Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 56


__ADS_3

Keromantisan


1 tahun kemudian


"Daddy stop!" Seru Ai membungkam mulut sang suami. Sedari tadi bangun tidur Ai tidak mau dilepaskan oleh Cull.


"Sayang monster mata satu kesayangan Mommy sudah lapar," goda Cull sembari menuntun tangan Ai.


Seketika Ai menelan salivanya dengan wajah bersemu merah.


"Dad ini sudah pagi. Anak-anak pasti sudah bangun, sedangkan sarapan belum Mommy buat." Jelas Ai. "Daddy juga harus ke kantor bukan?" imbuhnya kembali.


"Sayang ada Kimmy yang bisa membantu twins. Daddy masih ingin manja-manja dengan wanita cantik dan sangat Daddy cintai," ujar Cull semakin mengeratkan pelukannya.


"Terlalu lebay, tiap saat selalu manja." Cicit Ai dengan mulut mengerucut.


"Sayang," bisik Cull sembari mengusap perut rata Ai.


"Maaf Mommy belum bisa mengabulkan permintaan Daddy serta kedua orang tua Daddy," kata Ai dengan wajah sendunya. Bahkan kedua matanya sudah berkaca-kaca.


"Sayang bukan maksud Daddy begitu. Daddy tidak mempermasalahkan itu, kehadiran twins lebih dari cukup. Mommy jangan sedih," terang Cull sembari mengusap air mata yang sudah mengalir.


Ai menyelusup wajahnya di leher jangkung sang suami sembari menghirup aroma maskulin bangun pagi suaminya.


"Sayang geli, Mommy semakin membuat pertahanan Daddy runtuh," bisik Cull.


Bukannya berhenti malahan Ai membuat karya terbaiknya di leher jangkung itu. Sedangkan Cull mengeram.


"Mommy yang menggoda," bisik Cull.


Cup cup cup


Olah raga pagi kembali terulang seperti biasanya.


Aah aaah aaah


Racau, erangan dari keduanya seiringan menyemburkan larva panas.


Di meja makan


"Selamat pagi kesayangan Mommy," sapa Ai kepada Max dan Mia yang sudah duduk manis sembari menikmati sarapan pagi buatan Kimmy. Mereka sengaja tidak menunggu kedua orang tuanya karena mereka tidak ingin terlambat.


"Pagi juga Mom, Dad," jawab Max dan Mia serempak.


"Maaf sayang Mommy terlambat lagi bagun pagi," kata Ai dengan tidak enak hati karena selalu terlambat membuat sarapan. Bukannya ia terlambat bangun tetapi penyebabnya adalah ia memiliki bayi besar yang selalu mengurungnya setiap pagi.


"Selalu begitu," gerutu Mia. "Daddy tolong bangunkan Mommy jika sudah pagi," imbuhnya kembali.


"Iya princess, dasar Mommy putri tidur," Cull malah menyudutkan Ai sembari mengulum senyum.

__ADS_1


"Dasar membalikan fakta," balas Ai dengan wajah cemberut.


Setelah usai sarapan pagi. Max serta Mia pamit berangkat ke sekolah, diantar oleh Kimmy. Dan kini tinggallah kedua pasangan yang selalu bersikap romantis. Cull benar-benar mewujudkan janjinya, memberi kebahagiaan serta kasih sayang kepada Ai dan kedua buah cinta mereka.


Sudah 1 tahun berjalan mahligai rumah tangga mereka tetapi tanda-tanda janin tumbuh di rahim Ai belum juga dipercayakan oleh Sang Pencipta.


"Sayang jangan lupa nanti siang datang ke kantor, hmmm tolong hari ini masakin kesukaan Daddy ya?" ujar Cull sembari mengusap punggung Ai yang sedang ia rangkul.


"Iya Dad, tetapi hari ini sebelum ke kantor Mommy ingin memeriksa toko kue terlebih dahulu," jawab Ai dan memberitahukan rencananya.


"Sayang buat apa Mommy capek-capek? serahkan semuanya kepada Ine, saatnya Mommy menikmati hasil kerja keras Daddy," ujar Cull tidak ingin istri tercintanya kelelahan. Padahal ia memiliki penghasilan fantastik sampai 7 turunan pun tidak akan bangkrut. "Dari dulu Mommy sudah banting tulang mencari sesuap nasi demi buah hati kita, dan saatnya Mommy pensiun," imbuhnya kembali sembari mengecup punggung tangan Ai dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih Dad," Ai langsung memeluk Cull sembari terisak. Ingatan dimasa lalu menari-nari di kepalanya.


•••••


Di perusahaan "SYWA GRUP" ruang presentasi seperti neraka bagi para jabatan tinggi di perusahaan itu. Bagaimana tidak dari awal presentasi belasan karyawan mendapat amukan dari sang CEO.


"Semua tidak ada yang becus, apa selama ini kalian bekerja hanya bersantai? jika kalian sudah bosan bekerja denganku silahkan angkat kaki sekarang juga! Masih banyak orang-orang yang berprestasi yang mengantri pembukaan lowongan pekerjaan di perusahaan SYWA GRUP ini. Buat apa perusahaan mengaji kalian hanya cuma-cuma," ujar Cull dengan raut wajah tak bersahabat sehingga urat-urat di lehernya timbul saking emosinya.


