Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 68 (Season 2 Twins M)


__ADS_3

Aileen seperti biasanya bangun pagi lebih awal dari Cullen. Wanita dia anak ini harus membuat sarapan sebelum sang suami terbangun.


Cup


Morning kiss tidak lupa ia layangkan ke bibir menggoda milik sang suami.


"Nyenyak sekali tidurmu sayang," gumam Aileen sembari tersenyum menatap wajah tenang Cullen.


Tidak lama ia bangkit lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum membuat sarapan. Merasa cukup langsung turun menuju dapur. Seketika Aileen mengingat wajah manis Jihan. Bocah yang 1 bulan mereka senggol.


"Bagaimana kabar Jihan ya?" gumam Aileen sembari memanggang roti tawar. "Aku ingin bertemu lagi dengan bocah manis itu," imbuhnya.


"Bertemu dengan siapa sayang? katakan jangan sampai ingin bertemu dengan pria lain selain Daddy, boy dan Papi." Tiba-tiba suara bariton serta pelukan dari belakang mengejutkan Aileen sehingga ia mengelus dada.


"Daddy membuat Mommy kaget saja, jangan kebiasaan deh lama-lama serangan jantung," cibir Aileen.


"Tidak akan Daddy biarkan istri cantik Daddy ini mengalami serangan jantung. Hmmm karena Mommy adalah hidup Daddy," ungkap Cullen semakin mengeratkan pelukan itu sembari mengecup tengkuk Aileen sehingga membuat sang istri kegelian.


"Dasar bucin," cicit Aileen sembari menggenggam jari-jemari Cullen lalu mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


Hmmm


Deheman seseorang membuat keduanya menoleh ke asal suara dan mereka sangat hafal itu suara siapa.


"Pagi-pagi sudah bermesraan, tidak mengenal tempat lagi," cibir Mia putri bungsu mereka.


"Sayang kamu sudah tiba? sini peluk Mommy," kata Aileen tidak menyangka jika sang putri akan tiba pagi ini karena seperti yang dikabarkan besok akan bisa pulang.


Mia langsung menghambur memeluk wanita yang selalu ada untuknya itu.


"Mom, Mia sangat rindu," kata Mia.


"Kamu sih terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk mengunjungi Mommy sama Daddy." Jawab Aileen. "Hmmm putri Mommy semakin cantik, kapan ini mau kenali calon mantu kepada Mommy dan Daddy," goda sang Mommy sembari mencubit halus pipi chubby itu.


"Mia masih ingin menunggu Uncle Betty Mom," jawab Mia dengan polos.


Deg


Seketika Cullen maupun Aileen membulatkan mata dan keduanya saling memandang.


"Sebenarnya Uncle Berry kemana sih Mom? sudah 20 tahun kita tidak pernah bertemu," kata Mia merasa heran karena pria berumur itu tidak pernah ada kabar, bahkan ia sendiri sudah tidak ingat wajah Uncle Berry.


"Entahlah sayang kita semua tidak tau keberadaan Uncle Berry setelah kejadian itu," jawab Aileen.


"Princess tidak ingin memeluk Daddy," ujar Cullen mengalihkan pembahasan.


"Pria tampan princess. Apa kabar Dad?" Mia langsung memeluk Cullen. Tentu saja ia juga merindukan pria kesayangannya karena ia sejak kecil sampai dewasa selalu dimanjakan.


"Seperti yang princess lihat," jawab Cullen.


"Dad tolong ubah panggilan Daddy kepada Mia, Mia sudah dewasa Dad," protes Mia karena tidak menyukai panggilan masa kecilnya saat ini.

__ADS_1


Hahaha


Gelak tawa Cullen dan Aileen melengar memenuhi dapur mendengar protes putri bungsu mereka.


"Tidak princess sampai kapanpun Daddy akan tetap memanggilmu dengan sebutan manis itu," ujar sang Daddy sengaja menggoda.


"Daddy payah," gerutu Mia dengan mulut mengerucut.


"Sayang lebih baik kita sarapan dulu, kamu pasti kecapean," kata Aileen.


Ketiganya memulai menikmati roti panggang buatan Aileen. Mia sangat menyukainya, sudah cukup lama ia tidak mencicipi buatan makanan olahan tangan sang Mommy.


"Apa Kak Max jarang mengunjungi Mommy sama Daddy?" tanya Mia.


"Jika ada waktu Kakakmu akan ke Mansion ini sayang, kadang Mommy juga datang ke kantor membawakan makan siang untuk Kakak kamu," terang Aileen.


"Oh gitu," jawab Mia ber oh ria.


Usai sarapan kini mereka berada di ruang bersantai. Mia menceritakan banyak hal. Sedangkan kedua orang tuanya dengan setia mendengar cerita Mia. Tiba-tiba suara tangisan anak kecil membuat obrolan mereka terhenti.


