
Setelah pergi dari kediaman Aurel, Arsen kembali ke apartemen. Ya, setelah seminggu larut dalam kegalauan dan terpuruk dalam keadaan, membuat Pria itu kembali bangkit dari frustasi.
Flashback on
Arsen tak pernah datang ke kantor, ia kembali ke dunia hitam, dan meluapkan segala emosinya pada musuh-musuhnya, setelah itu Arsen akan beralih ke minum-minuman keras demi mengalihkan pikirannya terhadap istri dan anaknya, Arsen merasa hidupnya tak berarti,
Pria itu sering meracau sendiri terkadang ia juga menangis. rasanya selama enam bulan berpisah dari sang istri sungguh sangat menyiksa namun, kini ia harus kehilangan wanitanya itu kembali.
Suatu malam Arsen datang ke RS sahabatnya dalam keadaan terluka akibat baru saja selesai menghadapi serangan dan terjadi baku tembak dengan musuhnya sesama mafia.
"Sen, sampai bila awak macam ni? Jangan buat masa depan awak semakin kacau," nasehat Hasan sembari menjahit luka bekas sayatan yang ada di lengannya.
"Hng! Aku sudah tak punya masa depan lagi! Masa depanku telah hancur tak bersisa. Dia telah pergi meninggalkan aku, San. Tak ada yang harus aku perjuangkan. Hahaha... Sudahlah kau tidak perlu mencemaskan aku! Biarkan aku menikmati hidup ini," serunya dengan tawa frustrasi.
Hasan hanya menggelengkan kepalanya. Ia tahu sahabatnya itu sedang sedih dan sangat terluka.
"Dah, selesai. jangan kena air. Bile mandi usahakan tak basah, nanti saye bagi ubat untuk hentikan nyeri."
"Baiklah, terimakasih. Kalau begitu aku pulang dulu."
"Awak nak kemana? Menginap lah kat sini, bia badan awak tu fit, bia saye pasang infus. Awak tampak lelah," ujar Hasan menahan Arsen hendak beranjak.
"Tidak, terimakasih, kawan, aku akan pulang sekarang," tolak Arsen.
Hasan hanya menghela nafas dalam, ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia sangat hafal watak keras sahabatnya itu.
Setelah Arsen pergi, Hasan segera menghubungi Nyonya Iswara, yaitu Mommy Arsen, sepertinya wanita itu yang bisa menolong putranya sendiri.
Arsen memang tergolong tertutup tentang hubungan asmaranya, ia akan bercerita pada Mommy dan Daddy bila hubungannya akan serius, sementara itu dihari Aurel pergi ia sudah berencana untuk mengabari kedua orangtuanya dan akan menggelar pesta pernikahannya.
Ternyata semua harapannya adalah hayalan semu. Wanita itu telah pergi meninggalkan segala duka lara, sehingga membuat hidup Pria itu kini tak berarti.
Keesokan harinya Arsen kembali pulang dengan keadaan mabuk, dan membuang semua barang yang ada di kamar utama itu.
"Aurel...! Kenapa kamu tega meninggalkan aku? Kenapa kamu tidak mau mendengarkan segala penjelasanku? Hatiku sakit, Rel... Hiks."
Bugh! Bugh! Bugh!
__ADS_1
Arsen memukuli dadanya berharap rasa sakit dan ngilu dihatinya akan berkurang sedikit saja.
"Alif, Daddy sangat merindukanmu, Nak! Jangan benci Daddy! Bundamu hanya salah paham! Daddy tidak pernah mengkhianatinya." Seru Pria itu dengan derai air mata.
Sementara itu Makcik Leha yang mendengarnya tak kuasa menahan air mata. Wanita paruh baya itu membekap mulutnya agar tak terdengar tangisnya.
Ya, wanita itu sangat mengetahui bagaimana setia Tuan mudanya itu dengan pasangannya. Hanya karena wanita gila itu membuat mereka harus berpisah Kembali.
Arsen memang seorang mafia, tapi dia bukanlah tipe lelaki yang suka bermain perempuan, ia hanya bertahan dengan satu orang wanita yang dicintainya.
Bahkan Makcik Leha melihat bahwa cinta Arsen begitu besar terhadap Aurel, ia tidak pernah melihat Pria itu terluka begitu dalam hingga frustasi karena berpisah dengan Maura kekasih pertamanya.
"Makcik, apa yang terjadi? Kenapa Makcik menangis?" Tiba-tiba Nyonya Iswara dan Tuan Abraham sudah berada dihadapannya
"Nyonya, Tuan, Makcik sedih tengok nasib Tuan muda," Jawab wanita baya itu dengan isaknya.
"Apa yang terjadi Makcik? Kenapa Makcik tidak mengabari saya?" Tanya Tuan Abraham resah
"Maafkan Makcik, Tuan, Nyonya. Makcik tak berani sebab Tuan muda larang Makcik tuk bagi tahu," jelasnya kembali.
Mereka belum tahu siapa wanita yang bernama Aurel itu sehingga berani membuat putra semata wayangnya menjadi seperti ini.
