Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 43


__ADS_3

Kena Prank


•••••


" Hah...."


Semua mata terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut Papi Matheo yang mengatakan hasil test DNA adalah negatif. Termasuk Dokter yang menangani.


Cull dan Ai saling menatap dengan jantung gemuruh.


" Papi jangan bercanda! " desis Cull seketika bangkit dari tempat duduknya. " Dokter katakan jika kau salah! " bentak Cull dengan sorot mata memerah.


" Ta-tapi hasil itu tidak salah Tuan, " ungkap sang Dokter pada Papi Matheo dengan wajah sulit diartikan. Tidak mungkin ia salah karena jelas-jelas.


" Katakan jika kau salah! " Bentak Cull sembari meremas kerah baju kebesaran sang Dokter.


" Huk huk, " sang Dokter terbatuk akibat cekikan di leher.


Papi Matheo menelan salivanya melihat aksi nekat putranya.


" Lepaskan Cullen! Apa kamu ingin menyakiti Dokter Thomas? " sanggah Papi Matheo terperangah melihat apa yang dilakukan Cull.


" Daddy! Princess kecewa, ternyata Daddy bukan orang tua kandung kami, " akhirnya Mia tidak tahan lagi. Bocah kecil itu tertunduk menahan tangis.


Hati Cull teriris mendengar kekecewaan dari bocah yang berhasil mendapat kasih sayangnya. Sedangkan Max hanya bisa terdiam, tetapi tidak ada yang tau isi dalam hatinya.


" Aku mengira dialah orang itu, tetapi kenyataannya tidak. Terus liontin itu dia dapatkan dari mana? kenapa bisa berada di tangannya? tepat hilang pada saat kejadian menyesakan itu. Aku tidak mampu melihat kekecewaan di wajah putra-putriku," Ai membatin dengan perasaan ikut kecewa. "


" Aku memang cuek dengan Daddy, tetapi kenyataannya aku sangat berharap jika dialah orang tua kandung kami. Tetapi nyatanya bukan, " Max membatin dengan rasa kecewa.


" Tidak Boy, Princess! Kalian adalah putra-putri kandunffg Daddy. Dokter itu keliru sayang. " Ujar Cull dengan berjongkok menjajarkan tubuhnya dengan kedua bocah yang berada di samping Mommy mereka.


" Tapi test DNA itu sudah membuktikan jika kita tidak sedarah Daddy, " lirih Mia dengan raut wajah menyedihkan sembari tangan kecilnya menangkup wajah Cull. " Mommy katakan jika Daddy tampan adalah orang tua kami, hanya Mommy yang dapat menyakinkan, " cicit Mia dengan wajah memelas.


" Aku yakin wanita itu adalah kamu! Dan aku yakin pada saat itu membuahkan hasil karena aku masih sangat sadar saat melakukannya. Kecuali kau mengulangi perbuatan itu dengan orang lain, " Cull membatin.


Papi Matheo menghembuskan nafas. Jujur ia tidak sanggup melihat perubahan di wajah Mia. Dari situ ia tau jika putranya sangat mengharapkan Max dan Mia adalah darah dagingnya.

__ADS_1


" Papi jangan bercanda, apa kalian semua tidak melihat jika wajah Max sangat mirip dengan putra kita? belum lagi golongan darah Mia sama dengan putra kita! Hah? kurang bukti apa lagi? " akhirnya Mami Lili ikut bersuara. Ketika mengetahui hasil test DNA itu negatif dadanya sangat sesak dan rasa kecewa memenuhi pikirannya.


Papi Matheo menelan salivanya mendengar pertanyaan istrinya, ditambah lagi dengan raut wajah memilukan. Sedangkan Mama Leni tidak ingin ikut bersuara. Sejujurnya wanita paruh baya yang selama ini setia mendampingi anak cucunya, sangat berharap cucu kembarnya memiliki status seorang Ayah karena selama ini orang-orang mengatai kata yang tidak pantas. Begitu juga dengan pasangan suami-istri yang baru saja di anugerah calon buah hati merasa kecewa. Cintaka sangat berharap Max dan Mia adalah keponakan kandungnya.


