Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 50


__ADS_3

Maafkan Mommy Sayang


•••••


" Mommy! " Teriak Mia karena terkejut mendengar Ai bertanya kalian siapa.


" Kalian siapa? " ulang Ai kembali.


" Sayang mereka putra-putri kita, " timpal Cull.


" Tuan siapa? " tanya Ai lagi.


" Hah? " sontak membuat Cull dan lainnya kaget kecuali Cinta.


" Mama mereka ini semua siapa? " lirih Ai sembari memegang kepalanya.


" Apa kamu mengalami amnesia? " seru Cull dengan kening mengerut karena Ai tidak mengenal mereka bahkan kedua anak mereka. Tetapi bingungnya Ai mengenal sangat Mama.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, muncullah Exsel. Exsel mendekati Cinta yang tidak jauh dari jangkauan Ai.


" Sayang kamu dari mana saja? " ujar Ai yang ditunjukan kepada Exsel. Semua mata melotot mendengar panggilan sayang Ai terhadap Exsel.


" Sayang apa kamu tidak merindukanku? hmmm apa dinas kamu di kota x sudah selesai? aku sudah mempersiapkan acara pertunangan kita. " Ungkap Ai sembari menatap Exsel yang tidak bergeming.


" Sayang ambilkan aku minum, " pinta Ai, sedangkan Exsel diam saja.


" Awww, " ringis Exsel tertahan karena kakinya diinjak Cinta dengan kuat sehingga membuat Exsel melirik sang istri, mendapat sorot mata Cinta membuat Exsel menyadari jika sekarang mereka memulai dramanya.


" Iya, " jawab Exsel meraih gelas berisi air putih di atas meja, lalu menyodorkan kepada Ai.


" Dek dia suamiku, " ujar Cinta dengan mata melotot.


" Suami? kamu siapa? dia adalah calon tunangan saya, bagaimana mungkin kamu adalah istrinya. " Kata Ai. " Sayang katakan kepada wanita asing ini bahwa kamu adalah calon tunanganku dan bahkan sebentar lagi akan menjadi suamiku, " ujar Ai sembari menggenggam tangan Exsel.


Melihat hal itu membuat rahang Cull mengeras serta tangan terkepal erat.


" Dek kamu jangan bercanda, dia memang calon tunangan kamu tetapi itu dulu dan sekarang dialah Ayah dari bayi yang aku kandung, " ungkap Cinta.


" Ma Kak Exsel tega selingkuhi Kakak hiks hiks, " tangis Ai seketika pecah. " Sayang kamu bilang aku adalah cinta pertama kamu dan akan menjadi cinta terakhir kamu. Kamu juga tau jika kamu adalah cinta pertamaku dan terakhirku. Bagaimana mungkin kamu mengkhianati aku? sayang aku sangat mencintai kamu dan hanya kamu yang ada didalam hatiku. " Ungkap Ai panjang lebar dengan wajah polosnya.


Deg


Darah Cull mendidih mendengar ungkapan perasaan Ai. Dadanya sesak disertai mata memerah.


" Kena kamu! " batin Ai bersorak melihat wajah Cull diam-diam.


" Kena kamu Dek, senjata makan tuan! " Cinta membatin girang.


" Pantas saja dia selalu menolak cintaku ternyata ini alasannya, " Cull membatin dengan tatapan sendu. "


" Awww, " Ai meringis sembari memegang kepalanya. " Sakit sangat sakit, " lirih Ai.


" Panggil dokter, " ujar Papi Matheo.


" Maaf Pi atas keisenganku, aku ingin balas dendam kepada Rey karena hati ini sempat sakit, " Ai kembali membatin.


" Sayang ada apa denganmu? " tangis Mama Leni sembari mengelus punggung Ai.


" Aku mohon jangan menangis Mama, " batin Ai menjerit melihat sang Mama terisak.


" Mommy ini Mia, dan ini Kak Max, serta ini adalah Daddy. Kenapa Mommy tidak mengenal Mia hiks hiks..... " Tangis Mia membuat Ai meradang.


" Please sayang jangan menangis, " batin Ai tidak tega melihat tangisan Mia.


" Mommy hiks hiks.....! Tangis Max pun pecah.


" Jangan begini sayang, Mommy hanya berpura-pura. " Batin Ai sembari memejam matanya.

__ADS_1


"Awww kepala Kakak sangat sakit Mama, " ringis Ai sembari memegang kepalanya.


Dokter tiba langsung memeriksa keadaan Ai.


