Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 26


__ADS_3

•••••


Hari ini adalah pertama kalinya Ai ke sekolah kedua anak kembarnya, karena panggilan dari pihak sekolah. Bukan karena ada masalah dengan putra-putrinya tetapi karena Max dan Mia akan mewakili sekolah itu untuk lomba debat bahasa Inggris tingkat SD yang diadakan di Singapura.


Tok tok tok


" Siapa yang datang sepagi ini? " gumam Mama Leni yang kebetulan sedang menyapu ruang tamu.


Ceklek


Kening Mama Leni mengerut melihat kedatangan wanita tegap seumuran putrinya.


" Selamat pagi Tante, " sapanya.


" Iya.... ingin mencari siapa Nak? " tanya Mama Leni.


" Saya adalah supir pribadi Tn. muda Max dan Nona Mia, " terangnya karena ini adalah perintah dari Tuan Cull.


Mama Leni menautkan kedua alisnya mendengar kedua cucunya dipanggil seperti seorang bos.


" Nenek siapa yang datang? " tiba-tiba Mia menghampiri keduanya di teras rumah. " Aunty Wanti sudah datang? " ucap Mia mengenali siapa wanita ini.


" Pagi anak cantik, " sapanya.


" Nenek ini adalah Aunty Wanti yang akan mengantar Mia dan Kakak kemanapun kami pergi, bahkan jika kami berpergian jauh sampai keluar Negeri. Aunty Wanti yang menemani kami, ini adalah perintah dari Daddy tampan, " terang Mia.


" Oh.... baik sekali Daddy tampan yah..... Nenek jadi penasaran ingin bertemu dengannya, " ucap sang Nenek sangat penasaran karena kepedulian dan kebaikan pria misterius yang dianggap Daddy oleh kedua cucu kembarnya.


" Tunggu ada waktu Nenek, Daddy orang super sibuk, " Mia akan berjanji akan mempertemukan sang Nenek dengan Daddy tampannya.


" Jika begitu silahkan masuk Nak, ikut sarapan, " Mama Leni mempersilahkan Wanti untuk masuk sekalian untuk sarapan bersama karena orang rumah belum sarapan.


" Terima kasih Tante lain kali saja karena saya sudah sarapan sebelum kemari, " ucap Wanti dengan hati-hati karena menolak tawaran penghuni rumah.


" Baiklah jika begitu, tunggu sebentar ya anak-anak ingin sarapan terlebih dahulu. Nak Wanti tunggu saja didalam, "


" Saya tunggu disini saja Tante, ingin menghirup udara segar di pagi hari, "


Didalam khususnya di meja makan keluarga penuh keharmonisan serta kasih sayang ini menikmati nasi goreng menu spesial sang Mommy. Sepanjang menikmati sarapan ke empat nya hening hanya terdengar dentingan sendok beradu dengan piring. Ini sudah menjadi aturan sang Mommy sejak mereka masih kecil, dan sampai sekarang masih berlaku.


Sedangkan Alvian sudah seminggu ini dinas malam, mungkin sebentar lagi akan sampai rumah.


" Sayang apa kalian sudah siap? " tanya sang Mommy sembari membereskan piring kotor, untuk sekarang ia tidak sempat untuk mencucinya karena tidak enak hati Wanti sudah menunggu cukup lama di teras rumah. Max serta Mia semalam memberitahukan jika mereka akan dikirimi supir beserta mobil dari Daddy tampan misterius itu.


Sebenarnya Ai sangat penasaran bahkan ingin bertemu langsung dengan pria yang begitu peduli bahkan menyayangi putra-putrinya. Tetapi ia hanya bisa mengigit jari saja karena pria misterius itu tidak bisa ditemuinya karena alasan sibuk, begitulah yang dikatakan Max.


Didalam mobil baru serta sang pengemudi baru pula, Ibu dan kedua anak ini saling mengobrol banyak hal sepanjang jalan.


" Sayang apa tidak ada sedikit waktupun untuk Mommy bertemu dengan Daddy tampan kalian? " tanya sang Mommy entah ini sudah keberapa kalinya.


