Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 32


__ADS_3

•••••


# Flashback On #


Tiba di Bali keduanya memasuki hotel milik pria itu, tetapi Ai tidak mengetahuinya jika hotel mewah itu milik pria yang bersamanya.


" Apa kau lelah? " tanyanya pada Ai yang terduduk dengan wajah lelahnya.


" Sedikit Tuan, " sahut Ai berusaha tersenyum.


" Jika begitu istirahatlah, masih ada waktu 5 jam lagi, " ucapnya sembari melirik arloji di pergelangan tangannya.


Ai mengangguk. " Tuan jika saya boleh tau siapa nama Tuan? karena selama ini kita belum saling mengenalkan nama, " akhirnya Ai menyadari jika mereka belum saling berkenalan.


" Khusus dirimu panggil saja aku Frey atau Rey lebih kerennya, " ternyata pria tersebut adalah sang CEO dari perusahaan "SYWA GRUP" Cullen Frey Sywa. Tetapi sedikitpun Ai tidak mengenali siapa pria yang sedang bersamanya saat ini.


" Tuan Rey, " gumam Ai terdengar merdu di telinga Cull. Mendengar itu semakin membuat ia tidak tahan.


" Nama saya Aileen Tuan, " ucap Ai.


" Nama yang indah seperti orangnya, " balas Cull menatap intens kepada Ai yang juga menatapnya dengan raut wajah malu. " Istirahatlah, " ucapnya kembali sembari membaringkan tubuhnya disisi ranjang, sedangkan Ai merasa gugup. Tidak butuh lama terdengar deru nafas halus menandakan Cull sudah terlelap.


" Secepat ini dia tertidur, " gumam Ai dengan pelan. " Terpaksa aku harus tidur seranjang, " gumamnya kembali karena tidak ada pilihan, di kamar itu tidak disediakan sofa. Ai juga sedikit bingung dengan keadaan itu.


Keduanya telah terlelap masuk ke alam mimpi masing-masing.


•••••


Kini keduanya telah berada di gedung hotel milik rekan kerja yang mengadakan pesta. Cull dan Ai tampil sangat terpesona pada malam itu, tetapi sayangnya para tamu undangan tidak dapat melihat jelas wajah keduanya karena privasi para tamu dirahasiakan.


Ai sangat gugup menggandeng lengan Cull, mereka seperti pasangan kekasih bahkan mungkin orang mengira mereka pasangan suami-istri yang harmonis.


Setelah acara pesta usai Cull membawa Ai ke tempat romantis tanpa ada orang lain disekitar mereka, karena ia tidak ingin ada orang yang mengenali dirinya. Apa lagi menyangkut wanita-wanita dimasa lalunya, bisa-bisa rencananya berantakan.


" Tuan tempat ini sangat indah, " kagum Ai sembari menghirup udara malam. Mereka berada di Restoran tepi pantai.


" Apa kau menyukainya? " tanya Cull sembari menatap Ai dengan mengulas senyuman.


Ai mengangguk. " Ini adalah pertama kalinya saya ke Bali, " ucap Ai dengan jujur.


" Aku akan membawa kemanapun kau ingin, tetapi sekarang bukan waktunya. Bahkan jika kau menginginkan ke luar negeri akan aku penuhi, asalkan kau bahagia, " ungkap Cull dengan serius.


Mendengar penuturan Cull membuat Ai menoleh kearahnya karena sejak tadi ia memandangi air laut.


" Bolehkah aku menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi? " tanya Cull, membuat Ai sedikit kaget karena selama ini ia tidak pernah menceritakan hal pribadi yang menyangkut dirinya. " Hmmm apa statusmu saat ini? apa kau sudah berpisah dengan suamimu? " tanya Cull sehingga membuat wajah Ai berubah yang sulit diartikan.


Deg


Keduanya saling terdiam, Ai bingung harus menjawab apa karena masalah pribadinya begitu rumit.


" Baiklah jika kau belum siap untuk cerita, " Cull tidak ingin memaksa, ia bisa melihat raut yang tersembunyi di wajah Ai.


Keduanya kembali hening saling menatap air laut, sibuk dengan pikiran masing-masing.


