Anak Genius VS Daddy Casanova

Anak Genius VS Daddy Casanova
Bab. 46


__ADS_3

Cemburu


•••••


Seminggu sudah berlalu, selama itu pula Cull tidak pernah lagi bertatap muka dengan Ai. Bahkan tidak pernah datang lagi ke kediaman putra-putrinya.


Tetapi jangan salah, setiap pulang sekolah Cull selalu menjemput twins mengantarnya ke rumah tanpa sepengetahuan Ai. Cull membicarakan rencana ini kepada Mama Leni dan kedua anaknya. Seakan mengerti mereka akhirnya bekerja sama.


Di toko kue Ai menjadi murung karena biasanya setiap makan siang Cull akan selalu datang menemuinya di toko, tetapi sudah 1 minggu ini pria itu tidak menampakan diri. Bahkan menghubungi melalui ponsel juga tidak ada, padahal biasanya Cull tidak pernah absen mengingatkannya untuk makan malam dan segera beristirahat.


Demi apapun Ai rindu dengan hal sekecil itu. Ai merasa kehilangan sosok pria yang selalu memperdulikannya.


Tok tok tok


Ai tersadar dari lamunannya ketika mendengar pintu di ketuk.


" Masuk, " ujarnya.


Ceklek


" Selamat siang! " Sapa pria itu.


" Berry, " ucap Ai dengan kedua alis terangkat karena tidak biasanya Berry berkunjung ke toko. Ternyata yang datang adalah Berry.


" Apa aku menganggu? " tanya Berry sembari mendudukkan dirinya di sofa tanpa dipersilahkan Ai terlebih dahulu.


" Tidak juga, kebetulan hari ini longgar, " jawab Ai sembari mengambil air mineral dalam lemari es pendingin. " Minumlah, " Ai menaruh botol air mineral di atas meja sofa.


" Hmmm. Apa kamu sudah makan siang? " tanya Berry.


" Kebetulan belum, " jawab Ai dengan singkat.


" Tepat sekali! " Ujar Berry seakan mendapat undian hadiah keberuntungan.


Kening Ai mengerut melihat Berry begitu semangat mengetahui jika ia belum makan siang. Di benak Ai ada apa dengannya sampai segitunya.


" Jika begitu bagaimana kalau kita makan di luar? anggap saja hari ini aku mentraktir kamu, hmmm maklum baru gajian. " Akal-akalan Berry agar Ai menerima ajakannya.


Ai berpikir sejenak. Seketika ingatannya kepada Cull, coba saja seandainya Cull yang mengajak maka dengan senang hati ia menerima ajakan itu.


" Aileen! " Seru Berry sehingga memudarkan lamunan Ai.


" Baiklah, aku akan bersiap-siap dulu, " jawab Ai akhirnya menerima ajakan Berry. Ai ingin menghirup udara segar di luar sana, sekalian cuci mata.


Berry bersorak dalam hati karena sudah berhasil mengajak Ai sesuai rencananya.


Didalam mobil


" Kita mau kemana sebenarnya? " tanya Ai merasa asing dengan jalur yang biasa dilaluinya.


" Kesebuah tempat. Ada Restoran di pinggiran sungai, " ujar Berry sembari konsentrasi menyetir.


Mendengar Restoran yang dikatakan Berry membuat Ai teringat, bukankah seminggu yang lalu dia dan Cull pernah ke Restoran yang dimaksudkan.


" Ada apa? " tanya Berry pura-pura tidak mengetahui apapun, padahal ia tau apa yang dipikirkan Ai.


" Tidak apa-apa, " jawab Ai berusaha tetap tenang seperti tidak ada yang terjadi.


Tidak butuh lama mereka tiba juga ditempat tujuan. Ai benar Restoran yang dimaksud Berry adalah Restoran yang pernah dikunjunginya bersama Cull untuk pertama kalinya.


" Ada apa? apa kamu tidak menyukai tempat ini? jika begitu kita bisa pindah mencari Restoran yang lain, " tanya Berry bertubi dengan menghentikan langkah.


" Bukan begitu, aku menyukai tempat ini. Sepertinya didalam sana sangat indah, " ungkap Ai disertai senyuman mempesonanya sehingga membuat Berry mengeram dalam batin.


" Ayo, " ajak Berry ingin merangkul pinggang ramping Ai, tetapi niatnya diurungkan karena mendapat tatapan tajam seperti membunuh dari sosok pria dalam mobil yang berada di samping mereka.

