
••••
Seorang anak kecil dihadapkan dengan tumpukan berkas diatas meja kebesaran sang CEO. Jari-jari mungil lentiknya menari diatas keyboard laptop pintar milik sang CEO.
Sedangkan ketiga pria menatap melongo tidak percaya dengan kehebatan bocah kecil yang cuek tersebut.
" Boy apa kau yakin bisa mengatasi semua ini? " tanya Cull sehingga menganggu konsentrasi Max.
" Suttt, " peringatan dari Max agar tidak diganggu.
Berry serta Akas mengulum senyum melihat ekspresi Max berani menentang sang CEO yang terkenal akan keangkuhannya.
" Brother apa kau yakin si Boy bisa mengatasi masalah ini? " bisik Cull tetapi tatapannya tidak lepas dari kegiatan Max.
" Kau tenang saja Brother, " sahut Berry juga tidak lepas dari tatapan pada Max.
" Lihatlah Tuan bocah jenius ini sangat mirip dengan Tuan ketika lagi serius bekerja, " ujar Akas.
" Kau benar Akas, perbedaan mereka hanya terpaut usia saja, " sambung Berry.
" Ternyata memang nyata 7 kembar di dunia ini, " imbuh Cull baru meyakini jika itu fakta sebenarnya.
" Jika kalian tidak bisa diam lebih baik aku tidur saja! kalian menganggu konsentrasiku saja, " serunya ingin bangkit dari kursi kebesaran itu, walaupun ketiga pria dewasa ini mengobrol dengan berbisik tetapi mempengaruhi konsentrasinya.
" Sorry boy, " ucap Cull dengan senyuman seperti memohon.
" Jika kalian tidak bisa diam aku akan pergi, " ancamnya tidak main-main dengan wajah dinginnya.
" Baiklah! brother, Akas kita menunggu di sofa, " ajak Cull karena bocah tampan tersebut tidak ingin diganggu.
Kini ketiga pria dewasa sedang duduk di sofa, ketiganya sibuk dengan ponsel masing-masing tanpa mengeluarkan suara.
" Tuan dia sangat mirip dengan sifat Tuan, " bisik Akas, sejak tadi tatapannya terpaku pada Max.
" Kau benar Akas, bukan hanya wajah saja yang mirip tetapi watak serta sifatnya juga sama, " imbuh Berry.
__ADS_1
" Jangan berisik!, " tegas Max tanpa melirik kearah tiga pria yang saling menatap.
Berry serta Akas mengulum senyum sembari menggeleng kepala kembali melihat sifat Max.
" Apa yang mereka katakan itu benar, sifat serta wataknya menyerupaiku!, " batin Cull.
30 menit terlewati dan kini tepat 1 jam Max berhasil menemukan hacker peretas pembobolan aset perhotelan SYWA senilai 5 miliar.
" Melelahkan, " gumam Max sembari meregangkan otot-otot jari tangannya. Max menoleh kearah sofa ternyata ketiga pria dewasa sedang terlelap.
Tidak ingin menganggu Max membereskan sendiri tumpukan berkas serta map diatas meja, dengan telaten ia merapikannya seperti semula. Ia menutup kembali laptop dan tidak lupa flashdisk diletakannya diatas laptop berlogo apel. Semua data telah tersimpan disana, ia berhasil memblokir hacker tersebut. Max menuliskan sesuatu diatas kertas dan diselipkan pada gelas berisi air putih.
" Lebih baik aku kembali ke kamar, " gumamnya sembari bangkit keluar dari ruangan itu menuju kamar pribadi pemilik perhotelan.
Tiba di kamar Max terlebih dahulu membersihkan tubuhnya agar kembali fresh. Tidak butuh waktu lama bocah mandiri ini menyudahi acara mandinya, serta memakaikan pakaiannya.
" Aku akan menghubungi Mommy. Hmmm sekarang jam 11 berarti disana sudah jam 5 sore, "
" Hai....Mom, " sapa Max ketika melihat wanita yang sangat disayanginya sedang terduduk menatapnya.
" Sayang kamu baik-baik saja bukan? kamu sudah makan? sudah mandi? " tanya sang Mommy bertubi.
