
•••••
" Tn. Rey, "
" Aileen, "
Gumam keduanya tanpa mengeluarkan suara dengan mata membulat saling menatap tanpa berkedip. Rasa kaget tentu saja menerpa keduanya dengan pertemuan yang tidak pernah mereka kehendaki.
" Hem hem, " Mami Lili sengaja berdehem karena melihat keduanya saling pandang tanpa berkedip. Senyuman mengembang, Mami Lili girang karena melihat raut wajah dari keduanya seperti saling terpesona atas paras masing-masing.
Keduanya tidak menghiraukan kode yang diberikan Mami Lili.
" Daddy inilah Mommy princess. Cantik bukan? " ucap Mia sembari mengelus wajah Daddy tampannya. " Uncle Berry juga-------, "
Deg
" Sayang silahkan duduk, " ucap Mami Lili.
Mendengar ucapan Mia membuat Cull membeku dan menyadari satu hal.
" Buset ternyata Mommy Boy dan Princess adalah wanita yang aku kenal, apa ini hanya sebuah mimpi? oh tidak ternyata wanita yang disukai Berry adalah wanitaku! Ssst....," batin Cull dengan tatapan tidak lepas dari Ai.
" Ya ampun ternyata Tn. Rey adalah Daddy tampan yang sering dipanggil anak-anakku selama ini! dunia terasa begitu sempit, " batin Ai sangat kaget.
" Hmmm apa kalian saling kenal? " Papi Matheo ikut berkomentar karena ia bisa melihat gelagat dari keduanya yang menunjukan kecanggungan atau keterkejutan.
" Tidak Pi, " ujar Cull dengan cepat sembari menggeleng kepala memberi kode kepada Ai yang duduk dihadapannya. Cull punya alasan untuk tidak mengakui bahwa mereka saling kenal, bahkan ia sudah mengungkapkan perasaannya beberapa hari yang lalu.
" Tidak Pi, " sambung Ai berusaha tersenyum, ia mengerti dengan tatapan Cull ikut berbohong. Entah apa alasannya ia mengikuti saja.
" Mom kenalan dong sama Daddy tampan, " titah Mia yang masih betah berada di pangkuan sang Daddy tampannya.
" Frey, "
" Aileen, "
Keduanya terpaksa menuruti perintah Mia, saling berjabat tangan. Sedangkan kedua sosok paruh baya mengulum senyum, mereka sempat kaget karena putranya mengenalkan nama yang spesial buat Mommy twins.
"" Ternyata dia bukan orang sembarangan, jadi ini CEO penerus SYWA. Ya....ampun kenapa aku tidak menyadari itu, bahkan aku sangat berani kepadanya. Kenapa dia menyembunyikan identitasnya kepadaku? ," Ai berperang dalam batin, ia menunduk merasa canggung karena telah berhadapan dengan orang berpengaruh besar di negara ini.
" Maaf aku telah menyembunyikan identitas ku selama ini karena bagiku itu tidak penting. Mungkin kau berpikir aku sedang mempermainkanku, " Cull juga sedang berperang dalam hati sembari menatap Ai dengan wajah sulit dijabarkan.
Kini semuanya menikmati hidangan yang sudah terhidang diatas meja.
__ADS_1
" Sayang kamu duduk di kursi yang lain, kasian tua.... eh Daddy, " ucap Mommy pada Mia karena putri cerewetnya itu tidak ingin berpindah dari posisi awalnya.
" Hmmm tidak masalah, " ujar Cull sembari menatap Ai yang juga sedang menatapnya sehingga tatapan mereka beradu, menciptakan rasa yang sulit di jabarkan. Ingin sekali Cull mendekap wanitanya itu dan menunjukan kepada kedua orang tuanya bahwa wanita yang mendampinginya pada waktu di Bali itu adalah wanita yang ingin dijodohkan. Tetapi sekarang belum saatnya.
" Dek, kamu dengar tidak apa yang dikatakan Mommy, " akhirnya bocah pendiam serta cuek ini ikut bersuara.
" Baiklah, " tanpa berdebat lagi Mia menuruti.
Atas sikap Max serta Mia membuat ketiga orang kagum. Ai berhasil mendidik putra-putrinya dengan bijaksana, serta menjunjung etika.
" Sayang bagaimana menurutmu putra Mami? maksud Mami apa Daddynya anak-anak termasuk dalam kategori? " tanya Mami Lili sehingga membuat keduanya saling memandang.
" Pastinya Mommy bilang tampan bukan? " bukan Ai yang menjawab malah bocah cerewet itu.
" Dek jangan ikut campur urusan orang dewasa, " peringatan dari sang Kakak sehingga membuat Mia bungkam.
Ai menatap Cull serta Max bergantian, kebetulan saat ini mereka duduk bersebelahan sembari menikmati makanan penutup.
" Wajah kalian sangat mirip, bahkan sulit untuk dibedakan, " ucap Ai tanpa menjawab pertanyaan Mami Lili, ia tidak sadar mengatakan hal itu.
