Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 42


__ADS_3

Test DNA


•••••


" Benarkah Daddy tampan adalah orang tua kandung kami? " tanya Mia seperti hanya sebuah mimpi.


" Daddy yakin kalian adalah putra-putri Daddy. Maaf ini semua kesalahan dari Daddy, untuk saat ini kalian masih terlalu kecil untuk mengetahui kejadian yang tidak terduga itu. Daddy janji akan menceritakan tunggu kalian sudah dewasa nanti, karena itu tindakan yang tak terpuji, " terang Cull kepada twins.


" Aku tidak yakin, untuk menyakinkan kita test DNA," Ai mencela.


" Apa yang membuatmu tidak yakin? atau ada pria lain selain diriku? " Cull bangkit dan mendekati Ai.


" Hmmm ti-tidak ada. Tetapi a-aku tidak yakin, " ucap Ai gugup.


" Apa perlu aku menceritakan kronologi kamar mandi panas itu? " ujar Cull tanpa di rem.


Mata Ai melotot menatap Cull yang mengulum senyum, kini wajahnya sudah memerah. Sedangkan semua orang menggeleng kepala kecuali Max dan Mia. Untuk hal itu mereka masih polos.


" Dan akulah orang pertama yang merenggut mahkotamu! " bisik Cull tepat di telinga Ai. " Bahkan desahanmu masih terngiang-ngiang di telingaku sampai saat ini! " bisik Cull kembali sembari meniup telinga Ai sehingga membuat Ai merasa ngeri mengingat kejadian beberapa tahun silam, bagaimanapun ia tidak bisa melupakannya.


Ai menelan salivanya dengan wajah bersemu merah, lain halnya dengan Cull. Sejak tadi ia sengaja menggoda Ai, melihat raut wajah Ai ia semakin yakin jika wanita itu adalah Ai.


" Tutup mulutmu! " cicit Ai dengan bibir bergetar.


" Kaulah orang pertama yang berani melontarkan kata kurang sopan pada seorang CEO terkenal sepertiku, tetapi itu tidak masalah bagiku karena kau sudah menjaga, merawat, membesarkan penerus SYWA GRUP, " ungkap Cull. " Maaf karena aku merenggut mahkotamu dengan cara paksa, " imbuhnya kembali tanpa sadar.


" Merenggut mahkota maksudnya apa Daddy? " tanya Mia dengan polos.


Deg


Semua orang dewasa menganga dengan saling pandang mendengar pertanyaan Mia. Sedangkan Cull dan Ai saling memandang dengan mata melotot.


" Oh itu sayang hmmm...."Ai kelabakan mencari penjelasan.


" Maksud Daddy adalah mahkota bunga Princess, " sambung Cull.


" Tadi Daddy bilang merenggut mahkota Mommy! "


" Iya! Mommy memiliki mahkota bunga, dan Daddy mengambil sari dari bunga milik Mommy dengan terpaksa karena Mommy menginginkannya Princess. Daddy tidak tega melihat Mommy menjerit-jerit memohon bahkan mengerang agar Daddy-----"


Cup


Bukan kecupan yang Cull dapatkan, telapak tangan Ai mendarat di mulutnya dengan cukup keras sehingga ucapannya terhenti.


" Awww, " ringis Cull.


" Jangan membalikkan fakta, " cicit Ai disertai dengan wajah memerah serta gugup. Bagaimana tidak penuturan Cull membuatnya sangat malu, apalagi didepan keluarganya. Pria ini benar-benar tidak tau malu.


" Mommy kenapa Mommy menghentikan Daddy menjelaskannya? Mia penasaran Mommy. Setau Mia Mommy tidak memiliki bunga di rumah. Daddy Princess juga ingin memiliki mahkota bunga seperti Mommy, dan Princess akan memberi sari mahkota itu untuk Uncle Berry, " cicit polos Mia.


Perkataan Mia kembali berhasil membuat orang dewasa membelalakkan mata.