" Saya tidak tau harus menjawab apa dengan status saya selama ini. Status saya adalah seorang Ibu dua anak, hanya itu yang dapat saya katakan. Jika saya katakan yang sebenarnya mungkin orang-orang tidak akan percaya bahkan akan menertawai saya dengan pengakuan konyol saya ini, " ucap Ai dengan raut wajah sendunya serta kedua matanya sudah berkaca-kaca.


" Baiklah jika sekarang kamu belum siap mengungkapkan masalah pribadimu, aku hanya ingin memastikan jika statusmu sekarang bukan milik siapa-siapa, " ucap Cull menghargai keputusan Ai. " Hmmm jika boleh tau apa kau masih berstatus istri orang atau memiliki kekasih? " tanya Cull.


Ai menggeleng.

__ADS_1


Senyuman bahagia mengembang di bibir seksi Cull.


" Mommy twins M.....Aku tau bahwa kita baru dua kali bertemu, tetapi bagiku itu adalah momen paling ajaib yang dapat kuingat. Kita bertemu begitu singkat tetapi, sejak hari itu aku tidak dapat berkonsentrasi pada hal lain. "


" Gubraak! Duarrr! Itulah yang aku rasakan saat bertemu denganmu untuk kedua kalinya kemarin. Mungkin tidak terdengar seperti itu, tapi itu adalah perasaan terbaik yang pernah ada. "


" Aku tidak pernah percaya pada cinta pada pandangan pertama sampai saat aku bertemu denganmu, dan aku merasakan hal itu. Pada malam ini dan di tempat ini aku mengatakan bahwa aku menyukaimu.... bahkan jatuh cinta padamu Aileen, " ungkap Cull dengan mantap.


Duarr!


Kaget, jantungan itulah yang dirasakan wanita berparas cantik saat ini.


" Maukah kau menjadi kekasihku? " Cull meraih kedua telapak tangan Ai sembari menggenggamnya.


Seketika tubuh Ai menegang dengan mata membulat mendengar ucapan Cull.


" Tu-tuan, " gumam Ai dengan wajah gugupnya, ia tidak percaya hal itu menjadi kenyataan.


" Aku serius, " Cull langsung bertekuk lutut dihadapan Ai tanpa melepaskan genggaman tangannya.


" Tuan jangan begini, " Ai tidak menyangka hal itu, ia berusaha agar Cull bangkit dari posisi berjongkoknya.


" Jawab aku dulu, " pinta Cull tanpa melepas tatapannya.


Dengan terpaksa Ai menarik tangannya sekuat tenaga sehingga terlepas dari genggaman tangan Cull. Ai menyeret kakinya kembali ke tempat semula, mendudukkan tubuhnya.


Tubuh Cull membeku, ia sudah tau apa jawaban dari Ai. Baru kali ini ia ditolak oleh seorang wanita, padahal wanita di luaran sana berlomba-lomba ingin menjadi miliknya.


" Tuan kemarilah, " panggil Ai tidak enak hati. Tanpa bantahan Cull menuruti perintah Ai.


Kini keduanya kembali saling duduk berhadapan.


" Terima kasih Tuan sudah mengungkapkan perasaan itu dan memilihku untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupmu. Saya tersanjung dengan pernyataan cinta Tuan. Saya sangat bahagia bisa mengenal Tuan, " ungkap Ai tanpa mengalihkan tatapannya.


Ai meraih kedua tangan Cull yang memang diletakan diatas meja, mengengamnya.


" Maaf sampai saat ini, saya masih nyaman dengan kesendirian saya, " ungkap Ai mantap dengan mata berkaca-kaca menatap bola mata indah di hadapannya.


Deg


Seketika harapan Cull sirna mendengar penolakan halus dari wanita yang berhasil merebut hatinya. Merasa tidak sanggup menahan sesak Cull bangkit dari duduknya sehingga membuat Ai juga ikut berdiri.


Cull langsung merangkul tubuh Ai membawa kedalam pelukannya.


" Maaf, " lirih Ai didalam pelukan Cull, tanpa sadar bulir bening sudah bergulir dikedua pipi mulusnya.


" Jangan merasa bersalah, aku tidak akan menyerah untuk menyakinkanmu karena aku sudah memilihmu. Aku akan bersabar menunggu hari itu, dimana kau menerima diriku, " ucap Cull dengan mata berkaca-kaca. Baru kali ini pria yang dikenal casanova serta maco ini merendahkan dirinya hanya dihadapan Ai.