" Dokter katakan apakah istriku mengalami amnesia akibat kecelakaan itu? " seru Cull dengan perasaan tak terkontrol.


" Lihatlah seenaknya saja mengakui orang! Hmmm tetapi aku sangat menyukainya dia mengaku-ngaku aku adalah istrinya, " Ai membatin.


" Bagaimana reaksi Nyonya ketika sadar? " tanya dokter sedikit takut karena mendapat tatap membunuh dari Cull.


" Dia tidak mengenali kami kecuali Mama Leni dan Exsel, " jawab Mami Lili.


" Tidak salah lagi seperti yang saya kira. Maaf Tuan, Nyonya mengalami amnesia yang hanya mengingat masa lalunya saja, " terang dokter berusaha tetap tenang, ada rasa takut dalam dirinya. Bagaimanapun ia sedang berhadapan dengan orang sangat berpengaruh serta pemilik RS tempatnya bertugas.


" Akibat benturan keras di kepala membuat Nyonya mengalami kehilangan ingatan. Tuan, Nyonya jangan khawatir seiringnya waktu ingatan Nyonya akan kembali. Jangan memaksakan dirinya untuk mengingat karena itu akan beresiko fatal. " Terang dokter kembali.


" Semua ini salahku! " Ungkap Cull dengan wajah sendunya. Cull yang dikenal tegas, cuek, arogan kini seperti bukan sosok orang yang dimaksud.


" Ya ampun aku tidak tega melihat wajah sendunya, tetapi dia lebih tega mengerjaiku. " Ai kembali membatin sembari menatap wajah sendu Cull.


" Nenek, Mommy tidak mengenali kami. Berarti Mommy tidak menyayangi kami hiks hiks, " cicit Mia dengan terisak. " Mommy apa sedikitpun Mommy tidak mengingat Mia? " tanya Mia dengan sendu.


Ai menggeleng pertanda tidak mengingat.


Hiks hiks hiks


Tangisan Max serta Mia memenuhi isi kamar.


" Cukup sayang jangan menangis seperti ini, Mommy tidak tahan. Mommy hanya balas drama kalian, " ingin sekali Ai mengatakan hal itu kepada kedua anaknya dan ingin memeluk mereka karena baru sekarang bertemu.


" Boy, Princess tenang Daddy akan berusaha membuat Mommy kembali seperti semula. Mommy begitu karena hilang ingatan sayang, " ujar Cull menenangkan putra-putrinya yang masih menangis, mendekap tubuh keduanya.


" Mommy jahat Daddy hiks hiks, " tangis Mia bukannya berhenti malah semakin menjadi.


" Awww kepalaku sakit, " lirih Ai sembari memegang kepalanya.


" Maaf Tuan, Nyonya. Nyonya Aileen harus banyak beristirahat, " ungkap dokter.


" Mau Dad, " jawab Max serta Mia serempak.


Cull mengendong Mia posisi belakang. Lalu mengandeng tangan Max. Mereka seperti keluarga yang ditinggal oleh seorang istri atau Ibu dengan selingkuhannya. Semua menatap haru sampai tubuh ketiganya tidak terlihat lagi. Ai merasakan dadanya sesak melihat perlakuan Cull terhadap putra-putri mereka. Cull menunjukan bahwa kasih sayangnya begitu besar kepada Max dan Mia. Tentu saja Ai sangat bahagia dalam diam, sekarang ia yakin pria itu serius dengan semua perkataannya.


Kini tinggallah Ai sendiri dalam kamar rawat itu. Semua keluarga kembali ke rumah masing-masing.


Malam tiba tidak ada yang menjenguk Ai, padahal sedari tadi dia berharap akan kedatangan Cull tetapi dia salah karena sudah malam Cull belum juga menampakan dirinya.


Merasa kantuk Ai membaringkan tubuhnya.


" Mommy rindu kalian, " gumam Ai sebelum memejamkan mata.


Tidak butuh lama Ai terbawa ke alam mimpi.


Ceklek


Sosok itu masuk dengan hati-hati, takut membangunkan Ai. Merasa Ai terlelap dengan tenang ia mendudukkan dirinya di samping Ai terbaring.


" Apakah ini sangat sakit? " gumam Cull sembari menempelkan tangannya di balutan luka Ai. " Aku minta maaf, semua adalah kesalahanku. Jika sesuatu terjadi padamu, akulah orang yang bersalah. Untung hanya kau lupa ingatan, aku akan berusaha mengembalikan ingatanmu agar putra-putri kita tidak sedih. Apa kau tau dalam tidurnya mereka mengigau memanggil Mommy-Mommy, " gumam Cull tanpa mengalihkan tatapannya.