" Ikut aku! " Cull bangkit dan menarik tangan Ai. " Daddy dan Mommy keluar sebentar, " ujar Cull kepada twins.


" Mau kemana? Mia sebentar lagi akan pulang, " Ai menarik tangannya digenggaman Cull.


" Kau harus menjelaskan sejujurnya padaku! Dan aku ingin kita bicara 4 mata, "


" Apa yang mau dijelaskan lagi? karena semuanya sudah terbukti, " lirih Ai tanpa sadar meneteskan air mata.


" Apa aku perlu mengendongmu? " ujar Cull ingin menakuti Ai agar wanita ini mau menuruti perintahnya.


" Aku punya kaki! " Jawab Ai sembari menepis tangan Cull yang ingin meraih tubuhnya. Bagaimana mungkin ia membiarkan pria itu memperlakukannya seperti yang baru dikatakan didepan keluarganya.


Cull menggenggam erat tangan Ai membawanya keluar dari kamar rawat Mia.


" Mau kemana kalian? " tanya tegas Papi Matheo.


" Mau menuntaskan bukti palsu itu! " Ujar tegas Cull tanpa menghentikan langkah mereka.


" Selamat anda berhasil kena prank! " Seru Papi Matheo.


Seketika langkah Cull dan Ai terhenti tepat diambang pintu. Keduanya saling menatap dengan sorot mata penuh pertanyaan.


" Hasil test DNA adalah positif, " Ujar lantang Papi Matheo. " Cucu tampan dan cantik Opa ternyata kalian adalah bagian dari keluarga Opa, bahkan akan menjadi penerus keluarga Sywa, " sambung Papi Matheo bangkit sembari menciumi wajah Max dan Mia bertubi.


Deg


Semua dibuat kaget oleh perkataan dan perlakuan Papi Matheo.


Mami Lili, Mama Leni, Cintaka, Exsel, Akas dan Dokter Thomas seketika mengelus dada sembari menarik nafas penuh.


" Prank? " gumam Cull dengan raut wajah bingung. " Jadi-jadi Papi mengerjai kami? " tanya Cull dengan nafas memburu.


" Anak nakal harus diberi pelajaran. Berani menghamili anak gadis orang tapi tidak mempertanggung jawabkan, " sindir Papi Matheo pada Cull.

__ADS_1


Cull masih tetap menggenggam telapak tangan Ai, bahkan semakin erat membalikan badan dan melangkah mendekati Papi Matheo.


" Sret! " Cull merebut tiba-tiba 2 lembar kertas di tangan sang Papi. Matanya membulat dengan mulut menganga. Seketika senyuman mengembang di bibirnya.


" Dasar tua bangka! " Umpet Cull membalas perbuatan Papi Matheo.


" Boy, Princess kalian adalah darah daging Daddy. Kalian adalah buah cinta Daddy dan Mommy! " Seru Cull seenaknya saja berucap.


" Buah cinta apanya? bahkan melakukannya saling tidak mengenali, " sindir Papi Matheo menyangahi.


" Pria ini ngomong seenaknya saja, " gumam Ai dengan pelan tidak membenarkan atas ucapan itu.


Cull memeluk kedua bocah jenius itu dengan sangat erat. Untuk pertama kali terasa dadanya lega tanpa sesak selama mengenali kedua bocah itu.


" Daddy minta maaf baru sekarang mengakui kalian sebagai anak kandung Daddy. Alasannya banyak dan tidak bisa Daddy ungkapkan. Max, Mia, Daddy sangat sayang pada kalian. Daddy janji akan membayar semua ketidak tanggung jawab Daddy dengan membahagiakan kalian, " ungkap Cull mencurahkan hatinya. Kebahagiaan hari ini tak ternilai oleh apapun. Sumpah Demi apapun Cull sangat bahagia.


