinya menoleh. Cull mengangkat tubuh Max yang sudah dipenuhi salju membawa dalam gendongannya.


" Tenang Boy kau jangan takut ada Daddy bersamamu, " ucapnya lembut menenangkan Max, padahal Max sama sekali tidak takut bahkan terbawa perasaan. Perlakuan kasar ini belum apa-apa dibandingkan selama ini dia mendapatkan caci-maki, hinaan, direndahkan dan lain sebagainya.


" Tn. muda Cullen Sywa, " lirih pria yang membentak Max dengan wajah terkejutnya.


" Hmmm ternyata Anda berasal dari Indonesia juga dan aku tau siapa Anda yang telah membentak putraku, " ternyata mereka berasal dari Negara yang sama dan Cull tau siapa pria itu dan dari perusahaan apa.


" Maafkan saya Tuan, " mohonnya dengan wajah berubah takut. Siapa yang berani menentang bahkan mencari kesalahan dengan sang CEO terkenal, jika tidak ingin perusahaannya ditutup. Ternyata bocah lelaki tampan ini putra dari pengusaha terkenal serta kaya raya, tetapi sedikit bingung baginya karena selama ini belum pernah ada pemberitaan kapan si raja bisnis ini menikah bahkan sekarang sudah memiliki seorang putra sebesar ini.


" Aku tidak menyalahkan Anda marah karena putraku mengakibatkan putri Anda terjatuh, tetapi bukan begini caranya. Bicara baik-baik tanpa mengeluarkan bahasa yang tidak pantas didengar oleh anak-anak sebaya mereka. Tapi sikap serta bicara Anda tadi sungguh membuat hati orang tua mana yang Terima jika anaknya dikatai dengan bahasa kasar. Kembali lagi jika ini terjadi pada putri Anda, apa Anda terima orang mengatai putri Anda dengan apa yang Anda katai tadi? tidak bukan? begitu juga berlaku padaku, " ujar Cull dengan bijaksana, ia tidak marah jika Max disalahkan tetapi ucapan pria itu sudah kelewat batas.


" Boy, ayo minta maaf, " titah Cull sembari menurunkan Max dalam gendongannya.


" Aku minta maaf, " Max menghampiri anak perempuan cantik yang sedang terisak karena tidak sengaja ditabraknya sehingga mengakibatkan lututnya berdarah.


" Tidak apa-apa, kamu tidak salah. Maafkan atas sikap Papiku tadi, " ucapnya dengan lembut sembari tersenyum sehingga menampakkan lesung dikedua pipinya.


" Terima kasih, " balas Max sembari mengusap air mata di wajah imut serta cantik.


" Tuan saya pribadi minta maaf atas sikap kurang menyenangkan dari Papi, " ucap bocah cantik ini kepada Cull.


" Hmmm kau anak yang bijaksana di usiamu semuda ini, " Cull mengusap pucuk kepala bocah imut sehingga membuat rambutnya acak-acakan.


" Tuan sekali lagi saya minta maaf karena sudah membuat putri Tuan terluka, " ucap tulus Max kepada Papi bocah cantik yang ditabraknya sembari menangkup kedua telapak tangannya.


" Aku juga minta maaf atas apa yang terjadi, " balasnya dengan perasaan was-was melihat tatapan tajam Cull kepadanya.


" Mari Boy kita harus kembali, Uncle Berry serta Uncle Akas sudah menunggu di sana, " Cull kembali mengendong Max dari arah belakang agar cepat sampai, maklum Max masih belajar menggunakan ski. Bocah cantik berlesung pipi melambaikan tangan dan dibalas oleh Max dalam gendongan sang Daddy.


" Pegang Daddy erat Boy kita akan balap, " titahnya memulai meluncur.


" Dad, " teriak Max dengan girang dalam gendongan.

__ADS_1


" Terima kasih Dad sudah membela Max dengan sikap bijak. Max tidak menyangka jika Daddy tampan mengakui Max sebagai putra Daddy sendiri dihadapan orang, " batin Max terenyuh atas sikap Daddy tampannya.


Bersambung.....


__ADS_2