Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 75 (Season 2 Twins M)


__ADS_3

Selama seminggu di kota x Mia dan asistennya Dita selalu mampir Nge-YGM disela kesibukan mereka. Seperti sore ini mereka punya waktu karena besok mereka akan kembali ke kota x.


"Nona saya mau coba ini," kata Dita menunjuk treadmill.


"Iya Dit aku mau coba bench press," kata Mia.


Mia berjalan melewati keramaian. Pria dan wanita bergabung. Sehingga ada yang menggoda Mia.


"Hmmm boleh bergabung?" tiba-tiba seorang pria lumayan tampan menghampiri Mia.


Mia mendelik mata, sungguh ia tidak suka diganggu disaat ia ingin fokus berolah raga. Mia diam tidak menjawab, ia memulai olah-raga.


"Begini kaki tangan harus begini," ujar pria itu sangat berani menyentuh tangan serta kaki Mia. Tentu saja membuat Mia menghentakkan kaki tidak terima.


"Apa-apaan kamu? beraninya menyentuh orang asing. Kurasa kamu bukan pelatih, tetapi sangat tidak sopan," ujar Mia sangat murka, langsung bangkit.


"Sangat sombong," ujar pria itu. "Sok jual mahal, murah pun belum tentu laku," imbuhnya.


Buk buk


Tiba-tiba pukulan melayang di perut pria itu sebanyak dua kali. Hal itu membuat Mia membungkam mulutnya menggunakan tangan.


"Apa maksudmu mengatakan hal itu?" bentak Berry sehingga mengundang perhatian banyak orang.


"Kau siapanya dia? wanita ini sok suci," ujar pria itu dengan suara meninggi.


"Aku pelatih disini, jadi jika ada pelanggan yang kurang mendapat perlakuan kurang menyenangkan maka akulah orang yang bertanggung jawab," ungkap Berry dengan bijaksana.


Sungguh mendengar pria yang tidak dikenal Mia membuat hati Mia tercabik-cabik. Sungguh perkataan pria itu tidaklah sopan, bahkan ia menyamakan dirinya dengan wanita lain.


"Alah kau jika pasti sering melakukan apa yang aku lakukan barusan tadi. Itu saja hanya sekedar menyentuh tangan dan kaki tetapi sasar wanita sok suci ini sangat berlebihan," ujar pria itu kembali semakin menyudutkan Mia.


"Aku mau tanya apa dia adalah sahabatmu stau saudaramu sehingga kau berani melakukan itu kepada orang lain?" ujar Berry. "Nona apa dia saudara atau sahabat Nona?" tanya Berry.


Mia menggeleng sembari menunduk, sungguh ia merasa malu di tonton banyak orang. Dengan segera Dita membawa Mia menjauh, menuntunnya ke area taman.


"Nona itu tidak mengenali anda tetapi anda berani melakukan yang bukan hak anda. Hanya pelatih yang berhak mendampingi kecuali itu ada hubungan orang yang kita kenal. Sekarang juga angkat kaki dari tempat ini," bentak Berry dengan tangan terkepal erat sehingga menampakan buku-buku jarinya.


"Sangat sombong! Sampai matipun aku tidak akan menginjakan kaki ketempat GYM milik kau ini," seru pria itu dengan wajah memerah.


"Silahkan saja karena tempat ini tidak menerima orang seperti anda. Jika anda menetap disini bisa-bisa merugikan kami," balas Berry tidak mau kalah.

__ADS_1


Cih


Pria itu meludah lalu langsung berlalu dengan perasaan murka.


"Bubar semuanya!" Seru Berry karena ini menjadi bahan tontonan para pengunjung. "Kembali bekerja," ujar Berry kepada para pembimbing.


Di taman Mia terisak. Sungguh perkataan pria asing itu membuat hatinya sedih. Baru kali ini pertama kali ia mendapat perlakuan kurang menyenangkan.


"Maafkan saya Nona, jika saya di samping Nona tadi maka hal ini tidak akan terjadi," ungkap Dita merasa menyesal karena tidak bersama-sama.


"Jangan merasa bersalah begitu Dit," jawab Mia sembari mengusap air matanya. "Lebih baik kita segera pulang," ajak Mia karena moodnya untuk Nge-GYM hilang seketika karena hal ini.


"Baik Nona," jawab Dita menyetujui ajakan bosnya.


Hmmm


Deheman Berry membuat Mia maupun Dita terdiam.