__ADS_1


Cull menelan salivanya terjebak dengan perkataannya sendiri.


" Awww sakit sayang, " Cull mengaduh mendapat cubitan di perutnya.


" Sangat ceroboh! " seru Ai dengan wajah marah.


" Sudah-sudah, " Papi Matheo akhirnya ikut bicara.


" Opa! Apa Opa sudah mengambil sari mahkota bunga milik Oma? " tanya Mia polos dengan wajah serius.


Opa dan Oma seketika bungkam sembari menelan saliva masing-masing.


" Mampus! " gumam Cull sembari menepuk keningnya serta cubitan mendarat di perutnya.


" Pasti Aunty cantik juga memberi sari mahkota bunga milik Aunty kepada Uncle? " cicit Mia.


Seketika wajah Cintaka dan Exsel bersemu merah. Sekali lagi Cull menepuk keningnya, serta kembali mendapat cubitan.


Ceklek


Pintu terbuka ternyata Akas yang datang.


" Sela-----, "


" Aunty Ine apa Aunty akan memberi sari mahkota bunga milik Aunty pada Uncle galon? " tanya Mia kembali berulah.


" Hah...." Gumam Akas serta Ine dengan saling pandang. Wajah Ine memerah serta Akas bingung karena pertanyaan Mia ia tidak paham. Lain halnya dengan Cull ia senang karena Mia mengerjai Asisten dan sahabat dari Ai.


Kening Akas mengerut karena jujur saja ia tidak mengerti atas apa yang dibahas keluarga ini karena ia baru datang.


" Uncle Berry kemana? bukankah tadi disini? " ternyata Mia baru menyadari keberadaan Uncle Berry. " Uhh sayang sekali Uncle tidak mendengar, padahal Mia bersedia memberi sari mahkota bunga milik Mia kepada Uncle Berry. Mom besok beli bunga yang bagus untuk Mia karena Mia mau merawatnya, " ucap polos Mia.


Entah sudah berapa kali Cull dibuat menepuk keningnya dan mendapat cubitan di perutnya.


" Sakit sayang. Apa kau sudah tidak sabaran? disini masih banyak orang, lagi pula kita belum sah, " ucap Cull tanpa memperdulikan orang disekitarnya.


Ai tidak tau harus berbuat apa lagi ternyata pria arogan ini diluar pemikirannya. Ia hanya bisa menghembus nafas Sekuat-kuatnya. Sedangkan Akas menyipitkan mata melihat kedekatan dan keakraban sang CEO dengan wanita bidadarinya. Akas belum tau apa yang terjadi karena ia baru datang dari luar kota.


" Inilah akibatnya jika dicetak di kamar mandi tidak higenis, " ujar Papi Matheo sehingga mereka membuat semua menatap kearah pria paruh baya itu.


" Aww, " Papi Matheo mengaduh karena mendapat cubitan di lengan dan mendapat tatapan tajam dari Mami Lili.


" Jangan memperpanjang pembahasan yang tidak pantas. Jangan mengundang pertanyaan aneh untuk Mia, " cicit Mami Lili.


" Biar higenis kedua kalinya akan di cetak di kolam renang Pi, agar otaknya semakin encer. " Sahut Cull, bukannya tutup mulut malah sambung terus.


" Tunggu-tunggu, " ucap Mia tiba-tiba. " Mia baru mengingat, Mia pernah sekilas membaca buku novel milik Mommy. Kalau tidak salah makna dari merenggut mahkota itu adalah-----, "


" Stop! " Seru Cull dan Ai serempak sehingga membuat Mia tidak meneruskan ucapannya, bahkan ia lupa ingin mengatakan apa.


" Sayang sini dekat Oma, " ajak Oma mendekati Mia dan membawanya duduk di pangkuannya. " Apa kamu ingin bermain game? ini ponsel Oma, disini banyak game, " bujuk Oma karena tidak ingin bocah cantik ini meneruskan pertanyaan yang tidak pantas.

