Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 73 (Season 2 Twins M)


__ADS_3

Setelah kepulangan Jihan. Kini Mia yang ingin pamit kembali ke kota x karena tiba-tiba menerima telepon dari asistennya harus segera kembali malam ini juga karena ada klien dari luar negeri. Tiba-tiba ingin menemuinya untuk membeli lukisan yang unik dari hasil karya Mia.


"Mom, Mia akan kembali ke kota x sekarang juga," kata Mia menghampiri Aileen.


"Untuk apa sayang malam begini kamu pulang?" tanya Aileen.


"Tadi Mia dihubungi oleh asisten Mia, katanya ada klien yang ingin segera menemui Mia Mom," jelas Mia.


"Begitu? padahal Mommy masih ingin bersamamu sayang," kata Aileen dengan mata berkaca-kaca.


"Mom jangan begini," kata Mia langsung memeluk Aileen.


"Setelah dewasa kamu sangat sibuk sayang, kita jarang bertemu," lirih Aileen sembari terisak dalam pelukan Mia.


Hmmm


Mendengar deheman dari pria mereka Aileen maupun Mia melepaskan pelukannya.


"Ada apa?" tanya Cullen karena kedua wanita cantiknya seperti ada sesuatu, apa lagi Cullen melihat kedua mata sang istri sehabis menangis.


"Ini sayang putri kita akan kembali sekarang juga," terang Aileen.


Hahaha


"Karena princess akan pulang Mommy menangis?" ujar Cullen sembari terkekeh.


"Ya tentu dong sayang, Mommy ingin berlama-lama dengan putri kita tetapi princess Daddy sekarang orang super sibuk," ungkap Aileen.


"Sayang masih ada Daddy yang selalu mendampingi Mommy," goda Cullen.


"Sudah basi," gerutu Aileen.


Sedangkan Mia menggelengkan kepala melihat tingkah kedua orang tuanya.


"Princess apa tidak sebaiknya besok saja?" ujar Cullen.


"Tidak bisa Dad karena ini klien dari luar negeri. Mia harus kembali malam ini juga," terang Mia.


"Baiklah. Dion akan urus keberangkatan kamu," imbuhnya.


Mia menghampiri kedua lansia yang tengah duduk bersama sang Kakak Max.


"Opa, Oma. Mia ingin pamit, malam ini juga Mia akan kembali ke kota x," kata Mia.


"Apa sayang? malam ini juga?" tanya Oma Lili.


"Iya Oma," Mia menjelaskan dan kedua lansia itu seakan paham.


"Kak Max jaga Opa, Oma Daddy serta Mommy," pesan Mia.


"Dek jaga dirimu baik-baik, kamu perempuan," balas Max memperingati Mia sembari memeluknya.


"Makanya Kak Max harus berubah karena Kakak memiliki seorang Adik perempuan. Hmmm seharusnya Kak Max mulai memikirkan masalah pribadi, stop untuk bersenang-senang." Mia memberi saran karena ia tau Kakak tampannya itu seorang playboy.


Hmmm


Max tersenyum sembari mengacak pucuk kepala Mia sehingga membuat rambutnya berantakan.


"Dion antar Mia ke Mansion," titah Max karena Mia akan berangkat ke kota x menggunakan Helikopter agar dia cepat tiba.


"Baik Tuan, jika begitu saya permisi," kata Dion dan langsung membawa Mia sesuai perintah sang CEO.


Setelah kepergian Mia mereka berbincang-bincang. Acara sebentar lagi berakhir, sehingga para tamu undangan satu-persatu telah meninggalkan pesta.


"Selamat malam," tiba-tiba suara bariton seseorang yang telah lama menghilang mengalihkan perhatian keluarga Sywa.


"Berry," seru semuanya membelalakkan mata melihat kemunculan Berry untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Sayang," jerit histeris seorang wanita seumuran Mami Liliana.


"Maafkan Berry Mom," ujar Berry langsung memeluk wanita itu.


