Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 6


__ADS_3

•••••


Di Apartemen mewah di Ibu kota pria maco terbaring lemah. Dari kepulangannya dari kota x ia terkapar lemas. Rasa mual bahkan muntah membuat tubuhnya melemah, rasa itu sangat menyiksa dirinya. Satu biji nasi saja tidak masuk dalam perutnya, mencium aroma masakan bahkan ia tidak tahan.


" Tuan Dokter Mei sudah datang " ucap Akas sang Asisten pribadinya. Akas sendiri juga binggung apa yang terjadi pada Tuannya, hal ini baru pertama kali dialami oleh Cull.


" Suruh langsung ke kamar " ucapnya masih dengan mata terpejam.


Dokter Mei dipercaya oleh keluarga Sywa masuk kedalam kamar Cull.


" Kamu sakit apa? " sudah kebiasaan mereka tidak menggunakan bahasa formal, karena keduanya memang akrab dari masa kecil. Dokter Mei menggantikan sang Daddy menjadi Dokter pribadi keluarga Sywa.


" Aku juga tidak tau. Kepalaku tidak pusing, tapi rasa mual bahkan sering muntah. Mencium aroma masakan saja tidak tahan " terangnya dengan wajah lemasnya.


" Jangan-jangan kamu terserang asam lambung " menurut Dokter Mei, karena melihat gejala yang dialami pria tampan ini.


" Tarik bajumu biar aku periksa " titah Dokter Mei mendudukan tubuhnya di kasur empuk itu untuk memeriksa Cull.


" Uwek.... kau pakai parfum apa sih? buat mual saja " Cull menutup mulut dan hidungnya, aroma tubuh Dokter Mei membuatnya ingin muntah.


" Ini parfum biasanya aku pakai. Kamu seperti orang ngidam saja " decak Dokter Mei, ia jadi kesal. Ia pun segera memeriksa apa penyakit pria cerewet ini.


" Kamu tidak sakit, bahkan masuk angin. Organ tubuhmu sehat semua, tapi yang diherankan apa penyebab kamu mual bahkan muntah " terangnya, ia sungguh dibuat binggung karena tidak mendapatkan penyakit apa yang diderita Cull.


" Tidak sakit kau bilang? aku terkapar gini dibilang tidak sakit? kau ini lulusan kedokteran mana? " ucapnya dengan suara meninggi karena ia tidak terima dibilang tidak sakit, padahal tubuhnya sudah tidak bertenaga.


" Hmmm aku juga binggung, tapi jika kamu seorang wanita mungkin aku tidak frustasi begini. Bisa saja aku simpulkan kamu berbadan dua alias hamil, tapi masalahnya kamu ini seorang pria " terang Dokter Mei cukup bersabar menghadapi pria semaunya bertindak ini.


" Hah...." mata Cull melototi Dokter Mei.


" Biasa saja kali. Hmmm akhir-akhir ini kamu mengingini makan apa? "


" Mangga muda " balasnya tanpa berpikir.


" Apa? " sontak membuat Dokter Mei dan Asisten Akas terkejut tidak percaya. Keduanya saling memandang dengan mengangkat bahu, tidak mengerti.


" Kalian berdua seperti melihat hantu saja " decak Cull.


" Bukankah Tuan tidak suka makan mangga muda? tapi sekarang Tuan menginginkan buah itu. Apa Tuan masih normal? " Akas menempelkan telapak tangannya ke kening Cull.


" Kau kira aku sudah tidak waras gitu? " ia menepis tangan Akas di keningnya.

__ADS_1


" Hmmm gejala yang kamu alami seperti orang mengidam. Atau kamu pernah taburi benih di rahim wanita teman tidurmu? " tebak Dokter Mei karena ia tau siapa Cull, adalah seorang casanova.


" Huk.... huk... " mendengar ucapan Dokter Mei. Membuat Cull tersedak, kebetulan ia meneguk air putih.


" Aku selalu memakai pengaman, tidak mungkin bibitku berkembang " ucapnya masih melupakan sesuatu yang sering membuatnya membayangkan malam penuh kegelapan itu.


" Tidak dipungkiri pria ataupun wanita, bisa saja mengalami masa mengidam. Gejala yang kamu alami sama persis seperti orang mengidam. Ini aku kasi obat pereda rasa mual dan vitamin buat mengembalikan tenagamu. Jika rasa mual tidak kamu rasakan lagi, hentikan minum obat mual ini " terang Dokter Mei sembari memberikan obat untuk Cull.


