Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 58


__ADS_3

Surprise Untuk Mommy


"Jangan bercanda sa-----,"


"Daddy tidak bercanda," potong Cull.


Deg


"Sayang tolong tinggalkan Mommy sama Daddy sebentar," pinta Ai dengan suara bergetar bahkan kedua matanya sudah mengembun. Sungguh pengakuan Cull membuat hatinya tercabik-cabik dan bahkan hancur tanpa berkeping.


"Tapi Mom," protes Mia.


"Kalian dengar tidak?" seru Ai dengan suara meninggi sehingga membuat Max serta Mia patuh. "Nona aku mohon tinggalkan kami sebentar saja," mohon Ai kepada wanita yang berada di samping sang suami.


Kini hanya tersisa pasangan yang selalu menampilkan keromantisan dimana saja, tetapi itu dulu. Kini dalam sekejap semua itu hancur.


Bukk


Tanpa aba-aba Ai memeluk erat tubuh kekar sang suami. Cull sendiri tersentak kaget dengan perlakuan Ai. Dia mengira akan mendapat tamparan, pukulan lain sebagainya tetapi apa ini? malahan wanita ini memeluknya tanpa menangis seperti istri-istri pada umumnya yang mengetahui jika suaminya berselingkuh.


"Apakah selama ini dia tidak sungguh-sungguh mencintai aku? nyatanya dia tidak marah dan bahkan mengamuk seperti istri pada umumnya," batin Cull tanpa membalas pelukan itu.


"Terima kasih karena Daddy telah berkata jujur, sungguh demi apapun Mommy sangat terkejut dengan kejadian ini. Entahlah apakah ini hanya sebuah mimpi atau nyata? sepertinya ini bukan mimpi, ini adalah nyata," kata Ai sembari berusaha tersenyum. "Mommy minta maaf selama ini belum bisa menjadi seorang istri yang baik untuk Daddy! Mommy sudah gagal menjadi seorang istri dan Ibu yang baik untuk kalian. Sehingga Daddy telah membagi cinta ini," imbuhnya.


"Inilah kenyataannya," ujar Cull.


Sungguh hati Ai terasa diremas-remas mendengar jawaban Cull.


"Dengan perselingkuhan ini Mommy sadar jika rasa cinta yang dulu membara bahkan begitu besar sudah sirna tanpa tersisa. Semua rasa itu Daddy pindahkan kepada wanita lain," kata Ai sembari melepaskan pelukannya.


Hatinya semakin hancur karena tanpa mendapat balasan pelukan dari sang suami. Jujur ia sangat mengharapkan itu.


"Cukup sayang Daddy tidak kuat melihat Mommy menahannya," batin Cull.


Ai mengusap wajah Cull menggunakan telapak tangannya sembari menyunggingkan senyuman.


"Sayang hmmm masih bolehkah Mommy memanggil Daddy dengan sebutan itu? hmmm Mommy mohon untuk kali ini di izinkan," ujar Ai terkekeh. "Sayang sampai kapanpun Mommy tidak akan bercerai dengan Daddy, walaupun Daddy memaksakan," ungkap Ai serius.


"Yes yes yes!" Sorak Cull dalam hati merasa girang.


"Mommy melakukan itu karena tiga hal, yaitu pertama masa depan putra-putri kita. Kedua orang tua Mommy dan yang ketiga kedua orang tua Daddy. Demi apapun Mommy akan berusaha mempertahankan rumah tangga ini, walaupun Daddy beranggapan Mommy tidak tau diri atau lain sebagainya. Mommy lebih baik mengorbankan kebahagiaan atau perasaan sendiri dari pada mengecewakan tiga hal itu karena saat ini merekalah segala-galanya yang terakhir sesudah Daddy," ungkap Ai panjang lebar tanpa meneteskan air mata.

__ADS_1


Sesaat Ai menatap kedua bola mata tajam itu. Tidak lama wanita itu kembali datang bahkan menggandeng lengan Cull. Ai tersenyum miris dengan dada sesak serta jantung berdebar.


"Terima kasih untuk cinta Daddy hanya seumuran jagung," sindir Ai dengan halus. "Jaga dia sebaik mungkin karena saat ini dia lagi menderita penyakit langka yang sulit untuk disembuhkan, dan satu lagi semua harta dan perusahaannya sudah berpindah kepemilikan menjadi atas namaku. Jika Nona tidak percaya tanyakan saja kepada kekasih Nona, atau perlu aku panggilkan pengacara. Selamat berjuang dari nol buat kalian," ujar Ai sembari tersenyum, tanpa ingin mendengar jawaban dari keduanya ia berlalu melangkah meninggalkan tempat terkutuk itu.