" Saya tidak ingin memberi harapan kepada Tuan, " lirih Ai.


" Baiklah jika begitu, aku akan menyetujui permintaan Mamiku yang akan menjodohkanku, " Cull ingin mengetes perasaan Ai.


" Jang--------, " Ai langsung membungkam mulutnya dengan cara membuktikan wajahnya di leher Cull. Senyuman mengembang di bibir Cull, dan ia semakin mengeratkan pelukan yang paling ternyaman yang pernah ia rasakan.


# Flashback Off #


•••••


r

__ADS_1


Di rumah dengan perkarangan yang luas


" Sayang bolehkah Mommy membatalkan pertemuan ini? " tanya Ai kepada si kembar yang sedang bersiap-siap didepan cermin besar yang berada didalam kamar sang Mommy.


" Tidak bisa Mommy, " ucap Mia dengan cepat karena ia sangat mendukung perjodohan ini. Sedangkan Max tidak ingin berkomentar apapun, ia mengikuti saja.


" Ayo Mom nanti kita terlambat, tidak enak sama Oma serta Daddy, " ucap Mia kembali karena sangat Mommy belum bersiap-siap.


Ia bingung dengan semua itu, disatu sisi ia memikirkan Cull.


" Baiklah sayang tunggu Mommy sebentar, " Ai segera bersiap-siap.


Sedangkan di Restoran berbintang milik keluarga Sywa. Tn. Matheo, Ny. Liliana serta Cullen Sywa sudah terlebih dahulu datang. Keluarga itu menempati ruangan VIP khusus untuk keluarga Sywa.


" Kenapa mereka sangat lama, " ucap cemas Mami Lili karena ia khawatir Mommy si kembar membatalkan pertemuan ini.


" Tenang dan sabar Mi. Kita saja baru datang, bisa jadi mereka terjebak macet, " Papi Matheo menenangkan sangat istri yang tidak sabaran.


Sedangkan Cull mengulum senyum kebahagiaan, ia sangat berharap mereka tidak akan datang.


Di lobby Restoran keluarga kecil itu disambut oleh pelayan karena sesuai dengan perintah pemilik Restoran.


Sang pelayan mengantar mereka ke ruangan VIP khusus.


Tiba-tiba


" Sayang kalian masuk terlebih dahulu, Mommy ingin ke toilet sebentar, " ucap sang Mommy menghentikan langkahnya.


" Maaf Nona didalam ruangan tersedia kamar mandi, " Kimmy menyela.


" Tidak masalah Kimmy, aku merasa tidak enak datang langsung masuk kedalam kamar mandi karena ini sudah kebelet, " ungkap Ai dan tanpa menunggu ucapan Kimmy ia langsung menuju kearah dimana toilet ditempatkan.


" Ayo anak-anak manis, " ajak Kimmy kepada Max serta Mia mengiring tangan keduanya.


Penjaga mempersilahkan mereka masuk.


Ceklek


Tn. Matheo, Ny. Liliana serta Cullen menoleh kearah pintu. Seketika kedua orang tua paruh baya mengembangkan senyuman kebahagiaan, keduanya merasa lega karena orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.


" Cucu-cucu Oma sini, " panggil Oma Lili dengan mata berbinar.


" Selamat malam Opa, Oma, Daddy, " sapa kedua anak jenius itu.


" Malam sayang, " balas ketiganya.


" Mana Mommy kalian? " seketika kekhawatiran melanda pada diri Oma Lili.


" Mommy masih di toilet Oma, " sahut Mia langsung naik di pangkuan sang Daddy. Keduanya saling melepaskan rindu.


Mereka saling mengobrol, jika dengan Mia mereka akan tidak akan sepi. Bocah cantik itu selalu ada saja yang dibahasnya.


Ceklek


" Selamat malam, " suara itu membuat Cull membeku.


" Selamat malam sayang, " sahut Mami Lili tersenyum senang. Ai melangkah semakin mendekat, sedangkan Cull sengaja tidak ingin menoleh kearah pintu karena ia merasa tidak suka.


" Sayang perkenalkan inilah Daddy anak-anak, " ucap Mami Lili. Seketika membuat Cull menoleh kearah wanita yang ingin dijodohkan orang tuanya.

__ADS_1


Deg


Bersambung......


__ADS_2