Hiks hiks hiks


"Selamat pagi Dad, Mom," sapa Max. Ternyata yang datang adalah putra mereka dengan menggenggam tangan seorang bocah.


"Kakak tidak menyapaku?" protes Mia.


Hahaha


"Besar begini tak kelihatan," gerutunya dengan wajah cemberut. "Siapa yang Kak Max bawa?" tanya Mia merasa penasaran.


Hiks hiks hiks


Bocah kecil itu tetap menangis dengan kepala menunduk sehingga semua wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya.


"Iya sayang anak siapa yang kamu bawa sampai menangis ketakutan begitu?" timpal Aileen dengan kening mengerut.


Aileen bangkit karena penasaran, postur dan gaya bocah kecil itu tidak asing baginya.


"Sayang jangan takut," kata Aileen dengan nada lembut sembari berjongkok menjajarkan tubuhnya dengan bocah kecil itu, lalu menyibak rambut panjang itu.


"Jihan," seru Aileen kaget ternyata bocah kecil itu adalah Jihan. Bocah manis yang tadi pagi terbayang di ingatannya.


"Oma," teriak Jihan tak kalahnya terkejut. "Oma tolong Jihan, orang ini mau menculik dan menjual Jihan," adu Jihan dengan polosnya sehingga membuat mereka mengerutkan kening.


"Benarkah begitu?" pancing Aileen.


"Iya Oma, orang tampan ini memaksa membawa Jihan hiks hiks Jihan takut Oma," adu Jihan kembali langsung memeluk Aileen.


Aileen menuntun Jihan ke sofa, membawanya duduk.


"Sayang orang tampan yang Jihan bilang jahat itu adalah putra Oma, jadi Jihan tidak perlu merasa takut," jelas Aileen.

__ADS_1


"Apa?" tentu saja Jihan kaget. "Benarkah itu Oma?" tanya Jihan masih belum percaya.


"Benar sayang, tidak menyangka kita ketemu lagi," kata Aileen.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Max sejak tadi melihat keakraban sang Mommy dengan bocah itu.


"Iya sayang. Hmmm bagaimana bisa kamu membawa Jihan?" tanya Mommy penasaran.


# Flashback #


Seperti biasanya Max pergi ke kantor. Tetapi pagi ini ia akan ke Mansion sebentar. Karena ada yang mau dibeli ia singgah di sebuah mini market. Karena tergopoh-gopoh Max melupakan pintu mobil terbuka sedikit.


Tidak lama Max keluar mini market dengan di tangan memegang kantong.


"Oh my god aku lupa mengunci mobil," gumam Max merutuki kecerobohannya. Tanpa ingin berlama-lama ia langsung melanjutkan perjalanannya.


Tiba-tiba ditengah jalan ia mendengar isak tangis seorang anak kecil. Max menepikan mobil dan menoleh ke belakang, ternyata di sana ada anak kecil. Max keluar mobil dan membuka pintu belakang.


"Kamu siapa?" tanya Max dengan kening mengerut.


"Jangan culik Jihan. Mami, Nenek tolong Jihan," panggil Jihan sembari menangis.


"Kenapa bisa kamu berada didalam mobil ini?" tanya Max lagi.


"Tolong turunkan Jihan, tadi Jihan salah naik mobil hiks hiks," jawabnya sembari menangis.


"Huh merepotkan saja," gerutu Max.


Tanpa ingin kembali ke mini market Max langsung membawa Jihan ikut ke Mansion orang tuanya, ia akan menyerahkan Jihan kepada sang Mommy.


Sedangkan Jihan menangis tersedu-sedu sepanjang jalan. Sungguh bocah cantik itu ketakutan, ia mengira Max akan menculik dan akan menjualnya seperti yang ia dengar-dengar dari orang-orang tentang penculikan.


# Flasback #


Begitulah ceritanya Mom," cerita Max.


"Sayang untung Jihan masuk ke mobil Uncle tampan, coba seandainya masuk ke mobil orang jahat entah bagaimana yang akan terjadi. Lain kali jangan ceroboh lagi," kata Aileen sembari merapikan helaian rambut yang menghalangi wajah cantik Jihan.


"Iya Oma," jawab Jihan seakan paham.


"Sayang bagaimana bisa Jihan ke mini market tanpa Mami?" tanya Aileen sedikit penasaran anak usia Jihan keluar tanpa dampingan orang tua.


"Tadi Jihan menemani Nenek belanja Oma," kata Jihan.


"Mami Jihan kemana?" tanya Aileen kembali.


"Mami kerja Oma," jawab Jihan.


"Papi Jihan kerja juga?"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2