
"Maaf Pak Arsen, tapi dari hasil pemeriksaan sudah benar, sakit yang Anda rasakan karena ginjal tidak bekerja dengan normal."
"Apa yang harus saya lakukan Dok? Apakah saya bisa sembuh?" Tanya Arsen penuh harap
"Ada dua cara yaitu cangkok ginjal dan untuk sementara anda harus cuci darah dua kali dalam satu minggu," jelas Dokter penyakit dalam itu.
"Kenapa saya harus menjalani cuci darah Dok?" Tanya Arsen kembali, rasanya masih belum percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya.
"Cuci darah gunanya adalah, untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah mengalami kerusakan, karena ketika ginjal tak mampu bekerja sebagaimana fungsinya, akan terjadi penumpukan limbah, racun dan cairan dalam tubuh. Untuk lebih detailnya, biar dokter Nefrologi yang akan menjelaskan kepada anda."
"Apa? Jadi dokter Nefrologi itu spesialis ginjal?" Tanya Arsen yang memang belum mengerti, dan dia pernah mendengar Aurel ingin menjadi seorang dokter Nefrologi. Apakah ini balasan atas apa yang menimpa pada ibunya saat itu yang butuh pertolongan tetapi Arsen mengabaikan.
"Benar Pak, jadi untuk penyakit Bapak ini yaitu Dokter Nefrologi yang akan menangani dan menjelaskan secara detail. Nanti Bapak bisa berkonsultasi bagaimana cara jalan pengobatannya." Ungkap Dokter itu kembali agar Arsen lebih paham.
"Baiklah, Dok, saya mengerti."
Sekitar jam lima sore, Arsen baru keluar dari RS, atas anjuran Dr yang menangani, hari itu juga Arsen menjalani cuci darah karena penyakit yang di alami Pria itu sudah tergolong gagal ginjal akut.
Setelah merasa tubuhnya cukup segar dan aman, Arsen meminta Doni untuk pulang terlebih dahulu, dia akan menjemput Aurel di kampus, karena masih ada waktu untuk dia datang menemani sang istri walau sebentar saja.
"Tuan, apakah anda yakin ingin mengemudi sendiri?" Tanya Doni masih cemas, karena sakit yang di alami Arsen cukup serius.
"Aku yakin Don, pulanglah! Aku akan menemui istriku dulu."
Akhirnya dengan berat hati Doni pulang terlebih dahulu, dan Arsen segera memacu mobilnya menuju kampus sang istri. Namun, sesampainya di kampus waktu menunjukkan pukul setengah enam sore.
Arsen melihat para mahasiswa yang ikut sidang sudah pada bubar, tanpa sengaja Pria itu melihat Aurel sedang mengobrol dengan seseorang. Arsen masih memperhatikan dari dalam mobil.
Cukup lama mereka bicara akhirnya Aurel ikut masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Pria yang bernama Andre itu. Kembali perasaan Arsen itu tak menentu.
Arsen mengikuti mobil yang membawa Aurel, semula Pria itu berpikir Andre akan mengantarkan Aurel pulang, tetapi semakin diperhatikan mobil itu mengarah kesuatu tempat.
Sementara itu Aurel sudah mulai tampak cemas saat mobil yang dikendarai oleh Andre tidak sesuai tujuan yang di janjikan yaitu seperti janji Andre akan mengantarkan Aurel pulang.
__ADS_1
"Ndre, kita mau kemana? Ini sudah keluar dari kota Pekanbaru, kamu mau bawa aku kemana?" Tanya Aurel cemas dan takut karena hari juga sudah mulai malam.
Pria itu melirik Aurel dengan senyum sinis. Ternyata apa yang dikatakan oleh Haikal memang benar, bahwa Andre tidak sebaik yang dipikirkan Aurel.
"Tenanglah, kita akan bersenang-senang dulu, setelah itu aku akan mengantarkan kamu pulang. Aku sungguh sangat penasaran dengan istri orang," ucap Pria itu dengan senyum menjijikkan.
Seluruh tubuh Aurel terasa bergetar dan kaku saat mendengar ucapan Pria itu. Sungguh dia berada dalam kehancuran.
"Jangan macam-macam kamu, Ndre! Berhenti disini sekarang juga!" Bentak Aurel
"Hahaha.... Kenapa kamu marah seperti itu Sayang? Sudahlah, kita rayakan dulu nilai terbaik yang kamu dapatkan hari ini, Kamu tidak perlu cemas Aurel, suamimu tidak akan tahu. Kita akan bersenang-senang malam ini," balas Andre dengan tawanya.
Aurel menatap Andre dengan tajam. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Andre benar-benar lelaki bejad.