"Kemana saja kamu selama ini sayang?" isak tangis wanita itu.


Berry menceritakan semuanya. Selama 20 tahun ini ia menetap di negara x khususnya tempat terpencil. Berry menutup semua akses yang berhubungan dengan media sosial sehingga ia tidak tau perkembangan keluarga Sywa yang telah merawatnya sejak dari bayi.


"Kau sangat bodoh Brother, apa kau tau jika Bibi sangat terluka atas menghilangnya dirimu? kau sangat cerdas bersembunyi sehingga orang-orang suruhan tidak berhasil menemukanmu," ujar Cullen sembari meninju dada kekar sang sepupu.


Hahahaha


"Berarti kau lebih cerdas lagi Brother," goda Berry membalas tinjuan itu.


"Nak jangan kamu ulangi lagi," ujar pria sudah berumur.


"Maafkan Berry Dad," jawab Berry memeluk pria itu.


Sungguh Berry membuat mereka terluka atas kepergiannya selama 20 tahun. Setelah Berry mengetahui jika dia bukan anak kandung dari kedua orang tuanya. Ternyata Berry ditukar oleh Oma dari orang tua sang Mommy karena ketika melahirkan.


Mengetahui kenyataan itu membuat Berry kecewa dan memiliki pikiran pendek sehingga dia pergi menjauh tanpa kabar.


" Kamu bodoh Nak, kami sama sekali tidak memandang kamu sebagai orang lain, kamu tetaplah putra kesayangan kami," ujar sang Daddy.


"Maaf Dad," hanya itu yang bisa dikatakan Berry.


"Dasar anak bandel. Hmmm ngomong-ngomong apa sudah ada menantu?" tanya Mami Lili.


"Tetap jomblo Tante masih menunggu cucu cantiknya Tante hmmm," goda Berry.


Semua mata menatap tajam kearah Berry khususnya Cullen.


"Tidak bisa mendapatkan Mommy nya putrinya jadilah hahah," goda Berry kembali.


"Kau," seru Cullen tidak suka dengan perkataan sang sepupu.


"Kamu kemana saja? bisa menghilang puluhan tahun tanpa kabar," kata Aileen sembari menjabat uluran tangan pria yang pernah menyatakan cinta kepadanya dimasa lalu.


"Jangan lama-lama," ujar Cullen langsung merangkul pinggang ramping milik sang istri.


Semuanya menggelengkan kepala melihat kebucinan Cullen. Bagaimanapun Cullen masih cemburu dengan kedekatan Berry dengan Aileen mengingat dimasa lalu mereka sangat dekat.


"Tenang Brother sekarang aku mengincar putri kalian," goda Berry dengan bisikan.


"Langkah dulu mayatku!" Seru Cullen.


"Itu siapa Oma?" tiba-tiba Max datang.


"Sayang itu adalah Uncle Berry," jawab Oma Lili.


"Ini pasti Max keponakan tampan Uncle," tebak Berry karena wajah Max sangat mirip dengan sang sepupu. Apa lagi melihat kedatangan Max.


"Sayang kenalan dengan Uncle," pinta Aileen.


"Uncle katanya dulu kita sangat dekat? maaf Max tidak mengingatnya." Ujar Max.


"Sangat son malahan sebelum kamu lahir Uncle sudah menjagamu hmmm," Berry sengaja memanasi Cullen sembari memainkan mata.


Max tidak ingin berkomentar lagi karena ia cerdas menangkap antraksi kedua pria tampan itu.


"Sembarangan," ujar Cullen.


"By the way putri kalian kemana?" seketika ingatan Berry kembali kepada Mia.


"Kamu terlambat, cucu kami baru saja pergi kembali ke kota x," kata Mami Lili.


"Huh telat berarti," degus Berry. "Tante apakah wajah Mia masih tetap mirip dengan Mommy nya?" tanya Berry.