" Berapa lama masa itu berlangsung? " tanya Cull karena tidak tahan lagi.


" Biasanya paling lama 3 bulan, bahkan ada yang sampai 9 bulan seperti suami sahabatku. " Mendengar itu membuat Cull melemas. Jangankan 3 bulan, bahkan 9 bulan, 1 hari saja ia sudah tidak sanggup.


" Apa? jika begitu berikan aku obat yang ampuh agar tidak menunggu sembuh berbulan-bulan " Cull benar-benar frustasi mendengar hal itu.


" Obatnya tidak ada, bahkan kamu cari keujung dunia sana juga tidak akan dapat. Makanya berani berbuat berani bertanggungjawab, ini pasti disumpahi hasil perzinahanmu dengan salah satu wanita teman tidurmu. Jika sudah tidak ada lagi aku permisi pulang " Dokter Mei ingin segera pergi, ia capek menjelasan semua itu.


Akas memberikan obat anti mual dan vitamin buat Cull untuk diminumnya.


" Tuan apa Tuan menginginkan seorang wanita? ada wanita baru " Akas sengaja menawarkan agar sang CEO ini bersemangat jika dengan urusan wanita. Apalagi sudah 1 bukan ini ia tidak bermain dengan kaum hawa. Akas sendiri juga binggung karena biasanya pria casanova ini paling tahan 2 hari saja.


" Uwek.... uwek..... " Cull cepat berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi dalam perutnya, yang hanya memuntahkan cairan karena dari kemarin ia tidak memakan apapun hanya minum air saja.


Merasa cukup ia kembali berbaring di kasurnya dengan wajah pucat dan tubuh yang bisa kekar itu seakan tidak punya tenaga.


" Maaf Tuan jika begitu saya permisi kembali ke kantor. Saya sudah perintahkan pelayan membuat bubur buat Tuan " sesudah mengatakan hal itu Akas meninggalkan kamar.


" Apa mungkin malam gelap itu menghasilkan benih yang kusemai? pada kejadian itu aku tidak memakai pengaman, bahkan berkali-kali kusemburkan kedalam miliknya. Aku harus mencarinya dimana? kasian dia menanggung semua ini, bagaimanapun ia tidak bersalah. Jika ia seorang wanita tua akan kutebus anak itu. Tapi jika dia wanita seumuran denganku akan kujadikan dia sebagai istriku. Aku yakin dia wanita cantik, aku bisa menikmati tubuhnya yang menjadi candu bagiku, bahkan kenikmatan itu baru kali pertama kurasakan " ucap Cull pada dirinya sendiri.


•••••


Mengetahui dirinya berbadan dua membuat Ai sering murung. Ia tidak tau bagaimana cara menjelaskan pada sang Mama, terlebih lagi pada Exsel sang calon tunangannya. Tapi bagaimanapun ia akan mengatakan hal itu, apapun yang terjadi ia harus menerimanya.


Hari ini adalah hari minggu, hari dimana ia libur bekerja di RS dan RM. Sehingga ia bisa membantu sang Mama mencuci, menyetrika pakaian. Masa kehamilannya tidak menyulitkannya untuk bekerja, sehingga membuat orang-orang tidak menyadarinya. Seakan bayi munggil tidak berdosa ini mengerti dengan keadaan sang Ibu.


" Sayang....Mommy akan merawatmu dengan baik dimana harimu lahir nanti. Kamu tidak akan kekurangan kasih sayang. Baik-baik lah didalam sini, bekerja samalah dengan Mommy " gumamnya pelan sembari mengelus perut yang masih rata.


Ai keluar kamar ia merasakan lapar lagi, padahal baru beberapa jam tadi ia mengusi perutnya.


" Kakak makan lagi? " tanya sang Mama karena melihat putri cantiknya duduk manis di meja makan sembari mengunyah.


" Iya Ma, masih lapar " sahutnya dengan mulut penuh makanan.

__ADS_1


" Mama heran beberapa hari ini selera makanmu meningkat, tidak seperti biasanya. Mama perhatikan tubuhmu sedikit berisi, kamu semakin cantik sayang. Aura wajahmu begitu bersinar, seperti arti namamu " ucap sang Mama memuji kecantikan putrinya, belum mengetahui apa yang terjadi. Jika sang Mama tau bisa-bisa ia serangan jantung, itulah yang dipikirkan Ai bagaimana cara memberitahu semua ini agar tidak menimbulkan masalah.