" Apa kau tau? hatiku bagai ditusuk ribuan jarum ketika kau bilang sangat mencintai Exsel mantan calon tunanganmu, belum lagi kau mengatakan jika dia adalah cinta pertamamu! " Ungkap Cull dengan mata memerah.


Cup


Cull mengecup kening Ai dengan penuh kasih sayang. Lalu menggendongnya dan membawanya ke rooftop menaiki Helikopter.


•••••


Hoam.... Ai menggeliatkan tubuhnya. Ia terbangun karena sinar matahari menerpa wajahnya melalui celah jendela.


Ai mengucek kedua matanya. Pertama yang di pandangnya adalah langit-langit kamar yang asing baginya.

__ADS_1


" Aku dimana? " gumam Ai sembari mengerlingkan matanya ke seluruh kamar itu. " Ini dimana? ini bukan RS, " gumamnya kembali sehingga membuatnya bangun lalu duduk sembari berpikir apa yang terjadi.


Ceklek


" Sayang kamu sudah bangun? " ternyata Cull yang masuk sembari membawa nampan berisi sarapan untuk Ai.


Sungguh membuat Ai sontak kaget dengan kehadiran Cull.


" Tuan siapa? " Ai kembali memulai dramanya.


" Suamimu sayang, " jawab Cull lalu meletakan tampan di atas meja.


" Tuan bukan suamiku. Aku dimana? " tanya Ai karena penasaran.


" Di Bali! " jawab Cull santai. " Kamu sarapan ya aku sudah buatin bubur untukmu, sini biar aku yang suapin, " kata Cull meraih mangkuk sembari meniup-niup bubur panas itu.


Mendengar hal itu tentu saja membuat jiwa Ai melayang-layang.


" Hah Bali? Tuan menculikku? Tuan tolong kembalikan aku karena 3 hari lagi aku akan bertunangan, " rengek Ai bahkan terisak.


Seketika membuat dada Cull sesak.


" Nanti bicarakan itu, kau harus sarapan dulu. "


" Aku tidak ingin makan, aku ingin pulang. "


" Kau harus makan biar cepat sembuh, "


Cull memaksa memasukan sendok berisi bubur di mulut Ai.


Prang


Tanpa sengaja tangan Ai menyenggol kuat mangkok sehingga melayang ke lantai.


" Aku hanya akan makan jika Exsel yang suapin, " ujar Ai dengan terisak.


Deg


Tanpa berkata-kata Cull memungut pecahan kaca dan membersihkan bubur yang sudah berserakan di lantai dengan penuh kesabaran. Sedangkan Ai membungkam mulutnya menggunakan tangannya sendiri dengan mata membulat.


" Sebentar aku akan mengambil kembali, " Cull berlalu ingin mengambil sisa bubur buatannya.


Tidak butuh lama Cull kembali dengan nampan di tangannya.


" Sarapanmu aku taruh di atas meja. " Setelah mengatakan itu Cull keluar dari kamar. Ai memandang dengan wajah sendu, ingin sekali ia mengatakan jika semua ini adalah drama.


Malam menjelang. Setelah kejadian itu Cull tidak kembali lagi ke kamar itu sehingga membuat Ai diam-diam mencarinya.


Ceklek


Ternyata itu adalah Cull. Ai kira jika yang datang adalah seorang pelayan yang mengantarkan makan malam untuknya.


Cull mendekati meja tanpa bicara. Seketika hatinya sakit melihat makanan utuh di atas meja makan, sedikitpun tidak tersentuh.


Tok tok tok


Pelayan masuk membawa nampan untuk makan malam Ai atas perintah Cull.


" Kau harus makan, " Cull kembali memaksa Ai karena satu harian ini Ai tidak sama sekali makan.


" Aku bilang tidak mau ya tidak mau, aku hanya mau makan jika ada Exsel. " Kekeh Ai.


" Aku ini calon suamimu, bukan Exsel! " Akhirnya Cull terbawa emosi.


Mendengar bentakan Cull membuat Ai ciut, untuk mencairkan suasana ia terbaring pura-pura ngambek.


" Aileen, " panggil Cull tetapi diabaikan oleh Ai. " Aileen, " panggilnya sekali lagi dengan nada lembut.


" Baiklah! Bersiaplah 1 jam lagi aku akan mengantarmu, " ungkap Cull dengan wajah tanpa ekspresi. Setelah mengatakan itu Cull keluar kamar tanpa satu patah katapun.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2