" Sabarlah Mom suatu saat Mommy akan bertemu jika berjodoh, " sahut Max.


Mendengar ucapan Max membuat sang Mommy menyipitkan kedua matanya.

__ADS_1


" Bilang saja sama Mommy jika Daddy sibuk dan untuk beberapa bulan Daddy sedang berada diluar negeri. Hmmm Daddy hanya tidak ingin Mommy kalian mengembalikan hadiah pemberian Daddy, jadi lebih baik begini saja alasannya, " ungkap Daddy tampan. Max mengingat kembali ucapan sang Daddy tempo hari.


" Huh baiklah, " ucap kurang semangat sang


Mommy.


•••••


Di Mansion mewah milik keluarga Sywa, makanan sudah tertata rapi diatas meja makan berukuran panjang.


Ai beserta kedua anaknya di undang makan malam oleh Ny. Liliana, sekalian ingin berkenalan dengan Mommy si kembar. Melalui keponakannya Berry Ny. Liliana minta bantuan. Karena besok adalah keberangkatan Max dan Mia ke Singapura untuk mengikuti lomba debat bahasa Inggris tingkat SD.


Kini didalam Mansion sudah berkumpul Tn. Matheo beserta istri, Cantika beserta suami dan kedua putrinya, dan Cintaka, sedangkan suaminya akan menyusul sebentar lagi karena masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Kebetulan putri sulung Tn. Matheo Cantika berkunjung ke Indonesia karena beberapa tahun ini mereka menetap diluar negeri.


" Kenapa mereka sangat lama, " ucap Mami Lili mondar-mandir.


" Tentulah Mi sekarang saja baru jam berapa, sedangkan waktu yang dijanjikan setengah jam lagi, " sahut Cintaka sembari menggeleng kepala. Ia tau betul Maminya ini sangat menyukai si kembar sang bocah jenius.


" Cull apa tidak kalian undang? " ujar Papi Matheo menyela obrolan sang istri dengan putrinya.


" Sudah Mami bilang Pi, mungkin sebentar lagi juga tiba, " sahut sang istri mengharapkan kedatangan putranya.


Tidak lama datang seorang pelayan memberitahu jika tamu mereka sudah tiba dan sekarang baru turun dari mobil yang dikendarai oleh Berry.


" Suruh mereka masuk, " titah Ny. Liliana kepada sang pelayan.


Di luar didepan pintu utama telah terbuka lebar. Ai tercengang mendapati rumah megah tersebut. Ini pertama kali baginya memasuki perkarangan Mansion semegah ini, bahkan akan memasukinya.


" Ayo, " ajak Berry kepada Ai sehingga menyadarkan Mommy twins tersadar. Max dan Mia paham dengan ekspresi sang Mommy, maklum saja mereka orang yang tidak berada.


Dengan perasaan gugup serta tidak pantas Ai memaksakan kedua kakinya mengikuti jejak si kembar yang tampak bersemangat.


" Selamat malam Opa, Oma dan semuanya, " sapa Mia dari kejauhan sembari melangkah lebih cepat.


" Cucu cantik Oma kamu sudah datang sayang? " melihat kedatangan Mia membuat Oma Lili bangkit dan langsung memeluk Mia. " Cucu tampan Oma kok dian saja, " ucap sang Oma melihat sifat Max tidak ada bedanya dengan putranya.


" Sayang ucap salam kepada semuanya, " peringatan sang Mommy kepada putranya Max.


" Selamat malam Opa, Oma, Aunty, Uncle, " sapa Max pada akhirnya.


" Malam sayang, " sahut mereka serempak.


" Selamat malam Tuan, Nyonya, " salam Ai kepada seluruh penghuni Mansion sembari membungkukkan badan.


" Selamat malam, " sapa semuanya.


Sesaat mereka menatap takjub kepada wanita berparas cantik serta lemah lembut yang berdiri didepan.


" Silahkan duduk, " ucap Ny. Lili mempersilahkan Ai duduk bergabung, sedangkan si kembar sudah bergelayut manja dengan kedua pasangan paruh baya.


" Kamu sangat cantik sayang, pantas saja wajah bocah imut ini begitu cantik ternyata bibit unggul dari sang Mommy, " puji serta kagum Ny. Lili.