Setelah acara makannya selesai, Ai menghampiri sang Mama diruang keluarga. Seperti biasanya Mama Leni melipat dan menyetrika pakaian yang sudah kering. Keinginan Ai selama ini adalah ingin membuka usaha laundry buat sang Mama, jika uangnya sudah terkumpulkan. Tapi ia hanya bisa gigit jari dengan perekonomian mereka, belum lagi membayar cicilan hutang pada rentenir. Sewaktu Mama Leni sakit parah, mereka meminjam uang dari rentenir untuk membiayai pengobatan sang Mama. Bersyukur karena rentenirnya orang baik, tidak menuntut banyak. Tapi semua itu beban bagi keluarga Ai, apalagi dengan gaji yang ia terima. Gali lobang tutup lobang, itulah peribahasa yang cocok.


" Kamu sudah selesai makannya Kak? " ucap sang Mama sembari tangannya mengosok-gosok baju diatas meja.


" Hmmm Ma.... Ai ingin bicara serius. Bisakah Mama berhenti sejenak " ucapnya dengan yakin membicarakan hal yang membuatnya tidak tenang beberapa hari ini.


" Mau bicara apa sayang " sesuai perintah Ai, sang Mama menghentikan pekerjaannya dan duduk manis menatap si cantik Ai.


"Ma, sebelumnya Ai minta maaf sudah membuat Mama kecewa, bahkan terluka " lirihnya dengan mata berkaca-kaca menatap sang Mama.


" Maksud kamu apa berbicara begitu Kak? " kening sang Mami mengerut karena tidak biasanya putrinya ini berbicara begitu jika tidak ada masalah.


Ai meraih kedua tangan sang Mama dan mengenggamnya dengan erat.


" Ma, Ai ha-hamil " ucapnya dengan bibir bergetar sembari memejamkan mata sesaat sehingga bulir bening itu luruh begitu saja membanjiri kedua pipi mulusnya.


Duarr....


Kata 5 huruf itu sontak membuat langit dan bumi seakan runtuh. Mungkin bagi setiap Ibu diluaran sana ini adalah kabar bahagia, dimana putrinya akan menjadi seorang Ibu. Dalam arti sebentar lagi ia akan menyandang gelar Nenek. Tapi bagi wanita paruh baya ini kabar itu adalah malapetaka baru. Dimana status sang putri belum menikah, dalam arti hamil diluar nikah.


" Apa salah Mama selama ini Kak? dimana letak kesalahan Mama mendidik kalian? tolong jawab " isak tangis sang Mama luruh begitu saja. Tidak menyangka malapetaka ini menimpa keluarganya.


" Tidak Ma, Mama tidak bersalah dalam hal ini. Kakak yang salah Ma.... " ia pun tidak sanggup menahan tangisnya, keduanya saling menangis diam.


" Apa dia yang melakukannya? " tanya sang Mama berusaha tidak terbawa emosi.


" Bukan Ma " lirih Ai seakan tau siapa yang dituduhkan sang Mama dengan bibir masih bergetar.


" Jika bukan Exsel jadi siapa hah? " Mama Leni meninggikan nada suaranya. Ia sudah terbawa emosi, sehingga menghempaskan tangan Ai yang mengenggam tangannya.


" Apa selama ini kamu menjadi wanita nakal diluaran sana? maaf jika Mama selalu menyusahkan kalian, sehingga kamu mengambil jalan pintas ini. " setelah mengatakan itu Mama Leni bangkit ingin meninggalkan Ai yang terisak. Ia ingin menenangkan dirinya, agar bisa berpikir dengan jernih.


" Mama Kakak minta maaf " lirihnya dengan tubuh merosot ke bawah, sedangkan sang Mama sudah masuk kedalam kamarnya.


Sedangkan di ambang pintu ruang tamu sedang berbisik-bisik dua wanita, mereka mendengarkan semua pembicaraan Ibu dan putrinya. Sekilas ada senyuman penuh arti mengembang indah dari keduanya. Gosip kasak-kusuk tetangga mulai beraksi.


Bersambung.....


🌷🌷🌷

__ADS_1


Trims atas vote like dan comennya.


__ADS_2