
Mommy twins kecewa
•••••
Hari ini Max dan Mia sangat antusias bangun pagi serta membantu sang Mommy membersihkan rumah.
" Mommy pagi ini kita sarapan roti panggang saja, siang nanti kita makan di Mall saja, " kata Mia.
" Baiklah sayang tetapi Mommy masak buat makan siang Nenek, " jawab Ai.
Siang menjelang kini mereka sedang bersiap-siap. Kimmy siap mengantar mereka kemana saja atas perintah Cull diam-diam.
Sepanjang jalan Mia tidak berhenti bercerita, ada-ada saja yang diceritakannya.
Tidak terasa mereka tiba ditempat tujuan.
" Lihatlah banyak kendaraan yang terparkir, pasti ramai pengunjung. " Ungkap Mia melihat area parkir penuh dengan kendaraan roda 2 dan roda 4.
Ai tersenyum melihat kebahagiaan Mia.
Didalam Mall khususnya wahana bermain anak-anak disitulah keberadaan twins dan Ai. Merasa bosan Ai menghubungi Kimmy untuk menitipkan Max dan Mia karena ia harus belanja bulanan, mumpung lagi keluar begitulah pikir Ai.
" Sayang Mommy tinggal sebentar dulu, Mommy ingin belanja bulanan, " Ai memberitahukan kepada twins.
" Oke Mom, " jawab serempak Max serta Mia.
Selepas kepergian Ai dengan segera Kimmy menghubungi seseorang.
Wanita berparas cantik ini mulai memasukan barang yang menjadi keperluan sehari-hari. Ai mendorong troli belanjaan menyusuri bagian buah-buahan. Dengan sangat asik ia memilih buah kesukaan kedua anaknya.
Deg
Senyuman serta wajah bahagia tadi kini berubah gelap, sendu seketika pandangannya berpusat kepada sesosok orang yang sangat dikenal.
Orang itu adalah Cullen, Daddy dari Max dan Mia putra-putrinya. Sedang merangkul seorang wanita cantik dan wanita yang sama pada waktu dilihatnya di Restoran waktu itu.
Ai melihat jelas Cull dan wanita itu tengah asik memilih deretan bagian roti. Tidak lupa dengan perlakuan romantis yang keduanya tunjukan.
" Benarkah itu dia? aku tidak mungkin salah, " gumam Ai curi-curi pandang takut ketahuan.
Lama-lama Cull dan wanita itu semakin mendekat sehingga membuat Ai lebih jelas dengan dua sosok itu.
Brak
Seketika buah anggur hitam kesukaan Mia jatuh berserakan di lantai marmer.
" Maaf Mbak saya tidak sengaja. Saya akan tetap bayar, " ungkap Ai kepada SPG yang menghampirinya.
" Iya Mbak, " jawab SPG itu dan langsung berlalu.
Ai buru-buru meninggalkan tempat itu dengan dada sesak dan kekecewaan melanda hatinya.
" Ternyata kamu berbohong, bukankah tadi malam kamu bilang ke anak-anak jika kamu masih berada di luar kota. Tetapi apa ini? " batin Ai dengan wajah sendunya sembari mendorong troli belanjaannya.
" Aku harus cepat-cepat membawa anak-anak dari sini, aku tidak ingin mereka melihat Daddy mereka juga berada disini dengan kekasihnya. Aku tidak ingin mereka sedih dan kecewa, " gumam Ai semakin mempercepat langkahnya menuju kasir.
Untung tidak perlu mengantri jadi ada kesempatan Ai untuk cepat-cepat meninggalkan Mall ini sebelum mereka bertemu tanpa disengaja.
Ternyata kesialan Ai belum berakhir. Tanpa disangka Cull dan kekasihnya juga sedang menuju bagian kasir yang terdapat disampingnya.
" Mbak bisa cepat sedikit karena ada keperluan mendadak? " ujar Ai kepada kasir yang masih menghitung belanjaannya.
" Bentar Mbak, " jawab kasir. " Semuanya xxxxxx, " ujar kasir memberitahukan jumlah harga belanjaan Ai.
