Balas Dendam Istri Kontrak

Balas Dendam Istri Kontrak
Rencana licik Maura


__ADS_3

Saat mendengar penjelasan Haikal, bahwa bayinya sedikit kelelahan, Arsen terlihat begitu gusar. Rasa cemas menghantuinya. Arsen meminta kepada Haikal agar mata kuliah Aurel di kurangi.


Haikal sudah menyarankan kepada Aurel saat di mobil, dan wanita itu menyetujui hingga bayinya lahir.


Setelah selesai bicara dengan Haikal, Arsen segera bergegas keluar dari kantor. Ia hampir melupakan bahwa hari ini adalah acara resepsi pernikahan Dr Hasan, untung saja Haikal mengingatkan.


15 menit Arsen telah sampai di hotel bintang lima yang sudah di penuhi para tamu undangan.


Pria itu bergegas masuk untuk menemui sahabat baiknya itu. Ya, mereka tergolong lambat menikah diusia yang sudah berkepala tiga.


Mungkin Arsen lah yang lebih dulu menikah diantara tiga sahabat baik itu. Awalnya pernikahan Arsen akan digelar tak kalah mewahnya dengan pernikahan Hasan, tetapi setelah mengetahui perilaku busuk Maura maka Arsen membuang impian itu.


Saat Arsen tengah terburu-buru ia bertabrakan dengan Maura, sehingga membuat gadis itu tersenyum bahagia bisa bertemu dengan Pria yang masih dicintainya itu.


Ya, hubungan gelap itu terjadi karena Maura terlalu terobsesi dengan karirnya untuk menjadi model terkenal, maka dia rela menyerahkan tubuh seksinya itu kepada produsernya sendiri agar dirinya di orbitkan menjadi model papan atas.


"Arsen! You datang dengan siape? Mana istri you?"


Arsen meneruskan langkahnya, ia enggan untuk meladeni wanita itu. Dihatinya masih muak melihat wajah mantan kekasihnya itu.


Arsen benci bukan karena dia masih menyimpan perasaan kepada Maura, tetapi dia cuma merasa tertipu oleh wanita itu. Sebenarnya semenjak kehadiran Aurel, Arsen sudah bisa melupakan Maura, hingga saat ini yang ada di fikirannya hanya Aurel.


"Arsen... tunggu!" Maura meraih tangan Pria itu.


"Mau apa kamu Maura?! Lepasin!" Arsen menyentak tangannya begitu kuat sehingga membuat gadis itu tak percaya dengan sikap arogan mantan kekasihnya yang dulu sangat memperlakukannya dengan lembut.


"Aku peringatkan sekali lagi padamu Maura! Jangan pernah ganggu aku lagi! Karena aku sudah menikah, dan aku sangat mencintai istriku, tentunya istriku itu adalah wanita yang baik dan sangat pandai menjaga kehormatannya!"


Kata-kata Arsen membakar hati dan jantung Maura. Wanita itu sangat sakit hati tanpa terasa air matanya menetes.


Arsen meninggalkan Maura, dan segera menghampiri sahabatnya yang sedang duduk di kursi raja dan ratu semalam itu.


"Happy married my best friend!" Arsen menyalami sahabatnya itu dan merangkulnya.


"Thanks, kawan. Terimakasih dah sempat datang kat acara saye dan istri. Mari kenalkan orang rumah saye!"


Arsen segera menjabat tangan istri sahabatnya itu dan memberikan ucapan selamat untuk kedua mempelai.

__ADS_1


--Indonesia--


Malam ini Aurel sangat sulit memejamkan matanya, entah kenapa disaat kandungannya mengalami sedikit masalah, maka bayangan sang suami selalu melipir di sudut hatinya.


Sudah empat bulan lebih ia tak bertemu dengan Arsen, bahkan sampai saat ini tak pernah tahu tentang kabar Pria itu.


Aurel tidur dengan gelisah, ia berusaha untuk tetap tenang entah bermacam gaya tidur ia coba tetapi hatinya masih tak tenang.


"Ya Allah, kenapa aku tiba-tiba malam ini merindukan Pria itu. Bukankah aku sudah berniat untuk melupakannya, bagiku dia hanyalah masalalu!" Gumamnya sendiri.


"Adek, kenapa Bunda malam ini kangen Daddy? Apakah Adek juga merindukannya? Tapi Bunda takut untuk menghubungi Daddy kamu, Bunda takut jika nanti dia sudah tak menginginkan kita lagi."