__ADS_1


"Masih sayang, dia cantik sekali tetapi sayangnya Mia sudah memiliki kekasih," goda Mami Lili.


Hmmm


"Sebelum janur kuning melengkung," Berry mengulum senyum.


Sedangkan Cullen menatap tajam.


"Sayang jangan ditanggapi," Aileen menenangkan sang suami sembari mengusap punggung tangannya.


Pesta akhirnya usai. Semua kembali pulang ke Mansion masing-masing, kecuali pasangan yang baru merayakan anniversary. Atas permintaan suami bucin terpaksa Aileen menyetujui menginap di hotel. Berry juga ikut kedua orang tua angkatnya tetapi sudah ia anggap orang tua sendiri, begitu juga mereka menganggap Berry sebagai putra kandungnya sebagaimana mestinya.


Selepas kepergian keluarga Cullen langsung menggendong sang istri ala bridal membawanya kedalam kamar yang sudah di hias dengan taburan bunga mawar merah.


"Daddy turunkan Mommy," pekik Aileen dalam gendongan.


"Diam saja sayang, tunggu didalam kamar Mommy teriak-teriak bahkan menjerit-jerit," bisik Cullen sehingga membuat Aileen menelan ludahnya.


"Mommy lagi lelah," Aileen berusaha mencari alasan.


"Ini malam spesial bagi kita jadi momen ini tak boleh kita lewatkan.


Ceklek


Setelah Cullen menempelkan sidik jari di pintu, tak lama pintu kamar terbuka dengan bantuan kakinya.


Klik


Lampu dinyalakan tampaklah kamar bernuansa sebagai putih dengan taburan bunga mawar merah.


" Sayang kita bukan pengantin baru," protes Aileen masih dalam gendongan.


Cullen mendudukkan Aileen ditepi kasur dengan lembut. Lalu ia berjongkok di lantai sembari menggenggam tangan Aileen.


"Ini malam ke 20 tahun kita yang sangat bermakna sayang," ujar Cullen dengan hati bahagia.


Sesaat Cullen menghela nafas.


"Terima kasih untuk perjalanan hidup luar biasa yang telah kita lalui bersama. Terima kasih atas kebahagiaan dan cinta yang kamu berikan untukku. Hal yang aku inginkan sejak pertama kali menikah denganmu ialah menua bersamamu, dan mengenang semua yang kita lalui. Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-20, sayangku!"


Cullen semakin mengeratkan genggamannya.


"Kamu adalah perempuan yang paling berharga di dunia seperti orang tuaku. Dan aku sangat beruntung bisa memilikimu di sisiku. Kebaikan hati, letusan cinta, dan kecantikanmu adalah hal-hal yang aku syukuri setiap hari. Aku sangat menghargai semua usaha dan cinta yang kamu berikan untuk keluarga ini. Sekali lagi happy anniversary istriku!"


Cup


Cullen menegakan tubuhnya agar sejajar. Kecupan penuh cinta mendarat di kening Aileen. Sungguh Aileen tersentuh dan terenyuh mendengar kata-kata dari lubuk hati sang suami.


"Daddy sangat mencintai Mommy," lirih Cullen tanpa disangka pria itu meneteskan air mata.


"Aku tidak akan meminta bintang maupun bulan kepadamu, sebab aku tau itu permintaan yang terlalu berat. Permintaanku sederhana, temani aku selamanya di bawah cahaya bintang dan rembulan. Happy anniversary suamiku, aku sangat mencintaimu!"


Keduanya berpelukan masing-masing meresapi. Sungguh mereka bahagia karena dianugerahi usia ke 20 tahun pernikahan.


"Sayang waktunya monster mata satu mendapat jatah," goda Cullen sehingga membuat wajah antik Aileen memerah.


Cup


Malam panas itu terjadi juga.


Maaf di skip🤣


Part selanjutnya kita beralih ke Mia 👉Berry dulu


Kisah Max👉Emily absen dulu🤫


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2