"Aku minta maaf selaku pemilik GYM ini atas ketidaknyamanan atau perlakuan kurang menyenangkan. Sungguh ini kelalaian dari tim kami," ungkap Berry dengan tidak enak hati.


"Nona saya akan menunggu di sana," kata Dita karena ia ingin memberi waktu untuk Mia dan Berry.


Mia mengangguk


"Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian ini," ujar Berry sekali lagi setelah mereka terdiam cukup lama.


"Tidak masalah, ini bukan kesalahan dari pihak anda," kata Mia tidak ingin banyak bersuara. "Terima kasih," imbuhnya.


"Tetapi bagaimanapun ini tanggung jawab kami sebagai pihak penyelenggara," jawab Berry.


"Jika sudah tidak ada lagi yang ingin dikatakan, aku akan permisi," kata Mia tanpa menatap Berry, sedangkan Berry sejak tadi tatapannya tak teralihkan.


Mendengar penuturan Mia membuat Berry tersenyum kecut. Ia tau wanita imut ini sedih, dari raut wajahnya ia dapat membacakan. Berry menghela nafas.


"Baiklah, sekali lagi kami minta maaf," ujar Berry. "Apakah nanti malam Nona ada waktu? aku tunggu di cafe depan jam 19:30," imbuhnya.


Tanpa menjawab Mia berlalu begitu saja tanpa menjawab perkataan Berry. Berry mengigit bibir bawahnya mendapati perlakuan Mia.


•••••


Sore menjelang. Setelah kepulangan dari tempat YGM, siap membersihkan diri Mia langsung tepar ditempat tidur. Sungguh ia lelah dengan kegiatan demi kegiatan padatnya. Untuk melupakan perkataan yang kurang menyenangkan tadi membuatnya nekat untuk tidur, agar tidak mengingatnya. Sampai ia melupakan makan malam.

__ADS_1


Mia mulai menggeliatkan tubuhnya. Sesaat kedua mata itu terbuka.


Uumm


Mia menguap


"Ini sudah jam berapa?" gumamnya sembari meraih jam tangan yang ia letakan di atas nakas. "Hmmm jam 7," imbuhnya.


Mia bangkit sembari meregangkan otot-otot kepalanya.


"Apa Dita sudah makan malam?" gumam Mia karena mereka beda kamar.


Mia berjalan menuju balkon. Dari balkon ia bisa memandangi gedung-gedung besar serta lampu kelap-kelip membelah gelapnya malam. Tanpa sengaja pandangannya berpusat di bangunan cukup besar tempat GYM.


Seketika Mia mengingat ajakan Berry untuk makan malam. Mia menimang-nimang, apakah ia harus menemui Berry atau membuat Berry kecewa karena ketidak hadirannya.


"Aku harus bagaimana?" ujar Mia kepada diri sendiri. "Baiklah," akhirnya Mia mendapat jalan keluar.


Kini wanita cantik serta imut itu sudah tampil cantik mengenakan baju terusan warna hitam sebatas lutut dengan rambut digerai carly, sehingga menambah aura kecantikan putri bungsu dari pasangan Cullen dan Aileen Sywa.


"Perfect," gumam Mia didepan cermin. "Ya ampun sekarang sudah lewat dari waktu yang ditentukan, semoga dia masih berada di sana," gumam Mia seketika panik.


Ceklek


Seketika pintu terbuka.


"Nona ingin kemana?" tanya Dita heran melihat Mia sudah tampil cantik.


"Dita aku akan makan malam di cafe depan, aku ada janjian. Hmmm nanti akan aku ceritakan karena sekarang waktunya sudah mepet," kata Mia sudah tergesa-gesa.


"Baik Nona, jika begitu saya kembali ke kamar," jawab Dita dan mendapat anggukan dari Mia.


Di cafe Berry sejak tadi tidak tenang. Pria itu mengedarkan pandangannya kearah pintu masuk berharap sesosok yang ditunggu-tunggu menampakan diri, tetapi Berry harus mengigit jari karena sesosok itu tidak muncul juga.


"Sudah jam 8," gumam Berry sembari tersenyum miris, menerima kenyataan itu. "Sepertinya kamu memang tidak datang," imbuhnya dengan raut wajah kecewa.


Tidak ingin berlama-lama lagi Berry bangkit meninggalkan meja yang sudah ia persiapkan.


Awww


Deg

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2