" Kamu benar sayang..... mereka seperti anak dan Daddy kandung, " sambung Mami Lili.
Deg
" Apa benar yang dikatakan Mami? ah aku sudah tidak waras, mana mungkin itu terjadi. Tuhan jika Engkau berkenan tunjukanlah jati diri siapa Daddy dari anak-anakku, bagaimanapun mereka harus mengetahuinya. Aku takut suatu saat nanti mereka pasti menanyakan siapa Daddy mereka, aku harus menjawab apa? " Ai membatin dadanya terasa sesak bila memikirkan hal pribadinya itu.
" Berarti wajah Max jiplakan Daddynya, bahkan wajah Mommynya tidak ada kemiripan kecuali si manis Mia, " Papi Matheo ikut nyemplung.
" Bahkan aku sama sekali tidak pernah tau wajah kedua anakku, bagaimana aku harus menjelaskannya, " batin Ai tidak melepas kontak matanya pada kedua pria tampan beda usia yang berada didepannya itu.
" Mungkin, " lirih Ai dengan wajah sendunya.
" Princess katanya ingin kasi Daddy lukisan, mana lukisan itu? " Cull sengaja mengalihkan pembicaraan yang mengarah ke hal pribadi wanitanya, ia paham dengan perubahan raut wajah wanitanya.
" 90% lagi Daddy, " sahut Mia. " Tetapi akan Mia serahkan pada saat ulang tahun Daddy, "
" Ulang tahun Daddy masih lama princess, " Daddy Cull mengecup pucuk kepala Mia dengan rasa sayang.
" Tidak masalah! itu spesial buat Daddy tampan, " cemumut Mia sehingga membuat siapapun gemes.
" Lukisan apa sayang? " tanya Oma Lili.
" Ada deh Oma, ini rahasia kita berdua hahaha, " ucap Mia sembari terkekeh. Sehingga membuat sang Oma mencabik memajukan mulutnya.
__ADS_1
" Boy apa kau sudah menciptakan aplikasi baru? " tanya Daddy Cull pada Max.
" Masih dalam tahap Daddy, " sahut Max.
" Anak-anak cerdas! Daddy bangga, " puji Daddy Cull sembari merangkul kedua bocah itu.
Ai terharu mendengar penuturan Cull dan melihat keakraban dari ketiganya.
" Bibit unggul, " puji Oma Lili.
" Benar Mi, " tambah sang Opa sembari tersenyum kagum.
" Sayang kalian duduk disana sebentar, Oma ingin mengobrol dengan Daddy serta Mommy kalian, " ucap Oaa Lili tiba-tiba sembari menunjuk ke arah sofa yang disediakan televisi lebar didalam ruangan itu.
Tanpa bantahan Max dan Mia bangkit dari meja makan dan menuju sofa. Kini tinggallah mereka berempat di meja makan.
" Hmmm sebelumnya kalian sudah tau makna pertemuan ini, " Mami Lili memulai obrolan yang mengarah kepada tujuan awal. " Ai sayang Mami ingin bertanya satu hal, itupun jika kamu bersedia menjawabnya, " ungkapnya kembali.
" Silahkan Mi, " sahut Ai sembari meremas-remaskan jarinya.
" Apa statusmu sekarang? maaf jika Mami sedikit ikut campur dalam masalah pribadimu, "
Deg
Ai terdiam ia tidak tau harus menjawab apa. Sedangkan Cull sedikit khawatir, ingin sekali ia yang menjelaskannya tetapi tidak mungkin karena keduanya mengaku baru saling mengenali.
" Mi kita tidak seharusnya mengorek privasi seseorang, " timpal Cull ingin menyelamatkan wanitanya.
" Bukan begitu maksud Mami, tetapi ini perlu karena sebentar lagi dia akan menjadi menantu keluarga Sywa. Bukan begitu Papi? " tanya Mami Lili kepada sang suami yang sedari tadi terdiam.
Deg
Cull dan Ai saling menatap. Dalam hati Cull bersorak girang karena yang dijodohkan oleh Maminya adalah wanitanya. Sedangkan Ai terhimpit dalam kegalauan.
" Benar Nak, karena itu sangat penting. Hmmm tetapi kami tidak memaksa, " ujar Papi Matheo.
" Saya tidak tau harus menjawab apa tentang yang satu ini. Status saya adalah Ibu dua anak, hanya itu yang bisa saya komentari. Mungkin jika saya menjelaskan yang sebenarnya tidak ada yang akan percaya dengan pengakuan konyol saya ini, maka dari itu saya tidak bisa menjawab, " ungkap Ai dengan mata sendu serta raut wajahnya ikut sendu.
" Ceritakan sayang apapun yang kamu katakan kami akan percaya, khususnya Mami, " Mami Lili sedikit memaksa.
" Saya adalah------, "
Bersambung.....
__ADS_1