__ADS_1


Sedangkan Max sejak tadi sibuk dengan laptop pribadi pemberian sang Daddy. Ia konsentrasi dengan aplikasi yang ingin di luncurkannya.


" ternyata kau sangat mesum sayang, mengoleksi novel romansa. Tetapi aku menyukai jiwa mesummu, bukankah itu sangat menguntungkan bagiku? hmmm, " bisik Cull sengaja menggoda Ai.


Ai menelan salivanya. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus, ia ingin sekali menghilang dari tempat itu.


Semuanya terlihat serius.


" Akas panggilkan Dokter, " titah Cull kepada Asistennya.


" Untuk apa Tuan? " tanya Akas.


" Kau berani memberi pertanyaan? apa kau sudah bosan bekerja di perusahaanku? " decak Cull menatap tajam Akas sehingga membuat Akas menunduk, jiwa arogan Cull kembali.


" Kami akan melakukan test DNA Max dan Mia sesuai kemauan Mommy mereka, " ujar Papi Matheo.


" Maaf sebelumnya jika saya lancang. Sebenarnya saya sudah menyuruh Dokter melakukan test DNA dengan Tuan. Saya sangat penasaran kenapa wajah Max dan golongan darah Tuan sama dengan Mia. Dari Max melalui rambut, sedangkan Tuan dan Mia melalui sampel darah. Dari situ saya diam-diam bekerja sama dengan Dokter, kata Dokter hasilnya sudah keluar, " ungkap Akas dengan perasaan takut karena sudah lancang.


" Hah, " gumam kaget mereka setelah mendengar penjelasan Akas.


Ai tercengang ternyata Cull yang mendonorkan darah kepada putrinya. Ternyata Cull yang menyelamatkan putrinya, ia tidak pernah tau itu. Kenapa semuanya menyembunyikan hal itu padanya. Ai menatap Cull dengan wajah sendu serta mata berkaca-kaca. Cull mengulum senyum membalas tatapan Ai, ia tau arti sorot mata Ai. Tapi ini belum saatnya ia menjelaskan hal itu.


" Kau memang bisa diandalkan Akas, tidak salah aku mempekerjakan orang seperti kau. Aku akan memberi bonus besar untukmu sekalian menjodohkan kau dengan Ine, " ucap Cull sembari menepuk bahu Akas. Membuat Akas dan Ine menganga dengan saling pandang. " Anggap saja bidadarimu sudah diambil orang, dan Ine menggantikannya, " sambung Cull kembali.


" Tuan benar bidadariku diambil oleh Tuan sendiri, " batin Akas menjerit.


" Apa Tuan tidak marah? " Akas mengangkat kepalanya karena sejak tadi ia tertunduk.


" Malahan aku berterima kasih padamu! " jawab Cull sekali lagi menepuk bahu Akas. " Kalau begitu panggilkan Dokter tersebut, " titah Cull tidak sabar lagi.


•••••


Didalam kamar rawat Mia semuanya merasa tegang menunggu hasil test DNA twins dengan Cull.


" Hasilnya sudah keluar Tuan. Untuk lebih jelasnya silahkan di lihat langsung, " ujar sang Dokter memberikan 2 amplop putih berlogo RS SYWA.


" Bagaimana Papi saja yang membacakan hasil keduanya, " ungkap Cull dengan perasaan gugup. Bagaimanapun ini sangat menegangkan baginya.


" Baiklah! " Papi Matheo menyetujui permintaan putranya. Seketika ide cemerlang menghinggap di benaknya. Senyuman melengkung di bibirnya.


Cull dan Ai terlihat sangat tegang, walaupun mereka yakin jika mereka ada hubungan tetapi hasil dari test DNA ini sebagai bukti. Keduanya terdiam sembari meremas-remaskan telapak tangan seperti menunggu hasil kelulusan dimasa sekolah dulu.


Pria paruh baya yang masih tampan serta gagah itu mulai mengeluarkan isi dalam amplop dan perlahan membuka kedua lipatan.


Deg


" Negatif! "


Duarr!


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2