"Maafkan kami Tuan," kata salah satu karyawan.


"Jika kata maaf bisa menyelesaikan segala. Perusahaan ini tidak akan begini perkembangannya, jangan mudah mengucapkan kata maaf jika tidak ada niat untuk memperbaiki," ujar tegas Cull dengan tatapan tajamnya melirik satu-persatu karyawan yang sedang menunduk.


Tiba-tiba


Dret dret


"Saya minta maaf Tuan," kata Didi secepat mungkin mematikan telepon itu.


"Biasakan sebelum memulai presentasi, rapat dan sebagainya diharapkan ponsel di silent. Ini ruang bekerja bukan untuk curhat-curhatan," ujar Cull semakin marah.


Dret dret


Kembali lagi ponsel itu bergetar. Cull mendelik dengan wajah amarahnya. Sedangkan Didi dengan raut wajah paniknya.


"Tuan bolehkah saya minta izin menerima telepon sebentar saja? ini istri saya yang menghubungi Tuan," ungkap Didi memberanikan diri.


Karena dari awal emosi Cull memuncak sehingga ia tidak bisa mengendalikan amarah atau akal sehatnya.


"Jika sudah bosan atau berani melanggar aturan perusahaan angkat kaki sekarang juga," suara bariton itu mengejutkan semua yang berada didalam ruangan presentasi.


"Saya mohon Tuan," mohon Didi dengan wajah paniknya.


"Silahkan kau keluar." Ujar Cull tanpa basa basi lagi. "Kelu-----, "


Brak


Pintu terbuka begitu saja tanpa diketok.

__ADS_1


"Sayang," suara itu membuat darah Cull yang sempat mendidih langsung kembali normal. Dimana raut wajah serta tatapan tajamnya seketika menjadi hangat. "Sayang kenapa menghabiskan jam makan siang disini? kasian karyawan melewatkan makan siang mereka," ungkap Ai sembari memijit lembut kedua bahu kekar itu dari arah belakang kursi kebesaran sang suami sebagai pemimpin presentasi.


"Apa Mommy sudah lama menunggu?" tanya Cull. Ai mengangguk. "Maaf sayang," imbuhnya sembari menarik tangan Ai, lalu mendudukkan ke pangkuannya dihadapan para karyawan serta sang Asisten Akas.


Sebenarnya Ai sangat malu dan tidak enak hati serta tidak sopan berprilaku begitu, tetapi demi merendamkan amarah sang suami ia rela melakukan itu. Tentu saja ia tau bahwa suaminya itu lagi mengamuk kepada karyawan yang berada di sana. Ternyata diam-diam Akas mengirim pesan kepada Ai agar segera mungkin ke kantor untuk menyelamatkan para karyawan dari amukan harimau.


Saat ini dunia milik mereka berdua, sedangkan yang lainnya hanya mengontrak saja atau hanya jelmaan nyamuk saja. Semua karyawan hanya bisa menunduk tanpa berani melihat keromantisan orang tua dari twins si anak jenius.


Dret dret


Ponsel Didi kembali menjadi pusat perhatian.


"Maaf," lirih Didi sembari menunduk.


"Angkat saja Pak, mungkin saja itu penting," titah Ai.


Didi menatap Cull takut-takut, sungguh ia tidak berani.


"Apa kau tidak dengar apa yang dikatakan oleh istriku?" ujar Cull berusaha tidak termakan emosi didepan sang istri. Jika hal itu terjadi bisa-bisa ia puasa berminggu-minggu.


"Baik Tuan," jawab Didi dengan bibir bergetar dan keluar ruangan.


"Dad jangan marah-marah, nanti cepat menua," rayu Ai sembari mengusap wajah tampan suaminya.


"Apa kalian sedang menikmati sebuah drama? sehingga engan beranjak dari kursi kalian?" ujar Cull dengan tatapan tajam.


Sungguh Cull seperti anak kucing bila bersama sang istri. Jiwa wibawa, tegas, cuek serta arogannya hilang begitu saja.


"Permisi Tuan, Nyonya," pamit mereka satu persatu.


"Daddy, Daddy bukankah dari tadi Daddy mengurung mereka di sini? entah sampai kapan Daddy tidak melibatkan keegoisan serta sikap emosian," batin Ai.


Padahal sama sekali para karyawan tidak berani menatap apa yang mereka lakukan karena mereka hanya tertunduk saja.


"Sayang," peringatan Ai sekali lagi dengan nada manja.


"Maaf sayang,"


Cup


Kecupan sekilas di bibir yang selalu membuatnya candu. Sungguh perilaku casanova itu masih melekat dalam dirinya, tetapi bukan untuk wanita lain, melainkan kepada sang istri tercinta.


"Akas bawa semua berkas itu dan kerjakan semuanya sesudah kau makan siang. Aku hari ini hanya ingin bersama dengan istriku," ujar Cull.


"Lihatlah tidak di rumah, di kantor selalu lengket kaya lem dan perangko," batin Ai jengah.


"Syukur penjinak harimau menggaung datang tepat waktu. Tuan benar-benar tidak bisa berkutik dihadapan Nyonya, bahkan Tuan mengorbankan harga dirinya demi Nyonya," batin Akas sembari keluar dari ruangan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2