
Tak terasa waktu berjalan, kini sudah Enam bulan pasca Aurel melahirkan, wanita itu sudah kembali melanjutkan studinya, dan kembali berkerja di restoran, Sebelum berangkat bekerja Aurel meninggalkan stok ASI untuk Alif, dan dibantu dengan susu formula.
Sementara itu Alif di asuh oleh Bibi Ana atas kesepakatan Arsen dan Aurel. Tentu saja tidak gratis, Arsen yang memberi gaji Bibi Ana setiap bulannya.
Arsen akan mengambil Alif bila dia pulang kantor lebih cepat, terkadang Pria itu membawa putranya pulang ke apartemen, bila sore hari ia akan mengantarkan Alif pulang kerumah Bundanya kembali. Karena makul Aurel sedang padat maka waktunya banyak dihabiskan di kampus.
Tak ada yang berubah, selama enam bulan Arsen mencoba meluluhkan hati sang istri namun, sepertinya hati wanita itu tetap pada pendiriannya yaitu menginginkan perpisahan.
Walaupun Arsen sudah menjelaskan semuanya, tetapi Aurel tetap merasa di bohongi karena sedari awal mereka bertemu kembali Arsen tak pernah membahas tentang hal itu.
Ditambah lagi Aurel sudah mengetahui bahwa Arsen adalah seorang Bos mafia yang terlibat segala barang haram dan juga jual beli organ tubuh.
Sejak itu Aurel merasa sangat takut ingin kembali lagi dengan suaminya itu. Berulang kali Aurel meminta talak tetapi Arsen belum mengabulkan permintaannya.
Sore ini Aurel baru pulang, ia pulang diantarkan oleh teman kuliahnya. Arsen yang sedari tadi sudah berada di rumah, menatap Aurel dari balik jendela.
"Terimakasih ya, Ndre," ucap Aurel pada Andre sahabat baru yang satu jurusan dengannya.
"Ya, sama-sama Aurel. Sampai ketemu besok." Mobil Pria itu bergerak di iringi lambaian tangannya.
Aurel segera masuk dan mendapati Arsen yang sedang menggendong Alif. Pria itu menatap Aurel dengan air muka tak bersahabat.
"Siapa Pria itu?" Tanya Arsen ketus.
"Teman." Jawab Aurel acuh, tanpa menghiraukan Arsen, ia segera masuk kamar.
"Tunggu Aurel, aku belum selesai bicara!" Sergah Arsen mencekal lengan Aurel.
"Apalagi?"
"Kamu itu masih istriku, jadi kamu tidak boleh dekat dengan lelaki manapun tanpa sepengetahuan aku."
"Cukup Tuan! Aku sudah katakan berapa kali padamu bahwa aku tidak pernah menganggap mu suamiku! Maka dari itu aku minta pisah denganmu, talak aku sekarang juga!" Pekiknya dengan nada tinggi.
Arsen hanya bisa terpaku mendengar kata-kata Aurel yang begitu menyakitkan hati.Bingung harus bersikap bagaimana.
Benarkah dia tidak ingin lagi kembali denganku? Apakah tidak ada sedikit saja perasaan tumbuh untukku? Begitu besarkah kesalahanku hingga pintu hatinya tertutup.
__ADS_1
Bermacam pertanyaan berseliweran dalam hatinya saat melihat sikap Aurel yang begitu kekuh dengan pendiriannya untuk berpisah.
Arsen menaruh Alif kedalam boks, setelah itu ia segera pergi begitu saja tanpa bicara sepatah katapun. Pria itu menghindari pertengkaran.
Rasa kesal, sakit, perih, kecewa, semua berbaur menjadi satu dalam hatinya. Arsen masih duduk di jok pengemudi, kedua telapak tangannya meremat bola setir itu dengan kuat. Air mata tak mampu ia bendung.
"Kenapa, Aurel? Kenapa kamu tidak bisa memaafkan aku dan menerimaku kembali? Sebesar apakah salahku Aurel?" Racau Pria itu sembari membenturkan kepalanya dalam keputusasaan.
Tanpa terasa cairan kristal itu menetes dari mata hazel itu. Arsen merutuki dirinya sendiri yang begitu rapuh bila menghadapi wanita yang di cintainya.
Arsen tidak pernah gentar berhadapan dengan musuh-musuhnya apalagi harus bersedih, tetapi ia akan menangis bila mendengar penolakan wanitanya.
Arsen menghapus air matanya dengan kasar, dan memperbaiki wajahnya yang tampak kusut dengan menyeka keringat dan sisa air mata di wajahnya menggunakan tissue.
