
•••••
Di perusahaan SYWA GRUP
Tok tok tok
" Masuk, "
Ceklek
" Selamat pagi Tuan, " sapa Akas sembari membawa beberapa berkas di tangannya, mungkin itu sebagian dari hasil laporannya peninjauannya di kota x.
" Hmmm, "
" Ini laporan pembukuan perhotelan di kota x Tuan, " Akas menyerahkan laporan tersebut dan meletakannya diatas meja.
" Duduk Akas, " titahnya.
" Maafkan saya Tuan.... saya belum bisa mencari informasi tentang Nona yang Tuan perintahkan, " ungkap Akas karena ia mengira sangat CEO akan membahas soal itu, buktinya ia disuruh duduk.
Kening Cull mengerut mendengar penuturan Akas yang baginya aneh, padahal ia tidak ingin membahas soal itu.
" Buat apa lagi aku menyuruhmu untuk mencarinya. Tuhan sudah mempertemukan kami dengan tak terduga, " ungkap Cull mengenang pertemuan mereka yang tidak disengaja, baginya pertemuan itu sangat membahagiakan.
" Hah....! " Akas menganga.
" Bahkan aku membawanya ke Bali untuk menjadi pasanganku di pesta itu. Hmmm bahkan kami satu kamar, " ungkap Cull sengaja membuat Akas semakin penasaran.
" Satu kamar? " Akas semakin melongo dan pemikiran negatif memenuhi isi otaknya karena ia tau siapa sangka CEO di hadapannya saat ini. Apalagi wanita itu yang berhasil membangunkan si monster bermata satu milik Tuannya.
" Selamat Tuan. Pantas saja wajah Tuan semakin berkarisma, hmmm selama 7 tahun Tuan puasa, " ucap Akas sembari tersenyum membayangkan malam panas sang CEO.
Cull menyipitkan kedua matanya melihat tingkah Akas, ia tau jika Asistennya ini memikirkan yang aneh-aneh.
" Simpan pikiran mesummu itu! dia wanita yang spesial bagiku. Aku tidak akan melakukan lebih jauh sebelum sah. Hmmm jika hanya kecupan bibir dan peluk-memeluk tidak masalah, itupun tidak disengaja, " ungkap jujur Cull.
" Saya salut kepada Tuan. Saya jadi penasaran siapakah wanita yang mampu membuat Tuan bertekuk lutut, "
" Belum saatnya, jika kau sudah mengenalnya aku yakin kau juga akan terpesona. Tetapi tidak akan aku biarkan jika kau melakukan itu karena dia hanya milik Cullen Sywa seorang walaupun sebelumnya dia milik orang lain sebelum aku mengenalnya, " ungkap Cull.
" Hahaha....tidak mungkin saya menyukainya Tuan, sedangkan saya sudah memiliki bidadari tanpa sayap, " sahut Akas terkekeh, seketika lupa atas tindakannya.
" Kau berani menertaiku Akas? " suara bariton itu membungkam kekehan Akas.
" Maafkan saya Tuan, " ucap Akas sembari tertunduk.
Keduanya kembali hening sejenak, sibuk dengan pikiran masing-masing. Yang pastinya saling membayangkan wanita pujaan masing-masing.
" Aku bingung, malam ini Mami menyuruhku untuk bertemu dengan wanita yang ingin di jodohkan, yaitu Mommynya Max dan Mia, " ungkap Cull sembari memejam kedua matanya dengan menyadarkan kepalanya ke sandaran kursi kebesarannya.
" Huk huk huk, " seketika membuat Akas terbatuk mendengar penuturan atasannya.
" Kau kenapa? apa kau terpapar virus setelah berkunjung di kota x? jika begitu kau harus segera memeriksakan kesehatanmu, aku tidak ingin tertular, " Cull mengira Akas terbatuk karena penyakit yang ditakuti masa sekarang.
__ADS_1
" Tidak Tuan saya sehat-sehat saja, bahkan hasil tes negatif, " terang Akas kurang semangat.
" Baguslah! Akas menurutmu aku harus bagaimana? apa aku mengikuti kemauan Mami atau memperjuangkan wanitaku? " Cull minta pendapat dari Asistennya karena ia bingung.