__ADS_1


Berry tersenyum licik sembari memasuki Restoran. Berry sengaja memilih meja yang terdapat dipojokan yang sulit dijangkau oleh para pengunjung Restoran. Kening Ai mengerut karena mendapat pilihan aneh Berry, padahal ia menginginkan meja yang berada di tepi sungai supaya menikmati makanan sembari menikmati pemandangan dari arah sana.


" Kita disini saja karena di sana adalah tempat para pasangan kekasih, " ungkap Berry seakan mengerti dengan raut wajah Ai.


" Hmmm tidak masalah. Kita datang kesini untuk. akan, bukan untuk hal yang lain, " ucap Ai.


Keduanya beneran makanan sesuai selera masing-masing. Sembari menunggu pesanan datang Berry menerima telepon tetapi tetap berada ditempat setelah minta izin kepada Ai. Sedangkan Ai mengedarkan pandangannya ke penjuru arah.


Tiba-tiba kedua bola matanya menangkap sosok pria yang membuatnya uring-uringan sedang memasuki tempat itu.


Deg


Hati Ai tercubit dengan tubuh menegang mendapati pria itu ternyata menggandeng seorang wanita cantik seperti wanita berkelas, sangat beda jauh dari penampilannya.


" Rey, " gumam Ai tanpa mengeluarkan suara.


Ternyata sosok itu adalah Cullen. Dengan santai dan tanpa memandang kearah lain Cull membawa wanita cantik itu kesebuah meja yang sangat menonjol dari pandangan kearah keberadaan meja yang ditempati Ai dan Berry.


Tatapan Ai sejak tadi tak teralihkan.


" Silahkan duduk sayang, " ujar Cull sedikit meninggi sehingga sangat terdengar jelas di telinga Ai.


Deg


Mendengar hal itu membuat Ai terbelalak kaget. Sungguh Ai ingin pingsan pada saat itu juga, tetapi demi apapun ia harus tetap tenang.


" Ada apa? " tanya Berry. " Maaf jika aku mengabaikan, " imbuh Berry kembali sembari memasukkan ponselnya kedalam kantong celana.


" Tidak apa-apa, " jawab Ai berusaha tetap tenang dan tersenyum. Padahal dalam hatinya sangat panas dan pertanyaan aneh bermunculan dibenaknya.


Pelayan datang membawa pesanan mereka.


" Selamat menikmati Tuan, Nona! " Seorang pelayan mempersilahkan.


" Terima kasih, " balas Ai dan mendapat anggukan dari Berry.


" Ternyata selama ini dia berbohong. Ternyata semua itu adalah gombalan semata, casanova yah tetap casanova. Aku saja yang salah mengartikan perlakuan manisnya selama ini, dia hanya menginginkan darah dagingnya saja, " batin Ai menangis.


" Ada apa? kenapa makanan kamu hanya diaduk saja? apa kamu kurang suka dengan hidangan di sini? " tanya Berry bertubi karena melihat makanan Ai tidak berkurang.


" Bukan begitu, " sangkal Ai, lalu memaksakan makanan itu masuk kedalam kerongkongannya.


" Apa Berry tidak menyadari jika Rey juga berada ditempat ini? " batin Ai berucap dalam hati. " Hmmm tidak mungkin aku memberitahunya karena aku tidak ingin berurusan untuk saat ini, sepertinya Rey juga tidak menyadari kehadiran kami. Jadi aku harus hati-hati agar tidak ketahuan, " timpal Ai kembali membatin.


Perlakuan Cull kepada wanita itu berhasil membuat hati Ai panas. Perlakuan yang sangat romantis, dimana Cull menyuapi wanita cantik itu dengan penuh kasih sayang.


" Sayang ada sisa makanan, " ucap Cull dengan kelembutan sembari mengelap sisa makanan itu ke ujung bibir wanita cantik itu menggunakan jari jempolnya langsung.


" Huk huk huk, " seketika Ai tersedak, bukan karena makanan tetapi karena melihat apa yang dilakukan Cull.


" Pelan-pekan, jangan khawatir karena makananmu tidak ada yang merebut, " ucap Berry sembari menyodorkan segelas jus dengan perlakuan manis.


" Terima kasih, " Ai meraih segelas jus yang disodorkan Berry dan tidak ingin berlama-lama Ai meneguk sampai tandas. Karena ingin mendinginkan hatinya.


" Bukan makananku yang direbut tetapi Daddy twins, " gumam Ai dalam hati.


" Kamu sangat haus, " ujar Berry karena minuman itu tak tersisa.


" Iya aku sangat haus, " jawab Ai.


Berry meraih tisu dan tanpa aba-aba mengelap dagu Ai yang terdapat lelehan jus lemon.


" Maaf jika aku lancang, tadi ada sisa lelehan jus. Mungkin karena kamu meminumnya dengan terburu-buru sehingga mengakibatkan belepotan, " ungkap Berry.