Cull menyunggingkan senyuman melihat ancaman sang istri.


"Lepaskan," Cull menghentak lengannya.


•••••


Hiks hiks hiks


Saatnya Ai menumpahkan sesak serta tangisan yang sedari tadi ditahannya.


"Daddy jahat, Daddy sangat jahat hiks hiks," tangis Ai berurai air mata terduduk di atas rerumputan taman Villa.


Ai mengenang dimana masa-masa atau momen terindah di keluarga kecil mereka.


"Bagaimana mungkin Mommy bisa hidup tanpa Daddy hiks hiks....! Mommy sangat mencintai Daddy, tetapi Daddy tega membagi cinta ini dan bahkan tidak tersisa sedikitpun untuk Mommy," lirih Ai sembari memegang dadanya yang terasa sangat sesak.


Klik


Seketika lampu lampion di taman mati semua sehingga membuat Ai tersadar jika semua gelap.


Happy birthday.... 2x


Happy birthday Mommy*....


Klik


Lampu kembali menyala. Tampaklah dua sosok bocah jenius serta mengemaskan memegang sebuah kue ulang tahun. Lebih jantungan lagi seseorang memeluknya dari belakang.


Mimpi, khayalan, berhalusinasi itulah yang ada dibenak Ai saat ini. Ia seperti patung hidup.


"Sayang tiup lilinnya," bisikan di telinga disertsi gigitan halus daun telinganya membuat lamunan Ai membuyar. "Selamat ulang tahun istriku yang sangat cantik dan sangat aku cintai sampai maut memisahkan," ungkap Cull membalikan tubuh sang istri agar menghadap kepadanya.


Cup


Tanpa segan atau canggung Cull mengecup dan ******* bibir yang sedari tadi membuatnya tergoda itu. Sehingga membuat Ai benar-benar sadar jika itu adalah nyata.


"Surprise!" suara beberapa orang sembari ledakan balon serta kertas kelap-kelip dari atas menimpa tubuh keluarga kecil itu.

__ADS_1


Hiks hiks hiks


Ai terduduk di rerumputan sembari menutup wajahnya.


"Kalian tega melakukan itu hiks hiks," tangis Ai pecah.


"Maaf sayang," ujar Cull sembari memapah tubuh Si agar bangkit.


"Mommy ayo tiup lilinnya, tangan Mia sudah pegal," cicit Mia.


"Iya Mommy sayang-sayangnya nanti saja," timpal Max.


"Kalian tega," gerutu Ai dengan wajah cemberutnya.


"Sayang panjatkan doa dulu sebelum meniup lilin ini," ingat Cull.


"Terima kasih Tuhan atas bertambahnya usiaku 1 tahun lagi, semoga panjang umur sehat selalu. Terima kasih telah mengirim suami sebaik dia dan kedua buah hati kami serta seluruh keluarga, semoga mereka sehat." Doa Ai didalam


"Hore...." Sorak Max dan Mia heboh ketika lilin ditiup oleh sang Mommy.


"Selamat ulang tahun Mommy semoga panjang umur," kata Max dan Mia serempak tidak lupa mengecup pipi sang Mommy.


Semua keluarga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mommy twins. Tanpa diketahui Ai ternyata Mama Leni dan kedua mertuanya serta Kakak iparnya datang juga ke Bali.


Saatnya mereka menikmati berbagai macam hidangan yang sudah tertata di atas meja.


"Sayang Mami sangat salut dengan kesabaran tadi, kamu benar-benar wanita hebat dan kuat. Jika Mami yang berada diposisi kamu mungkin Papi kalian sudah bonyok dengan wajah tidak utuh lagi," kata Mami Lili.


Mendengar penuturan sang istri membuat Papi Matheo bergidik ngeri membayangkan hal itu.


"Mami jangan terlalu sadis," seru Papi Matheo.


"Bukan sadis lagi malahan Mami akan melakukan mutilasi seperti ini," jawab Mami Lili sembari memotong stik daging sapi didalam piringnya.


Hahahahah


Gelak tawa mereka


"Sayang terima kasih Mommy tidak melakukan hal serupa dengan Mami," bisik Cull.


"Siapa bilang? coba saja lakukan itu, kalau ingin si monster mata satu tetap utuh." Ancam Ai sembari menyentuh sang monster dibawah sana.

__ADS_1


"Sayang," erang Cull berbisik.


Bersambung....


__ADS_2