" Ya ampun apa ini, bidadariku ingin di jodohkan Tante Lili dengan putranya. Bagaimanapun keadaannya aku pasti kalah, " batin Akas menjerit.
" Akas, " panggil Cull dengan suara cukup meninggi.
" Iya Tuan. Saya tidak bisa menyarankan karena itu masalah pribadi Tuan, " ucap Akas karena sejujurnya dia tidak bisa memberi saran apapun untuk masalah ini.
" Saya harap Tuan tidak menyetujuinya, " ingin sekali Akas mengatakan hal itu tetapi ia hanya bisa membatin saja.
" Mami mulai berulah lagi, seistimewa apa sih Mommynya si kembar? " ucap Cull.
Setelah mengatakan itu pria maco ini terdiam dengan pikirannya. Ia baru sadar kenapa wanitanya memiliki status hampir sama. Sama-sama janda beranak dia, kembar lagi. Tetapi secepat itu ia menepis pikiran ngaconya, bisa saja itu hanya kebetulan.
" Yang pastinya wanita perfek Tuan.... sehingga membuat Tn. Berry juga menyukainya. Mommynya Max dan Mia wanita berparas cantik dan lemah lembut, " ungkap Akas seketika membayangkan wajah Ai yang tersenyum kepadanya.
" Hmmm jangan-jangan kau juga menyukainya? " karena Cull dapat melihat diraut wajah Akas yang sedang mengambarkan sesuatu.
" Baiklah jika begitu saya permisi Tuan, " Akas salah tingkah, sebisa mungkin ia mengalihkan rasa gugupnya.
" Huh.....seenaknya saja, " gerutu Cull melihat tingkah Akas yang ingin menghindar.
•••••
Siang menjelang
Di tokoh kue seperti biasanya Ai sibuk dengan kegiatannya. Bahkan ia tidak sadar jika sekarang sudah jam makan siang.
" Selamat siang Ibu Direktur Tk. Kue Mommy M, " akhirnya ia sendiri tidak tahan berlama-lama berdiri memperhatikan wanita pujaan yang semakin mengemaskan.
" Tu-tuan, " lirih Ai sontak kaget dan menghentikan kegiatannya.
" Saking sibuk dan seriusnya kau tidak menyadari kehadiranku, " ucap Cull melangkah semakin mendekati Ai.
" Maaf bukan begitu, " emaknya karena tidak ada maksud begitu tetapi ia benar-benar tidak menyadari kedatangan pria yang mengaduk-aduk hatinya.
" Aku merindukanmu, " ungkap Cull sembari menarik tangan Ai dan mengecup punggung tangannya. Karena sejak pulang dari Bali itu baru kali ini mereka bisa bertemu karena keduanya sama-sama sibuk di bidang masing-masing.
" Gombal, " ucap Ai dengan jantung berdebar dan seketika wajahnya bersemu merah.
" Mari silahkan duduk, " Ai bangkit dan membawa Cull menduduki sofa panjang yang tersedia dalam ruangan pembukuannya.
" Sayang.... kapan kau mengenalkanku kepada anak-anakmu? " Cull ingin sekali mengenali putra-putrinya wanita yang ia tembak waktu di Bali. Tetapi sayangkan Ai belum siap untuk memberi jawabannya.
" Hmmm apa Tuan serius dengan ucapan Tuan, " tanya Ai karena tidak sepenuhnya percaya apalagi mereka baru saling mengenal. Belum lagi dengan statusnya yang ia sandang, tidak semua laki-laki sepenuhnya menerima.
" Aku harus buktikan apa lagi padamu jika kamu masih belum percaya? " tanya Cull membaringkan tubuhnya dan meletakan kepalanya di pangkuan Ai.
" Beri saya waktu Tuan, " sahut Ai tidak ingin gegabah mengambil keputusan. Apa lagi belum memberitahu kedua anaknya, belum tentu mereka setuju. Bahkan putrinya ingin menjodohkannya dengan pria yang mereka panggil Daddy.
" Aku akan tunggu, " Cull memain-mainkan jari lentik Ai.