Dari ujung sana Cull mengepalkan kedua tangannya, hatinya memanas melihat sepupunya cari kesempatan dalam kesempitan.

__ADS_1


Dret


Tiba-tiba notifikasi ponsel milik Berry bergetar tanda ada pesan. Berry tau jika itu pasti pesan dari sepupunya karena perlakuan yang sengaja olehnya, ia sengaja memanas-manasi Cull.


Berry meraih ponsel dari kantong celana karena merasa penasaran akan pesan isi itu. Seketika semburat senyuman melengkung di bibirnya.


Sang casanova:


" Mau cari mati? singkirkan tangan jelekmu itu, jangan berani menyentuh yang sudah menjadi milik Cullen Frey Sywa, jika tidak ingin menjadi gembel. Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan😆! "


" Haha! " Gelak tawa Berry setelah membaca pesan dari Cull. Tanpa sadar Berry terkekeh seperti orang gil* sehingga mengundang keanehan dari Ai.


" Hmmm maaf, sedikit lucu pesan dari teman, " ungkap Berry karena menyadari tatapan Ai.


Jomblo akut:


" Sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama. Semasih ada kesempatan kenapa tidak dimanfaatkan? jarang-jarang mendapatkan kesempatan seperti saat ini hmmm...."🤪


" Ssst! " Umpat Cull berhasil termakan omongan Berry.


Sang casanova:


" Brengse*, "👊👊👊


Jomblo akut:


😘


Cull bergidik geli dengan emoji yang dikirimkan Berry.


" Apa dia pria tulen? " gumam Cull masih menatap layar ponsel.


" Ada apa? " tanya wanita yang berada dihadapannya.


Cull memperlihatkan pesan dari Berry. Seketika wanita itu tertawa terbahak-bahak tanpa sadar dengan situasi.


" Jaga sikapmu! Hilangkan kebiasaan burukmu untuk saat ini, " bisik Cull sembari menyentil kening wanita itu sehingga membuatnya mengaduh.


Ai melihat perlakuan itu tetapi ia menganggap Cull mengusap kening wanita itu. Ai salah menduga yang sebenarnya.


Setelah membaca pesan itu Berry mencari kesempatan untuk membalikan tubuh tanpa sepengetahuan Ai. Merasa ada celah dengan cepat Berry berbalik dan mendapati keromantisan Cull dengan wanita yang bersama dengannya. Berry memainkan mata bermaksud mengejek Cull. Dari arah sana Cull menatap tajam.


" Aku permisi ke toilet sebentar sebelum kita kembali, " ucap Ai, bukan karena kebelet melainkan untuk hal lain yaitu untuk mendinginkan hatinya yang seperti terbakar.


" Baiklah, " jawab Berry.


Didalam toilet bukannya untuk melakukan kegiatan pada umumnya tetapi Ai berdiri didepan cermin besar yang terbentang didalam toilet khusus wanita itu.


Seketika bayangan perlakuan Cull terhadap wanita itu melintas di benaknya. Tanpa sadar bulir bening bergulir membasahi kedua pipi mulusnya. Demi apapun Ai merasa dadanya sesak dan hatinya terluka.


" Kenapa aku harus sedih dan merasa kecewa seperti ini? bukankah aku sudah berkali-kali menolaknya? " Ai berperang dalam batin.


" Hmmm permisi bisa geser sedikit? " ucapan wanita menyadarkan Ai dari lamunannya.


Deg


Jantung Ai seperti meledak menyadari jika wanita yang baru saja berucap itu adalah wanita yang bersama Cull. Sesaat Ai memperhatikan wanita itu dari bawah sampai atas sedikitpun tak terlewatkan.


Sedangkan wanita itu sedikit risih tetapi ia berusaha tetap tenang seakan tidak tau jika Ai sedang mengeksekusi penampilannya.


" Jika dibandingkan lebih cantik diriku! Dia menang karena pakaian yang dikenakannya adalah bermerek, dan juga dandanannya menonjol, " gumam Ai dalam hati membandingkan kecantikan dan penampilan dirinya dengan wanita itu.


" Hmmm Nona apa kamu membawa lipstik? aku ingin meminjam karena lipstik di bibirku sedikit memudar. Hmmm ini akibat kekasihku tidak sengaja mengelap sisa makanan yang menempel di bibirku. Hmmm dia selalu begitu, " ungkap wanita itu.


Deg

__ADS_1


" Kekasih? selalu begitu? " gumam Ai meniru perkataan wanita itu tanpa mengeluarkan suara.


Bersambung.....


__ADS_2