Aurel berusaha membawa bayinya bicara sembari mengusap perut buncitnya dengan lembut. Sepertinya sang bayi merespon ucapan sang Bunda, bayi itu bergerak membuat Aurel tersenyum.


Rasa tak mampu menahan rindu, Aurel membuka lemari pakaiannya, ia mengambil amplop putih yang diberikan oleh Arsen saat mereka berpisah.


Dengan gugup wanita itu membuka amplop itu dan mencari secarik kertas yang bertuliskan nomor ponsel sang suami.


Nafas terasa sesak, jantungnya berdegup kencang, padahal baru melihat nomor ponselnya saja.


Lama Aurel menatap nomor ponsel itu. Rasa ragu dan bimbang menyelimuti hatinya, sementara sang bayi kembali terasa bergerak seakan meminta sang Bunda segera menghubungi Daddy nya.


Nomor itu tersambung namun tak diangkat, Aurel mencoba sekali lagi. Namun, masih sama, Aurel ingin menghentikan panggilannya karena dia merasa Arsen sudah tidur karena hari sudah cukup larut.


Halo sama siapa ni?


Jantung Aurel berdegup kencang saat mendengar suara wanita yang mengangkat telepon Arsen.


"Maaf saya ingin bicara dengan Tuan Arsen! Kalau saya boleh tahu anda siapa?" Aurel mencoba berprasangka baik, mungkin saja wanita itu adalah sekertarisnya di kantor.


"Saye, Maura kekasih Arsen, kekasih saye ni sedang tidur, kalau nak perlu besok je..-"


Klik!


Aurel segera mematikan ponselnya. Seketika ia terduduk di bibir ranjang dengan air mata yang mulai jatuh. Hatinya terasa begitu perih dan sakit.


Ternyata benar, Arsen telah melupakan dirinya. Ya, Aurel menyadari dia bukan siapa-siapa bagi Pria itu. Bahkan mungkin kepergiannya adalah hal yang paling membahagiakan bagi Arsen. Ternyata selama ini ia salah memberikan Arsen waktu untuk merenungi kesalahan yang pernah diperbuat kepadanya dirinya.

__ADS_1


Aurel benar-benar kacau, jika Pria itu sudah kembali dengan tunangannya, tapi kenapa dia tidak mau menalak dirinya, dasar lelaki egois.


---malaysia--


Pagi ini Arsen terbangun dengan kepala masih terasa sakit, ia berusaha mengembalikan kesadarannya naik kepermukaan.


Arsen menatap sekeliling ruangan itu, dan ia merasa ada seseorang yang sedang memeluk dirinya. Seketika Pria itu terkesiap.


"Sh it! Maura! Apa yang kau lakukan?!" Arsen mendorong tubuh wanita itu dengan kasar.


"Arsen, tenanglah! Kenapa awak marah? Awaklah yang meminta ini terjadi," jelas Maura berlagak polos


"Tutup mulut kamu! Aku tahu ini adalah kelakuan kamu!"


"Hah!!"


Arsen menggeram kesal dengan kejadian itu. Ya, Mauralah biang keroknya. Setelah Arsen mengatainya, Maura menemui salah seorang pelayan hotel untuk memberikan serbuk obat tidur kedalam minuman Arsen.


Setelah selesai mandi Arsen segera meninggalkan kamar itu, tetapi lagi-lagi wanita itu menahan tangan Arsen.


"Sayang, janganlah cepat-cepat pegi! Saye masih rindu dengan percintaan kita tadi malam. Boleh lah kita ulang lagi pagi ni," ujarnya dengan manja, yang membuat telinga Arsen sakit.


"Dasar wanita tidak tahu malu! Jangan berharap aku akan kembali lagi dengan kamu, jangan mimpi kamu!"


Arsen segera melangkah untuk keluar, tetapi langkah kembali terhenti.


"Arsen! Macam mane bila saye mengandung. Karana awak lakukan itu tak pakai pengaman!" pekik wanita itu


Arsen membalikkan tubuhnya menghadap pada Maura. Pria itu mendekatinya dan mencekram dagu Maura dengan kasar.


"Dengar wanita jala ng! Aku tidak akan pernah mau bertanggung jawab karena aku sangat yakin jika nanti kamu hamil maka anak itu sudah kupastikan bukan milikku. Tetapi milik produsermu itu!"


Kata-kata Arsen kembali membuat hati wanita itu bagai tersayat. Tetapi Maura tersenyum licik karena telah berhasil membuat istri Pria itu sakit hati. Dia berpikir mungkin saja saat Arsen pulang akan terjadi pertengkaran hebat.


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya ya 🙏🤗

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2