__ADS_1
" Ya ampun saatnya makan siang, " seketika Ai kaget hampir saja melupakan makan siang. " Tuan apa Tuan sudah makan siang? " tanyanya.
" Sudah aku katakan jangan panggil aku Tuan, aku bukan Tuanmu, " ujar Cull tidak senang mendengar panggilan itu dari mulut wanita yang berhasil meluluhkan hatinya.
" Hahaha, " tanpa sadar Ai tertawa terbahak-bahak.
Cup
Seketika Cull membungkam mulutnya dengan bibirnya membuat Ai bungkam serta melebarkan kedua matanya.
Kriuk kriuk
Seketika membuat Cull melepaskan kecupannya.
" Kau sudah lapar? "
Ai mengangguk malu-malu.
Akhirnya keduanya makan siang bersama didalam ruangan Ai. Ai memasak sendiri karena di tokoh itu sengaja disediakan peralatan masak serta persediaan sayuran di lemari es. Kadang-kadang karyawannya juga memasak sendiri makanan apa yang ingin mereka makan, dari itu Ai sengaja menyediakannya.
Kini keduanya menyudahi makan siang.
" Sebelumnya aku minta maaf karena nanti malam menggagalkan makan malam yang sudah kita sepakati. Tanpa sepengetahuanku ternyata Mamiku mengajak makan dengan------, " Cull menyedah ucapannya.
" Tidak masalah karena saya juga ternyata tidak bisa. Anak-anak mengajak makan malam dengan Oma mereka, ini acara tiba-tiba, " ungkap Ai.
" Masalahnya Mami mengajak makan malam bersama ingin mengenalkanku pada seorang wanita yang belum aku kenal, " ungkap Cull dengan jujur.
Deg
Seketika membuat tubuh Ai terasa tidak memiliki tenaga mendengar pengakuan Cull. Kini wajahnya yang tadi bahagia berubah menjadi sendu bahkan mengelap jika diperhatikan dengan teliti.
" Kau jangan berpikiran yang macam-macam, percayakan padaku sepenuhnya, " Cull tidak peka dengan perubahan wajah Ai, ia segera merangkul wanita pujaannya membawa kedalam pelukannya." Aku terpaksa mengiyakan ajakan Mami karena Mami mengancamku, tetapi percayalah semua akan baik-baik saja, " ucapnya kembali sembari mengecup pucuk kepala Ai bertubi.
" Itu hak kamu, " hanya itu yang bisa dikatakan Ai karena ia sendiri bingung harus mengatakan apa. Di satu sisi ia merasa sedikit kecewa dan di satu sisi lagi itu adalah hak Cull, lagi pula mereka belum memiliki hubungan apa-apa karena ia sendiri belum memutuskannya.
" Jangan berkata begitu, " ujar Cull tidak suka dengan ucapan Ai. " Hmmm apa kau merasa keberatan dengan permintaan Mami? " tanya Cull melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ai yang tampak sedih.
Ai mengangguk membenarkan ucapan Cull. Hal itu membuat Cull mengulas senyum kebahagiaan, karena itu artinya Ai cemburu.
" Mami belum mengenali dirimu, jika sudah mengenalimu aku yakin Mami akan menjodohkan kita, " atas ucapan Cull membuat Ai membuang muka karena itu berlebihan.
Keduanya saling mengobrol banyak hal, sampai tidak terasa menjelang sore dan saatnya untuk pulang.
" Semoga makan malam kalian berkesan. Sampaikan salamku kepada calon Anak-anakku, " ucap Cull sebelum memasuki mobilnya.
" Hmmm..... semoga makan malam kalian juga berke--------, "
" Awww, " ringis Ai karena hidung mancung nya di sentil halus oleh Cull tiba-tiba.
" Aku tidak ingin makan malam itu memiliki arti, " decak Cull tidak suka sehingga membuat Ai mengulum senyum sembari mengelus hidungnya.
Akhirnya keduanya pulang ke rumah masing-masing. Mempersiapkan diri untuk menghadiri acara makan malam yang di janjikan.
__ADS_1
Bersambung....