Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 52


__ADS_3

Mendapat Restu


•••••


Malam ini Mami Lili mengundang keluarga calon menantunya. Mereka akan membicarakan rencana orang tua sang cucu.


" Daddy sudah datang? " Mia langsung memeluk Cull.


" Iya Princess, Daddy sangat merindukan putri cantik Daddy, " ujar Cull sembari mendaratkan kecupan dikedua pipi chubby Mia.


" Princess juga rindu Daddy. Dad kenapa tidak tinggal di sini saja? " tanya Mia dengan polosnya.


" Princess, Daddy harus menikah dulu dengan Mommy baru boleh tinggal bersama, " jelas Cull dengan lembut.


" Oh, " jawab Mia seakan mengerti.


" Mana Kakakmu? "


" Mungkin lagi bersiap di kamar Dad, " jawab Mia.


" Mommy? "


" Lagi bersiap, biasalah orang dewasa harus berdandan dulu, " cicit Mia.


" Baiklah, kamu tunggu di sini Daddy ingin ke kamar Kakakmu dulu, "


Cull bangkit melangkah menuju kamar Max. Seketika ia menghentikan langkahnya berdiri di depan pintu kamar yang sedikit terbuka.


" Sayang kamu adalah anak tertua Mommy. Mommy ingin menanyakan terlebih dahulu kepadamu, " ungkap Ai.


" Mommy ingin menanyakan apa? " Max balik bertanya.


" Sayang apa kamu merestui hubungan Mommy dengan Daddy? Daddy melamar Mommy dan ingin menikahi Mommy, " ungkap Ai.


" Mommy selama ini Mommy telah berjuang membesarkan atau merawat kami tanpa sosok Daddy. Selama ini Mommy selalu direndahkan orang-orang karena status dan kehadiran kami. Dan sekarang saatnya Mommy meraih kebahagiaan itu, berkat kesabaran Mommy membuahkan hasil. Daddy orang yang tepat untuk Mommy, Daddy begitu mencintai Mommy. " Ungkap Max seperti orang dewasa. " Apa Mommy benar-benar mencintai Daddy? atau karena untuk kebahagiaan kami Mommy menerima pernikahan itu? " tanya Max ingin tau.


Mendengar pertanyaan Max membuat Cull panas dingin serta deg-degan.


" Awalnya bertemu Daddy, Mommy sama sekali tidak ada perasaan untuk Daddy karena Mommy sadar dengan status Mommy. Tetapi Mommy tidak munafik jika karisma atau pesona Daddy kalian membuat Mommy terpana, tetapi itu hanya sekedar rasa kagum. Tetapi setelah mengenal lebih dalam sedikit demi sedikit perasaan itu hadir dan bahkan Mommy jatuh cinta. " Ai mengungkapkan perasaannya kepada putra sulungnya. " Mommy sangat mencintai Daddy sayang, " ungkap Ai sembari mengulum senyum.


" Yes, yes! " sorak Cull dalam hati.


" Daddy, " panggil Max seketika pandangannya tidak sengaja menoleh kearah pintu.


Hmmm

__ADS_1


Cull salah tingkah karena tertangkap basah sedang menguping.


" Sayang kenapa berdiri disitu? sini, " panggil Ai tanpa ingin bertanya kapan Cull berdiri disitu.


Cull melangkah mendekati orang yang ia sayangi dan cintai.


" Sayang apa Daddy sudah lama menunggu? " tanya Ai kepada Cull.


" Hmmm lumayan sayang. Princess dan Mama sedang menunggu di ruang keluarga, " ujar Cull.


" Ada apa? " tanya Ai karena melihat Cull menatapnya begitu intens dengan mata berkaca-kaca.


" Boy terima kasih sudah merestui hubungan Daddy sama Mommy, " ujar Cull. " Sayang terima kasih karena membalas cintaku, aku akan berjanji membahagiakan kalian sayang, " imbuhnya.


" Daddy simpan dulu sayang-sayangnya, ayo kita harus segera berangkat kasian lama ditunggu oleh Opa dan Oma, " kata Max sembari keluar dari kamar menuju sang Adik dan Nenek.


Sedangkan Cull bergelayut manja di lengan Ai.


Pukk


" Apa Daddy tidak dengar perkataan putra kita? " Ai menepuk tangan jail Cull.


" Sudah tidak nahan sayang hmmm, " goda Cull menurun naikan matanya.