__ADS_1
Dengan cepat Ai merogoh uang tunai dalam dompetnya. Tidak ingin ketahuan dengan cepat ia berlari kecil meninggalkan area kasir.
Dari kejauhan senyuman menyeringai, baginya tingkah Mommy twins sangat lucu.
Tiba di wahana bermain Ai membujuk Max dan Mia untuk menyudahi permainan mereka.
" Mia belum puas Mom, bentar lagi yah? " rengek Mia dengan wajah memelas.
" Iya Mom Max ingin main tembak-tembakan dulu, bahkan Max belum memulai, " timpal Max ikut merengek.
" Sayang lain kali saja, sudahi yah? " Ai kekeh dengan pendiriannya.
" Mommy kenapa sih jadi berubah pikiran begitu? bukankah di rumah Mommy bilang main sepuasnya sampai kami merasa bosan, tetapi apa ini bahkan kami menghabiskan waktu 1 jam saja. " Ungkap Mia sedikit protes dan merasa kecewa.
" Apa Mommy lagi sakit? jika begitu kami tidak memaksa, kesehatan Mommy yang terpenting. " timpal Max dengan wajah seriusnya.
" Tidak sayang, Mommy baik-baik saja, " jawab Ai tidak ingin twins mengkhawatirkan dirinya.
" Tetapi apa alasan Mommy ingin pulang secepat ini? " tanya Max kembali.
" Hmmm yah sudah sayang kalian lanjutkan. Mommy jadi berubah pikiran, " ungkap Ai berusaha menyunggingkan senyuman manisnya.
" Benar tidak ada yang terjadi sama Mommy? " ccicit Max kembali.
" Sudah sayang lanjutkan permainan kalian, Mommy tunggu di sana. " Kata Ai sembari melangkahkan kaki menuju kursi tunggu yang tersedia diarea wahana permainan.
Di kursi Ai termenung dengan banyak pertanyaan di benaknya. Kepala Ai penuh dengan nama Daddy twins. Bayangan Cull dengan kekasihnya selalu muncul dan bahkan menari-nari di kepalanya.
" Kenapa hatiku sangat sakit melihat Rey dengan wanita itu? padahal dia bukan siapa-siapaku tetapi hatiku sangat sakit melihat hal itu. " Gumam Ai dengan pandangan kosong ke depan.
•••••
Hubungan Cullen dengan Aileen semakin renggang dan tidak pernah saling bertemu langsung. Bahkan kasak-kusuk gosip pertunangan Cull sampai di telinganya.
Ai menertawakan dirinya sendiri. Selama ini ia sempat terbuai dan bahkan termakan dengan perkataan Cull kepadanya, yang menyanjung dirinya setinggi langit bahkan tidak segan memuji dihadapan banyak orang.
Merasa cukup Ai keluar dari kamar mandi. Tidak ingin bergelut dengan kesedihan Ai bergegas keluar kamar menuju dapur untuk menghidangkan makan malam.
" Sayang makan yang banyak agar cepat gede, " ujar Ai sembari menuangkan air putih kedalam gelas.
" Beres Mom. Ummm masakan Mommy selalu enak dan lezat, " ungkap Mia memuji cita rasa masakan Mommy mereka.
" Terima kasih sayang jika kalian menyukainya. Mommy semakin tambah semangat" jawab Ai dengan senang.
" Mia rindu Daddy, kenapa Daddy selalu menolak datang ke rumah. Bahkan perlakuan Daddy tidak sehangat yang dulu, " ungkap Mia kembali mulai berakting.
Dada Ai kembali nyesek mendengar perkataan Mia dengan wajah sendu Mia.
" Sayang mungkin Daddy kalian sangat sibuk sayang. Kamu tau sendiri tanggung jawab Daddy dalam perusahaan, " ungkap Ai berusaha menenangkan Mia.
" Bahkan kemarin Mia minta Daddy membelikan peralatan lukis tetapi Uncle galon yang disuruh bahkan memberikannya langsung kepada Mia di sekolah, " ungkap Mia melanjutkan dramanya.
Ai semakin kaget dengan perubahan Cull.
Setelah makan malam usai Ai duduk sembari berpikir. Perkataan Mia serta kesedihan Mia menghantui beban pikirannya.