Sang Mommy menghampiri Arsen yang sedang menenggelamkan wajahnya di kedua lipatan tangannya. Wanita itu melihat tubuh putranya yang tak terurus, dengan sayang ia membelai rambut hitam legam itu.
Arsen menghentikan tangisnya karena merasa ada seseorang menyentuh mahkotanya. "Aurel! Kamu datang, Sayang, aku sanga..." Ucapnya menggantung saat melihat siapa yang telah berada di hadapannya.
"Momy, Daddy?"
"Siapa wanita itu, Nak? Sehingga kamu sampai melupakan belaian dari Mommy mu sendiri," tanya Mommy sedih dengan mata berkaca-kaca melihat kondisi sang Putra.
Arsen segera memeluk Mommy, sepertinya ia memang butuh sandaran dan tempat berbagi untuk meluahkan segala kegundahan hatinya.
Daddy duduk di samping Arsen dan mengusap kepala putranya itu. Mereka benar-benar penasaran ingin tahu sosok wanita yang telah membuat hati putranya sampai hancur berantakan.
Arsen yang mereka tahu sangat kuat dan tegas, juga sangat beribawa, namun siapa sangka kini Pria itu berubah bak anak kecil yang cengeng butuh belaian dan aduan pada kedua orangtuanya untuk membalaskan sakit dihatinya.
Setelah merasa tenang Arsen mulai bercerita bagaimana awal mula kisah itu dimulai, dari mulai pernikahan kontrak hingga ia mengakui kesalahannya yang telah menyakiti Aurel dan membuat Bunda mertuanya meninggal, sehingga sang istri sangat membencinya.
__ADS_1
Arsen kembali menjatuhkan air matanya saat mengingat perlakuan kasarnya terhadap Aurel, dan yang paling membuat Mommy dan Daddy terkejut adalah saat mereka mengetahui bahwa mereka telah mempunyai seorang cucu.
"Arsen, kenapa kamu bisa menyembunyikan perkara sebesar ini dari Mommy dan Daddy? Bahkan kalian telah mempunyai seorang anak. Apakah kamu tidak menganggap kami ini sebagai orangtuamu lagi?" tanya Mommy dengan kesal
"Maaf, Mom, aku ingin sekali memberitahu Mommy dan Daddy, tapi pernikahanku ini masih abu-abu, dia sangat membenciku, dan kami hidup terpisah, disaat aku hampir bisa memperbaikinya tetapi wanita sialan itu menghancurkan segalanya!" Adunya pada sang Mommy.
"Sekarang dimana istri dan anakmu?" Tanya Daddy
"Dia kembali ke Indonesia, Dad. Bahkan dia tidak ingin aku hadir dalam hidupnya lagi, dia benar-benar membenciku," lirihnya.
"Hei, jangan berkata seperti itu! Kau ini seorang lelaki. Jangan lihatkan sisi lemahmu itu. Jika kau mencintainya maka berjuanglah! Kamu tahu, sekeras apapun hati wanita ia akan luluh dengan sebuah pengorbanan yang tulus, apalagi kalian sudah memiliki seorang anak untuk mengikat eratnya sebuah hubungan,"
Daddy memberikan semangat untuk Putra tunggalnya itu. Mereka juga tidak bisa menyalahkan Aurel, karena pernikahan itu berawal dari sebuah kesalahan yang di perbuat oleh anaknya, bahkan tidak salah jika sang menantu membenci putranya, karena Arsen yang menyebabkan Bundanya meninggal.
Setelah mendapat pencerahan dari sang Daddy, Arsen tersenyum lega, ya, apa yang dikatakan Daddy memang benar, ia tidak boleh menyerah begitu saja.
Arsen harus berusaha membuat hati sang istri lentur kembali agar bisa memaafkannya. Arsen ingin memperbaiki hubungannya dengan Aurel.
"Dad, aku akan memutuskan tinggal di Indonesia. Tapi, bagaimana dengan perusahaan?" Tanya Arsen bingung.
"Pergilah! Jangan pikirkan perusahaan, Daddy akan memberimu waktu hingga misimu berhasil membawa anak dan istrimu kembali."
"Benarkah, Dad? Baiklah aku akan berusaha semampuku untuk membawa mereka kembali," ujar Arsen dengan semangat dan mengulas senyum.
"Mommy ikut kamu ya, soalnya Mommy pengen bertemu dengan cucu Mommy," rengek Mommy Iswara.
"Jangan Mom, aku janji akan mempertemukan Mommy dengan mereka, tapi jangan sekarang!" Larang Arsen .
"Benar yang dikatakan putramu itu, Mom, biarkan dia berjuang, kita tinggal menunggu hasilnya di akhir perjuangan." Daddy membenarkan sehingga mau tidak mau Nyonya Iswara mengikuti walaupun hatinya sangat ingin bertemu dengan cucu dan menantunya.
Flashback off
Bersambung...
Kalau sempat nanti author update lagi ya🙏🤗
Happy reading 🥰
__ADS_1