"Berhenti Ndre! Aku bilang berhenti!!" Pekik Aurel sembari ikut memutar stir mobil. sehingga mobil itu berjalan bagaikan orang mabuk menggal menggol.
"Aurel, apa yang kamu lakukan? Lepas Aurel! Kita bisa celaka!!" Bentak Andre sehingga ia terpaksa menginjak pedal rem dengan kuat.
"Hng! Kamu kira aku sebodoh itu mau melepaskan kamu begitu saja? Tidak Aurel!"
Andre segera meraih wajah Aurel dan segera ingin menjatuhkan ciuman di bibir wanita itu tetapi sebuah mobil menepi tepat di depan mobil itu sehingga Pria itu mengurungkan niatnya.
Aurel sangat mengenal mobil yang sedang menghadang, ia berdecak senang setelah melihat Pria jangkung yang keluar dari mobil itu. "Mas, Arsen." Desisnya dengan senyum bahagia.
Arsen segera mengetuk kaca mobil itu, tetapi Andre segera memasukkan gigi atrek dan mobil itu mundur kebelakang mencari celah untuk kabur.
"Andre buka pintu mobil ini! Kamu jangan pernah macam-macam, Suamiku bisa saja mematikan kamu!" Ancam Aurel
Andre tak mengindahkan ucapan Aurel dan masih berusaha memutar mobilnya untuk kabur, namun tiba-tiba terdengar suara letusan dan mengakibatkan mobil itu tak bisa bergerak karena tembakan itu melumpuhkan ban mobil.
"Shiiitt...." Umpat Andre dengan kesal. Arsen kembali menggedor pintu mobil itu sembari mengarahkan corong pelatuknya ke pintu bagian Andre.
Pria itu tampak begitu cemas dan takut, ia segera membuka pintu mobil itu. Arsen segera meraih kerah baju Andre dan membawanya keluar.
__ADS_1
"Brsengseek! Beraninya kau menyentuh istriku!"
"Bugh! Bugh! Bugh!
Pukulan keras berulang kali menghujam wajah Pria muda itu. Arsen membabi buta menghajar Andre, baginya tentu saja Andre bukanlah tandingan untuk seorang mantan mafia seperti dirinya. tetapi karena Arsen sangat kesal maka ia melepaskan segala kekesalannya.
Aurel yang melihat kekacauan itu, segera melerai, ia tidak ingin Arsen melakukan hal lebih jauh lagi sehingga membuat Andre mati.
"Mas, sudah cukup! Hentikan! Jangan bunuh dia!" Aurel meraih tangan Arsen yang hendak memukul Andre lagi.
"Kenapa? Apakah kamu tidak rela dia mati?" Tanya Arsen menatap berang.
"Bu-bukan begitu! Sudah hentikan. Aku akan menjelaskannya nanti, ayo sekarang kita pergi!" Aurel meraih pergelangan tangan Arsen dan membawanya masuk kedalam mobil.
Dengan hati yang masih sangat kesal, Arsen kembali menjalankan mobilnya dan meninggalkan Andre yang masih tergeletak di pinggir jalan sunyi tempat pesawangan itu.
Hening, tak ada suara percakapan. Arsen masih berusaha menahan gejolak hatinya. Bagaimana caranya agar tak menyakiti hati wanita itu dengan kata-katanya.
"Mas, aku minta maaf."
Suara itu membuat hati Arsen luluh seketika saat sang istri Kembali memanggil dengan panggilan yang pernah ia berikan. Setelah hampir memasuki kota, Arsen menepikan mobilnya kembali. Pria itu menatap sang istri dengan dalam, dan menghirup udara sepenuh dada.
"Rel, aku tahu kamu tidak pernah bahagia selama kita hidup bersama, aku tahu kamu sangat membenciku. Mungkin kehadiranku di hidupmu hanyalah sebuah petaka. Kamu tahu? Selama empat tahun ini aku berusaha untuk mendapatkan hatimu, tapi sepertinya hati kamu memang tak bisa ku sentuh.
"Rel, mulai saat ini aku tidak akan memaksakan kehendak lagi, aku akan melepaskan kamu, tapi izinkan aku agar bisa menemani untuk terakhir kalinya saat kamu wisuda nanti. Aku berjanji akan menjatuhkan talak seperti yang kamu minta selama ini.
"Aku menyerah, Aku mengaku kalah! Tapi aku mohon carilah pengganti Pria yang lebih baik dariku, jangan seperti Andre. Dia tidak layak untukmu."
Ucapan Pria itu Seketika membuat hati Aurel bagaikan teriris, segumpal daging yang dinamakan qolbu itu perih namun tak berdarah. Aurel berusaha untuk menahan segala tangis yang ingin pecah saat itu juga, tetapi nyatanya tidak bisa.
Bersambung....
Happy reading 🥰
__ADS_1