" Malam ini juga aku harus menemuinya, bagaimanapun caranya aku harus membicarakan masalah ini. Kasian putra-putriku, " gumam Ai sembari bangkit ingin mengantikan pakaiannya.
Jam menunjukan pukul 8 malam. Ai yakin jika Cull belum tidur karena biasanya di jam segini Cull masih berkutat dengan laptopnya.
Ai meraih ponsel lalu mengirim pesan.
Daddy twins M:
__ADS_1
" Maaf menganggu, kamu lagi dimana Rey? "
Cull melirik ponselnya karena mendapat notifikasi, tetapi diabaikannya karena ia pikir itu email masuk dari Akas Asistennya.
Daddy twins M:
" Aku ingin menemuimu! "
Sekali lagi membuat Cull menghentikan jarinya di atas keyboard laptop. Karena penasaran akhirnya Cull merai ponsel itu dan segera membuka.
Deg
Kedua bola mata Cull membulat seperti ingin terlepas dari tempatnya, belum lagi jantungnya berdetak kencang menerima pesan dari Ai. Dari sekian lama baru malam ini Ai mengirim pesan.
Semburat senyuman mengembang di bibir seksi Cull yang menjadi jimatnya untuk menaklukkan kaum hawa.
Sayang ❤:
" Lagi di kantor! "
Cull sengaja mengirim pesan singkat.
Daddy twins M:
" Aku akan ke sana dan akan menunggumu didepan pagar kantor! "
Setelah membaca dan ingin membalas pesan Cull tiba-tiba ponsel Ai mati ternyata baterai habis. Tanpa pikir panjang Ai membawa sepeda motornya membelah jalanan menembus malam menuju kantor terbesar di kota itu.
Sayang❤:
" Jangan sekarang, besok saja karena pekerjaanku tidak bisa ditinggalkan! "
Tiba-tiba ponsel Cull juga mati setelah membalas pesan Ai. Cull yakin jika Ai membaca pesannya untuk tidak menemuinya. Lagipula ia bukan berada di kantor tetapi di Apartemen. Sehingga Cull tidak berniat untuk bangkit mencharger ponselnya.
Tidak butuh waktu lama Ai tiba di depan kantor besar dan bertingkat tinggi itu. Ai menunggu di depan seperti yang dikatakannya dalam pesan itu. Tanpa pikir panjang Ai yakin Cull menemuinya.
1 jam
2 jam
3 jam
Lamanya Ai berdiri di depan pakar tetapi tidak ada tanda-tanda Cull muncul dari dalam. Ai merutuki kebodohannya tidak membawa power bank.
Jam sudah menunjuk ke jarum angka 11 berarti sudah jam 11 malam. Hembusan angin malam mulai menusuk ke tulang-tulang Ai.
Ai mendesah merasa kecewa, marah, sedih bercampur jadi satu.
" Aku sudah tau jawabannya. Aku saja yang bodoh," gumam Ai dengan senyum mirisnya.
Tidak ingin menikmati angin malam Ai berusaha mengendarai sepeda motor maticnya dengan rasa kecewa bahkan wanita cantik itu menangis dibungkam helm di kepalanya. Konsentrasi Ai benar-benar hilang. Wajah sedih Max dan Mia terbayang-bayang di matanya sepanjang perjalanan.
•••••
Pagi menjelang
Di rumah sederhana milik twins lagi heboh. Penghuni rumah tidak mendapati keberadaan Ai di rumah itu. Karena biasanya pagi-pagi Mommy mereka sudah mempersiapkan sarapan pagi.
Sepeda motor milik Ai tidak berada dalam bagasi berarti Ai sedang keluar begitulah tanggapan mereka. Tetapi janggalnya hari ini adalah hari libur, terus Mommy mereka kemana pagi-pagi begini karena ini untuk pertama kalinya.
Tunggu siang berharap Ai pulang, sampai sore menjelang tetapi tidak ada tanda-tanda akan kepulangan Ai. Sudah puluhan kali dihubungi tetapi ponsel Ai tidak aktif.
Max dan Mia sudah meraung menangisi Mommy mereka. Akhirnya Mama Leni berniat menghubungi Cullen.
__ADS_1
Bersambung....