" Hmmm aku perhatikan wajah bocah tampan ini 11 12 dengan Cull, " Cantika mencela karena sedari tadi ia sempat kaget melihat bayangan wajah sang Adik pada diri Max. " Nama kamu siapa sayang?, " sambungnya lagi.

__ADS_1


" Max Aunty, " jawab Max tersenyum kecil sehingga menambah kemiripan dengan sang penerus SYWA GRUP.


" Kamu benar Mom, bagai pinang dibelah dua, " timpal suami Cantika.


" Kalian melupakan kehadiranku disini?, " suara bariton yang sejak tadi bungkam hanya melihat kekaguman dari kerabatnya kini mengeluarkan suara.


" Hahah maaf sayang habis kamu tidak kelihatan, " canda Tante Lili kepada keponakannya Berry dari pihak suami.


" Hahaha, " membuat semua terkekeh.


" Halo Brother masih betah betah ngejomlo? hmmm seseorang yang pernah kamu ceritakan apa sudah bertemu kembali dengannya? " ucap Harry suami Cantika kepada Berry.


" Hmmm sudah Brother, tetapi perjalanan masih panjang untuk meyakinkannya karena dia wanita yang unik beda dari semua wanita yang pernah aku jumpai, " ungkap Berry sembari matanya menatap Ai yang fokus ke makanannya.


Sedangkan seseorang yang berada disamping Ai menyadari tatapan Berry, siapa lagi jika bukan Ny. Lili.


" Hem hem, " deheman Tante Lili menyadarkan Berrry.


" Kejar dan berusaha Brother, " Harry menyemangati Adik ipar sepupunya.


" Jika sudah milik orang lain lebih baik mundur, " timpal Tante Lili yang membuat semua orang memandang kearahnya karena menurut mereka ucapan wanita berkepala 5 ini tidak nyambung.


" Dia bukan milik siapa-siapa Tante jadi bebas saja, benarkan Mommy Max, Mia? " ujar Berry.


" Huk huk huk, " ucapan Berry membuat Ai tersedak karena tiba-tiba pria itu bertanya padanya disela kunyahannya.


" Pelan-pelan sayang, " Ny. Lili menepuk lembut punggung Ai.


" Ini minum dulu, " Berry bangkit dari duduknya dan mengulur air minum kehadapan Ai, kebetulan mereka duduk saling berhadapan.


Puk


Tante Lili menepis tangan Berry dan ia langsung memberi air minum kepada Ai. Melihat sikap sang Tante membuat kening Berry mengerut. Sedangkan yang lain hanya bisa tersenyum sembari menggeleng.


Kini semuanya saling mengobrol tentang apapun. Ai hanya bisa menjawab jika ditanyakan, jujur saja saat ini ia merasa kegugupan berhadapan dengan orang terkenal serta disegani di kota ini. Ai baru tau ternyata orang yang mengundangnya untuk makan malam serta Opa dan Oma kedua anaknya adalah keluarga SYWA. Lebih terkejutnya lagi ternyata ia baru tau jika sahabat yang lama dikenalnya adalah kerabat dari keluarga SYWA.


" Kenapa dia sangat lama, " Mami Lili melirik kearah jam dinding mewah yang bergantung diruang keluarga yang mereka tempati saat ini.


" Suami kamu juga belum datang, " timpal Cantika kepada Adik kembarnya.


" Jika begitu kita mulaikan saja makan malam ini, kasian tamu kita lama menunggu, " titah Tn. Matheo.


Dan kini semuanya menempati meja makan kebesaran di Mansion tersebut. Mulai menikmati hidangan yang tertata diatas meja makan.


Ai lama-kelamaan mulai terbiasa karena perlakuan pemilik rumah sangat pada ramah dan tidak memandang derajat serta martabat mereka.


Tiba-tiba.....


Tap tap tap terdengar bunyi ketukan sepatu milik laki-laki dari kejauhan.


" Selamat malam semuanya, " suara bariton itu membuat semua orang di meja makan menghentikan aktivitas makannya dan menoleh keasal suara.


Deg

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2