" Kamu yakin sayang? hmmm kamu tidur bersama Uncle Berry bukan? "
" Sangat yakin Mom, bahkan itu sangat gampang bagi Max. Max satu kamar dengan Daddy eh maksud Max Uncle tampan sang pemilik perusahaan, " ucapnya keceplosan, untung saja tidak didengar oleh sang Mommy.
" Benarkah? tumben kamu akrab dengan orang yang baru kamu kenal sayang. Apakah orang-orang disana memperlakukan kamu dengan baik?, " tanya sang Mommy dengan wajah sedikit cemas. Ai sangat tidak tenang sebelum mendengar atau melihat langsung wajah putra tampan serta pintarnya ini.
" Mommy jangan cemas begitu, Max diperlakukan sangat baik disini, " Max menyakini sang Mommy. " Nenek mana Mom? apakah sudah sehat? " dan inilah wanita hebat kedua yang sangat ia sayangi.
" Syukurlah jika begitu sayang. Hmmm Nenek sedang makan di dapur, dan kesehatan Nenek semakin membaik, " sahutnya. " Sayang kapan kamu kembali? Adikmu akan kembali minggu depan, "
" Entahlah Mom sepertinya Max betah disini, " ucapnya membuat wajah sang Mommy berubah. " Ya Mom karena Max merasakan sosok seorang Daddy disini, " Max hanya bisa membatin.
" Sayang jika utusannya sudah kelar Mommy harap kamu cepat kembali, Mommy tidak bisa jauh dari kalian, " lirih Ai dengan mata berkaca-kaca. Inilah yang ia takutkan akan kejeniusan putra-putrinya yang sudah diketahui orang.
__ADS_1
" Baiklah Mom.....,"
Ceklek
" Mom apa Mommy ingin berkenalan dengan Uncle tampan?,"
•••••
Di Indonesia
Hari ini adalah perlombaan seni lukis yang di wakili masing-masing Provinsi. Kini semua sudah memadati Museum. Mia beserta peserta lainnya sudah dihadapkan kanvas serta alat lukis. Hanya Mia peserta paling muda, semuanya rata-rata kelas 5-6 SD.
Para guru dari masing pihak sekolah memberi semangat penuh kepada masing-masing anak didiknya. Sebelum lomba dimulai Ibu Cintaka memberi kode ok kepada Mia. Ibu Cintaka menjadi ketua juri dalam perlombaan.
Lomba seni lukis tidak di patokan dengan tema jadi peserta sesuka hati ingin melukis apa saja.
Prit prit prit
" Mulai, "
Semua peserta lomba mulai mencoret kanvas dengan alat lukis dengan pengetahuan masing-masing.
Hasil lukisan Mia
Mia melukis pemandangan pepohonan. Di tengah jalan sedang berjalan sesosok pria misterius. Hanya Mia sendiri yang tau siapa sesosok pria tersebut.
Perlombaan usai dan wakil dari Provinsi x yang menjadi juara 1 yaitu Mia Angela usia 6 tahun dari sekolah x. Mia berhasil menyandang juara 1 dengan karya seni lukis yang memikat hati. Para pecinta lukisan jatuh hati kepada hasil lukis Mia. Kini seni lukis Mia dipajang di Museum untuk di lelang dengan harga fantastis.
Seni lukis Mia jatuh di tangan istri seorang pengusaha terbesar serta terkenal dengan harga 100 juta. Wanita paruh baya yang membeli lukisan tersebut sangat penasaran dengan sesosok pria misterius yang berada dalam lukisan luar biasa ini.
Mia sontak kaget tidak percaya jika ia menjadi juara 1, dan lebih mengejutkan lagi ada seseorang misterius yang membeli karya seni lukisnya yang masih amburadul bagi Mia sendiri, dengan harga sangat mahal.
" Mommy, Nenek, Uncle Alfian, Mia menjadi juara 1 mengalahkan 33 peserta. Mia akan menghadiahkan sesuatu untuk Mommy serta Nenek dengan hasil uang lomba Mia. Semua ini atas doa serta dukungan dari kalian, " batin Mia tidak lupa mengucap syukur.
__ADS_1
Mia akan memberikan sesuatu yang selama ini ia impikan untuk Mommy serta sang Nenek.
Bersambung.....