"Tidak! Aku tidak boleh goyah. Ya, aku harus tetap semangat dan terus berusaha. Ini baru enam bulan, aku akan tetap bertahan walaupun sampai puluhan tahun. Aku tidak akan pernah melepaskan kamu Aurel. Kamu akan tetap menjadi milikku. Ya, milik Arseno Abraham!"
Pria itu mencoba menguatkan hatinya yang hampir menyerah, baginya tidak ada kata menyerah sebelum misi berhasil.
Arsen juga sudah berjanji kepada kedua orangtuanya untuk membawa Aurel dan Alif kehadapan mereka. Walaupun Mommy dan Daddynya telah bertemu dengan Alif secara diam-diam.
Mommy dan Daddy sangat berharap jika Arsen dan Aurel akan bersatu kembali, maka kedua orangtua itu selalu memberi sang putra semangat agar tak mudah patah arang.
"Kenapa tumben sekali kamu mengajakku bertemu? Apakah kamu ada masalah?" Tanya Haikal sedikit khawatir melihat raut wajah Arsen yang tampak kacau.
Arsen menghela nafas sepenuh dada. Ia segera menceritakan apa yang terjadi, sepertinya dia butuh teman cerita selain Doni sang asisten yaitu pada Haikal sahabat baiknya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, Kal? Aku bingung menghadapi sikap istriku, haruskah aku menyerah dan melepaskannya?" Tanya Arsen sendu
"Sen, bersabarlah aku percaya suatu saat Aurel akan memaafkan dan menerimamu kembali. Kamu tenang saja tidak perlu khawatir, aku akan memantaunya. Setahu aku di kampus Aurel tidak pernah dekat dengan Pria manapun.Tetapi beberapa hari ini memang ada seorang Pria yang bernama Andre selalu mendekati Aurel.
"Mungkin Pria itu kamu maksud yang mengantarkan Aurel pulang sore tadi," jelas Haikal panjang lebar agar sahabatnya sedikit tenang.
"Haikal, aku mohon tolong bantu aku untuk menyelidiki lelaki itu. Aku tidak mau istriku salah mengenal orang, aku takut Pria itu hanya memanfaatkan istriku saja," pinta Arsen pada sang sahabat.
"Baiklah, kamu tenang saja. Aku akan membantumu."
"Terimakasih ya, Kal. Maaf aku sudah banyak merepotkan kamu."
__ADS_1
"Santai saja Kawan. Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Oya, bagaimana dengan pembangunan RS kamu?"
"Sudah berjalan lima puluh persen, aku sudah perkirakan saat istriku lulus RS itu harus selesai dengan sempurna."
"Syukurlah, aku berharap apa yang kamu semogakan tersemogakan."
"Aamiin.... Terimakasih kawan."
Setelah banyak berbincang, Arsen dan Haikal segera memesan makanan, tadi mereka belum sempat memesan karena masih fokus dengan obrolan.
Arsen memanggil seorang pelayan wanita, tidak berapa lama pelayan itu menghampiri mereka berdua.
"Selamat malam, Tuan, ingin pesan apa?" Tanya wanita itu dengan ramah.
Arsen segera membaca deretan menu yang tertera, dan menyebutkan nama menu yang ia mau, pelayan itu segera mencatatnya.
Sementara itu Haikal masih fokus dengan ponselnya, belum menyebutkan menu pesanannya.
"Maaf, Tuan, anda ingin pesan apa?" Tanya sang pelayan pada Haikal.
"Ah, iya." Haikal segera membaca menu itu. "Aku mau menu ini, dan ini. Terus, minumnya..." Ucapnya menggantung saat menatap wanita yang ada dihadapannya.
"Dewi!"
"Pak, Haikal!"
Kedua orang itu sama-sama terkejut. Terlihat wajah Dewi memerah menahan malu. Sementara Haikal sedikit bingung.
"Kamu bekerja disini?" Tanya Haikal
"Ah, iya. Pak. Kalau begitu saya permisi dulu. Mari..." Dewi segera beranjak dari hadapan dua orang Pria dewasa itu.
"Kalian saling kenal?" Tanya Arsen sedikit kepo.
"Ya, dia mahasiswi aku di kampus, Dewi juga teman Aurel," jawab ikhsan apa adanya.
Bersambung....
__ADS_1
Hari ini 3 bab ya, semoga raeder masih tetap setia mengikuti kisahnya. Jika sempat author usahakan banyak-banyak update 🙏🤗
Happy reading 🥰