" Daddy! Mia juga sayang Daddy hiks hiks. Akhirnya Mia dan Kak Max memiliki seorang Daddy kandung, " ucap Mia semakin mengeratkan pelukan itu.


Ai tidak tahan lagi membendung bulir bening di pelupuk matanya. Bahkan kini sudah bergulir deras memperhatikan kedua anaknya bertemu dengan Daddy kandung yang sesungguhnya. Wanita cantik itu tidak pernah menyangka jika pertemuan bahkan perkenalannya dengan CEO terkenal dan berpengaruh besar di negara ini.


Cull bangkit dan menyeret kakinya mendekati Ai yang berdiri terdiam mematung dengan tatapan tidak lepas dari mereka bertiga dengan mata berkaca-kaca. Sungguh Mommy twins ini terenyuh dan terharu amat mendalam.


" Aku sadar dengan ucapan terima kasih terlambatku ini. Terima kasih kau sudah bersedia mengandung anak-anakku tanpa kesediaan atau keinginanmu sendiri, sampai berjuang merawat dan membesarkan mereka sampai saat ini, tanpa mengetahui siapa Daddy mereka. Aku sangat berterima kasih padamu, " ungkap Cull dengan serius dan sorot mata sendunya menatap intens pada Ai sehingga tatapan keduanya bertemu. " Hmmm ini sangat lucu bukan? dengan pertemuan kita tanpa disengaja, dan dari pertemuan itu aku baru menyadari jika cinta pada pandangan pertama, bahkan cinta itu benar adanya. Sebelum mengenali dirimu aku tidak pernah percaya dengan kata cinta karena semua hanya sebuah ***** semata, tetapi aku percaya setelah hatiku mengatakan jatuh cinta padamu. Sang Maha Pencipta berpihak padaku telah memberikan wanita yang sama, wanita yang telah mengandung darah dagingku sendiri hmmm, " sambung Cull sembari tertawa kecil tanpa memperlihatkan gigi.


Cull menangkup wajah Ai sembari mengusap air mata di wajah Ai. " Mulai sekarang aku tidak ingin melihat air matamu lagi, sudah cukup kau menguras air matamu selama ini. Pasti ini tidak mudah bagi dirimu dan keluargamu menanggung beban berat ini akibat ketidak pertanggung jawabku. Sekali lagi aku minta maaf, " ungkap Cull dengan mata berkaca-kaca karena ia paham bagaimana perjuangan Ai selama ini merawat dan membesarkan keturunannya yang tanpa disengaja. Belum lagi menanggung ocehan dari orang-orang.


Cull merengkuh tubuh lemas Ai. Sedangkan Ai seperti orang kehilangan nyawa, ia tidak tau harus berkata apa dan tidak membalas pelukan yang menguatkan baginya. Lain halnya dengan Cull, ia memeluk Ai dengan begitu erat sembari memejamkan mata. Bukan karena ***** tetapi karena kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan.


Merasa cukup Cull melepaskan pelukan ternyaman itu, dan membawa Ai untuk duduk di sofa dimana putra-putrinya.


Cull beralih mendekati Mama Leni yang sejak tadi tidak hentinya meneteskan air mata. Tanpa disangka Cull bersimpuh di kaki Mama Leni.


" Tante, mungkin ini sudah terlambat bagiku untuk meminta maaf. Maaf karena perbuatanku dimasa lalu membuat masa depan yang sudah dirancang oleh putri Tante hancur. Maaf atas tidak pertanggung jawabku! Bukan aku tidak berusaha mencari wanita yang sudah aku nodai tetapi tidak membuahkan hasil, hanya satu petunjuk yaitu liontin ini, " ungkap Cull dengan serius bersimpuh di kaki Mama Leni. Sehingga membuat Mama Leni dan semua orang terkejut melihat sikap Cull yang langka itu.


" Percayalah Tante aku akan mempertanggung jawabkan atas perbuatanku ini. Aku akan menikahi putri Tante! "


Deg

__ADS_1


Bersambung.....


•••••


__ADS_2