" Kamu bisa bebas sekarang, lihat nanti setelah menikah akan aku kurung selama 7 hari 7 malam dalam kamar, " Gumam Cull sembari membayangkan malam panas mereka.


•••••


Di Mansion sudah menunggu kedatangan keluarga calon menantu mereka. Cantika serta sang suami sudah terlebih dahulu tiba dan disusul oleh Cintaka dan Exsel.


" Mereka belum sampai ya Mi? " tanya Cinta sembari mengunyah. Pengaruh kehamilannya ia merasa selalu lapar.


" Belum sayang, mungkin sebentar lagi, " jawab Mami Lili sembari meletakan gelas di atas meja. " Sayang bagaimana keadaan calon cucu Mami didalam sana? " tanya sang Mami.


" Perkembangannya baik Mi, kebetulan kemarin kontrol, " jawab Cinta.


" Selamat malam Opa, Oma, Aunty Cull dan Uncle, " sapa Max dan Mia sembari berlari menghampiri rombongan di meja makan.


" Malam cucu tampan dan Cantik Oma, " sambut Oma Lili.


" Malam cucu-cucu jenius Opa, "


" Malam juga twins m, " sambut Aunty Cinta dan Cantika.


" Malam juga twins, " sambut Uncle Exsel serta Frans.

__ADS_1


Max serta Mia duduk di samping kedua Opa, Oma.


" Selamat malam semuanya, " sapa Ai serta Mama Leni.


" Selamat malam sayang, dan Mama Leni, " sambut Mami Leni. Dan mendapat anggukan dari semuanya.


" Maaf lama menunggu, " kata Ai.


" Tidak masalah sayang, pasti drama dulu. Dasar anak bandel, " kata Mami Lili yang ditujukan kepada putranya.


" Mami tau saja, hmmm karena Papi juga begitu bukan? " Cull sengaja melemparkan pertanyaan itu kepada sang Papi yang sedari tadi sedang asik bercerita dengan kedua cucu jeniusnya.


" Jangan bawa-bawa Papi, " protes Papi Matheo.


Hahaha


Ruang makan seketika dipenuhi canda tawa.


Mereka sedang menikmati hidangan hasil olahan tangan Mami Lili sendiri dan dibantu oleh beberapa pelayan. Walaupun orang kaya raya tetapi Mami Lili tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri. Sejak dari gadis Mami Lili hobi memasak, sehingga tidak heran jika masakannya membuat ketagihan.


Setelah acara makan usai, kini mereka berkumpul di ruang bersantai.


" Hmmm bagaimana rencana kalian? " Papi Matheo memulai membuka suara untuk pembahasan tentang rencana Cull dan Ai.


" Cull akan menikahi Aileen secepatnya Papi, " ungkap Cull dengan mantap.


" Dengan senang hati kami merestui Nak, karena pada awalnya kami menginginkan hal itu terjadi. Tetapi karena banyak drama jadi waktu itu terbuang, " ungkap Papi Matheo dengan raut wajah seriusnya.


" Iya sayang kami merestui. Akhirnya apa yang selama ini diinginkan Mami tercapai juga, " timpal Mami Lili dengan mata berkaca-kaca.


" Terima kasih Tn. Matheo dan Ny. Lili, telah menerima putri saya sebagai menantu kalian. " Ungkap Mama Leni sembari meneteskan air mata.


" Jangan formal begitu, " kata Papi Matheo. " Justru kami yang berterima kasih kepada kalian karena sudah berjuang merawat dan membesarkan Max serta Mia tanpa campur tangan kami. Maaf jika kami terlambat karena murni kami tidak mengetahui itu, " ujar Papi Matheo.


" Sayang terima kasih kamu menerima putra Mami, hmmm masa lalunya sangat buruk sayang. Dia tidak pantas untuk kamu, " kata Mami Lili mengingat kenakalan Cull dimasa lalu.


Mendengar perkataan Mami yang menyinggung masa lalunya membuat Cull menunduk dengan hati terluka karena masa lalunya sungguh tidak terpuji.


" Mami setiap orang memiliki masa lalunya masing-masing. Intinya itu adalah pembelajaran, yang baik tetap pertahankan sedangkan sebaliknya dibuang dan jangan sampai diulangi kembali. " Jawab Ai dengan bijak menanggapi perkataan Mami Lili.


" Kamu memang menantu idaman sayang, pantas saja anak nakal itu bertekuk lutut, " kata Mami Lili.


Dari kesepakatan pesta pernikahan itu akan di gelar 1 minggu mendatang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2